close
HUKUM

Industri Pemecah Batu Milik Bayan ” Ilegal” Aman Bertahun-tahun

PRN KEDIRI – Usaha industri pembuatan bahan bangunan dari batu dan pemecah batu di kawasan Kabupaten Kediri pojok utara yang diduga ‘bodong’ luput dari pengawasan pihak terkait.

Berdasarkan informasi warga, Pena Rakyat News klarifikasi ke tempat usaha pemecah batu milik Sugiarto yang juga sebagai Kaur Pembangunan (Bayan) di desa Blawe kecamatan Purwoasri Kab. Kediri.

Menurut pengakuan karyawan pabrik pemecah/penggilingan batu yang tak berlebel ini, membenarkan bahwa usaha ini milik pak Bayan Sugiarto.

“saya kerja ikut pak bayan sudah 2 tahun mas, kalau usaha penggilingan ini uda berjalan bertahun-tahun” ucap karyawan industri pemecah batu yang tidak bersedia menyebut namanya.

Sementara saat Bayan Sugiarto dihubungi melalui selulernya di nomor 0812596808xx ditanya terkait legalitas perizinan usaha miliknya terkesan mengalihkan pembicaraan, dan menuduh pihak lain yang membocorkan usahanya.

Lebih lanjut menurut Pengacara kondang asal Kediri dan juga aktivis diberbagai lembaga pemantau Sawong Aries Prabowo, SE. SH. menjelaskan bahwa kalau benar usaha Bayan Sugiarto ini tanpa izin, ini dapat dikata melanggar UU nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda 10 milyat.

Sawong juga menambahkan sebagai contoh beberapa tahun yang lalu, 2 pengusaha pemecah batu asal mojokerto terjerat hukum karena, kedua perusahaan ini melanggar beberapa aturan perundangan. Antara lain, Perda nomor 7 tahun 2011 tentang retribusi perizinan, Perda nomor 2 tahun 2013 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, Perbub nomor 44 tahun 2011 tentang tata cara penyelenggaraan IMB, serta UU Minerba nomor 4 tahun 2009.

Pungkas Sawung, berharap agar dinas terkait segera menindak lanjuti dan bertindak tegas terhadap pengusaha nakal yang jelas-jelas merugikan lingkungan dan negara karena pastinya tidak bayar pajak. (assa/sh07).

Tags : KediriUsaha Bodong

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: