close
LAWAN KORUPSI

BPK DAN INSPEKTORAT DI MINTA UNTUK MEMERIKSA PENGGUNAAN ANGGARAN DAN PEKERJAANNYA.

PRN SUMENEP, Setiap tahun Pemerintah Pusat dan Daerah telah mengucurkan Anggaran yang begitu sangat besar untuk membangun Infrastruktur untuk fasilitas masyarakat Pedesaan demi kesejahteraan kesejahteraan masyarakat umum.

Kurangnya peran aktif pengawasan dari pejabat pemerintah daerah dan Desa terkait, di kabupaten Sumenep Ujung timur Pulau Garam Madura, banyak Pekerjaan Pembangunan saluran Drainase yang menggunakan Anggaran Provinsi (Pekerjaan Pokmas) dan Pembangunan saluran Drainase yang menggunakan Anggaran Dana Desa/ Dana Desa, di duga keras dikerjakan dengan asal asalan untuk meraup keuntungan besar, hal itu sudah pasti akan merugikan Negara dan masyarakat umum.

Diminta Badan Pengawas Keuangan (BPK), dan INSPEKTORAT turun untuk memeriksa penggunaan Uang Negara dan memeriksa hasil Pekerjaannya yang telah dianggarkan pada Pekerjaan Pembangunan saluran Drainase dengan volume 150×50 meter, senilai kurang lebih Rp. 113 juta, Desa Tamba’ agung Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Diguga keras dikerjakan asal jadi,

Pasalnya menurut Gambar Foto dan Informasi team dilapangan bahwa, Pekerjaan tersebut batu gunung yang disusun “Diduga” tanpa menggunakan semin sebagai pelengket dan langsung di plester dari luar yang dipoles sedemikian rupa untuk mengelabuhi dari pengawas masyarakat, Inspektorat dan BPK.

Diminta BPK dan Inspektorat, serta pihak kepolisian agar bisa bertindak tegas terhadap oknum Pejabat Pemerintah Daerah dan Desa yang terlibat bila mana Nanti terbukti ada Penyimpangan, agar kegelisahan dan kepercayaan masyarakat tidak berkurang terhadap kinerja Pejabat Pemerintah Terkait.

Sedangkan hasil investigasi awak media PRN Sumenep bersama team Trans Indonesia pada tanggal 02/10/2019, Pekerjaan tersebut di kerjakan pada bulan Agustus 2019, hanya terhitung bulan sudah terlihat Pecah pecah pada pembangunan saluran drainase tersebut padahal masih belum di aliri oleh derasnya aliran air hujan.

Sedangkan hasil yang dihimpun dari Saudara EFFENDI selaku pendamping kecamatan menyatakan bahwa, untuk pekerjaan saluran menggunaka pasir campuran. ” Iya kalau untuk pekerjaan saluran yang digunakan pasir campuran mas 60 banding 40″, Ucap Effendi melalui seluler, Selasa malam 16/10/2019.
Disaat di tanya campur nya seperti apa,.??, EFFENDI menjawab tidak tau, “Nanti saya lihat di perencanaannya mas”, ucap nya

Masih lanjut keterangan EFFENDI, “kami hanya sebatas fasilitator mas, yang mengawasi penuh pengawas dari desa, dan gak mungkin saya harus mengawasi penuh untuk pekerjaan tersebut”, imbuhnya. Sedangkan mereka sudah difasilitasi gaji dari uang rakyat.

Selain itu hasil konfirmasi awak media PRN Sumenep kepada Suami, Kades (Sudah calon) Tamba’ agung Tengah, Kecamatan Ambunten, yang menjabat DPRD Sumenep dari kader PDIP dua Periode di saat di tanya Pasir yang di gunakan apakah Pasir lokal??, melalui WA Seluler menjawab bahwa,
“Pasir 3 truk, Goblok yang ngomong, Jangan asbun,” jawaban seorang wakil Rakyat di saat di konfirmasi olleh awak media dari WA nya.

Yang sebelumnya di disampaikan oleh awak media PRN melalui WA, bahwa sekarang habis yang di kerjakan sudah pecah pecah…, Suami Kades tersebut menjawab, “Apa urusanmu, Ada tahapan 2, itu Gak benar Tanpa semen g lengke, Itu ada pendampingnya Tidak asal kerja Dg jedah waktupun sangat tepat.(TEAM), BERITA BERSAMBUNG.

Tags : BPK dan InspektoratSumenep

Leave a Response

*