close

PRN Tulungagung  – Dhimas Riski Susilo (22), warga Desa/Kecamatan Kauman Tulungagung harus berurusan dengan Polisi setelah sempat menghilang selama tiga hari.

Dhimas diduga telah melakukan perampokan terhadap sopir Grab Car, NA (41)  warga Desa Batangsaren Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung.

Menurut Kapolres Tulungagung AKBP Taufik Sukendar melalui Kabag Humas Polres Tulungagung AKP. Sumaji mengatakan, Kejadian tersebut bermula pada jum’at (15/02/2019) sekitar pukul 04.15 WIB saat NA yang merupakan sopir Grab Car mendapat order secara online. Order itu ternyata dari Dhimas di Jalan Bromo, Desa/Kecamatan Kauman. Dhimas mengorder dua titik pemberhentian, yaitu area persawahan Dusun Sedayu, Desa Bungur, Kecamatan karangrejo dan di Stasiun Tulungagung.

“Perbuatan pelaku ini diduga sudah direncanakan,  karena dia sudah mempersiapkan sejumlah barang untuk beraksi,” terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, AKP Sumaji, Senin (18/2/2019).

NA yang mendapat order dari Dhimas secara online datang dengan Mobil Honda Brio AG 1757 SS. Dhimas memilih duduk di bangku belakang. Saat  sampai di area persawahan di kawasan Dukuh Sedayu, Desa Bungur kecamatan Karangrejo, Dhimas menjerat leher NA dengan tali.

Saat NA berontak, Dhimas menutup mulut dan hidungnya dengan handuk basah. Diduga handuk itu telah diberi cairan obat bius. NA kemudian pingsan usai mengisap handuk di tangan Dhimas.

“Saat korban pingsan, pelaku mengikat tangan dan menutup mulut serta matanya dengan lakban yang sudah disiapkan,” jelas AKP Sumaji

Dhimas kemudian menjalankan mobil  milik NA. Selama perjalanan NA tidak kuasa melawan, karena di bawah pengaruh obat bius yang dipakai Dhimas. Awalnya Dhimas bermaksud mengambil mobil NA.

Namun pikirannya berubah, ia hanya mengambil sebuah telepon genggam dan uang korban sebesar Rp 70.000. NA tersadar setelah pukul 07.00 WIB di sebuah perkebunan yang tidak dikenalnya.

“Korban melapor ke Polres Tulungagung malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB. Berbekal keterangan korban, polisi langsung bergerak,” ungkap Sumaji.

Polisi sempat mendatangi tempat NA mengambil order. Bahkan polisi juga mendapat foto yang diduga pelaku. Setelah foto itu ditunjukkan ke korban, NA membenarkan orang di foto itu adalah pelakunya. Polisi juga mendatangi rumah pelaku yang ternyata tidak jauh dari tempatnya order Grab Car tersebut, tetapi menurut keterangan keluarganya Dhimas berangkat kerja ke Malang.

“Diduga pelaku ini kembali ke Malang, setelah meninggalkan mobil korban. Petugas kemudian melacak keberadaannya,” terang AKP Sumaji.

Dhimas diketahui pulang pada Minggu (17/2) dini hari. Dengan cepat polisi menangkapnya. Dhimas pun tidak bisa mengelak dan mengakui semua perbuatannya.

Kepada penyidik, Dhimas mengaku tengah mengalami himpitan ekonomi. Dhimas juga sudah merencanakan aksinya dengan matang. Salah satunya belajar soal cairan bius lewat Youtube.

“Saat ini pelaku masih diperiksa di Unit Pidana Umum (Pidum).pungkas AKP Sumaji.(Fitri)

Tags : Sopir Grap DisekapTulungagung

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: