close
HUKUM

Pimpinan Bank Tabungan Negara Tanggerang “Dipolisikan” Ketua YAPERMA Depok

Foto UJANG KOSASIH Ketua YAPERMA Cabang Depok

KETUA “YAPERMA CABANG DEPOK” UJANG KOSASIH MELAPORKAN
PIMPINAN BANK TABUNGAN NEGARA (BTN) CABANG TANGERANG KEPADA SPKT POLRES METRO TANGERANG KOTA

PRN Depok  – Ketua yaperma cabang depok Ujang Kosasih bersama Tim Yayasan Amanat Perjuangan Rakyat Malang (Yaperma) melaporkan secara resmi Direksi/Pimpinan Bank BTN Cabang Tangerang karena diduga telah menggelapkan 10 sertifikat milik nasabah ke Resort Metro Tangerang Kota (29-05-2019).

Hal ini buntut dari upaya kekeluargaan yang dilakukan oleh pengurus Yayasan Amanat Perjuangan Anak Malang (YAPERMA) dalam memperjuangkan mengambil 10 sertifikat milik nasabah bank BTN Cabang Tanggerang yang pinjamannya sudah lunas.

Menurut Amat Muntholib salah satu korban dari 10 nasabah yang sudah lunas pinjamannya dan sertifikatnya di tahan oleh BTN Cabang Tanggerang, dirinya (Amat Muntholib, red) mengakui bahwa sertifikat miliknya dianggunkan pinjaman ke bank BTN Tanggerang, namun semua kwajibannya sebagai nasabah sudah lunas sejak 2012.

Masih dalam keterangan Amat Muntholib, segala upaya sudah dilakukan untuk mengambil sertifikat miliknya di bank BTN Tanggerang, namun pihak bank terkesan selalu berkelit dengan beribu alasan.

Begitu juga dengan tim YAPERMA Cabang Depok selaku penerima kuasa dari Amat Muntholib dan beberapa korban lainnya, upaya kekeluargaan sudah ditempuh namun pihak bank BTN masih juga tidak memberikan sertifikat milik nasabah yang sudah lunas ini.

“Saya dan tim YAPERMA Cabang Depok terpaksa melaporkan Pimpinan Bank BTN cabang Tanggerang ke Polres Metro Tanggerang Kota dengan pasal 372 KUHP (Penggelaan)” tegas Ujang Kosasih selaku Ketua Cabang YAPERMA Depok 29/5/19.

Diakhir wawancaranya dengan pena rakyat news Ujang Kosasih komentar bahwa hal ini terpaksa dirinya lakukan, pasalnya dengan kejadian ini jelas nasabah atau konsumen sangat dirugikan sertifikat selama 7 tahun mengendon di pihak bank BTN sementara pinjaman pemilik sertifikat sudah lunas terbayar, ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi pelaku usaha agar menghormati dan mentaati aturan perbankkan.

Sampai berita ini diturunkan pihak media belum dapat komfirmasi dari pihak bank. (suliswati).

Tags : DepokPimpInan Bank Dipolisikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: