close
KABAR POLISI

Kasus Pembebasan Lahan Bandara Trunojoyo Berjalan Lancar, Penyidik Polres Sumenep Layangkan SP2HP

PRN Sumenep – Dugaan kasus pemalsuan dokumen kepemilikan lahan di Bandara Trunojoyo Sumenep saat ini kian berjalan mulus sesuai dengan regulasinya.

Pasalnya penyidik Polres Sumenep telah melayangkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 2 Juli 2019 kemarin kepada saudara Pelapor atas nama Subiyakto.

Menurut Kabbag Humas Polres Sumenep, AKP. Widiarti, SH mengatakan dalam SP2HP tersebut pihak penyidik telah melakukan klarifikasi kepada 4 orang selaku terlapor dari Dinas Perhubungan Sumenep.

“Hasil perkembangan terakhir terkait penanganan kasus Bandara Trunojoyo, bahwa penyidik Polres Sumenep telah melakukan klarifikasi terhadap saudara Agustiono Sulasno, Ma’adin, Bambang Rudi Hartono dan saudara Sustono (Mantan Kadishub Sumenep, red) sendiri,” kata Kabbag Humas Polres di ruang kerjanya. Kamis (11/7).

Lebih lanjut, Widiarti menjelaskan, selanjutnya penyidik Polres Sumenep akan memanggil Badana Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep untuk dimintai keterangan.

“Selanjutnya Penyidik akan mengundang kepada Badan Pertahan (BPN Sumenep, red) untuk melakukan klarifikasi. Badan Pertahan adalah selaku lembaga yang mengeluarkan atau menerbitkan peta bidang tanah tersebut (Sertifikat Tanah, red),” jelasnya pula.

Selain itu, Widiarti yang juga menjabat sebagai Kapolsek Kota itu juga menyampaikan bahwa sebenarnya terkait SP2HP tersebut sudah beberapa kali diantarkan kerumah pelapor, tapi karena keadaan rumah selalu kosong akhirnya belum sampai ke pelapor.

“Untuk perkembangan hasilnya, SP2HP sudah kita luncurkan kepada bapak Subiyakto (pelapor, red), tetapi beberapa kali anggota kesana rumah tertutup,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kanit Pidter Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Satreskrim Polres) Sumenep, Miftahol Rahman, membenarkan bahwa pihaknya telah beberapa kali mengatarkan SP2HP kerumah pelapor tapi selalu tidak ada orangnya dirumah.

Oleh karena itu Pihak Polres mengirim surat hasil perkembangan teraebut dikirimkan kepada pelapor lewat jasa Pos. “Saya kerumah tidak ada, saya telpon tidak bisa. Jadi lewatkan POS, ” katanya lewat aplikasi Whatappsnya.

Sementara menurut Subiyakto (Pelapor) mengatakan bahwa dirinya kalau siang memang jarang ada dirumah karena waktu jam kerja. “Kalau siang saya kan lagi kerja mas,” jawabnya singkat.

Jurnalis : Rud/Erfan

Tags : Perkembangan PenyidikanSumenep

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: