close
KABAR JATIM

Disoal Tentang Revisi DPM Rastra Tahun 2019 Perangkat Desa Kalianget Barat “AROGAN” Terhadap Wartawan

PRN SUMENEP – Sangat di sayangkan RENDI seorang perangkat desa Kalianget barat yang masih begitu muda, yang di harapkan untuk menjadi generasi penerus bangsa sebagai putra daerah, namun sifatnya seperti preman di jalanan yang tidak berpendidikan,  berkata tidak sepantasnya kepada awak media PRN Sumenep yang sedang melakukan konfirmasi di balai desa Kalianget barat, Kamis, 09/05/2019.

Personal itu terjadi setelah awak media PRN Sumenep melakukan konfirmasi tentang revisi DPM Rastra Tahun 2019 yang di ajukan oleh desa kalianget barat, karena atas investigasi awak media PRN Sumenep di masyarakat bahwa Desa kalianget masih banyak masyarakat miskin dan Janda Lansia yang belum tersentuh oleh Bantuan Sosial (Bansos) PKH dan Bansos Rastra Tahun 2019,

Setelah awak media PRN Sumenep mau nyampai diparkiran, gak tau persoalannya apa…?,
Rendi yang sedang berada di aula balai desa tau tau berteriak mengelontorkan kata kata yang kurang begitu sopan kepada wartawan yang juga sebagai warga desa Kalianget barat.

” Kok gak di usir orang seperti itu, kok diterima kamu tin, orang itu gak tau apa, orang bengkel jadi wartawan, dengan menggunakan bahasa Madura, ‘”Mata’ e oje oreng enga’jeria, ma’ Deddi etarema be’na tin, je’ jeria tak Tao apa, je’ oreng bengkel Deddi wartawan,” ucap Rendi sambil berteriak-teriak Kepada awak media PRN Sumenep.

Karena kepala desa dan Carek tidak ada di balai, untuk menghindari keributan karena dalam menjalani bulan Ramadhan awak media PRN Sumenep yang didampingi oleh salah satu team 16 melakukan pengaduan kepada Suharto kepala desa Kalianget barat ke rumahnya.

Atas pengaduan sikap arogan Rendi oknum perangkat desa, demi terjalinnya hubungan yang baik antar pemerintahan desa dengan wartawan dan Masyarakat desa setempat, Suharto kepala desa Kalianget barat berusaha untuk melakukan perdamaian antara dua pihak dirumahnya Erfandi awak media PRN Sumenep dan warga desa Kalianget barat, Kamis 08/05/2019, seusai sholat tarawih.

Tapi sangat disayangkan Sikap Rendi masih tidak bersedia untuk didamaikan setelah keduanya di suruh berjabat tangan oleh Suharto yang di saksikan oleh dua wartawan yang juga sebagai Putra daerah Kalianget.

Sikap Rendi sok jagoan itu yang seperti preman mendapatkan banyak kritikan dan kecaman dari berbagai aktivis masyarakat setempat dan Team 16 gabungan dari berbagai wartawan media Nasional yang berada di Sumenep, agar persoalan tersebut ditindak lanjutin, kalau perlu Suharto kepala desa kalianget barat harus memberhentikan Oknum perangkat desa tersebut agar tidak mencederai nama Pemerintah desa.

Karena sikap oknum perangkat desa sudah yang ke dua kalinya dilakukan kepada awak media PRN Sumenep, selain itu menurut informasi dari aktivis masyarakat kalianget Sahmari, juga mengatakan yang sama Atas Sikap Rendi.

” Rendi itu emang kurang ajar, dia juga pernah bicara sok kepada saya, ini harus disikapi biar rasa jerah, kita harus menjaga nama baik jurnalis,” Ucap Sahmari dengan rasa kekecewaan karena Persoalan ini terulang lagi. (erfandi)

Tags : Perangkat AroganSumenep

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: