close
NUSANTARA

Bermodalkan TOR Made In Kabag Kesra Serta Berharap Pahala, Kabag Kesra Enggan Disebut Sebagai Pembunuh Karakter

Foto DOK,PRN : Kabag Kesra Setda Kab. Tanah Datar H. Afrizon, S.Ag

TANAH DATAR, PRN.id –  Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) sekretariat daerah Pemda Kabupaten Tanah Datar Afrizon merasa “enggan” disebut sebagai pelaku pembunuhan karakter terhadapsatu-satunya alumni kafilah MTQ Nasional Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang ke-XXXVII di Pantai KataKota Pariaman awal November 2017 lalu.

Bahkan untuk pembelaan terhadap tuduhan tersebut, salah seorang mantan kepala Kantor Urusan Agama(KUA) dijajaran vertikal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat  ini langsung mengirimkan salinan Term of Reference (TOR) melalui akun Whats APP (WA-nya) kepada WA awak media ini Jumat (05/01).

Tujuannya dikirimnya TOR itu adalah  tidak lain dan tidak bukan  untuk melakukan klarifikasi terhadap dugaan Nepotismne dan Pembunuhanj Karakter kepada inisial “MRM” (8) asal Nagari Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara yang merupakan salah seoarang mantan alumni Kafilah MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat yang ke-37, sebagaimana pemberitaan terdahulu.dari media ini

Dalam Term of Reference (TOR) Pengadaan Rekaman CD Hafizh untuk Sekolah se-Kabupaten Tanah Datar yang ditandatangani  H.Afrizon,S.Ag selaku Kabag Kesra Setda Tanah Datar menyebutkan bentuk dan schedule program kegiatan rekaman.

Bentuk rekaman dalam TOR made in Kabag Kesra itu adalah pembuatan CD yang berisi al-Quran secara murattal, sementara yang mengisi suara rekaman terdapat  Bupati Tanah Datar dengan kata sambutannya, dan dalam TOR juga disebutkan jumlah CD yang dicetak sebanyak 1000 keping CD.
Pada angka 5 mengenai isi rekaman dan pengisi rekaman terdapat nama FAIZAH  untuk tingkat TK/RA (Raudhatul Athfal), sebagaimana pemberitaan terdahulu bahwa inisial “F.I” adalah Faizah yang merupakan anak kandung dari Afrizon selaku Kabag Kesra Setda Tanah Datar.

Jika dilihat kepada nama-nama lain yang akan mengisi suara rekaman,  dari 8 suara pengisi, 7 orang diantaranya merupakan alumni kafilah MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat yang ke-37 di Pantai Kata Kota Pariaman, provinsi Sumatera Barat, sementara satu orang dari tingkat TK/RA diisi oleh nama Faizah yang merupakan putri kandung Afrizon Kabag Kesra Setda Tanah Datar.

Posisi sebenarnya yang harus menempati pengisi suara rekaman CD untuk tingkat TK/RA adalah inisial “MRM”, karena MRM adalah alumni Kafilah MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat yang ke-37, sementara Faizah adalah alumni MTQ Nasional tingkat Kabupaten yang tidak lolos seleksi untuk mengikuti MTQ Nasional tingkat Provinsi.

Berdasarkan tindakan Afrizon selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan juga sebagai Kabag Kesra Setda Tanah Datar, keluarga korban tentu saja tidak menerima, karena putranya “MRM” ditinggal begitu saja tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari Stake holder terkait, dan Afrizon justeru lebih cendrung membawa Putri kandungnya sebagai pengganti nama “MRM”.

“ Ini namanya nepotisme dan pembunuhan karakter putra kami, padahal dari delapan orang yang ikut rekaman, tujuh orang diantaranya alumni kafilah, hanya satu-satunya yang masuk dalam rekaman CD yang tidak merupakan alumni kafilah Provinsi yaitu FAIZAH”, jelas keluarga korban kepada awak media PRN belum lama ini.

Dilanjutkannya, kalau tetap seperti ini pola  yang dilakukan penggiat al-qur’an di Tanah Datar kami yakin akan semakin banyak perbuatan yang terkesan menyalahgunakan wewenang dari pejabat daerah, yang jelas terhadap anak kami sudah terjadi pembusukan dan pembunuhan karakter  yang terkoordinir dan massif di jajaran Pemda Tanah Datar.

Sementara itu, Afrizon dalam akun WhatsAPP-nya Jumat (05/01) menulis kepada awak media, bahwa pihaknya akan banyak berlapang dada dan berharap pahala dari setiap kegiatannya, namun Afrizon tidak jelas melakukan bantahan-bantahan terhadap Nepotisme dan Pembunuhan Karakter.

Bahkan seolah-olah Afrizon selaku Kabag Kesra yang punya kegiatan ini kembali memberitahu kepada awak media bahwa nama FAIZAH jelas tertera dengan terang-nya pada Term of Reference (TOR) Made ini Afrizon, untuk lebih jelanya berikut kami nukilkan isi lengkap WA Afrizon untuk awak media PRN.
Jumat (05/01), Pukul 19.41 ; “Terima kasih banyak pak Mauludin,, berita on line alah disampaikan pak met ka ambo” ( Terima Kasih Banyak Pak Mauludin,, berita online telah disampaikan pak Met kepada Saya)
Masksudnya MAILUDIN (awak media PRN), Pak Met (Awak media PRN tidak mengenal Pak Met) Tanpa ada jawaban dari awak media, pada pukul 19.43 masuk lagi ;  “Mudhan menjadi tambahan kebaikan pahala bagi ambo” (Moga menjadi nilai tambah dalam hal kebaikan kepada saya)
“ Walau ambo tak kenal dekat ,,setulus hati tetap berdoa pada Allah semoga pak Mauludin tetap sehat , dibukakan selalu rezeki dan kesehatan” (Walapun saya tidak mengenal secara dekat ,,dengan tulus hati tetap berdoa kepada Allah semoga Bapak Mailudin tetap sehat serta dibukakan selalu rezki dan kesehatan)

“Keluarga sakinah dan dalam lindungan Allah, aamin” “Kawan kawan terutama beberapa wartawan menyarankan ka ambo untuk berlapang dada,,” (Teman-teman terutama beberapa orang wartawan member saran kepada saya untuk berlapang dada. “Alhamdulillah..aamin”

Pukul 20.43 “ Untuk membantu pak Mauludin,,lebih memahami program bersama ini ambo bantu kirim TOR kegiatan” (untuk membantu Bapak Mailudin,, lebih memahami program, bersama ini saya bantu mengimkan TOR kegiatan” Pukul 20.44 “ Mhn banttu di cek apakah ada yg dirugikan? Baik diganti ataupun dibunuh karakternya…” (Mohon dibantu di cross chek apakah ada yang dirugikan? Baika diganti nama dan dibunuh karakter-nya,,) (din PRN)

Tags : Pembunuhan KarakterTabah Datar
putri pena

The author putri pena

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: