close
HUKUM

BOWO : Diperintah Investigasi Galian C Kok Malah Menjadi Beking

PRN MOJOKERTO – Kekecewaan emosi Pimpinan Redaksi sekilas media Nyoto Wibowo tak terbendung lagi, Wakil pimpinan redaksi dan sekertaris LSM 10 nopember Tawi Suparno dipecat karena berpihak kepada pengusaha galian C ilegal.

Ramai di grup whatsapp Masyarakat Berbagi Info beberapa waktu yang lalu memacu awak media penarakyatnews.id mendalami apa yang sebenarnya terjadi.

Menurut Nyoto Wibowo selaku Pimpinan Redaksi Sekilas Media dan ketua Umum LSM 10 Nopember yang bergerak dibidang lingkungan, semua berawal dari penugasan yang diberikan Bowo panggilan akrap dari Nyoto Wibowo kepada Tawi panggilan akrap dari Tawi Suparno untuk melihat atau investigasi atas dugaan adanya galian C di wilayah Dlanggu.

Lanjut keterangan Bowo,  bahwa laporan awal Tawi kepada Bowo saat itu masih belum ada aktivitas dengan kata lain masih persiapan operasional,  namun berbeda dengan laporan lanjutan Tawi kepada Bowo, setelah beberapa hari berselang Tawi melaporkan kepada Bowo bahwa galian yang di Dlanggu adalah miliknya dan menggali di tanah sawah miliknya.

“Kok lucu noto medianya sendiri aja susah dan dimakan juga susah kok tiba-tiba memiliki sawah dan melakukan penggalian” ungkap Bowo.

Masih dalam keterangan Bowo,  dirinya lebih kecewa lagi bukan masalah tlikung menlikung,  namun Tawi seakan menyerang balik Media yang dimiliki Bowo dengan mengambil gambar serta men vidio kantor redaksi sekilas media di perum Indraprasta yang menurut kabarnya hendak barter perkara tumpukan pasir milik Bowo dengan galian yang diakui milik Tawi jika Bowo mengusik galian C miliknya.

Keterangan senada juga disampaikan oleh Tawi kepada penarakyatnews.id melalui telp WA beberapa hari yang lalu,  Tawi menjelaskan bahwa tanah yang digali adalah miliknya dan tujuannya hanya untuk meratakan tanah sawahnya saja.

Dari informasi lanjutan yang berkembang,  dikabarkan bahwa awal informasi warga bahwa galian di Dlanggu adalah milik Suhartini anggota DPRD, kemudian ada pengakuan milik Tawi dan sampai berita ini diturunkan info terakhir bahwa galian di Dlanggu milik Edy Pemilik usaha air minum Tri Murti.

Rumor ini mendapatkan reaksi keras dari Ketua LSM Forkim Sugiantoro,  melalui wa grub MBI Sugiantoro meminta kepada aparat penegak hukum khususnya Polres Mojokerto agar segera menutup segala aktivitas galian bodong yang ada di Dlanggu dan galian lainnya yang tidak berijin.

“Klo hari ini polisi tdk ambil tindakan terhadap kegiatan galian C ilegal, khususnya di desa/kec. Dlanggu maka insyaalloh akan saya pimpin unras ke mapolres mojokerto, guna menuntut supremasi  hukum utk ditegakan” unggahan wa MBI 20/5/19 Sugiantoro.  (red)

Tags : Beking GalianMojokerto

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: