close
HIBURAN, SENI & BUDAYA

“Abental Ombak Asapok Angin” Tema HPN dan Visit Sumenep 2019

PRN SUMENEP – kota Sumenep yang berada ujung timur Pulau Garam Madura memiliki banyak Destinasi wisata yang bisa menjadi referensi bagi wisatawan yang ingin berlibur bersama keluarga, di pantai Lombeng, dan wisata alam di pulau Gili Labak, Pulau Gili Iyang yang memiliki kandungan oksigen terbaik di dunia, Pantai sembilan, Goa Sukarno, Kota tua Kalianget, wisata sejarah, wisata kuliner serta wisata kerajinan yang tidak dimiliki di wilayah lain.

Pada kali ini dalam momentum Hari Perhubungan Nasional (HPN) dan even Visit Sumenep 2019 Pemerintah kabupaten Sumenep menggelar kegiatan yang bertajuk “ABENTAL OMBAK ASAPOK ANGIN”, hal ini diambil dari ungkapan familiar sekaligus filosofi orang Madura yang ada dalam lagu ‘TANDUK MAJHENG’, yang di gelar di Pantai Lombeng Sumenep, Minggu 22/09/2019.

Dalam pantauan awak media PRN Sumenep, kegiatan ABENTAL OMBAK ASAPOK ANGIN dihadiri oleh wakil bupati Sumenep Ahmad Fauzi, Segenap anggota Forkopimda, Para asisten Sekda, Kadishub, Para pimpinan OPD dan camat se-kabupaten Sumenep, kepala bandara Trunojoyo, KH. D. Zawawi Imron, Para pengurus ikatan PANTHER CLUB INDONESIA serta para hadirin.

Dalam sambutan wakil bupati Sumenep Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa dalam momentum Hari Perhubungan Nasional (HPN) 2019, Pemkab Sumenep mendapat dua kado spesial. “Pertama, diraihnya penghargaan wahana tata Nugraha yang ke tiga kalinya atas keberhasilan kabupaten Sumenep dalam menata sektor transportasi publik, Kedua, mulai Minggu ini akan terealisasi penerbangan dari bandara Trunojoyo Sumenep ke Pagerungan, dan juga dalam waktu dekat akan terialisasi ke Pulau Kangean”, Tutur Fauzi.

Dalam kegiatan yang bertajuk ABENTAL OMBAK ASAPOK ANGIN sebagai ungkapan filosofi dari orang Madura seperti yang ada dalam lagu ‘TANDUK MAJHENG’.

Dari itu Fauzi menjelaskan bahwa ungkap tersebut adalah Potret orang Madura yang tidak mudah menyerah untuk mendapatkan impian yang didambakan walau diterjang ombak dan dihempas angin kencang, yang menghadapi bahaya dan mempertaruhkan nyawa, akan tetapi tidak menyurutkan perjalanan dan tidak pernah gentar untuk terus melaju, laut diartikan rumah dan ombak adalah bantalnya serta angin adalah selimutnya.

“Lautan telah menjadi rumah sehari hari menjadi sahabat sejati dan membentuk mereka menjadi sosok pemberani yang merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang terdahulu, dan terbukti pelaut pelaut Madura dari pulau Raas berlayar sampai ke benua Australia sampai ke Amerika latin”, Kata Fauzi.

Selain berani orang Madura juga lihai membuat perahu, hal itu sudah ditunjuk oleh pelaut dari pulau Kangean yang membuat replika Perahu di Abad ke-8 di candi Borobudur dan perahu tersebut berlayar sesuai rute mengarungi samudera Hindia menelusuri Bali, “Jejak jejak keperkasaan pelaut Tempo lalu menggunaka perahu tradisional”, Imbuhnya.

Fauzi dalam sambutannya berharap, “Mari kita mengambil inspirasi dari filosofi “ABENTAL OMBAK ASAPOK ANGIN”, dunia berlari begitu cepat perubahan terjadi di semua ruang, karena semangat hidup jangan pernah mengendur dan hidup harus terus optimis Karena manusia adalah pelaku sejarah dan aktor perubahan, jika tidak kita takkan pernah menciptakan sejarah yang luar biasa”, Tutup wakil bupati Sumenep. (erf).

Tags : Hari Besar NasionalSumenep

Leave a Response

*