close
NUSANTARA

Abaikan Perwal, DPRD akan Panggil Dishub Kota Tangerang

PRN TANGERANG – Soal Insiden tewasnya empat penumpang Daihatsu Sigra lantaran tertimpa truk tanah di Jalan Imam Bonjol, Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, DPRD akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto mengatakan, sebagai mitra, pihaknya akan melakukan pemanggilan untuk meminta laporan kinerja Dishub terkait jam operasional truk tronton sesuai Perwal nomor 30 tahun 2012 tentang batas operasional kendaraan bertonase berat.

“Dalam Perwalnya kan sudah jelas jam operasionalnya, mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 pagi, di luar jam itu truk tronton dilarang melintas,” terang Turidi, Jumat (2/8/2019).

Selain itu, pihaknya juga akan meminta laporan terkait surat edaran Nomor 204/2655.DISHUB/2019 tentang pelarangan operasional bagi angkutan tanah dan pasir di wilayah Kota Tangerang.

Menurut Turidi, dalam surat edaran tersebut menyampaikan tentang pelarangan kepada seluruh operator angkutan tanah ataupun pasir, truk tronton atau sejenisnya yang bermuatan di atas delapan ton. Karena tonasi besar sangat membahayakan bagi pengendara lainnya.

“Seperti kejadian kemarin, sampai menewaskan empat orang korban,” kata turidi melalui telepon selularnya.

Turidi menambahkan, kejadian Kecelakaan tragis yang menewaskan empat penumpang adalah cukup yang terakhir, pihaknya mendukung dengan kebijakan Walikota melarang masuknya kendaraan tanah atau pasir dengan bertonasi besar dengan catatan larangan ini dapat dilaksanakan dengan menginstruksikan kepada Dinas terkait seperti Dishub dan Satpol PP agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai Perwal dan surat edaran tersebut.

“Ya percuma sudah ada Perwal dan surat edaran dari Pak Walikota, tapi kinerja dinas terkait lemah,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, Agus Setiawan mengaku prihatin dengan kecelakaan tragis yang menewaskan empat penumpang Daihatsu Sigra . Dia juga mempertanyakan kinerja Dishub selama ini, khususnya mengenai pengawasan jam operasional truk tronton pengangkut pasir dan tanah yang melintas di jalan-jalan protokol Kota Tangerang di luar jam operasional yang sudah ditentukan melalui Perwal.

“Kemana saja Dishub, media untuk mengontrol kan sudah difasilitasi seperti adanya CCTV di setiap traffic light, alat komukasi seperti HT (Handy Talky) sudah difasilitasi, tinggal adanya koordinasi,” kata Agus.

Agus menuturkan, kecelakaan tragis tersebut terjadi di Jalan Imam Bonjol, yang merupakan pengawasannya menjadi kewenangan Pemerintah Kota Tangerang.

“Masalah ini menjadi prioritas, Dishub harus bekerja,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara, Koordinator Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPNRI) Tangerang Raya, Yan Sandi mengatakan, dalam surat edaran Walikota Tangerang Nomor 204/2655.DISHUB/2019 tentang pelarangan operasional bagi angkutan tanah dan pasir di wilayah Kota Tangerang tersebut hanya mencantumkan pelarangan operator angkutan tanah ataupun pasir, truk tronton atau sejenisnya yang bermuatan di atas delapan ton beroperasi. tidak mencantumkan waktu jam operasional seperti tercantum pada perwal Nomor 30 Tahun 2012.

“Dalam surat edaran itu tidak mencantumkan larangan jam operasionalnya. Jadi menurut saya rancu aja,” kata Yan Sandi, kemarin.

Berdasarkan pantauannya, kata Yan Sandi, truk tronton masih banyak melintas di wilayah Jalan Raya Hasyim ashari, Jalan Pembangunan tiga Kecamatan Neglasari dan di wilayah Pinang pada Jumat, siang hari.

Menurutnya, truk tronton yang melintas seperti tidak adanya kontrol dan mengabaikan Perwal nomor 30 Tahun 2012 serta tidak diindahkannya surat edaran Walikota Tangerang diabaikan dari pihak Dinas terkait.

“Selain Perwal, Pak Walikota juga sudah mengeluarkan surat edaran bahwa truk tronton dilarang melintas disiang hari, seperti diabaikan oleh dinas terkait,” ungkapnya.

Lain lagi kata warga Kelurahan Babakan, Kardi, masih banyaknya truk tronton dengan bermuatan melintas di Jalan Raya Jenderal Sudirman pada siang hari

“Masih banyak truk-truk tronton melintas disini dari pagi hingga di siang hari,” pungkas Kardi yang juga pedagang minuman di pinggir jalan Jenderal Sudirman. (Jalil)

Tags : Dishub TangerangTangerang

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: