close
LAWAN KORUPSI

Terkait Temuan Dugaan Penyimpangan Proyek DAK 2016 Dindik Sumenep, PPK Terkesan “Ngumpet”

PRN SUMENEP – Dinas Pendidikan Sumenep Madura Jawa Timur Tahun Anggaran 2016 menganggarkan Rp 13.697.607.319,00 dan merealisasikan Rp 10.708.196.500,00 (78,18%) dari anggaran dengan kegiatan Revitalisasi Pembangunan RKB dan Rehabilitasi Ruang Kelas (Rusak sedang / berat) melalui mikanisme Swakelola bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 29 Sekolah yang ada di kepulaun dan daratan.

Mikanisme Swakelola dari DAK disepakati dengan Surat Perjanjian Pemberian DAK Bidang Pendidikan SD/SDLB Antara Pemkab Sumenep dan masing – masing Kepala SD dituangkan dalam Pakta Integritas yang ditandatangani oleh masing – masing Kepala Sekola dan tertuang pula Peraturan Perintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah pasal 60 ayat (1), dengan SK Bupati yang disahkan pada tanggal 13 Juni 2016 dan SK Bupati 29 Agustus 2016 DAK tersebut.

Ironisnya dari 29 Sekolah Dasar Realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan atas pengunaan DAK Bidang Pendidikan pada 20 Sekolah Dasar bermasalah tidak dapat diyakini kewajarannya.

Menanggapi Hal ini Kepala Dinas Pendidikan Moh. Sadik menegaskan pada Tim Komonitas Vespa dan Wartawan Media Pena Rakyat News Senin 16 Juni 2018 ” Terkait dengan permasalan DAK Tahun Anggaran 2016 itu yang jelas PPK yang lebih paham waktu itu PPK H. Eksan”, H. Sadik juga menegaskan ke awak media untuk mengarahkan ke H. Eksan.

Namun beberapa kali awak media mencoba untuk menemui H. Eksan selaku Pejabat Pembuat Komitment (PPK) saat itu, H. Eksan selalu menghindar dan terkesan alergi terhadap awak media, bahkan hanya Aspri H. Sadik yang dipasang untuk menanggapi media ini.

Terkait hal ini menurut Ariono Aji, ST. selaku tenaga ahli teknik sipil dan juga staf redaksi PRN ‘terdapat beberapa asumsi mengapa H. Eksan selaku PPK tidak berani diklarifikasi dan yang pastinya hal ini sudah melanggar UU tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang lebih mengerikan lagi kuat dugaan proyek tersebut memang terjadi banyak penyimpangan, mangkanya tidak berani di klarifikasi’ tegas Aji.

Harapan terbesar untuk menyelamatkan uang negara milyatan rupiah kepada pihak yang terkait agar responsif terhadap temuan ini. Tambah Aji. (Ridhawi)

Tags : Penyimpangan AnggaranSumenep
putri pena

The author putri pena

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: