close
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Jamasan Pusaka Kabupaten Ngawi ke-661 Mengandung Filosofi Pensucian Diri

PRN NGAWI – Peringatan Hari jadi Kota Ngawi yang ke- 661, Pemerintah Kabupaten Ngawi adakan Kegiatan Jamasan Pusaka yang bertempat di Pendopo Wedya Graha. Jamasan Pusaka ini dilakukan setiap tahun menjelang peringatan berdirinya Kabupaten Ngawi.

Dalam jamasan pusaka terdapat dua tombak antara lain, Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit, serta dua Payung yakni Tunggul Wulung dan Tunggul Warono yang merupakan piandel (pusaka) kabupaten Ngawi. Senin (01/07/2019)

Ritual Jamasan Pusaka ini berlangsung dengan penuh khidmat dihadiri oleh Forpimda dan Para Staf Pemkab Ngawi yang menggunakan pakaian adat Jawa, diiringi gamelan khas Jawa. Ritual tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono atau yang sering disapa Kanang.

Bupati Budi Sulistyono mengatakan, jamasan pusaka itu adalah kegiatan rutin setiap tahunnya, dimana piandel Kabupaten Ngawi ini di jamas atau dicuci setiap tahun atau setiap memperingati hari jadi Kabupaten Ngawi.

“Ini merupakan sesuatu yang lebih bagi kita dimana Allah SWT memberikan kesempatan untuk kita semua momong Kabupaten Ngawi ini sampai ke 661, sehingga pada saat ini kita harapkan kepada seluruh warga masyarakat Ngawi khususnya untuk mengenang bagaimana berdirinya Kabupaten Ngawi mulai dari tidak ada Pemerintahan sama sekali menjadi diadaknnya Pemerintahan dan akhirnya menjadikan kesejahteraan untuk kita semua,” Jelas Kanang.

Ditambahkan Kanang, sebenernya penemu piandel (Pusaka) itu belum jelas, akan tetapi sejarah tentang pendirian Kabupaten Ngawi itu Ibu Kotanya tidak berada di Kabupaten Ngawi melainkan di Ngawi Purba.Jamasan pusaka yang digelar setiap memperingati hari jadi Kabupaten Ngawi, setiap 2 tahun sekali itu diadakannya Kirab Jamasan Pusaka. Kirab itu adalah tempat pertama kali Ibu Kota Kabupaten Ngawi sebelum dipindah di Kabupaten Ngawi yaitu di Ngawi Purba.

“Bicara soal Filosofi dalam giat Jamasan pusaka ini adalah bagaimana kita mensucikan diri dan pusaka ini yang merupakan Roh dari Kabupaten Ngawi. Untuk itu diharapkan agar semua ikut serta mensucikan roh kita, jiwa kita, fikiran kita, hati kita yang mana kita harus terus menjaga Kerukunan dan kebersamaan, serta mengupayakan pembangunan yang merata disegala lini yang berada di Kabupaten Ngawi maupun disekitar Kabupaten Ngawi,”pungkas Kanang.(AdvKominfo/wixke)

Tags : Lestarikan Budaya LokalNgawi

Leave a Response

*