close
HUKUM

Tak Puas Dengan Putusan Penjara 2 Tahun, Korban Laka Gugat PMH di PN Blitar

PRN BLITAR – Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terpaksa dilakukan oleh korban kecelakaan lalu lintas 10 bulan yang silam dikarenakan keruguan materiil dan inmateriil sangat besar. (8/8/19).

Adalah Sidik (70) warga Selodono Kediri sebagai korban Laka bersama tim advokat MOCH. ILHAM & PATNER’S terpaksa menggugat PMH terhadap Rodi Mukhtar (50) warga Bakung Udanawu Blitar sebagai pelaku atau penabrak Sidik yang menggunakan sepeda angin 10 bulan yang lalu sehingga Sidik mengalami luka berat.

Berdasarkan putusan pengadilan negeri Kediri nomor 26/pid.sus/2019/PN.Gpr tertanggal 15/4/2019, pelaku telah diganjar dengan hukuman penjara selama 1 tahun 9 bulan, mengingat luka berat yang dialami Sidik dan kerugian selama 10 bulan dieinya tidak dapat melakukan aktivitas, maka Sidik menggugat secara material dan immaterial total sebesar Rp. 589.000.000.- dan denda Rp. 500.000.- per hari semenjak diputuskannya gugatan ini kepada Rodi Mukhtar.

Lebih lanjut menurut Yaoma Tertibi, S.H. (tim kuasa hukum korban, red) terkait mengapa tempat kejadian perkara berada di Kediri namun gugatan PMH di PN Blitar, Yaoma Tertibi, S.H menerangkan bahwa sesuai dengan pasal 118 HIR yang berhak mengadili perkara ini adalah Pengadilan tempat domisili pelaku.

“agenda persidangan hari ini adalah pembuktian atau menyerahkan bukti-bukti dari pihak penggugat” pungkas Yaoma Tertibi, S.H (zaen)

Tags : BlitarKorban Laka Gugat

Leave a Response

*