close
HUKUM

TIGA KELUARGA JAKARTA MENDERITA GARA-GARA BAJAJ BUTUT

TIGA KELUARGA DI JAKARTA MENANGIS PILU, DIDUGA KORBAN KONTRUKSI HUKUM YANG DIBANGUN OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA TIMUR;

PRN DEPOK –17-10-2019, EDY TJAHJONO,S.H., Advokat yang bergabung pada Yayasan Perlindungan Konsumen Amanat Perjuangan Rakyat Malang (YPK-AMPERA MALANG/YAPERMA) ketika diwawancarai Pena Rakyat News mengatakan dakwaan JPU dalam kasus Bajaj yang begitu tega telah menahan 3 (Tiga) warga Jakarta ini, diduga hasil Rekayasa dan bukan fakta;

Berawal adanya Laporan Polisi No. 825/K/VII/20019/Sek.CK, tanggal 25 Juli 2019 atas 1 (Satu) unit Bajaj Warna biru Tahun 2015, No.Pol : B 4791 UZA No.Rangka : MD2A27AZ6FWG10104, No.Mesin : AZZWFG11018 milik warga Jakarta Timur;

Bajaj tersebut hilang / dicuri dan diketahui pada pada hari Senin tanggal 17 September 2018 sekitar jam 07.00 Wib di Jl. Raya Panggilingan No.44 Rt.01/06 Kel. Panggilingan, Kec. Cakung, Jakarta Timur, namun baru dilaporkan pada tanggal 25 Juli 2019 (Rekayasa ?) kata Edy Tjahjono, S.H., melanjutkan (17-10-2019);

Kapolsek Cakung dan Penyidik yang menangani kasus ini sangat arif dan bijaksana, ketiga Tersangka yang berinisial R, WJ dan MH yang ditahan pada tanggal 25 juli 2019 ditangguhkan Penahanannya pada tanggal 31 Juli 2019 dan proses dilanjut;

Edy Tjahjono, S.H., melanjutkan, tiba-tiba terbit surat Perintah Penahanan (Tingkat Penuntutan) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur tertanggal 25 September 2019 dan 3 (Tiga) Warga Jakarta yang berinisial R, WJ dan MH yang didakwa pelaku tindak pidana pertolongan jahat (Psl.480 KUHP) tanpa perasaan dan dijebloskan di Rutan Cipinang sebelum Pencurinya Diperiksa (DPO);

Penanganan oleh JPU Jakarta Timur tersebut diduga penuh Rekayasa mengingat Pencurinya belum pernah ditangkap dan di BAP, dan Pemeriksaan ditingkat penuntutan tidak didampingi Kuasa Hukum, ujar Edy Tjahjono, S.H.

Keluarga R, WJ dan MH (Terdakwa) tidak terima diperlakukan sewenang-wenang oleh JPU yang pada tanggal 10-10-2019 membacakan dakwaannya pada Pengadilan Negeri Jakarta Timur sehingga memberi kuasa khusus tertanggal 17 Oktober 2019 Kepada dirinya (Edy Tjahjono,S.H) agar membela kepentingan hukum para Terdakwa di Pengadilan, Lanjut Advokat Yaperma kepada Pena Rakyat News;

Pada Persidangan tanggal 17 Oktober 2019 Edy Tjahjono,S.H., membacakan Eksepsi/Nota Keberatan dakwaan JPU No. REG.PERK. : PDM-227/JKTIM/09/2019 yang intinya mengatakan bahwa Dakwaan JPU Tidak Cermat maka Dimohon agar Yang Mulia Majelis Hakim berkenan bembebaskan para Terdakwa dari segala Tuntutan yang didakwakan JPU (Ujang Kosasih.Red);

Tags : DepokTiga Bajai Buntut

Leave a Response

*