close
KABAR JATIM

Warga Desa Watualang Lakukan Gropyokan Tikus

PRN Ngawi – Hama tikus merupakan tantangan tersendiri bagi kaum petani apalagi bagi petani tanaman padi. Pada hari senin (02/09) warga desa Watualang secara serempak melakukan perburuan hama tikus.
Kegiatan yang dikenal dengan gropyokan (perburuan) tikus dilakukan sebab saat ini para petani khususnya yang menanam padi sedang resah dengan adanya serangan hama pengerat. Menjelang musim panen atau sewaktu padi sudah mulai berisi hama tikus mulai menyerang tanaman para petani. Kalau sebelumnya banyak para petani diwilayah Ngawi yang memakai sistem aliran listrik. Akan tetapi karena sering memakan korban jiwa akhirnya pemakaian aliran listrik dilarang oleh pihak berwajib.
Sedangkan saat menjelang panen serangan hama tikus membuat resah para petani.
“kegiatan ini upaya dari para petani dalam memberantas hama tikus yang meresahkan para petani,” jelas koordinator penyuluh kecamatan Ngawi Kadeni saat ditemui Pena Rakyat News.
Selain dengan sistem gropyokan untuk menanggulangi serangan hama tikus dari kepala desa (Kades) Watu alang Seno juga akan melestarikan burung hantu dan ular. Langkah tersebut akan diperkuat dengan pembuatan peraturan desa (Perdes).
“Selain dengan gropyokan dan pemasangan umpan nanti akan ada perdes untuk pelestarian burung hantu dan ular sawah,” terang Kades Watu alang Seno.
Dengan adanya gropyokan dan kedepannya adanya pelestarian burung hantu serta ular dapat menanggulangi serangan hama tikus. Dan panen petani padi dapat terselamatkan. (wixke)

Tags : Hama TikusNgawi

Leave a Response

*