close
HUKUM

YLBH MADURA KECAM KERAS RSI KALIANGET, AKAN TURUNKAN TEAM PEMBELA ADVOKASI UNTUK WARTAWAN

PRN SUMENEP,  YLBH Madura adalah Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura yang didirikannya pada 6 Tahun silam, yang berkantor di Rong erong, Bluto, Sumenep, Gerakan Hukum yang menjunjung tinggi azaz keadilan.

Bang KURNIADI Pria berkumis ini Selaku Pembina YBLH Madura bersama rekan-rekan advokat, siap akan melawan ketidak adilan hukum tentang Kekerasan Terhadap Pers, yang dilakukan oleh oknum RSI Kalianget pada tgl. 27 dan 25/07/2019 terhadap 4 wartawan yang sedang melakukan peliputan.

“Ini RSI tak tau etika. Wartawan itu punya orang tua. Punya organisasi induk. Jadi, kalau ada yang keliru dari wartawan, laporin ke organisasi induknya. Tak boleh sembarang lapor polisi;” Ucap Kurniadi Pria berkumis, 06/08/2019. dikediamannya.

“Dan Pula, jurnalis itu punya lembaga hukum sendiri yang secara khusus mengaudit jurnalis yang diduga salah, yaitu adalah Namanya Dewan Pers (DP) atau Majelis Pers Nasional (MPN); “.

Dari persoalan tersebut KURNAIDI membuat Imbauan kepada Pekerja Hukum dan Demokrasi yang ada di Madura dengan Perihal

” Perihal: Imbauan Untuk Advokasi kasus kekerasan terhadap wartawan oleh RSI Kalianget_

Salam Damai,

Saya, KURNIADI, Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBH Madura).

Sebagaimana perihal di atas, dengan ini terlebih menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bahwa pada tanggal 29 Juli 2019, telah terjadi kekerasan terhadap beberapa orang wartawan, antara lain:

👉 Erfandi, Pena Rakyat;

👉 Rudi Hartono, Trans Indonesia;

👉 Wahono, Nex Siber;

👉 Adi, Trans Indonesia;

Kesemuanya selaku korban, yang terjadi di area halaman RSI Kalianget Kab.Sumenep, yang dilakukan oleh beberapa orang pimpinan dan pegawai RSI tersebut, selaku Pelaku;

  1. Bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika wartawan tersebut sedang melaksanakan tugas-tugas jurnalistik di RSI tersebut;
  2. Bahwa perbuatan yang dilakukan oleh pihak RSI tersebut, selaku badan usaha yang menyelenggarakan Pelayanan Publik, merupakan perbuatan yang tidak pantas;
  3. Bahwa perbuatan pihak RSI tersebut berbahaya bagi kehidupan demokrasi dan kebebasan pers;
  4. Bahwa kekerasan yang dilakukan oleh pihak RSI terhadap wartawan, merupakan tindak pidana pers;
  5. Bahwa Si Pelaku telah dilaporkan ke Polres Sumenep pada tanggal 31 Juli 2019, yang terdaftar dengan nomor: LP/112/VII/2019/Jatim/Res Smp, tanggal 31 Juli 2019;

Dengan demikian, karena kasus ini memiliki efek luas dan menyangkut kehidupan demokrasi dan kebebasan pers, keadaan mana sangat diperlukan oleh masyarakat, maka kami menghimbau dan mengajak kepada teman-teman pekerja bantuan hukum dan pegiat demokrasi di bumi Madura, untuk ikut berpartisipasi dan memberikan perhatian khusus terhadap kasus kekerasan yang menimpa wartawan Pena Rakyat News atas nama Erfandi yang dilakukan oleh oknum petinggi RSI Kalianget pada tanggal 29 Juli 2019 ini;

Karenanya, agar ada efek jera, maka bagi si pelaku atau oknum pejabat RSI tersebut haruslah diproses secara pidana berdasarkan ketentuan UU Pers, dan dapat dihukum seberat-beratnya;

YLBH Madura, dalam waktu secepatnya akan membuat petisi serta mengambil tindakan advokasi dan pendampingan terhadap korban;

Yang ingin bergabung dalam Tim Pembela ini, dapat konfirmasi kepada kami melalui whats’App, ke nomor: 082301940035 a.n. Roro;

Demikian imbauan ini atas perhatiannya disampaikan terima kasih; ‘Ttd KURNIADI’. 06 Agustus 2019.

Salam Damai Lagi,

Erf/tim

Tags : Petisi Lembaga HukumSumenep

Leave a Response

*