close

PRN BANTAENG — Setelah melakukan gugatan di PT TUN, massa pendukung Kades petahana yang gagal seleksi datang unjuk rasa di Kantor Dinas PMD, PP dan PA Kabupaten Bantaeng selaku penyelenggara Pilkades serentak Bantaeng 2019, Rabu 1 Oktober 2019. Puluhan massa demonstran didominasi kaum ’emak-emak’.

Massa menduga ada kongkalikong untuk mempermulus jalannya pemilihan Kades di Borongloe. Banyak ketimpangan yang terjadi dalam proses Pilkades di Borongloe.

“Salah satunya, istri cakades di setiap desa, semuanya menyampaikan visi misi. Tapi di desa Borongloe hal itu ditiadakan. Seolah ini (Pilkades) dipermudah,” kata Suryani, istri mantan Kades Borongloe.

Dia juga menyinggung adanya kemungkinan Panitia Pilkades tersebut menyisipkan Cakades titipan, sebab Pilkades kali ini didesain sedemikian rupa agar incumbent gagal.

“Yang paham tentang pemerintahan gagal, lalu yang belum paham diloloskan. Ini jelas ada konspirasi politik,” tegas dia.

Dia pun meminta agar Bupati Bantaeng, Ilham Azikin agar menuntaskan permasalahan ini. Ini adalah suara rakyat Borongloe bahwa jelas’jelas sudah ada ketimpangan yang terjadi.

“Bupati selaku kepala daerah memang raganya tidak ada di Bantaeng tetapi jiwanya masih ada di Bantaeng, saya mau ada keputusan hari ini juga, mungkin beliau bisa melalui telepon untuk menyelesaikan ini,” ujar dia.

Sementara Amri, koordinator aksi berjanji akan menurunkan massa dengan jumlah yang lebih besar jika Pemkab tidak segera menuntaskan persoalan ini.

“Kami hanya menawarkan dua piliahan kepada Pemkab yakni, tunda proses pilkades khusus Desa Borongloe atau Kades petahana H. Hasyim, tetap menjadi kontestan di pillades Borongloe,” ujar Amri. (syam)

Tags : BantaengKecurangan Pilkades

Leave a Response

*