close
LAWAN KORUPSI

Proyek Jembatan Sumbernanas “Amburadul” PU BINA MARGA Saling Lempar Saat Dikomfirmasi

Jembatan Sumbernanas rampung pekerjaannya, namun berpotensi celakakan pengguna jalan

PRN MALANG – Hasil dari Pembangunan Jembatan Sumbernanas Kecamatan Gedangan dikeluhkan masyarakat yang memanfaatkannya karena dinilai pembangunan Jembatan tersebut terkesan tidak sempurna.

Pekerjaan Pembangunan Jembatan Sumbernanas Kecamatan Gedangan dengan nilai kontrak Rp. 1.572.541.000,00 yang dimenangkan dan/ atau dikerjakan oleh  CV. CITA BANGUN SEMESTA yang beralamat di Kota Malang,   dibawah kewenangan Dinas PU Bina Marga Pemerintah Daerah Kabupaten Malang, terpasang jembatan tanpa pengaman pada sisi jembatan.

Selain itu dari pengamatan yang terlihat di lokasi (03/04/2019) tampak jelas adanya patah struktur pada dinding penahan yang dikarenakan beban pondasi pasangan batu dinding penahan yang tidak dapat menopang beban pasangan batu dinding penahan diatasnya. Juga retakan pada batas abutmen dengan lantai jembatannya yang dikarenakan gesernya abutmen dari jembatannya.

Selain itu rangkaian besi yang terlihat pada dasar jembatan dan/ atau selimut beton yang tidak sempurna sehingga rangkaian besi terlihat.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, bahwa hasil Pembangunan Jembatan Sumbernanas Kecamatan Gedangan hasilnya dirasa meresahkan masyarakat dikarenakan tidak ada pengaman pada sisi jembatan dan kurang tingginya jembatan dari permukaan air karena pada hujan beberapa hari lalu air sungai naik sampai pada permukaan jembatan.

Sukar, seorang Kepala Dusun/petengan, mengatakan bahwa hasil pembangunan ini tidak sesuai dengan apa diajukan oleh masyarakat, menurutnya tinggi jembatan dari bawah 7 meter namun faktanya tidak sesuai.

“yang lewat sini itu semua jenis kendaraan, lah kalo begini ini bisa bahaya dan pengajuan kami tinggi jembatan dari bawah 7 meter tapi ini cuman segini dan tidak ada sisi pengamannya” tegas Sukar.

Terkait keluhan warga tersebut sudah pernah disampaikan pada Sutris (Gedangan) dan Yanto pelaksana (orang yang diduga pinjam bendera pemenang lelang,  red)  pekerjaan tapi terjawab sudah sesuai dengan rencana,

“sudah tak tanyakan mas, tapi katanya gambarnya begini.” pungkas Sukar yng juga sebagai pekerja di proyek itu.

Keterangan berbalik dari Susandi Arif selaku Kasi Jembatan, dirinya menyangkal dugaan miring tersebut karena menurut dirinya semua sudah dikerjakan sesuai dengan prosedur, dan dirinya mengarahkan semua persoalan ini ke Sabar seorang Kabid  Bina Teknik (Bintek).

“Semua sudah kami kerjakan dengan prosedur dan yang mengerjakan juga pemenang lelang,  tapi saya tidak berani memberi keterangan nanti pimpinan saja yang punya wewenang atau ke Pak Sabar saja” ujar Sandi suami dari Anita Kasi Pemeliharaan PU Bina Marga Kab.  Malang.

Sementara menurut Anita selaku  Kasi Pemeliharaan PU Bina Marga. “Ya mas, trims infonya, utk diketahui bangunan itu sdh di cek BPK-RI, sekarang masih masa pemeliharaan jadi perbaikan akan terus dilaksanakan rekanan ” jawab Anita tak lain adalah istri dari Sandi Kasi Jembatan melalui WA rekan media Malang.

Yang lebih menarik dalam masalah ini adalah keterangan dari Sabar selaku Kabid Bintek saat ditemui diruangannya, dirinya sampai detik ini belum mengetahui proyek jembatan Sumbernanas dan dirinya berjanji akan kroscek lokasi dan memberikan keterangan kepada awak media, dan sampai detik ini Sabar terkesan mengulur waktu untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Dari data dan pembuktian dilokasi proyek jembatan Sumbernanas Gedangan Ariono Aji Widyasmoro, SE.  ST.  Selaku pengamat jasa kontruksi dan juga pernah melaksanakan pekerjaan kontruksi di wilayah Indonesia angkat bicara,  bahwa melihat bentuk fisik dan ornamen pekerjaan jembatan Sumbernanas dapat dipastikan banyak dugaan penyimpangan anggaran.

“Kalau saya prediksi pekerjaan jembatan Sumbernanas ini paling besar menghabiskan anggaran kurang lebih 800 juta,  kalau tidak percaya silahkan dibuktikan dengan di lap” pungkas Aji… Bersambung…(tim)

Tags : Lawan PenyimpanganMalang

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: