close
HUKUM

Lagu Lama….Berkedok Membuat Tempat Wisata, Pengusaha Galian C ‘Bebas’ Beroperasi

PRN JOMBANG – Salah satu ciri trik dan intrik pengusaha galian C tanpa ijin alias illegal melancarkan usahanya adalah berdalil ‘Lahan akan digunakan tempat wisata’.

Dikarenakan pengawasan dan pengendalian serta kurang tanggapnya pemerintah daerah dalam merespon pengaduan, maka berjamurlah galian C ilegal khususnya wilayah Jombang.

Berdasarkan pantauan awak media Pena Rakyat News, mendapati di dusun Payak Sanggrok desa Rejoagung Ngoro Jombang terdapat galian C sangat besar bekerja 24 jam dengan dalil tempat wisata.

Sementara diatas kesenangan dan kesuksesan pengusaha galian C ini terkesan mengabaikan resiko dan dampak yang ditimbulkan, seperti penuturan sebut saja Brodin (bukan nama sebenarnya, red) warga Payak Sanggrok. 5/12

Brodin mengeluh bahwa sudah 2 bulan ini mengalami kekeringan atau kesulitan air akibat dari pengusaha tambang yang kabarnya berasal dari Tulungagung.

“Sudah beberapa bulan ini sumur warga disekitar Tambang itu menjadi kering dan tidak Layak komsumsi sejak adanya aktivitas tambang tersebut, yang membuat warga menjadi gerah dan marah karena merasa ditipu dan dikibuli itu terkait proses Perijinannya, dulu bilangnya minta ijin ke beberapa warga untuk dijadikan tempat wisata, tapi nyatanya sekarang kok malah dijadikan Pertambangan atau galian C dan dipenuhi Puluhan Armada Truck 24 jam full beraktivitas seolah olah mengabaikan kepentingan Warga disekitar, kita sudah berkali kali mengadu ke perangkat desa setempat tapi sampai sekarang terkesan mandul dan sia sia” Ungkap Brodin dan para warga lainnya.

Sementara menurut Eko Nugroho selaku aktivis dan penggiat peduli lingkungan dari LSM LPPNRI (Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia), dengan tegas mengatakan bahwa kuat dugaan galian C ini ‘Bodong’, pasalnya saat ini Pemkab Jombang belum bisa mengeluarkan ijin Sebab Perda yang mengatur tentang Pariwisata Belum ada di Kabupaten Jombang jika itu ijin Pariwisata bagaimana pengusaha itu mendapatkan Ijin Amdalnya. Tegas Eko.

Masih dalam keterangan Eko Nugroho, sangat mustahil jika dengan dalil akan dibuat tempat wisata namun melakukan penggalian, sebab sudah jelas bahwa ijin Galian dan Wisata sangatlah berbeda.

Melihat hal ini Eko Nugroho dan beberapa element masyarakat akan menindak lanjuti dengan mengkroscek hal ini ke ESDM Propinsi Jatim, dan berharap penegak hukum khususnya wilayah Jombang menindak tegas hal ini apabila benar-benar galian C di dusun Payak Sanggrok Rejoagung tidak mengantongi ijin. (sh07/AG/Ulm)

Tags : JombangMerusak Alam

Leave a Response

*