close
HUKUM

Akhir Kisah “Warung Remang-Remang” Desa Malang Maospati

PRN MAGETAN – Rabu 10 /7/2019, melalui alur yang cukup panjang akhirnya 56 Bangunan Liar, di Jalur Maospati- Ngawi, tepatnya didesa Malang, Kecamatan Maospati rata dengan tanah, dibongkar Pemprov Jatim bersama Pemkab Magetan.

Sedikitnya 400 Personil Aparat Gabungan TNI, POLRI dan Satpol PP diterjunkan dalam pembongkaran puluhan bangunan bekas Warung remang – remang (Warem) tersebut.

Kasat Pol PP Damkar Kabupaten Magetan Chanif Tri Wahyudi menjelaskan ada 400 personil diturunkan untuk mengamankan pembongkaran bangunan liar tersebut melalui Khamim Basori, Kepala seksi (Kasi) Operasi dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan.

Sebelum dibongkar, sehari sebelumnya Pemkab Magetan telah memberikan kesempatan pemilik bangunan untuk membongkar sendiri, namun hingga Rabu (10/7) masih banyak yang berdiri.

” Toleransi sudah final, kemarin kita beritahu saat memutus pasokan listrik, jika hari ini masih nekat bertahan terpaksa kami (Pol PP) ratakan dengan alat berat,” tegas Khamim Basori.

Saat Pena Rakyat News ada di lokasi, tidak ada perlawanan dari pemilik bangunan terkait pembongkaran yang dilaksanakan Pemprov Jatim dan Pemkab Magetan.

Keberadaan Warem di jalur Propinsi tersebut sempat mengundang reaksi dari warga area Kecamatan Maospati. Mereka menuding Pemkab Magetan menutup mata atas maraknya Kafe dan Karaoke ilegal dilokasi tersebut yang sudah lama berdiri tapi susah untuk ditertibkan.

Setelah dilakukan penutupan oleh Pemkab Magetan bersama Pemprov Jatim, 56 Bangunan ilegal tersebut akhirnya diratakan dengan tanah dan rencananya setelah dibersihkan lokasi bekas bangunan liar tersebut akan diadakan penghijauan.

(Jurnalis: Beni Setyawan)

Tags : MAGETANWarung Dugusur

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: