close

PRN OPINI – RAKERNAS PDI-P berlangsung di Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur Bali, 23-25 Februari 2018. Mengusung tema baru lagi “Pola Pembangunan Berdikari Untuk Indonesia Raya”, tunjuk resmi Jokowi maju capres 2019.

Namun, selama ini Jokowi telah gembar gembor Indonesia Hebat, Revolusi Mental, kini, Megawati nyatakan Pasti Metal, menang total. Disaksikan penduduk negeri yang Agamis, ber- Ketuhanan Yang Maha Esa, ucapkan kata Pasti, nilai spiritual menjadi terlupakan.

Nyanyian, lagu apalagi yang hendak dimaksud, disasar, kiranya sebagian besar rakyat akan “dibodohi” lagi dengan mengubah tema, nyanyian, lagu, judul, slogan dan semboyan apapun itu, pola pembangunan berdikari, apalagi dibumbuhi Indonesia Raya, rakyat sudah muak gonta-ganti slogan, tema, wacana belaka.

Indonesia Hebat, Revolusi Mental sengaja dinafikkan, rakyat sebagai pemegang kedaulatan rakyat nyata-nyata hanya dijadikan objek komoditi politik semata, rakyat dibutuhkan ketika situasi hajatan jelang pemilu. Tema, slogan Revolusi Mental, Indonesia Hebat telah Gagal Total (Gatot), rakyat dianggap gampang lupa.

Kedunguan, kemunafikan Pemimpin masih dan terus pertontonkan, janji bohong oleh Penguasa Jabatan Negeri ini, sibuk pencitraan diri, rakyat busung lapar, gizi buruk, sembako tak terbeli, ratusan ribu PHK berjama’ah, tolak hutang luar negeri dan buy back saham Indosat.

Juga, bangkitkan Industri Mobil Nasional. Kemanakah Mobil Esemka, bagai nyungsep ditelan bumi ?. Janji manis cetak 10 juta lapangan kerja, dan stop Import pangan dan lain sebagainya terabaikan, Pemimpin jadi amnesia, pelupa.

Sementara itu, dalam bidang politik hukum janji Jaksa Agung bukan dari Politisi Partai, kenyataannya bohong, berbeda setelah menjabat Presiden.

Lagi, janji Jokowi pastikan tak ada bagi-bagi kursi dalam Kabinet. Janji mempersulit Investor asing masuk dan tak akan hapus subsidi BBM. Semua itu, janjinya jauh dari kenyataan dihadapan rakyat.

Selain itu, Narkoba jenis sabu berton-ton masuk negeri seakan tanpa portal, tak bertuan, tidak ada jaminan sampai akhir rezim Jokowi, negeri ini Bebas dari Narkoba. Berbagai kalangan memprediksi belasan ton siap “ngantre” merangsek ke negeri kita cintai ini.

Oleh karena itu, mengancam kehancuran generasi bangsa dan Jokowi seolah tak berdaya hadapi jaringan Bandar Gede Narkoba. Lebih berpikir sibuk terhadap konstelasi menuju kontestasi Pilpres tahun depan.

Apalagi, ekonomi keadilan hukum dan kesenjangan miskin kaya makin menganga, diabaikan oleh Pemimpin berpikir Pragmatis jangka pendek, prinsip yang penting Pasti Metal “pokok’e” menang Pemilu.

Kini, bagaimana pemiikiran generasi milenial zaman now ?.
Tentu, sebagai generasi masa depan lebih cerdas untuk menentukan pilihan seorang pemimpin negeri, siapa yang amanah dan dapat dipercaya ?.

Selama NKRI, belum dipimpin oleh Presiden yang Amanah dan Terpercaya, maka negeri ini tidak akan bangkit ekonomi terpuruk, kecuali hanya Capres K.H.GUSTUR sebagai Pewaris Tahta Mojopahit Mataram Nusantara yang dapat mewujudkannya.

Karena, tulus bukan mencari harta fasilitas negara dan satu-satunya Putra terbaik Indonesia. Tentu, negeri ini akan makmur, mandiri terbebas Hutang Asing, tentram dan nyaman menjadi Mercusuar Dunia.

Bukanlah hal yang mustahil, sebagai pemegang Harta Amanah digunakan hanya untuk menolong rakyat, meneruskan cita-cita para pendiri Bangsa sesungguhnya.

PENULIS : Mas Huda Sekpri Media Capres 2019 K.H.GUSTUR.

Tags : MojokertoPembangunan Berdukari
putri pena

The author putri pena

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: