close

MOJOKERTO, PRN.id – Tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto tengah membuka proyek pembangunan dan perbaikan puskesmas. Tak tanggung-tanggung, dalam proyek tersebut dikucurkan anggaran mencapai 42 miliar.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinkes Kabupaten Mojokerto, Nanda Hasan Solihin mengatakan, proyek tersebut terbagi dalam tiga pelaksanaan. Pertama, perbaikan puskesmas pembantu (pustu) sebanyak 14 unit dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar.

Kemudian, perbaikan 10 puskesmas dengan Rp 8 miliar, dan yang terbesar adalah pembangunan 3 puskesmas yang menyerap anggaran sekitar Rp 32 miliar. ”Yang 14 pustu sudah pelaksanaan, kondisi fisik rata-rata sudah 75 persen,” ungkapnya Senin (29/5).

Perbaikan tersebut merupakan kelanjutan dari proyek tahun sebelumnya yang sudah berjalan di 22 pustu. Dengan demikian, dari total 55 pustu yang ada, masih ada 19 pustu yang belum tersentuh perbaikan. ”Sisanya kita lakukan tahun depan. Jadi, dilakukan bertahap,” paparnya.

Sedangkan, dari proyek perbaikan 10 puskesmas sudah naik lelang dan tayang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Mojokerto. Menurut Nanda, awal Juli ini akan segera dilakukan pengerjaan. ”Dalam waktu dekat ini mau tanda tangan kontrak,” terangnya.

Sebelumnya, perbaikan juga sudah dilakukan di 5 puskesmas. Hanya saja, hal itu tidak dilakukan pelelangan karena nilainya di bawah Rp 200 juta. Dengan demikian, hanya dilakukan secara pengadaan langsung (PL).

Masing-masing adalah Puskesmas Ngoro, Mojosari, Bangsal, Kemlagi, Tawangsari, dan Gedeg. Sedangkan, untuk pembangunan puskesmas rawat inap, rencananya akan dilakukan di tiga lokasi.

Yakni, di Puskesmas Dlanggu, Gondang, dan Jatirejo. Tak tanggung-tanggung, total anggaran untuk ketiga proyek tersebut mencapai Rp 32 miliar. Namun, hingga akhir Mei ini, proyek tersebut masih belum dilakukan pelelangan.

”Insya Allah, minggu ini naik ke pokja,” ungkap Nanda. Khusus, untuk Puskesmas Gondang, akan dilakukan relokasi dari tempat sebelumnya. Sedangkan, dua puskesmas lainnya, Dlanggu dan Jatirejo bakal dibongkar total dan dibangun ulang.

Nanda menjelaskan, pembangunan itu mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Kemenkes) No 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

”Jadi, akan dilakukan penataan ulang sesuai dengan standar yang ditentukan Permenkes 75/2014,” terang dia. Diperkirakan, pelaksanaan baru dapat dilakukan pada bulan Juni. Dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 5-6 bulan atau selesai maksimal pada Desember.(red/nt)

 

 

 

Tags : DinkesMojokerto
putri pena

The author putri pena

Leave a Response

*