close
LAWAN KORUPSI

SMAN 3 KOTA MOJOKERTO : Ketentuan ‘PUNGUTAN’ Mencekik Leher Cukup Kesepakatan OSIS dan Pihak Sekolah

PRN MOJOKERTO – Keluh kesah wali murid saat ini hanya sebagai bahan gerutuan dan nyanyian di kamar mandi saja, pasalnya sebagian harapan wali murid untuk dapat menyekolahkan anaknya di sekolah negeri dengan biaya ringan bahkan tanpa biaya seperti yang di gembar gemborkan pemerintah ‘Sekolah Gratis’ hanyalah nyanyian merdu belaka, fakta dilapangan biaya sekolah negeri masih mencekik leher.

Berdasarkan informasi dari beberapa wali murid SMAN 3 Kota Mojokerto, sebut saja salah satunya adalah Rofiq (bukan nama sebenarnya,red) dana awal yang harus dipersiapkan untuk kelas X tahun ajaran 2019-2020 mencapai Rp.895.000,- dengan rincian uang tersebut dibuat untuk kegiatan OSIS, Pramuka, Estra, kalender tahun 2019 (hanya berumur beberapa bulan), psiko tes, tabungan awal study dan out bond, stopmap raport, foto kartu pelajar,kartu perpustakaan, dan LDKS. Edaran tertanggal 20/6/19.

Wali murid juga menambahkan bahwa tidak hanya di angka hampir Rp. 900.000,- wali murid mendapatkan edaran kembali dari pihak sekolah tertanggal 20/6 dengan dalil penawaran dari Koperasi sekolah terkait pembelian seragam yang disediakan oleh pihak koperasi mencapai angka Rp.1.695.000,- padahal khususnya masyrakat wilayah jawa timur sudah mengetahui bahwa untuk seragam  setingkat pendidikan SMA  ‘GRATIS’.

Sementara dari daftar harga yang ditawarkan oleh pihak koperasi sekolah untuk seragam ini harganya sangat mahal jika dibanding dengan harga yang ditawarkan konveksi kepada pihak sekolah, jika ditarik perbandingan hampir 200% keuntungn pihak koperai sekolah, hal ini bisa diambil contoh harga seragam putih abu-abu berupa kain potongan dari pihak sekolah harga Rp.260.000,- sedangkan penawaran dari konveksi ‘CK’ (inisial nama konveksi) untuk satu stel pakaian seragam jadi hanya Rp.175.000,- dan hebatnya lagi pihak konveksi juga masih menawarkan bonus Rp.50.000,- per siswa buat kepala sekolah. Hasil investigasi tim pena rakyat news ke beberapa konveksi.

Lanjut saat Pena Rakyat News klarifikasi kepada pihak SMAN 3 Kota Mojokerto mendapatkan jawaban dari Humas SMAN 3 Kota Mojokerto Dra. Wiwik Widijastuti, bahwa semua nominal yang harus dibayar oleh siswa terkait kegiatan itu sudah kesepakatan melalui rapat OSIS dan pihak sekolah dan masih dalam keterangan Wiwik, untuk pembayaran seragam dan lainnya ini sama dengan sekolah lain terutama wilayah kota Mojokerto sebagai contoh SMAN 1 dan SMAN 2 Kota Mojokerto.

“semua tingkat SMA Negeri di Mojokerto sama dam hal ini sudah mendapat ijin dari dinas” tegas Wiwik dengan santainya.

Terkait hal ini Taufiqur Rahman selaku aktifis yang getol menyoroti dunia pendidikan bahkan sampai beberapa suratnya melayang ke dinas pendidikan propinsi dan dinas terkait, angkat bicara. Dirinya menganggap semua iuran atau tarian pembayaran dengan berbagai alibi yang dilakukan pihak sekolah terutama tingkat SMA adalah modus mencari keuntungan dan hal ini dapat dikatagorikan sebagai bentuk ‘PUNGLI’ kepada para penegak hukum Taufiq berharap agar lebih fokus menindak modus ini, agar dunia pendidikan bersih dari praktik korupsi dan anak orang tidak mampu juga dapat menikmati pendidikan yang layak. Harap Taufiq. (sh07/assa).

 

 

Tags : MojokertoPraktik Pungli

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: