close
LAWAN KORUPSI

Proyek Dana Desa 2018 Molor Pengawas dan Inspektorat ‘Tutup Mata’

PRN NGANJUK – Program pemerintah untuk pemerataan pembangunan desa melalui Dana Desa (DD)  di desa Getas Kecamatan Tanjunganom Nganjuk luput dari psngawasan pihak terkait.

Hal ini terbukti bahwa pembangunan yang menggunakan Dana Desa program tahun 2018 yang dialokasikan membangun gedung atau balai desa yang sedianya selesai paling lambat 20/6/19 sampai berita ini diturunkan  masih kondisi terbengkalai.

Menurut keterangan kepala desa Getas Suyono,  bahwa  dirinya adalah kepala desa baru dan masalah penggunaan DD dimaksud adalah menjadi tanggung jawab kepala desa yang lama yaitu H. Sungardi.

“Itu bukan kami yang mengerjakan mas, itu kerjaanya pak Sungardi kades yang lama yang mestinya selesai 20/6/19” tegas Suyono.

Sementara jawaban mengejutkan keluar dari mulut mantan kades Sungardi, dirinya menjelaskan dengan santai bahwa penyebab molornya proyek pembangunan balai desa itu karena tukangnya habis jatuh dari tangga saat bekerja dan meyakinkan bahwa dalam waktu 4 jari pekerjaan semua selesai.

Terkait proyek dana desa (DD) untuk pembangunan kantor desa Getas yang dianggarkan 120 juta, Mahruf selaku Camat Tanjunganom angkat bicara, dirinya akan menindak tegas kalau benar-benar belum jadi, pasalnya itu masih dalam pengawasan Sekertaris C camat (Sekcam).

“mungkin sama pak Kades yang baru belum dikasih kompensasi (tali asih, sehingga tidak tahu” pungkas Camat.

Sampai detik ini awak media masih mendalami temuan ini dan mengartikan apa makna “kompensasi” sebab apapun bentuknya pemanfaatan dana desa semua pihak harus mengontrol dan mengawasi penggunaannya. (tobing/fr).

Tags : NganjukPekerjaan Dana Desa

Leave a Response

*