close
KABAR JATIM

PULUHAN RIBU JAMAAH HADIRI MUJAHADAH KUBRO WAHIDIYAH MUHARROM 1441 H

Foto profil Almarhum KIAI H. ABDOEL MADJID MA’RUF, RA & KH AHMAD MASRUH M.Sy (pengasuh pondok pesantren Attahdzib)

PRN JOMBANG – Puluhan ribu jamaah wahidiyah dari seluruh wilayah Indonesia dan bahkan dari luar negeri pada   12 – 16 September 2019 M (12-16 Muharram 1441 H) membanjiri arena pondok Pesantren Attahdzib (PA) Rejoagung, Ngoro, Jombang.

Mujahadah Kubro Wahidiyah adalah Mujahadah Wahidiyah yang dilaksanakan secara berjama’ah oleh seluruh pengamal Wahidiyah dengan serempak pada setiap bulan Muharrom dan bulan Rojab dan acara kali ini dalam rangka ulang tahun lahirnya Sholawat Wahidiyah ke-56 dan Haul ke-66 Mbah KH Mohammad Ma’roef, Syaikhul Waalid Muallif Sholawat Wahidiyah.

KH AHMAD MASRUH M.Sy.  selaku pengasuh pesantren At-tahdzib dalam pencerahannya menekankan bahwa Sholawat Wahidiyah adalah rangkaian doa-doa Sholawat Nabi seperti tertulis dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk kaifiyah (cara dan adab / tatakrama) dalam mengamalkannya. Mulai disiarkan dan diamalkan sejak tahun 1963.

Muallif Sholawat Wahidiyah adalah al-Mukarrom Kyai Al-Haj Abdoel Madjid Ma’roef Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo, Desa Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Propinsi Jawa Timur. Sholawat Wahidiyah berfaedah menjernihkan hati, dan ma’rifat (sadar) kepada Alloh dan Rosul-NYA.

KH AHMAD MASRUH M.Sy.  menambahkan, Alhamdulillah, bifadlillahi warohmatih wabisyafaa’ati Rosuulillahi  mereka yang mengamalkan Sholawat Wahidiyah sesuai dengan bimbingan yang benar dikaruniai hati lebih jernih, batin lebih tenang, jiwa lebih tentram, makin bertambah banyak sadar kepada Alloh  (ma’rifat Billah) wa Rosuulihi , disamping diberi kemudahan dalam berbagai keperluan.

Sholawat Wahidiyah tidak termasuk dalam kategori jamiyah Thoriqoh, tetapi berfungsi sebagai thoriqoh dalam arti “JALAN” menuju sadar kepada Alloh wa Rosuulihi .

Mengamalkan Sholawat Wahidiyah tidak disertai syarat-syarat / ketentuan khusus yang mengikat, tetapi harus dengan adab (tatakrama): hudlur dan yakin kepada Alloh , mahabbah dan ta’dhim kepada Rosululloh.

Sholawat Wahidiyah, seperti sholawat-sholawat yang lain, boleh diamalkan oleh siapa saja, tanpa syarat adanya sanad atau silsilah, karena sanad dari segala sholawat adalah Shohibus Sholawat itu sendiri, yakni Rosululloh. Sholawat Wahidiyah telah diijazahkan secara mutlak oleh Muallifnya untuk diamalkan dan disiarkan dengan ikhlas (tanpa pamrih) dan bijaksana, kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu dan golongan.Pengamalan Sholawat Wahidiyah disebut Mujahadah. Dst..wasillaah Pengasuh pondok pesantren At-tahdzib. (sh07/assa)

Tags : JombangSholawat Wahidiyah

Leave a Response

*