close

BISNIS, EKONOMI

BISNIS, EKONOMI

Pagelaran Busana 2019 Bertajuk Harmony Of Beauty

PRN TANGSEL – Pagelaran Busana 2019 untuk menyambut Hut Tangsel digelar di balai kota tangsel, jumat (8/11/19).

Pagelaran busana 2019 yang bertajuk ” Harmony Of Beauty” Tangsel tangguh bertumbuh, menampilkan berbagai macam peragaan busana ciri khas tangsel yang dibuat dari hasil karya UMKM tangsel.

Turut hadir dalam acara, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany beserta Kepala Dinas Pariwisata Tangsel Judianto dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata Tangsel,  Drs. H. DADANG SOFYAN, M.M.NIP. memaparkan, Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk Memperkenalkan sebuah hasil karya perancang busana kepada masyarakat dengan detail keindahan Kota Tangerang Selatan, Acara ini menampilkan beberapa designer/perancang busana, pemerhati fashion, pengrajin handy cram dan lainnya.

Biaya Pelaksanaan Kegiatan ini dibebankan pada DPPA-PD Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2019, tegasnya.

Penulis : Ria

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

225 Kilogram Benih Jagung siap ditanam di Lapas Ciangir Tangerang Banten.

PRN Tangerang – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan menggelar Penanaman Benih Jagung perdana di Lahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka kelas II B Ciangir Kabupaten Tangerang Banten, kamis 07 Nopember 2019.

Sebelum nya Rapat Koordinasi telah diselenggarakan antara Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dan Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM serta Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (WAIBI) di Hotel Ashley Jakarta pada senin 04 Nopember 2019 yang lalu.

Partisipasi masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional semakin nyata, kali ini terwujud di Lapas Ciangir dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas terbuka Ciangir yang akan menanam benih jagung di lahan seluas 15 hektar.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan, ini merupakan sesuatu yang  sangat kami tunggu dalam Revitalisasi  Oenyelenggaraan Pemasyarakatan, WBP yang berada didalam Lapas (minimum security) diharapkan mampu produktif seperti ini, hasilnya juga untuk mereka, sehingga mereka bisa merasakan enaknya menjadi pribadi yang produktif, ujarnya.

Sebanyak 225 kilogram Benih Jagung Hibrida Umum 2 Varietas telah disediakan oleh Ditjen Tanaman Pangan Kementan, tak hanya itu saja, Pupuk sebanyak 3.250 kilogram juga disiapkan untuk mendukung budidaya jagung.

Nantinya para WBP akan mendapatkan pengawalan dan pendampingan dari penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten dan Provinsi, lanjut Utami.

Ditjen PAS melanjutkan, saat ini Jagung tengah menjadi salah satu Komoditas Perioritas Nasional selain Beras dan Kedelai.

Lahan luas yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan serta jumlah WBP yang banyak, menjadi potensi tersendiri untuk bisa berpartisipasi dalam Ketahanan Pangan Nasional.

Budidaya Jagung yang termasuk dalam Program Pembinaan Kemandirian ini juga diharapkan dapat nemperkecil angka residivis, seiring dengan WBP yang makin produktif dan Mandiri.

“Empowering for Prosperity” Program Pembinaan ini diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi WBP di masa depan, setelah bebas mereka akan menjadi SDM yang unggul.

Kondisi overcrowding justru harus kita manfaatkan, ini berarti kita memiliki sumber daya yang besar.

Ini peluang yang sangat baik, ungkap Utami.

Secara bertahap pengembangan budidaya jagung juga akan dilaksanakan di Lapas Terbuka Kendal dan Lapas Terbuka Nusakambangan Jawa Tengah, yang memiliki lahan seluas 40 hektar.

Proses penanaman akan dilakukan dalam waktu dekat seiring dengan tiba nya musim hujan, lanjut Utami.

Pemberdayaan WBP sejatinya sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo dibidang sumber daya manusia.

WBP yang selama ini termarjinalkan dikuatkan kembali melalui berbagai program pembinaan didalam Lapas untuk menjaga ketahanan pangan.

WBP juga akan diasumsikan sebagai petani yang nantinya mendapat “endorsement” dari Dinas Pertanian.

Program ini juga dapat dikatakan sebagai Regenerasi Petani Muda Indonesia, dimana saat ini jumlah nya semakin sedikit.

Kami sangat berterima kasih kepada seluruh mitra yang telah mendukung terlaksananya Program ini, semoga kedepannya dapat menjangkau wilayah lain dengan komoditas yang lebih beragam, untuk Warga Binaan Pemasyarakatan Indonesia yang unggul, pungkas Sri Puguh Budi Utami.~ (Hartono/M.hud)

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

Peringati Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Bantaeng Helat Baksos Serentak 55 Titik

PRN  Bantaeng – Ada yang unik dan menarik menjelang peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2019 di Kabupaten Bantaeng. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng menggelar Bakti Sosial (Baksos) secara serentak di 55 titik yang tersebar di seluruh daerah ini, Jum’at (08/11/19).

“Sebanyak 55 titik serentak kita laksanakan Baksos hari ini. Tersebar di seluruh wilayah kerja Puskesmas”, kata Andi Ihsan, Kadis Dinkes Bantaeng.

Adapun titik sentral Baksos dengan tema “Generasi Sehat Indonesia Unggul” itu ditempatkan di Kampung Libboa, Kelurahan Karatuang, Kecamatan Bantaeng. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Hj Sri Dewi Yanti turut hadir sekaligus membuka secara resmi Baksos.

Ditambahkan Ihsan bahwa jumlah titik sebanyak itu sengaja dipilih, mengacu pada usia HKN yang ke-55 tahun. HKN sendiri diperingati tanggal 12 November 2019.

“Kita berharap melalui Baksos ini bisa menumbuhkan gotong royong bagi masyarakat yang semakin tergerus kemajuan zaman seiring maju dan berkembangnya teknologi”, tukasnya.

Sementara HKN ditujukan mengajak masyarakat untuk memiliki budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan atau perilaku kurang sehat. Baksos kali ini diwarnai dengan gerakan membersihkan lingkungan.

Di Libboa, ada beberapa kegiatan tambahan yang tidak dilaksanakan di 44 titik lainnya. Diantaranya pemeriksaan kesehatan lengkap berupa check-up kolesterol, asam urat dan gula darah.

Senada disampaikan Idris selaku Ketua Panitia yang juga adalah Kepala Puskesmas Loka di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere. Rangkaian kegiatan melibatkan sejumlah dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan.

“Warga disini mendapat PMT (Pemberian Makanan Tambahan) seperti biskuit untuk bayi. Termasuk juga PMT kepada Ibu hamil dan lansia”, urainya.

Selain itu warga Libboa yang mencapai 20 KK (Kepala Keluarga) dari total rumah 17 unit mendapatkan penyuluhan dan sosialisasi. Beberapa anak disunat secara cuma-cuma dengan teknik dan metode laser.

“Alhamdulillah bersyukur karena kepedulian Pemerintah kepada kami. Disini masuk RT 01, RW 01 Kampung Libboa, ada 17 rumah dan dihuni kurang lebih 20 KK dari 25 KK yang ada karena sebagian pergi merantau”, ujar Kadir selaku Ketua RT 01.

Tak kalah menariknya, selama Baksos digelar, Dinkes Bantaeng menyajikan makanan dari bahan pangan lokal untuk dinikmati warga serta tetamu. Disebut-sebut bagian dari Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas), panitia bahkan menyiapkan air minum yang telah dimasak sebagai pengganti air kemasan sekali pakai dalam rangka mendukung upaya pengurangan sampah plastik. (Syam)

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

Wisata Desa Mengangkat Perekonomian Warga

PRN KEDIRI – Terobosan baru tercipta untuk mengangkat tingkat perekonomian warga Mejono dan Jambu dengan adanya wisata desa.

Apresiasi pengunjung wisata desa dikawasan kecamatan Plemahan ini cukup besar, pasalnya berbagai sajian tawaran kuliner khas desa, hasil pertanian dan perkebunan, serta berbagai wahana bermain buat anak-anak.

Marta warga Kediri kota saat dikonfirmasi dikawasan wisata desa merasa puas berwisata bersama keluarga, selain tempat bermain anak yang cukup menarik, Marta dan keluarga seakan kembali ke jaman tempo dulu karena sajian makanan khas tradisional dan keramahan para pedagang.

Masih dalam keterangan Marta, dirinya berharap wisata desa ini dapat dipertahankan kekhasannya, pasalnya selain murah kita dapat berinovasi mengenal sejarah keramahan masyarakat Jawa pada umumnya. (Bambang).

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

“LAUNCHING” UMKM BERDAYA & BERJAYA BERSAMA OK OCE DI SUMENEP.

PRN SUMENEP – OK OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship) adalah berawal dari pogram yang dijalankan di Pemerintah provinsi DKI Jakarta dan sekarang menjadi program nasional, yang berusaha melakukan pembinaan kewirausahaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bawah Sudin Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tahun 2018.

Kini Launching OK OCE Syariah Adil Makmur (SYAM) Bersama UMKM di Sumenep dengan dua pemateri dari Jakarta yaitu INDRA UNO (Chief Executive Officer – founder Ok Oce Indonesia) kakak dari Sandiaga Uno dan IIM RUSYAMSI (ketua umum Ok Oce Indonesia), digelar di Rumah MAMI MUDA (Makanan, Minuman, Murah, Dadakan) yang juga sebagai “Corner OK OCE Sumenep”, yang berlokasi di areal sebelah timur Taman Bunga (TB) Adipura Sumenep, Ujung timur Pulau Garam Madura, Sabtu malam 26/10/2019,

keterangan yang dihimpun dari bang Indra (panggilan utk INDRA UNO) menjelaskan bahwa OK OCE Syam itu adalah Penggerak Komunitas yang di mulai dari Surabaya dan Sumenep, Supaya untuk memperluas jaringan. “Kami datang kesini dengan komitmen bahwa semua penggerak harus bisa memperluas jaringannya dari segi pencipta lapangan kerja dan pembentukan jaringan pasar dengan 7P yaitu; Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perijinan, Pemasaran, Pelaporan keuangan, Permodalan”.

“OK OCE itu adalah suatu bentuk respon masyarakat kondusif dalam ekonomi, karena Pengangguran di Indonesia sangat padat, maka dari itu OK OCE ini berinisiatif melakukan gerakan sosial untuk menciptakanan lapangan kerja dengan cara memberikan Pelatihan kerja kepada masyarakat, Kegiatan OK OCE di kabupaten Sumenep bisa menciptakan lapangan kerja sehingga bisa menyerap dan mengurangi pengangguran yang ada di kabupaten Sumenep”, Ujar Indra Uno di sela usai kegiatan.

Ditempat yang sama Ir H Yusuf Ismail yang biasa dipanggil bang UCUP Ketua OK OCE Sumenep, menambahkan bahwa OK OCE Ini adalah bentuk dari upaya untuk memberdayakan dan meningkatkan kelas/eksistensi usaha dari pada anggota OK OCE yaitu para UKM di Sumenep, yang kita beri arahan dan koordinasi oleh INDRA UNO beserta dengan pengurus pusat OK OCE Indonesia sehingga anggota Ok Oce semakin berjaya didalam koordinasi OK OCE ini.

Foto wawancara dengan Ir H Yusuf Ismail ketua DPC OK OCE Sumenep

“Tentunya akan kita tindaklanjuti yang sekiranya menjadi program OK OCE dengan melakukan gerakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan hususnya anggota UKM di Sumenep.” Kata Ir H Yusuf Ismail.

Ketua OK OCE Sumenep berharap bagi masyarakat Sumenep yang ingin bergabung menjadi anggota OK OCE dipersilahkan, karena ini sifatnya umum, siapapun yang ingin berusaha, ingin meningkatkan kemampuan dalam usahanya (ingin naik kelas) dan ingin terkoneksi dengan jaringan (yg sudah terbangun di seluruh Indonesia) di persilahkan tanpa syarat, cukup punya usaha (atau niat utk berusaha) itu sudah bisa bergabung di OK OCE Sumenep, mendaftar langsung ke Kantor (Gerai Kuliner) Ok Oce di jl. KH. Mansyur 31 Sumeneo.

“Supaya UKM di Sumenep mampu terhimpun sehingga bisa tercipta jaringan OK OCE, agar bisa tercipta pasar dan omset menjadi berkembang, sehingga UKM di Sumenep bisa berdaya sehingga bisa membantu jaringan yang di bawah biar juga terus berkembang.” Harapan nya. (Erfandi)

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

Festival Way Kambas tahun ini  Lebih Meningkat dari Tahun Lalu

PRN LAMPUNG TIMUR – Sebagai bentuk keseriusan untuk menggelar event tahunannya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur kembali menggelar rapat persiapan untuk Festival Way Kambas 2019, Senin (14/10/2019).

Rapat persiapan yang dilaksanakan di Aula Atas Setdakab Lampung Timur itu di hadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Syahrudin Putera, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Junaidi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Timur, Almaturidi, Para Kepala OPD, SKPD dan Camat se Lampung Timur.

Dipimpin oleh Syahrudin Putera Diketahui rapat tersebut digelar untuk mengecek persipan, koordinasi dan pekerjaan-pekerjaan yang sudah selesai dan sedang dalam proses. Hal tersebut dilakukan guna memastikan agar pelaksanaan Festival Way Kambas tahun ini dapat berjalan baik dan sukses serta animo masyarakat lebih meningkat dibandingkan dengan tahun lalu.

Dalam arahannya Syahrudin menekankan pada beberapa hal yakni tentang tersedianya fasilitas umum seperti toilet umum, parkir dan truk kontainer. Ia berpesan agar semuanya dapat dipesiapkan secara maksimal.

“Soal fasilitas umum seperti toilet umum itu harus dipastikan ya ketersediaan airnya cukup, juga container untuk sampah plastik ya itu penting juga masalah parkir iya memang masuknya kan gratis, parkirnya bayar tapi yang jaga ya harus komitmen ya. Jangan sampai nanti kehilangan dan kerusakan menjadi tanggung jawab si pemilik kendaraan”.

Festival yang akan dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 09 dan 10 November itu mengangkat tema “Jelajah Budaya Dan Alam Lampung Timur” dan dibuka dengan Fun bike dilanjutkan dengan Pembukaan Kemah Saka Pariwisata, Lomba Tari Bedana dan Tari Melinting, Pawai Budaya, Pagelaran Seni Daerah, Tari Kreasi Lampung, Atraksi Gajah, Penampilan Artis Ibu Kota serta Stand Lomba Kuliner dan Souvenir.

Untuk hari Minggu 10 November sendiri adapaun kegiatan yang digelar antara lain Way Kambas Adventure Trail 2019, XC MTB, Festival Kuda Lumping dan Meninjau Pameran Motor Antik, Festival Buah Nusantara, Penampilan Way Kambas Idol, serta Closing Ceremony yang meliputi tari bedana masal, pembagian hadiah dan doorprize, parade band dan penampilan artis ibukota.

Untuk diketahui, pada Festival Way Kambas 2019 ini rencananya event-event pendukung tidak diselenggarakan di Way Kambas itu sendiri. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari dalam wawancaranya.

“Jadi kita minta untuk festival way kambas itu nantinya akan coba kita sebar di beberapa kecamatan gunanya itu adalah agar masyarakat itu mengetahui bahwa lampung timur itu ada kegiatan-kegiatan. Kita akan letakkan dikecamatan-kecamatan karna tidak semua masyarakat lampung timur kan bisa datang dan masuk ke Way Kambas, itu kita maksudkan agar masyarakat mengetahui kegiatan-kegiatan di Festival Pesona Way Kambas”. (Darwin.)

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

750 PORSI KALDO KOKOT DI HARI JADI KOTA SUMENEP MENCATAT REKOR DUNIA

PRN SUMENEP –  DiHari Jadi kota Sumenep yang ke-750, Pemkab Sumenep melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep menggelar Festival Kuliner Sumenep dan Festival Topeng dalang remaja selama 2 hari Sabtu dan Minggu 12-13/10/2019. Di bumi Sumekar Ujung timur Pulau Garam Madura.

Pada hari Minggu 13/10/2019, di acara Festival Kuliner Sumenep Pemkab Sumenep melalui Dinas terkait menyajikan 750 Porsi Kaldo Kokot kepada masyarakat Sumenep dan pengunjung dalam rangka memperingati Hari Jadi kota Sumenep yang ke-750, berhasil mencatat rekor Dunia, karena dinilai sukses 750 porsi Kaldu Kokot, kuliner khas Sumenep dalam Sumenep Heritage Culinary Festival (Sheculfest) terbanyak di Dunia dan mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

Pada kegiatan tersebut didalam acara pemberian penghargaan, Paulus Pangka, SH, Ketua Umum dan Pendiri LEPRID, menyampaikan bahwa, 750 Porsi Kaldu Kokot yang di sajikan di kota Sumenep ini merupakan jumlah terbanyak sepanjang sejarah. Dan berhasil menciptakan rekor dunia, sehingga Pemkab Sumenep berhak untuk mendapatkan Piagam penghargaan dari LEPRID.

Paulus Pangka, SH, menyampaikan bahwa, penyajian kuliner khas Sumenep Kaldo Kokot sangat tepat bila pemerintah memiliki misi untuk menarik para wisatawan berkunjung ke kota keris ini yang berada di Ujung timur Pulau Garam Madura

“Melihat data yang Sudah kami terima, 80% bagi wisatawan yang mau berkunjung ke daerah objek wisata memilih karena mencari kuliner khas daerah nya. 20% Para wisatawan hanya mencari keindahan alam dan lain-lainnya,” Tutur Paulus Pangka, SH.

Ditempat yang sama A. Busyro Karim Bupati Sumenep menjelaskan bahwa, 750 porsi Kaldo Kokot yang di sajikan ini karena kita menyesuaikan angkak hari jadi kota Sumenep yang ke-750,
“Pemerintah kabupaten Sumenep masih Sanggup menyajikan lebih dari angka 750 Porsi. Karena kokot (kaki sapi) di Sumenep mudah terjangkau, karena kita menyesuaikan angka Hari Jadi Sumenep ke-750”, Kata A. Busyro Karim.

Masih keterangan A. Busyro Karim, Semua kegiatan ini bukan hanya sekedar untuk mencatat rekor dunia, tapi Pemerintah kabupaten Sumenep berupaya untuk mengangkat kuliner ciri khas Sumenep ke masyarakat luas di luar Sumenep. “Diadakan Kegiatan Festival Kuliner Sumenep ini, pemkab Sumenep ingin mengangkat kuliner khas Sumenep agar bisa semakin terkenal di luar Sumenep, supaya nanti bila masyarakat luar daerah berkunjung ke Kabupaten Sumenep pasti akan mencari kuliner Kaldu Kokot, sehingga juga bisa dikenali sampai manca negara”, Tutupnya.

Dan acara dilanjutkan dengan penyerahan Piagam penghargaan rekor dari LEPRID kepada A. Busyro Karim selaku Bupati Sumenep, juga memberikan penghargaan kepada Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nurfitriana Busyro, SE, sebagai rekor penyajian kaldu kokot dan tidak lepas juga Penghargaan LEPRID sebagai penyelenggara dinilai sukses melaksanakan kuliner khas Sumenep, Kaldu Kokot, Piagam tersebut diberikan kepada Arif Firmantto, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumenep. (Erfandi)

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

Peduli Lingkungan SDIT Al Ikhlas Mantren Tebar Benih Ikan

PRN Magetan – Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pendidikan Murid SDIT Al Ikhlas Mantren mengadakan kegiatan tebar benih ikan di Kanal Desa Pelem Kecamatan Karangrejo Kab Magetan .(Kamis 10/10/2019)

Pada kesempatan tebar benih ikan ini dihadiri oleh ratusan peserta didik SD IT Al Ikhlas desa Mantren kec Karangrejo, serta dihadiri pula Kadin Pendidikan dan olah raga Suwoto HS ,Kadin Lingkungan Hidup Muklissun Saif, camat karangrejo serta Bupati Magetan Suprawoto.

Bupati Magetan Suprawoto dalam kesempatan ini mengatakan “Kami berterima kasih terhadap SDIT Mantren yang sudah menginisiasi kegiatan ini selama 10 tahun, kegiatan ini mempunyai manfaat antara lain sebagai wujud kepedulian kita terhadap lingkungan, peningkatan gizi, serta kedepan bisa sebagai sarana rekreasi.” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Magetan Suprawoto menambahkan “Kami harapkan agar desa mempunyai perdes akan pengelolaan dan pemeliharaan Lingkungan. Kami harapkan kesadaran masyarakat untuk ikut melestarikan lingkungannya. “imbuhnya

Kepala Sekolah SDIT Al Ikhlas Mantren Nur Rohani kepada Pena Rakyat News mengatakan “Kami memulai kegiatan ini sejak 2010 dan mengambil lokasi yang berbeda beda dan untuk kanal desa Pelem ini sudah untuk yang ke 2 kalinya ,mudah mudahan dengan adanya ekspose media kedepan kegiatan ini akan bisa lestari ketika semua stakeholder yang terkait bisa mengambil kebijakan dalam menyelamatkan lingkungan dan sungai di Magetan “ujarnya.

Kepala desa Pelem Eko Didik P.SH mengatakan “Kami akan membuat perdes untuk menjaga kanal desa Pelem agar bisa lestari dan kedepan akan dijadikan wisata desa, Setiap minggu juga dilaksanakan Car Free Day di lingkungan ini untuk meningkatkan perekonomian warga serta untuk menjadi daya tarik wisata di desa Pelem” ungkapnya .

Video kegiatan ini bisa diklik dihttp://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan (Jurnalis :Beni Setyawan)

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMI

Buka Workshop Penguatan Koperasi, Sekda Dorong Optimalisasi SDM Bantaeng

PRN BANTAENG — Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan menggelar workshop penguatan usaha koperasi kegiatan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah, Abdul Wahab di Aula Hotel Ahriani, Selasa, 8 Oktober 2019.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas pengurus koperasi di Bantaeng. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong terciptanya koperasi yang bisa mengelola sumber daya yang dimiliki secara optimal dalam mengembangkan usaha yang dikelola.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan, H.M. Duryatsyah mengatakan bahwa harmonisasi antara para pengurus sangatlah penting, karena akan berdampak pada kegiatan koperasi agar dapat berkembang dengan baik.

“Diharapkan saat ini tidak ada lagi koperasi yang menyelesaikan administrasi secara manual, harus dengan menggunakan sistem guna mendorong koperasi lebih aktif lagi. Saya juga berharap melalui kegiatan ini koperasi dapat menumbuhkembangkan jumlah anggota dengan melihat potensi lokal yang ada,” ujarnya.

Sekda Bantaeng, Abdul Wahab mengatakan bahwa peran koperasi khususnya di Bantaeng diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan di Bantaeng.

“Olehnya itu, kegiatan ini sangat sesuai dengan kebutuhan pengurus koperasi sehingga dapat merumuskan ulang orientasi pengelolaan usaha yang dimiliki oleh koperasi dengan memperhatikan pembenahan secara internal, perluasan akses penguatan modal koperasi, serta promosi dan perluasan akses pasar,” kata dia.

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari, yakni 8 sampai dengan 10 Oktober 2019 di Hotel Ahriani, Jl. Raya Lanto, Kec. Bantaeng. Turut hadir mendampingi Sekda yakni Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bantaeng, Junaidi.(syam*)

baca selengkapnya