close
HUKUM

Terkesan Proyek Bodong, Nilai 15 Milyat Tanpa Papan Nama, Kemana Pengawasannya ?

PRN SUMENEP  – Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) di kabupaten Sumenep dibentuk guna untuk bertujuan agar jajaran pemerintahan kota dapat mengelola anggaran dengan baik tanpa ada keraguan.

Hasil investigasi awak media PRN Sumenep, Rabu 09/10/2019, dalam kegiatan Dinas pekerjaan umum Bina Marga, Pembangunan Jalan dan Jembatan dalam pekerjaan peningkatan jalan lingkar Utara kec. Kota kabupaten Sumenep, Proyek tersebut didampingi oleh TP4D telah lalai dalam pengawasan yang dikerjakan mulai bulan Juli sampai Oktober 2019 tanpa memasang Papan nama terkesan seperti Proyek Siluman.

Disaat ditanya kepada salah satu yang mengaku mandor pada proyek tersebut nama PT/CV proyek tersebut dan Papan nama, malah menjawab tidak tau, “Saya gak Tau Pak ini PT/CV apa, saya cuma di suruh kerja, Saya Hanya Mandor Tugas saya mengawasi orang saya yang kerja di bagian pembesian”, Ucapnya dengan santai dan senyuman.

Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain UU KIP, ada beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah. Seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (“Permen PU 29/2006”) dan  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (“Permen PU 12/2014”), tapi masih dilanggar.

Adapun secara teknis, aturan tentang pemasangan papan pengumuman proyek biasanya diatur lebih detail oleh masing-masing Provinsi dan Kabupaten/Kota. Berarti jika di lapangan terdapat sebuah proyek yang tidak menyertakan papan pengumuman proyek, sudah jelas menabrak aturan.

Menurut keterangan dari HARIYANTO Kabid Pembangunan Dinas PU. Bina Marga menjelaskan bahwa, Proyek kegiatan Pembangunan Jalan dan Jembatan dalam pekerjaan peningkatan jalan lingkar Utara menggunaka Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) 2019.

“Proyek tersebut dengan Pagu.Rp.15 M, menjadi Nilai kontrak Rp.14.680.959.000, dengan pelaksanaan 165 hari kalender, dalam Perencana CV. Pilar Husada. jl.KH Mansyur no.31 sumenep.” Kata Haryanto di ruang kerjanya. Rabu 09/10/2019.

Disaat di singgung masalah Papan proyek olleh awak media Trans Indonesia, Haryanto mengakui bahwa Papan proyek emang belum dipasang

“Ia mas nanti saya tegur pelaksananya agar segera untuk memasang Papan nama proyek tersebut, kalau masalah sangsi gak ada mas selama masih dalam pengerjaan nanti langsung di pasang”, tutup nya. (erfandi)

Tags : Proyek BuramSumenep

Leave a Response

*