close
LAWAN KORUPSI

Teluk Asmara Kembali Memanas, 15 Petak Lahan “Terjual” oleh Oknum

15 petak lahan dibawah kekuasaan Perhutani kawasan Sumbermanjing “dijual” beberapa oknum Perhutani, dikroscek saling melempar alasan.

PRN MALANG – Bagi para pecinta pantai, kamu wajib banget mampir ke Pantai Teluk Asmoro jika liburan ke Malang,  Pantai Teluk Asmoro yang kerap disebut Pantai Teluk Asmara belum ramai akan pengunjung, sehingga pantai yang berada di Desa Tambakrejo, Sumbermanjing ini masih terlihat bersih dan bisa dibilang masih perawan.

Disisi keindahan teluk asmara juga tersimpan rekam jejak perjalanan kelam antara pihak Perhutani selaku pemangku wilayah dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Melihat fungsi dari LMDH sendiri sangatlah berarti yaitu dapat melakukan pengelolahan hutan bersama masyarakat (PHBM) dalam lingkup Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH).

Namun berbeda dengan fakta yang ada di wisata Teluk Asmara,  Goa Cina dan Watu Ceper,  menurut Mariyono selaku Ketua LMDH dirinya beserta rekan-rekannya dari lembaga mengeluhkan atas apa yang dilakukan pihak Perhutani.

Pihak Perhutani sejak awal merintis 3 lokasi wisata dirasa tidak tau menahu baik pembuatan askes jalan, lahan parkir pengunjung dan lainnya,  namun pihak perhutani hanya mengeruk hasilnya saja. Keluh Maroyono melalui telepon selulernya.  16/4/19.

Masih dalam keterangan Mariyono,  perihal ‘penjualan’ 15 petak lahan yang difungsikan untuk warung dengan nilai 450 juta kepada Rahmad/Asih warga Jakarta, Mariyono dengan tegas menyatakan TIDAK MENGETAHUI, dan itu urusan pak Trobos karena Trobus yang terima uangnya dan pihak Perhutani pada saat itu.

“kalau keuangan sebanyak itu di gunakan untuk pembangunan dan renovasi teluk asmara ya saya semestinya harus tahu” tegas Mariyono.

Keterangan berbalik juga disampaikan oleh Trobos dan Suyatno (Pejabat Asper lama,  red), kedua pejabat Perhutani ini saat dikomfirmasi perihal terjualnya 15 petak lahan dan penggunaan uang hasil penjualan 450 juta, malah mengalihkan kepada Mariyono.

Sementara ditengah-tengah awak media mengumpulkan data komfirmasi dan berita belum diunggah baik di berita online dan koran muncul melalui telepon nomor 0813332127xx orang suruhan yang diduga dari Mariyono yang mengaku dari Polda bernama Wiwit dengan nada keras mengintimidasi bahkan mengancam hendak membeli kepala wartawan media ini dan menuduh awak media ini memeras, dari gelagat pembicaraannya yang arogan,  tim media ini akan menelusuri ke Polda Jatim apakah benar Wiwit ini biro hukum Polda jatim. Bersambung…. (tim).

Tags : MalangTeluk Asmara Ajang Korupsi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: