close

PRN Bantaeng . Dari sekitar 39 orang anak yang berkumpul di Kantor Desa Bonto Jai, di Dusun Tino, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, terpilihlah Jumadil Ahmad Safi’i menjadi Ketua FBAJ (Forum Anak Bonto Jai), Minggu siang (15/09/19).

Tentu bukan tanpa sebab, anak berusia 16 tahun itu dipercaya menempati kursi kepemimpian tertinggi di FABJ setelah melalui proses penjaringan dan pemilihan secara demokratis. Dia mengantongi 38 suara dari total pemilih yang semuanya adalah anak Desa Bonto Jai.

Itu berarti anak yang akrab disapa Ahmad itu menang mutlak dengan presentase mencapai 97,44 persen. Pasalnya hanya satu pemilih yang menjatuhkan pilihannya pada salah seorang dari tujuh kandidat saingan Ahmad.

FABJ sendiri belum seumur jagung karena terbentuk sekitar setengah jam yang lalu. Menandai era baru bagi pemenuhan hak anak di desa dimana Pelabuhan Bonthain berada.

“Saya bersyukur dipercaya jadi Ketua Forum Anak Bonto Jai. Sebagai pemula, Saya sangat butuh bimbingan kakak-kakak dari Forum Anak Butta Toa (FABT) mengemban tugas berat ini”, tutur dia.

Putera pasangan Edi Junaedi dan St Hasnah G itu berharap suara anak di desanya punya ruang untuk didengar Pemerintah baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

Betapa tidak, Ahmad yang sebelumnya telah mendapatkan wejangan dari FABT sentak menanamkan sebuah pemahaman bahwa forum anak yang dibawahi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPA RI) itu tentu memiliki garis koordinasi kuat antara anak dengan Pemerintah.

Ahmad yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA Negeri 2 Bantaeng itu segera mendapat tugas pertamanya yakni menyusun kepengurusan serta program kerja FABJ.

Beberapa saat sebelumnya, Ahmad dan teman-temannya mendapat pengarahan serta pemahaman terkait forum anak dari Ketua FABT, Ahmad Fathanah As’ad.

Bertalu dalam helatan Temu Anak Desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Bonto Jai. Bahkan pada Minggu pagi juga digelar Sosialisasi Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Tahun 2019 di tempat itu.

Hadir menyaksikan proses pemilihan Ketua FABJ yakni Kepala Seksi Perlindungan Anak dan Tumbuh Kembang Anak (PATKA) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDPPPA) Kabupaten Bantaeng.

Hadir pula Kepala Desa Bonto Jai Amiluddin dan sejumlah Tokoh Masyarakat desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Jeneponto tersebut.

Fathanah dalam penuturannya kepada AMBAE mengajak Ahmad serta anak lainnya di desa itu agar bisa bekerja maksimal dalam menyuarakan aspirasi anak kepada Pemerintah.

Aspirasi yang dimaksudkannya tak lain adalah segala kebutuhan anak yang wajib dipenuhi Pemerintah sesuai amanat Undang-undang hasil adopsi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang 10 Hak Dasar Anak.

“Dari sinilah suara anak desa akan dan bisa didengar melalui forum anak. Di forum anak kita dituntut mengemban amanah untuk membantu Pemerintah dan Masyarakat mewujudkan daerah kita menjadi ramah anak”, ujar dia.

Perlindungan anak serta pencegahan anak ke arah hal-hal negatif menjadi misi utama forum anak. Termasuk sinkronisasi kegiatan anak dari dan ke sekolah bagi mereka yang masih berstatus pelajar.

FABT misalnya kata Duta Anak Nasional itu, berkat keseriusan, kepedulian dan kepiawaiannya berkegiatan mengantarnya sebagai Forum Anak Terbaik se-Indonesia sejak tahun 2016 silam.

“Sampai tahun ini beberapa penghargaan sudah diraih FABT dan dicatat oleh Kementerian PPPA RI sebagai forum anak terbaik di seluruh Indonesia”, beber Fathanah. (syam).

Tags : BantaengKebutuhan Anak

Leave a Response

*