close
Sejumlah wartawan usai melakukan aksi demo damai di Bagian Humas Pemkot Surabaya.

Surabaya, PRN.id – Puluhan wartawan baik dari media Cetak maupun Online se-Jatim, yang tergabung di dalam Majelis Pers Nasional (MPN) lakukan aksi Damai terhadap Pemkot Surabaya, atas pelecehan perkataan yang telah dilontarkan oleh kabag Humas Fikser Morang terhadap Yus Wirawan (wartawan deliksnews.com) dengan mengatakan “ wartawan abal-abal (gadungan) “.

Mereka meminta pertanggungjawaban Fikser Morang, atas arogansi ucapannya “ Wartawan yang tidak punya Uji Kopetensi Wartawan (UKW) dan tidak terdaftar di Dewan Pers dianggap Bukan wartawan (tidak diakui) alias abal-abal “, ucap Fikser Morang, waktu itu.

Menurut keterangan Korlap aksi Agus Pudjianto, ST. (restorasi hukum.com), “ tidak selayaknya seorang Publik Figur apalagi selaku HUMAS Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya mengucapkan kata arogan seperti itu. Seharusnya Fikser lebih profesional dan bijak dalam menyikapi permasalahan. Akan jadi apa negara ini kalau HUMAS saja tidak bisa memberikan pelayanan dan kenyamanan, selayaknya harus meninggalkan / meletakkan jabatannya kalau perlu ‘Pecat’ saja “, ujarnya dengan nada geram.

Akhirnya pihak HUMAS menerima 10 orang perwakilan untuk dipersilahkan masuk ke ruangan humas, guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Setelah selang hampir 30 menit, akhirnya perwakilan keluar dari ruangan dan kemudian menyampaikan hasil kesepakatan bersama. Yakni  Semua Wartawan baik cetak maupun online Bisa meliput didalam wilayah PEMKOT Surabaya tanpa terkecuali dan tidak akan lagi memakai aturan Dewan Pers (DP).

Dan hasil dari kesepakatan tersebut disambut aplaus yang meriah oleh puluhan wartawan dengan penuh rasa bangga.

Setelah penyampaian hasil kesepakatan dengan pihak humas selesai diperdengarkan, puluhan wartawan peserta aksi meninggalkan area Pemkot dengan tertib. (red)

Tags : PersSurabaya
putri pena

The author putri pena

Leave a Response

*