close
HUKUM

Tragedi Malam Takbir Menjadi Trauma Bagi Sebagian Warga Kertomulyo

Ket.gambar : NS (Inisial) saat di komfirmasi wartawan Pena Rakyat News

PRN PATI – Takbir berkumandang di seluruh dunia, menyuarakan kebesaran Allah menyambut datangnya Idul Fitri 1 syawal 1440 hijriah, namun berbeda di desa Guyangan dan desa Kertomulyo kecamatan Trangkil Pati Jawa Tengah, 2 desa tersebut memiliki cara sendiri dalam menyambut lebaran dengan saling bentrok dan perkelahian (tawuran) 1 orang tewas. 5/6/19.

Dalam insiden tawuran dua desa yaitu Guyangan dan Kertomulyo telah meninggal M Akhlis (25) warga Desa Guyangan RT 05 RW 02 Kecamatan Trangkil dan tiga orang kondisinya sangat kritis yang sekarang dirawat di RSUD Soewondo Pati.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media Pena Rakyat News, kejadian tawuran berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Pada saat itu, korban tewas bersama 20 orang temannya sedang nongkrong di perempatan Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil.

Kemudian datang dua orang yang diketahui beralamat di Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, lewat di antara pemuda yang nongkrong tersebut. Kedua pemuda itu lewat sambil matanya melotot ke arah para pemuda Desa Guyangan.

Karena tindakan tersebut, salah seorang pemuda Desa Guyangan, yakni Ikmam Fikri yang juga salah satu korban, menegur keduanya. Lalu dua pemuda itu berhenti dan mengancam akan mendatangkan teman-temannya ke lokasi.

Selang 30 menit kemudian, datang pemuda dari Desa Kertomulyo yang berjumlah sekitar 30 orang ke perempatan tempat korban nongkrong tersebut. Tanpa diawali saling tegur sapa, kedua kelompok langsung baku hantam.

Setelah tawuran selesai, baru diketahui bahwa ternyata ada satu orang telah meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka. Para korban kemudian dilarikan ke RSUD Soewondo untuk mendapatkan tindakan medis.

Kelima korban merupakan warga Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil. Sementara hasil visum yang dilakukan untuk korban meninggal dunia, yakni M Akhlis mengalami sejumlah luka.

Dari kejadian itu 3 orang menyerahkan diri ke Polisi dan mengakui perbuatannya dan ditetapkan sebagai tersangka yaitu Rio Bimantoro, Akh. Mikuwan dan Ari Rianto yang saat ini ditahan di Polres Pati.

Sementara berdasarkan pengakuan dari NS (inisial), NS adalah orang yang ditangkap saat di tambak, dirinya merasa trauma saat menjelaskan kronologi kejadian penangkapan beberapa waktu yang lalu, pasalnya NS mengalami kekerasan saat penangkapan dan diperiksa di Polsek Trangkil, NS di injak-injak, dipukuli dengan mata dilagban dan penyiksaan lainnya setelah itu karena dirasa tidak bersalah di suruh pulang.

Lebih lanjut dari kejadian dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh Pihak Polsek Trangkil terhadap NS mengakibatkan banyak warga Kertomulyo yang bersembunyi karena takut ditangkap, hal ini seperti yang dialami oleh Eni istri dari ZA (inisial).

“suami saya itu tidak ikut apa-apa pak, namanya ada rame-rame dia boncengan sama temennya melihat kejadian itu, karena ada yang membacok pakai arit, suami saya ikut melerai dengan merebut arit itu dan membuang, sekarang kata pak Kades suami saya dijadikan DPO, ya dia bersembunyi pak takut diapa-apain” ungkap Eni ibu satu anak dengan berkaca-kaca. 15/7/19.

Jurnalis : Suparno dan Tim

Tags : Korban Salah TangkapSemarang

Leave a Response

*