close

BISNIS, EKONOMI

BISNIS, EKONOMI

KEMENTAN RI MELALUI DISPERTAHORTBUN SUMENEP MELAKUKAN PROGRAM UPPO UNTUK MENSEJAHTERAKAN PETANI.

PRN SUMENEP – Untuk memberikan kesejahteraan dalam pertumbuhan perekonomian bagi para petani di Sumenep, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (KEMENTAN RI) melalui Dispertahortbun terus memberikan program kepada petani, seperti memberikan bantuan pembangunan Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) Kepada Kelompok Tani di kabupaten Sumenep. Kamis 12/07/2019.

Program ini dilakukan oleh KEMENTAN RI melalui Dispertahortbun guna untuk mendukung penyediaan pupuk organik secara mandiri, sehingga petani dapat memproduksi dan menggunakan pupuk secara insitu. Sehingga petani di Sumenep bisa mandiri, mengirit biaya untuk produksi pertaniannya.

Bantuan pembangunan Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO), ini diberikan kepada empat kelompok tani (poktan) yang ada di empat kecamatan. Diantaranya: kecamatan Manding, Pasongsongan, Rubaru dan Guluk-guluk.

Kecamatan ke empat penerima bantuan UPPO ini sudah dilakukan survey monitoring dan evaluasi (Monev) lokasi, termasuk kelayakannya. Ini dilakukan sinergi oleh Ibu Ir. Dewi Taliroso MM M.Si dari Direktorat Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Komisi II DPRD dan Dispertahorbun Kabupaten Sumenep. Program ini sangat disupport oleh komisi yang membidangi pertanian tersebut.

Dalam kesempatan ini Arif Firmanto Kabid Sarpras dan Penyuluhan Dispertahortbun Sumenep menjelaskan, bahwa Ke empat lokasi penerima bantuan UPPO ini yang diberikan kepada kelompok Tani sudah dilakukan pengecekan dan dinilai layak.

“Dipastikan empat poktan ini menerima paket Bantuan UPPO ini karena Sudah melakukan Survei dan layak untuk mendapatkan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam pertumbuhan perekonomiannya di dalam memproduksi pertanian, ” Tutur Arif Firmanto.

“ketika program UPPO ini Sudah dilakukan harapan kami semoga bisa memberikan kemandiri kepada petani, seperti biaya produksi tanaman baik padi atau lainnya bisa ditekan, alias tidak terlalu mahal, ” Imbuhnya.

Tidak hanya itu Arif Firmanto juga menjelaskan, paket bantuan UPPO ini berupa 8 ekor sapi, bangunan rumah pembuatan kompos, bangunan kandang ternak, alat pengolah pupuk organik (APPO) dan kendaraan roda tiga.

“Insya Allah bantuan ini akan disalurkan pada Agustus kepada penerima, ” Imbuhnya.

Menurut Arif Firmanto bantuan ini bisa mendukung peningkatan produksi, produktifitas serta mutu hasil produksi pertanian, “Yang terpenting dengan bantuan ini, pendapatan petani makin meningkat sehingga kesejahteraan bisa lebih terjamin. Ini cita-cita yang diinginkan pemerintah, ” harapnya.

Untuk itu bagi kelompok Tani yang menerima bantuan ini hendaknya memanfaatkan secara maksimal. Sehingga, keberadaanya memberikan manfaat bagi sekitar, dan Gunakan sesuai pemanfaatannya agar semua harapan pemerintah dalam menyalurkan bantuan ini tercapai. (erfandi)

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

PERTANI : Selalu Tampil Dengan Produk Pertanian Bermutu Tinggi

PRN PERTANI – Prestasi terus diraih oleh Perusahaan Umum Milik Negara (BUMN) PT PERTANI PERSERO khususnya dalam upaya meningkatkan hasil dan pruduk pertanian.

Dalam kesempatan yang lalu produk pertanian Jawa Tengah menyandang gelar di kancah perdagangan dunia, yaitu melepas ekspor 44 ton edamame ke Belanda melalui Tanjung Emas Semarang. (3/7)

Lebih lanjut menurut Ganjar Pranowo selaku Gubenur Jawa Tengah saat melepas ekspor 44 ton edamame ke Belanda dihadiri Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Inspektur Jenderal Kementan, Justan Riduan Siahaan, Direktur Kepabeanan, Fadjar Dhonny, Sekretaris BKIPM, Septiama dan para pelaku usaha, merasa bangga dengan jerih payah dari semua pihak sehingga produk pertanian Jawa Tengah mendapatkan predikat istimewa.

Edisi kali ini PT PERTANI PERSERO menampilkan beberapa produk pertanian unggulan di beberapa wilayah Jawa dan daerah lainnya sebagai bukti kerja keras PT PERTANI PERSERO dan para petani… (yan/sh07).

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

‘MONEV PENERAPAN KARTA’ Kemenko Perekonomian RI Memberikan Apresiasi Kepada Sumenep

PRN Sumenep – 20/05/2019 – Lagi-lagi Kabupaten Sumenep mendapatkan Prestasi membanggakan patut mendapatkan apresiasi Kemenko Perekonomian RI atas penerapan Kartu Tani (Karta), kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Kehutanan Kabupaten Sumenep Ujung timur Pulau Garam Madura Jawa Timur.

Dalam rangka koordinasi, monitoring dan Evaluasi Pemerintah yang tertuang dalam Nawacita terkait peningkatan kedaulatan pangan khususnya kebijakan sarana pangan dan pertanian, kementerian kordinator bidang perekonomian RI Kedeputian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian melaksanakan kunjungan lapangan terkait implementasi Kartu Tani (Karta) di Provinsi Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Sumenep. 14/05/2019.

Dalam kunjungan lapangan tersebut meliputi diskusi di Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, serta diskusi di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Kehutanan Kabupaten Sumenep, dan mengunjungi kios Pupuk lengkap (KPL-lini IV) untuk mengetahui pelaksanaan implementasi Kartu Tani secara langsung.

Menurut pantauan awak media PRN, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Kehutanan Kabupaten Sumenep selalu menjadi jujugan oleh beberapa OPD di Jawa Timur dan selalu menjadi lokasi monitoring oleh Pemerintahan di pusat di tengah-tengah Kabupaten lainnya di Indonesia yang masih belum secara konsisten di dalam penerapan Kartu Tani untuk penebusan Pupuk bersubsidi.

Atas keberhasilan ini, Arif Firmanto S.TP, M.Si, selaku Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan, Dispertahortbun Kabupaten Sumenep, merasa bangga dan bersyukur bahwa selama ini Kabupaten Sumenep telah banyak dikunjungi oleh OPD di Jatim, seperti Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, Ngawi dan Ketua Teknis Pokja Pupuk, Asdep Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian RI, Komisaris Utama PT. Pupuk Jaltim dan PT. Pupuk Indonesia (Persero) serta Litbang KPK, Selain menjadi jujugan, Arif Firmanto S.TP, M.Si, juga sering ditunjuk sebagai pemateri dalam pertemuan Evaluasi dan Penerapan Kartu Tani se-Jatim. Dia didaulat sebagai narasumber oleh Dinas Pertanian Jatim.

” Menjadi pemateri bukan hal baru, dan saya juga sering pernah ditunjuk sebagai pemateri dalam kegiatan koordinasi pembinaan Lahan Pertanian Berkelanjutan (LP2B), di Ruang Sidang Oryza Sativa Disperta dan Ketahanan Pangan Jawa Timur,” Tutur Arif Firmanto S.TP, M.Si .

Masih dalam keterangan Arif Firmanto, “Ini menandakan jika Sumenep lebih baik dari Kabupaten lain di Jatim. Dan, insya Allah akan berdampak pada membaiknya pertanian, termasuk kartu tani ke depan, dan Penerapan Kartu Tani di Sumenep sudah di launching pada 6 Juni 2017 yang lalu. Launching itu dilakukan oleh Bapak Menteri Pertanian dan Ibu Menteri BUMN.” Imbuhnya.

Kartu Tani merupakan identitas bagi para petani yang tergabung dalam kelompok tani. Selain itu, Kartu ini juga dapat digunakan sebagai alat transaksi untuk menerima bantuan dari pemerintah yang berupa subsidi pupuk hingga berbagai fasilitas perbankan yang meliputi Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) dan fasilitas perbankan lain layaknya Kartu Debit.

Dalam Monitoring Implementasi Kartu Tani di Provinsi Jawa Timur khususnya di Kabupaten Sumenep oleh Kedeputian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Perekonomian kali ini selain didampingi SPDP Petrokimia Gresik, Para Distributor Pupuk se-Kabupaten Sumenep juga didampingi dari Pihak Kepolisian selaku anggota Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang tertuju pada 2 (dua) Kios yaitu Kios Pengecer /Agen 46 Laku Pandai UD. Kiptiyah Kec. Batuan dan Kios Tri Tunggal Kecamatan Kota.

Keberhasilan Implementasi Kartan di Kab Sumenep ini tidak terlepas dari dukungan dan Komitmen Para Distributor se-Kabupaten Sumenep, Bank BNI 46 dan tentunya jg Petani selaku Pelaku Utama.

Harapannya selain menjadi jujugan perihal Kartu Tani dan LP2B, di Sumenep kedepan juga nantinya punya lokasi semacam kawasan agroexpo pertanian (creative agroexpo agriculture) atau Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang dapat dijadikan jujugan sekaligus wisata sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kabupaten lainnya di Jawa Timur. (erfandi)

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

SEMAKIN MEMENUHI SYARAT SERTA SIAP KERJA DENGAN LSP SMKN 1 BAGOR

PRN NGANJUK – Guna mengatasi segala permasalahan lulusan yang ada di dunia pendidikan yang ingin bekerja baik di segi industri dan lainnya. Seperti sertifikasi keahlian atau bakat yang dimiliki masing-masing personal atau siswa – siswi lulusan SMA – SMK. SMKN 1 BAGOR telah menjadi pelopor, sebagai salah satu lembaga LSP ( lembaga Sertifikasi Profesi) pertama di Kabupaten Nganjuk dibawah naungan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Melalui adanya LSP-P1 ini Suparjo Selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Nganjuk,
“Berharap” agar para siswa yang mau dan mampu mengikuti,ujian. Dengan segala proses skema yang ada dapat mendaftar disini dengan memperoleh sertifikat setelah lulus” Harapnya.

“Ya, tentu besar harapan saya juga banyak pihak para lulusan lebih berkualitas, dengan adanya LSP pihak Kesatu disini. Hal ini tentu dapat menjawab segala kebutuhan dunia industri. Yakni tentang sertifikat keahlian,atau bakat yang dimiliki para masing-masing personal atau yang telah terverifikasi disini. Jadi ketika melamar pekerjaan sertifikat ini dapat menjadi salah satu indikator pertimbangan personalia maupun pegawai pemerintah dalam penempatan yang tepat sesuai keahlian.

Disinggung tekait siapa saja nanti yang dapat mengikuti dirinya menegaskan bahwa ini untuk seluruh siswa -siswi di Kabupaten Nganjuk tidak harus dari sekolah sini maupun SMK.

Seandainya ada dari SMA yang mendaftar jika dirasa mau dan mampu kan bisa memperoleh sertifikat ganda, dari pendidikan juga keahlian. Seperti sekarang ini juga sedang ada ujian LSP dari SMKN 2 BAGOR,sebanyak 8 siswa dari undangan 10 siswa. Hingga saat ini LSP pihak Kesatu SMKN 1 Bagor dengan no Lisensi BNSP-LSP-883-ID NOMOR KEP. 0971/BNSP/IX/2017.

Sementara dapat memverifikasi 5 jurusan yakni TUK BUSANA BUTIK, TUK MULTIMEDIA, TUK TATA BOGA, TUK TEHNIK AUDIO VIDIO, dan TUK TEHNIK INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK . Ke depan akan diajukan lebih banyak lagi,semoga lebih banyak minat siswa – siswi yang mau dan mampu untuk mendaftar serta lulus di LSP ini. “Inbuhnya. (megi) .

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

Plt.Bupati Tulungagung Lounching Gerakan Satu Desa Satu Bank Sampah

PRN TULUNGAGUNG –  Plt. Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo, M.M., buka Pelatihan Bank Sampah dan Launching Gerakan Satu Desa Satu bank Sampah di Desa Bolorejo Kecamatan Kauman.Rabu (24/04/2019).

Acara tersebut dihadiri Forkopimda kabupaten Tulungagung, dan di ikuti sekitar 200 peserta  yang berasal dari Dinas, instansi terkait, Camat se Kabupaten Tulungagung, TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan se Kabupaten Tulungagung.

Ketua panitia kegiatan yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Sukaji, M.Si dalam laporannya mengatakan bahwa, kegiatan satu desa satu bank sampah dimaksudkan untuk mempercepat perkembangan bank sampah di Kabupaten Tulungagung melalui suatu gerakan masif yang terstruktur mulai dari tingkat desa, tingkat kecamatan, sampai tingkat kabupaten.

“Kegiatan ini di lakukan untuk mendukung pencapaian target Indonesia bebas sampah tahun 2025, sebagaimana telah di tetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (JAKSTRANAS) Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.” ucap sukaji.

Sementara itu Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., dalam sambutanya menyampaikan harapannya agar kegiatan satu desa satu bank sampah dapat segera terwujud sehingga permasalahan sampah dapat terkurangi.

Dalam acara ini Plt Bupati juga memberikan instruksi kepada seluruh Camat, Kepala Desa/Kelurahan, Tim Penggerak PKK untuk konsen terhadap program satu desa satu bank sampah.

“Program Satu Desa Satu Bank Sampah segera terwujud, sehingga beban permasalahan sampah dapat terkurangi.” jelasnya.

Melalui gerakan tersebut Maryoto berharap seluruh desa yang ada di wilayah kabupaten Tulungagung untuk memanfaatkan putra putri terbaiknya untuk mengolah sampah, sehingga sampah dapat dimanfaatkan dengan baik dan tidak membawa masalah utamanya masalah kesehatan.

“Sedianya desa-desa bisa memanfaatkan putra putrinya di daerah untuk mengelola sampah, agar penyakit yang di timbulkan oleh sampah tidak kita rasakan lagi, serta apa yang di inginkan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten bisa berjalan menjadi zero weste.pungkas Maryoto. (Fit/Gus/PRN.TA)

baca selengkapnya