close
POLITIK

BERGAYA,  Bawaslu Sumenep Saat Diwawancarai Kaki Diangkat Tinggi

PRN SUMENEP, Sikap IMAM SYAFI’I, MH, komisioner Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Sumenep bagian divisi hukum dan informasi Bersikap kurang beritika duduk di kursi dengan kaki diangkat disaat wawancara dengan beberapa awak media yang tergabung di Team 16 di tempat kerjanya, Senin 22/04/2019.

Sikap tersebut mencerminkan sikap kurang menghargai Terhadap beberapa awak media yang lagi menjalankan tugas melakukan wawancara cara terkait penangkapan 5 orang team sukses caleg no.07 dapil II dari partai Gerindra, yang terjadi di dusun Baratan DS.Talang Kec. Saronggi Kab. Sumenep, Selasa malam 16/04/2019 sekitar pukul 22.00 wib.

Baca berita sebelumnya, http://penarakyatnews.id/2019/04/22/gempar-5-orang-team-sukses-caleg-no-07-gerinda-digelandang-polsek-saronggi/

IMAM SYAFI’I. MH, dari BAWASLU Sumenep menjelaskan atas penangkapan 5 orang team sukses caleg no.07 dapil II dari partai Gerindra yang diduga melakukan maney Politik tersebut.

” Kita mengkajinya dalam sudut pandang pasal 573 ayat 2 terkait dengan pelaksanaan peserta atau team kampanye pemilu yang melakukan, memberikan dan menjanjikan uang atau barang, dipidana dengan penjara 9 tahun,” Tutur IMAM SYAFI’I. Dengan sikap nyantai kaki di angkat.

Masih dalam keterangan IMAM SYAFI’I. MH,
“Jadi kita muskipun uang itu ada tapi kita bisa memastikan apakah Ada kampanye atau tidak pada saat itu, karena tuntutan untuk masuk ke pasal tersebut harus berdasarkan pasal 523, Bukti stiker dan uang itu sudah ada, tetapi apakah ada bagi bagi uang yang telah diberikan kepada masyarakat kita tidak menemukan barang bukti itu dan kita masih dalam proses pengumpulan barang bukti itu,” katanya.

Sedangkan disaat team 16 menanyakan barang bukti dominal uang dan Nomer urut caleg tersebut, IMAM SYAFI’I. Mengatakan lupa.

“Saya lupa kayaknya Rp. 575.000 dan 13 stiker dan nomer urut caleg nya lupa saya dan kertas rekapan ada sejumlah nama tapi kami masih ingin mengundang mereka apakah benar mereka menerima uang atau tidak, Karena fokus kami itu apakah ada kegiatan kampanye atau tidak pada waktu itu, Dan itu sudah masuk dalam kawasan GAKUMDU dan sudah diproses dan sudah dilakukan klarifikasi kepada 5 orang tersebut,” Imbuhnya.

Wewenang kami hanya memproses pelanggaran pemilunya saja,

Demi untuk menegakkan kebenaran dan keadilan team 16 akan terus mengawal proses hukum kasus ini sampai tuntas. (Erf/team).

Tags : SumenepTidak Sopan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: