close
KRIMINAL

Diduga Mesum di dalam Mobil, Sejumlah Pelajar Diciduk Satpol PP

Ilustrasi mesum di mobil (foto: tribunnews).

Sampang, PRN.id –

Tingkah pelajar di Sampang ini tergolong ngawur dan nekat. Taman Kota yang berada di depan kantor Bupati Sampang, sering dijadikan tempat mesum. Belum lama ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil menciduk delapan pelajar yang diduga berbuat mesum di area taman kota. Sejumlah pasangan pelajar ini diamankan saat asik bermesraan dalam mobil.

Informasi menyebutkan, awal mulanya delapan pelajar ini kedapatan sedang asyik nongkrong di area taman kota. Dari delapan pelajar ini, sebagian ada yang menghidupkan musik dengan suara yang cukup keras, sebagian lagi bermesraan dalam mobil.

Melihat tingkah laku yang dinilai tidak wajar itu, sejumlah warga yang melintas di area taman merasa risih, bahkan ada yang langsung melaporkan kepada Satpol PP. Atas laporan itu, sejumlah petugas Satpol PP langsung turun ke lokasi kejadian.

Hasilnya, ‎mendapati dua pelajar yang berbeda jenis kelamin sedang bermesraan di dalam mobil. Tak ayal mereka pun digelandang petugas ke kantor Pol PP setempat.

“Kita menghampiri mereka, ada yang sedang duduk di luar, sebagian mendengarkan musik dengan suara keras, serta ada kedapatan tengah berpelukan di dalam mobil,” terang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Mohammad Jalil mewakil Kepala Satpol PP Sampang Hamdani, Senin (30/1/2017), seperti dikutip beritajatim.com.

Dijelaskan Jalil, saat dihadapan penyidik, 8 pelajar itu beralasan berada di taman kota hanya untuk beristirahat setelah bepergian dari Kota Surabaya. Akan tetapi ketika diminta keterangan lebih mendalam, 8 pelajar ini usai clubbing di salah satu diskotik.

“Delapan pelajar itu tengah dibuatkan berita acara pemeriksaan dan diberi pembinaan, selanjutnya akan memanggil pihak sekolah atau orang tuanya,” tegasnya.

Dari data Satpol PP Sampang, 8 pelajar ini diantaranya lima laki-laki dan tiga perempuan. Yakni, S (19) warga Desa Bring Koneng, Kecamatan Banyuates, R (19) warga Kecamatan Tambelangan, A (19) warga Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang, serta AF (20) warga Desa Kombeng, Kecamatan Ketapang. ST (18) warga Desa Talageh, Kecamatan Banyuates, L (18) dan AR (20) warga Desa Ketapang Timur Pancor, Kecamatan Ketapang dan LH (18) warga Kota Surabaya. (eb)

Tags : AsusilaSampang

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: