close

PRN MOJOKERTO – Buntut dari ketidak terbukaan pengurus PPP Kabupaten Mojokerto dan berakhir dengan pelaporan ke Polres Mojokerto atas dugaan tindak pidana korupsi, kantor DPC PPP Kabupaten Mojokerto di jalan raya Gayaman di “Gruduk” anggota PPP. Sabtu, 13/7/19.

Dalam orasinya Subkan S. Ag selaku ketua pendemo menyampaikan bahwa pada dasarnya PPP berazaskan Islam dan memiliki ciri Ahlussunah wal Jamaah artinya menjadi kwajiban setiap anggota PPP menjunjung kehormatan dan nama baik partai.

“Nur Rosyid adalah sekertaris DPC PPP Kabupaten Mojokerto, dia telah menggelapkan uang bantuan saksi pileg 2019 dari DPW PPP Provunsi Jawa Timur dengan cara tidak membagikan uang saksi PPP sebagaimana yang sudah disepakati” tegas Subkan, S. Ag.

Sementara orasi dari pendemo lain yang juga sebagai pelapor kasus ini yaitu Machroji Mahfud, kekuasaan tertinggi partai PPP ada pada anggota partai dan karena Nur Rosyid dirasa sudah melanggar aturan partai, anggota menghendaki Rosyid harus dipecat dari jabatannya dan dikeluarkan dari keanggotaan PPP.

“Nur Rosyid itu gajinya 40 juta per bulan dari menjadi anggota dewan, tidak pantas dia makan uang saksi dari DPW, mangkanya dia harus dihapus keanggotaannya dari PPP demi nama baik PPP” pungkas Machroji Mahfud mengakhiri aksi damai fi kantor DPC PPP Kabupaten Mojokerto. (sh07).

Tags : Kantor PPP DidemoMojokerto

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: