close
HUKUM

PT. SMART MULTI FINANCE DIDUGA MEMALSUKAN ISI SERTIFIKAT FIDUSIA GUNA MERAMPAS KENDARAAN WARGA KOTABOBAGU SULAWESI UTARA

PRN DEPOK 20 September 2019 – Penyitaan 9 (Sembilan) mobil Truck yang dilakukan oleh  PT. SMART MULTI FINANCE dari Tangan Warga Kotamobagu diduga tidak procedural dan diduga menggunakan Sertifikat Fidusia yang isinya palsu berlanjut ke Pengadilan Negeri Tangerang Selatan.

Relaas Panggilan Sidang Nomor : 726/Pdt.G/2019/PN.TNG untuk hadir di Pengadilan Negeri Tangerang pada hari Senin, 2 September 2019 dan Sidang tanggal 9 September 2019 yang lalu, tidak dihiraukan oleh PT. SMART MULTI FINANCE Pusat di Tangerang tanpa alasan yang jelas;

Namun anehnya Kantor Cabangnya PT. SMART MULTI FINANCE di  Kotamobagu, Sulawesi Utara mendaftarkan 4 (Empat) Gugatan Sederhana pada Pengadilan Negeri Kotamobagu dengan Perkara : no 26/pdt GS/2019/ PN KTG, no 27/pdt.G.S/2019/PN.KTG, no 28/pdt G.S /2019/PN KTG dan no 29 pdt G .S/ 2019./ PN ITG. Ujar Moch. Ansory yang mendapat info langsung dari Tien Krisen.

Moch. Ansory mengatakan kepada Wartawan Pena Rakyat News bahwa  2 (Dua) kali Panggilan Sidang di PN. Tangerang tidak dihadiri oleh PT. SMART MULTI FINANCE PUSAT, diduga karena Takut oleh karena “pokok gugatan menyangkut Keterangan palsu dalam Sertifikat Jaminan Fidusia:

Selain Takut, PT. SMART MULTI FINANCE diduga bermaksud memperalat Pengadilan Negeri Kotamobagu untuk menakut-nakuti Tien Krisen warga Kotamobagu yang saat ini sedang menggugat PT. SMART MULTI FINANCE PUSAT dengan cara Tien Krisen digugat dengan 4 (Empat) Gugatan Sederhana sekaligus di PN. Kotabobagu. Lanjut Ansory.

Masih dalaam keterangan Moch. Ansory yang menjabat Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen dan sebagai Pembina Lembaga Perlindungan Konsumen-RI bahwa Gugatan sederhana yang didaftarkan pada Pengadilan Negeri Kotamobagu bertentangan dengan PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA No.4 TAHUN 2019 TENTANG  PERUBAHAN ATAS PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GUGATAN SEDERHANA pada Pasal 4 ayat (3) menyatakan “ Penggugat dan Tergugat dalam Gugatan Sederhana Berdomisili di Daerah Hukum Pengadilan yang sama”;

 Moch. Ansory melanjutkan bahwa Dalam 4 (Empat) Gugatan Sederhana tersebut, Penggugat Berkantor Pusat di Tangerang Provinsi Banten dan Tergugat (Tien Krisen) berdomisili dan beralamat di Jl. Yos Sudarso, Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara atau  Tidak berada didaerah hukum yang sama, Maka selayaknya apabila Hakim Gugatan sederhana menyatakan Pengadilan Negeri Kotamobagu Tidak berwenang memeriksa dan memutus Perkara ini (Kompetensi Absolut);

Lucunya kata Moch. Ansory, Pengadilan Negeri Tangerang Memanggil PT. SMART MULTI FINANCE PUSAT Sebagai TERGUGAT, namun di Pengadilan Negeri Kotamobagu memanggil PT. SMART MULTI FINANCE sebagai PENGGUGAT, sehingga mengakibatkan Masyarakat menjadi bingung, dan menjadi Tugas Mahkamah Agung RI untuk meluruskan agar Kepastian Hukum dapat ditegakkan di NKRI tercinta ini (20/09/2019).

Sampai berita ini diturunkan tim masih kesulitan meminta komfirmasi atas perkara ini terhaadap PT. SMART MULTI FINANCE. (suliswati)

Tags : DepokDugaan Fidusia Palsu

Leave a Response

*