close
HUKUM

Dua Polisi Gadungan Ternyata Juru Parkir Dijerat Hukuman 9 Tahun Penjara

PRN Jakarta – Dua polisi gadungan berinsial MJ dan MA yang memeras korbannya di Menteng, Jakarta Pusat, telah ditangkap. Profesi keduanya diketahui sebagai juru parkir.

“Iya, mereka juru parkir liar yang biasa beroperasi di Tugu Proklamasi,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, Kompol Gozali Luhulima, dalam memberikan keterangan pers di Polsek Metro Menteng, Jakarta, Selasa (25/6).

Dari keterangan pelaku, mereka mengaku baru sekali melakukan aksi tersebut. Meski begitu, polisi tetap akan berkoordinasi dengan Polsek di wilayah Jakarta Pusat untuk mendalami laporan lain dengan modus kejahatan serupa.

Kanit Gozali menjelaskan kalau yang namanya pelaku baru ketangkap biasanya mengaku baru sekali. Sekarang kita masih pendalaman. Kadang-kadang korban ada yang tidak buat laporan. Jadi kita tidak tahu jika pernah terjadi kejadian serupa,” ujarnya.

Terkait jenis senjata air gun yang dibawa pelaku untuk menakut-nakuti korbannya, Gozali menyebut bahwa senjata itu didapat dari kerabat pelaku. Namun, kata Gozali, pelaku tak bisa membuktikan surat-surat senjata tersebut.

“Harusnya ada surat kepemilikan tapi mereka tidak punya surat-surat,” tuturnya

Insiden ini terjadi pada Sabtu (22/6) di Jalan Latuharhari. Kedua pelaku mendatangi korban dan langsung meminta uang. Korban juga ditodong air gun.

Salah satu pelaku tersulut lantaran korban tak menuruti keinginannya. Akhirnya, pelaku itu memukul dahi korban dengan air gun hingga menyebabkan luka robek.

“Pelaku membawa korban dengan berboncengan tiga, menggunakan sepeda motor dengan alasan akan membawa korban ke kantor [polisi] dan para pelaku mengaku polisi karena membawa pistol,” jelas Gozali.

Perbuatan keduanya lalu tepergok warga sekitar dan langsung dilaporkan ke polisi yang tengah berpatroli di sekitaran lokasi. Atas perbuatannya itu, kedua pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tandasnya.

Penulis : Ria
[25/6 15.28] Qiwil Ria: Sakit Hati Dan Sering Bertengkar Hingga Berujung Pembunuhan

Tangsel – polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap Fifiana Sri Lestari (17), warga Kampung Pinang, RT 02/03, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang ditemukan di pinggir jalan, Jumat 21 Juni 2019 lalu.

Korban dibunuh dengan cara dicekik, lalu diikat tali rapia, dan mayatnya dibuang di pinggir jalan dekat sebuah danau di wilayah Kecamatan Legok. Pelaku berinisial JKR (18), yang tak lain merupakan tunangan korban.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menjelaskan bahwa terungkapnya kasus ini setelah petugas berhasil mengidentifikasi identitas korban yang saat ditemukan tanpa identitasnya tersebut. Setelah melakukan pendalaman kepada para saksi, kecurigaan mengerucut terhadap JKR yang diketahui siang harinya terlihat pergi bersama Fifi.

Ferdy menyatakan, saat diperiksa penyidik JKR sempat mengelak telah menghabisi nyawa tunangannya tersebut. Namun setelah dicecar pertanyaan, akhirnya mengakui kepada penyidik.

“Pelaku sempat mengaku pada waktu kejadian sedang berada di tempat lain. Tapi akhirnya mengaku juga,” jelas Ferdy.

Adapun motif pembunuhan tersebut jelas Ferdi, tersangka JKR merasa sakit hati dan sering bertengkar dengan korban terkait keberadaan mantan pacar korban.

“Awalnya ribut di dalam mobil CRV milik orangtuanya yang dipakai oleh tersangka. Pihak korban dinilai sering membandingkan mantan pacar dengan tersangka. Korban kemudian dicekik dan tersangka membeli tali rafia dan membuangnya,” beber Kapolres.

Atas perbuatannya tersebut, lanjut Ferdi, tersangka dijerat UU Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 340 KUPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman Hukuman maksimal seumur hidup.

“Karena korban masih di bawah umur maka tersangka akan kami jerat dengan UU Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 340 KUPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman Hukuman maksimal seumur hidup,” pungkasnya.

Sebelumnya jenazah Fifi ditemukan oleh saksi yang melintas, Jumat 21 Juni 2019 sekitar pukul 14.00 WIB, dalam posisi terlungkup dan meninggal dunia. Kemudian saksi melaporkan ke Polsek Legok dan diserahkan ke Polres Tangsel. Keluarga Fifi menduga jika anaknya yang biasa mereka panggil dengan Fifi tersebut tewas oleh JKR yang tak lain adalah tunangannya sendiri.

Penulis : Ria

Tags : JakartaPolisi Gadumgan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: