close
HUKUM

Bansos Busana Muslim Mlaten 3 Tahun Dipenjahit 6 Potong Selesai

Dok.PRN. Foto Sulkan (pegang mix) saat klarifikasi di jamaah Yasin

Warga Mlaten seakan tak berdaya oleh alasan oknum PNS Bansos seragam muslim 3 tahun silam baru dibagi berupa kain 15/10/2019.

PRN JOMBANG – Sangat patut dipertanyakan Pemerintah Kabupaten Jombang sudah mengucurkan dana bantuan sosial untuk seragam Muslim 3 tahun yang silam sebesar 20 juta, baru hari ini kain bakalan baju diserahkan kepada jamaah Yasin dusun Mlaten desa Rejoagung Ngoro Jombang oleh Sekertaris perkumpulan (oknum PNS) selaku penanggung jawab. 15/10/19.

Dari informasi awal bantuan sosial seragam busana muslim untuk anggota jamaah yasin dan muslimatan sudah dikucurkan kurang lebih 3 tahun yang lalu, namun khususnya buat dusun Mlaten yang dikordinir oleh Sulkan warga Mlaten dan juga seorang PNS (guru) telah menerima dana berkisar Rp.20.000.000,-.

Dari informasi yang berkembang Sulkan membenarkan bahwa dirinya menerima tunai Rp.20.000.000,-  bantuan itu dengan dikawal oleh anggota DPRD Jombang saat itu Pak Sifak dan pajak juga belum dibayar.

Masih dalam keterangan Sulkan saat dikomfirmasi melalui selulernya mengatakan bahwa kain yang diserahkan kepada penjahit sudah diambil dan dikembalikan kepada Jamaah Yasin dua minggu yang lalu, dengan alasan baju tidak jadi.

Namun berbeda dengan fakta yang ada, pernyataan Sulkan ternyata hanya mengelabuhi wartawan saja, pasalnya pada Selasa malam (15/10) saat diadakan Yasinan dikediaman Abu Hasan dan dihadiri Pena Rakyat News ternyata kain seragam jamaah yasin baru dibagikan.

“Keterlambatan ini yang salah penjahitnya, saya sudah kasih uang 3 juta yang jadi cuman 6 potong” ucap Sulkan saat ceramah di depan jamaah Yasin tanpa menyebutkan siapa nama dan alamat penjahitnya.

Sementara menurut Jamad Shokip selaku ketua perkumpulan Yasin dusun Mlaten, bahwa SPJ sudah disampaikan kepada Bupati, Camat dan Kepala Desa Rejoagung pada saat itu.

Menanggapi pernyataan Ketua perkumpulan Yasin dusun Mlaten, menurut Sawong Aries, SH selaku aktifis dan pengacara hal ini menambah suatu hal pembodohan, pasalnya kain saja baru dibagikan kok beberapa tahun yang lalu sudah dibuatkan SPJ, pajakpun belum terbayar, berarti SPJ yang sudah di laporkan adalah FIKTIP. Tegas Sawong. Bersambung…(santoso).

Tags : JombangPenyimpangan Bantuan

Leave a Response

*