close
POLITIK

Ini Reaksi GMNI Usai Koordinator KIPP Jatim Dilaporkan ke Polisi

Surabaya, PRN – Terkait pernyataan Koordinator Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jatim Novli Thyssen, tentang  pencatutan sebuah nama media nasional yang menjadi dasar asumsinya, dilaporkan oleh salah satu partisipasan calon legislatif Dapil  Surabaya 1 Surabaya Sidoarjo.

Relawan Sahabat Abraham melaporkan Novli Thyssen, terkait pernyataannya di beberapa media online, terkait statemennya yang dianggap berita bohong atau hoax pada 15 Januari 2019.

Karena itu, pernyataan yang mencatut media nasional tersebut dianggap hoax ini, sebagai bentuk black campaign yang bertujuan untuk menjatuhkan Caleg DPR-RI dari partai Golkar. Peristiwa tersebut tersiar hingga memancing Pemantau Pemilu GMNI ikut bersuara.

Pemantau Pemilu GMNI, Hafid Deni, mengatakan pemantau Pemilu seyogyanya mendukung pengawasan itu sendiri. Bahkan sertifikasi pemantau Pemilu diperoleh dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), termasuk pemantau GMNI baru yang telah tersertifikasi oleh Bawaslu RI.

“Ada baiknya setiap temuan dapat dilaporkan secara administratif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang ada, tidak kemudian mengumbar  pada media yang belum tentu informasi tersebut memenuhi syarat formil dan materiil,” tegas Hafid.

Dia menambahkan, pemantau pemilu posisinya adalah semakin memperkuat dan mendukung pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu. Sehingga, dengan adanya pelaporan salah satu lembaga Pemantau Pemilu oleh peserta pemilu menjadi sebuah pertanyaan terkait keabsahan sertifikasi kelembagaanya.

“Idealnya jika memang perlu patut dipertanyakan dan dievaluasi sertifikasi kelembagaannya. Dan, dirasa bisa dilaporkan ke Bawaslu sesuai ketentuan Perbawaslu No 4 Tahun 2018, tentang Pemantauan Pemilu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, hal ini terkait tentang Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu Caleg Partai Golkar jenis baliho yang menurut Koordinator KIPP Jatim, Novli Thyssen mendapatkan perlakuan istimewa dari Bawaslu Surabaya. Kemudian, diduga adanya sejumlah caleg yang sudah deal dengan Bawaslu Surabaya, sehingga Bawaslu dituding tebang pilih.

“Ada dugaan hubungan khusus apa Bawaslu Surabaya dengan Abraham Sridjaja sehingga terkesan mengistimewakan Abraham Sridjaja? Sehingga wajar jika muncul tudingan Bawaslu Surabaya terkesan tebang pilih, bahkan telah melakukan deal-deal tertentu dengan caleg seperti pemberitaan Jawa Pos,” papar Novli, dikutip dari media online. (hage/eb)

Tags : BawasluGMNIpartai GolkarPileg 2019

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: