close
HUKUM

3 LSM DI SUMENEP BERSATU AKAN MELAPORKAN PEKERJAAN PROYEK DRAINASE JL. JATI EMAS 2018. KE JATIM.

PRN SUMENEP – Berita terkini Senin 04/11/2019, Terkait Pelaksanaan proyek Drainase/Gorong Gorong dengan APBD 2018 dari nilai semula Rp. 3.4 menjadi senilai Rp 3,8 Milyar, tapi di sana sini diduga masih banyak terjadi kesalahan teknis dan berakibat kerusakan yang merobohkan Pagar dan Musholla rumah warga akibat amblesnya bekas tanah galian. persoalan tersebut Dinas terkait terkesan tutup mata dan minim penjelasan kepada awak media.

Sangatlah disayangkan proyek pekerjaan drainase di jalan Kartini tepatnya di jalan Jati Emas ke Jalan Kali Patrean yang semula dengan nilai anggaran Rp. 3.498.742.000.- dan diakhir pekerjaan melebar menjadi 3,8 milyar dengan hasil kurang bermanfaat bagi masyarakat dan terkesan Proyek di paksakan, pasalnya masyarakat tidak dapat menikmati hasil proyeknya dan malah dengan pekerjaan drainase tersebut warga mengeluh karena saat hujan terjadi banjir, air masuk ke rumah warga dan jalan tersebut tergenang air.

Baca berita sebelumnya: http://penarakyatnews.id/2019/03/16/terkait-pekerjaan-drainase-jalan-kartini-pu-cipta-karya-sumenep-patut-diperiksa/

“Pekerjaan proyek Jalan Jati emas sangat tidak memuaskan masyarakat karena Proyek ini sudah 3x di perbaiki, tapi masih tetap Jalan ini rusak bergelombang, ini sudah proyek gagal yang di paksakan, saya sebagai masyarakat merasa sudah dibohongin karena diawal Perencanaan Jalan di aspal ternyata hanya separuh jalan yang di aspal,” Ucap salah satu warga, Jum’at 01/11/2019.

Sedangkan sebelumnya media Pena Rakyat News melalui kabiro PRN Sumenep pernah menayangkan surat aduan masyarakat (Dumas) Dinas terkait dengan tembusan; Bupati Sumenep, Kejari Sumenep, Inspektorat, Bapedda, Polres Sumenep dan PT Inn, tapi Sampai berita ini tayang belum ada jawaban.

Dari Hal ini 3 Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang Namanya tidak asing lagi di Sumenep di antaranya; Ahmad K, LSM Reformasi Daerah (RED), RAHMAN dari LSM LP2KN, YANTO T dari LSM JCW (Jatim Corruption Watch), Bersatu demi Suara masyarakat untuk melaporkan persoalan Proyek tersebut yang diduga dikerjakan asal asalan yang telah merugikan uang Negara ke Polda Jatim dan Kejati Jatim.

“Sesuai dengan rekaman Suara dari anggota DPRD Sumenep, Tokoh masyarakat (Mantan kades) dan masyarakat setempat bawah Proyek tersebut adalah Proyek gagal yang tidak bisa di rasakan langsung oleh masyarakat, karena Pejabat terkait di Sumenep terkesan tutup mata, maka kami bersama teman teman LSM yang lain akan melaporkan persoalan ini,” Kata YANTO T dengan nada garang kepada awak media.

“Persoalan ini tidak bisa di biarkan karena Proyek tersebut sudah menggunakan Anggaran yang begitu besar dari uang rakyat, tapi hasilnya belum bisa di rasakan oleh masyarakat”, Tutup YANTO aktivis LSM JCW Sumenep, Senin 04/11/2019. (Erfandi)

Tags : Kekompakan LembagaSumenep

Leave a Response

*