close
KABAR JATIM

Ridwan Jauhari, SE. SH. MM Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan

PRN Magetan – Disela sela kesibukannya Kepala Kantor BPN Magetan menerima kedatangan Pena Rakyat News.
Ridwan Jauhari, SE. SH. MM Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan pria kelahiran Palembang ini saat ditemui diruang kerjanya dengan gaya bicara yang santai dan supel bercerita mulai dari pertama bertugas sampai suka duka saat bertugas di salah satu wilayah kerjanya.

“Saya dulu juga pernah jadi wartawan lho mas meskipun wartawan lepas Jawa Pos,disela sela tugas kantor dulu saya sering juga menulis tapi setelah saya sibuk saya sudah tidak sempat lagi menulis di media ” tuturnya.

Kepada Pena Rakyat News Ridwan Jauhari mengatakan “Profesi wartawan itu adalah profesi yang luar biasa karena ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,masyarakat harus kita didik agar menggunakan sertipikat yang diterimanya untuk usaha yang produktif “ujarnya.
Sambil berkelakar Ridwan menuturkan “jangan jadi wartawan dalam bahasa sunda CNN(cai nulis nulis) yang artinya tidak pernah menulis.”

Ridwan Jauhari SE. SH. MM juga mengisahkan suka duka menjadi abdi negara “Saat saya pertama kali bertugas disuatu daerah Sempat didatangi oknum LSM yang “mengintimidasi”sampai sampai seluruh pegawai kantor Pertanahan yang saya dipimpin pada lari kalang kabut menyelamatkan diri, dengan halus saya ajak bicara mas dari hati ke hati akhirnya oknum tersebut dengan kesadaran penuh menjadi tokoh yang peduli terhadap anak anak yatim. “tuturnya.

Masih menurut Kepala Kantor Pertanahan Magetan ini “Tugas kami adalah memberikan kemudahan aset reform dan Pemda dan instansi terkait sebagai pemberi akses reform yang artinya bahwa Reforma Agraria dimaknai sebagai penataan aset (asset reform) dan penataan akses (access reform).

Penataan aset dalam hal ini adalah pada pemberian tanda bukti kepemilikan atas tanahnya (sertipikasi hak atas tanah), sedangkan penataan akses adalah penyediaan dukungan atau sarana-prasarana dalam bentuk penyediaan infrastruktur, dukungan pasar, permodalan, teknologi, dan pendampingan lainnya sehingga subyek Reforma Agraria dapat mengembangkan kapasitasnya.”ujarnya (jurnalis :Beni Setyawan)

Tags : MAGETANSuka Duka Pejabat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: