close

HIBURAN, SENI & BUDAYA

HIBURAN, SENI & BUDAYA

ASTRABI Menggelar Festival Pencak Silat Danau Cincin Yang Diikuti Berbagai Perguruan Silat

PRN Jakarta – Festival Pencak Silat Danau Cincin 2019 yang di selenggarakan oleh ASTRABI (Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia), ada sekitar 50 peserta dari berbagai perguruan pencak silat yang mengikuti perlombaan untuk memperebutkan piala bergilir dari walikota Jakarta Utara. Acara digelar di danau cincin, Minggu (10/11/19).

Acara festival pencak silat ini dihadiri Lurah papango Maryono, sesepuh dari berbagai perguruan pancak silat dan para elemen masyarakat jakarta utara.

Ketua Umum Asosiasi Silat Tradisi Betawi (Astrabi) Anwar Al Batawi dalam sambutanya, sangat bersyukur kepada para sesepuh silat yang mewarisi budaya betawi hingga terus berkembang sampai saat ini, beladiri silat insya allah akan mendunia, ucapnya.

Lebih lanjut, Anwar Al Betawi berharap kepada anak-anak muda, untuk dapat terus berkarya dan meneruskan budaya betawi untuk nanti bisa menggantikan kita yang sudah sepuh (tua), tandasnya.

“Jangan bosan untuk terus belajar ilmu bela diri, bila memang harus menguasai beberapa silat dari perguruan satu pindah keperguruan lainya, itu tidak apa-apa asal jangan lepas dari norma yang sudah ditentukan, tegasnya.

Disisi lain, Ki Daus salah satu artis komedian yang juga turut hadir memeriahkan festival pencak silat ini, memaparka, kebudayaan betawi ini sangat ciri khas, baik dari makanan maupun silatnya, jadi kita sangat bersyukur kepada bang Anwar Al Betawi yang mau membantu dan mendorong kebudayaan silat betawi yang insya allah kita akan mendunia, ucapnya.

Ki Daus juga berharap, supaya pemerintah lebih memperhatikan dan bisa membantu lebih untuk dapat mensupport setiap kegiatan-kegiatan seni beladiri silat disetiap event yang diselenggarakan, harapnya.

Untuk diketahui, Festival Pancak Silat ini terselenggara atas kerjasama Astrabi dengan pemkot jakarta utara.

Penulis : Ria

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Festival Pesona Way Kambas Dimeriahkan Parade Gajah

PRN LAMPUNG TIMUR-Parade Gajah meriahkan pembukaan Festival Way Kambas tahun 2019 pada sabtu (09/11/2019). Event yang paling ditunggu-tunggu  oleh Masyarakat Kabupaten Lampung Timur tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lampung Timur

Kemeriahan pembukaan acara Festival Pesona Way Kambas kali ini diawali dengan dimulainya kegiatan Fun Bike yang mana mengambil lokasi start di Lapangan Way Jepara serta pembukaan lomba tari melinting dan pembukaan Kemah Saka Pariwisata di Rest Area Taman Nasional Way Kambas. Selanjutnya, bertepatan dengan itu dilaksanakan pula pengukuhan susunan pengurus Mabi, Pimpinan, Pamong dan Instruktur Saka Pariwisata Tingkat Cabang Lampung Timur Masa Bakti 2017-2022.

Memasuki acara inti, parade gajah sebanyak 15 ekor dengan membawa iring-iringan bupati beserta tamu undangan lainnya menjadi salah satu hal yang menarik animo masyarakat. Kedatangan Bupati beserta rombongan itu disambut dengan penampilan dari kesenian bela diri Kuttau Lampung.

Kemeriahan semakin berlanjut dengan tampilnya parade budaya yang mana menampilkan berbagai macam keanekaragaman hasil bumi, ciri khas, dan budaya dari 24 kecamatan yang ada di Lampung Timur. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan atraksi Polisi Cilik yang merupakan didikan dari Polres Lampung Timur dan baru saja beberapa waktu yang lalu berhasil menjadi juara ditingkat Provinsi Lampung dan akan segera tampil di depan Presiden RI di Istana Bogor.

Kemudian, pada festival yang mengangkat tema “Bersama Membangun Alam dan Budaya Untuk Lampung Timur Sejahtera” ini rasanya sudah menjadi hal wajib bagi kita untuk melihat atraksi para gajah yang mana selalu ditampilkan dalam Festival Way Kambas. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, selain melakukan parade gajah dengan membawa para tamu, di tampilkan pula pengalungan bunga kepada Bupati Lampung Timur dan para tamu penting lainnya, melakukan atraksi pemeriksaan kesehatan, serta pengibaran bendera Festival Pesona Way Kambas. Selain itu ditampilkan pula tarian-tarian mulai dari tari sigeh punguten hingga tari kreasi sebagai bentuk promosi budaya kepada para tamu undangan.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Lampung Timur Zaiful Bokhari berharap melalui kegiatan ini dapat semakin memperkuat branding Taman Nasional Way Kambas dan Kabupaten Lampung Timur di kalangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

“Penyelenggaraan festival yang sudah diselenggarakan ke-19 kalinya ini diharapkan mampu menjadi ajang promosi kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Lampung Timur. Karena selain sebagai festival unggulan di Kabupaten Lampung Timur, Festival Way Kambas juga menjadi salah satu festival unggulan Kementerian Pariwisata RI, untuk itu festival ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten agar semakin memperkuat branding Taman Nasional Way Kambas dan Kabupaten Lampung Timur di kalangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara”.

Selain itu pada kesempatan tersebut tak lupa pula, Zaiful menambahkan bahwa Festival Way Kambas menjadi salah satu ajang promosi bagi wisata lain yang ada di Lampung Timur sekaligus mengajak peran aktif masyarakat untuk hadir dalam aktivitas wisata dengan mengoptimalkan potensi desa di setiap destinasi wisata dan membawa dampak peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat serta mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kelestarian hutan.

“Saya berharap dengan adanya Festival Way Kambas ke-19 ini dapat meningkatkan jumlah pergerakan wisatawan nusantara dan mancanegara, mari sama-sama kita bergandengan tangan untuk membangun Lampung Timur karena pemerintah daerah tidak dapat berjalan dan bekerja sendiri tentunya tanpa dukungan, kerjasama serta doa dari seluruh masyarakat dan rekan media”(ADV Kominfo).

Jurnalis : Darwin.

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Peringatan Hari Kesehatan Nasional Bantaeng Diramaikan 1.027 Tenaga Kesehatan

1.027 Tenaga Kesehatan Bantaeg Ramaikan HKN ke-55
Momentum HKN, Sekda Bantaeng Ajak Semua Komponen Terlibat Pembangunan Kesehatan

PRN. BANTAENG — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 digelar di Lapangan Sapa Bintoeng, Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Sabtu, 9 November 2019. Sebanyak 17 kontingen yang terdiri dari 1.027 tenaga kesehatan dari seluruh Puskesmas dan klinik pratama ikut meramaikan devile Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) HKN itu.

Mengusung tema “Generasi Sehat Indonesia Unggul”, kegiatan ini diramaikan sejumlah kegiatan perlombaan dan pertandingan, kerjabakti di 55 titik bersama Tim Penggerak PKK Bantaeng.

“Ada berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HKN ke-55 ini, di antaranya yakni sunatan massal, pemeriksanaan gula darah dan kolesterol, berbagai pertandingan olahraga, seperti volli, sepak takraw, bulutangkis. Yang kami harapkan dengan kegiatan ini dapat semakin mempererat sinergitas diantara kita semua,” demikian disampaikan Kepala Puskesmas Kota, drg. Ulil Amri Maksud yang merupakan Ketua Panitia Pelaksana.

Sekretaris Daerah, Abdul Wahab yang pada kesempatan itu mewakili Bupati Bantaeng, mengatakan bahwa momentum Hari Kesehatan Nasional ke-55 ini adalah sebagai pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud secara maksimal bila semua komponen turut ambil bagian dalam mendukung pembangunan keehatan.

“Saya berharap agar seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka HKN ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat dan dapat dijadikan sebagai ajang untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan”, ujar Sekda.

Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin mengerti arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan masyarakat hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lainnya.

Turut hadir pada pembukaan HKN antara lain para Anggota Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, Ujang Irfan Hadiana, Ketua TP. PKK, Hj. Sri Dewi Yanti, Ketua DWP, Vinka Nandakasih, Kepala Kementerian Agama, H. Muh. Yunus, serta para Pimpinan SKPD, para Camat dan Kepala Puskesmas se-Kab. Bantaeng.(syam)

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

SPEKTAKULER…Hari Jadi Sumenep ke-750 Dihadiri Para Raja se-Nusantara

PRN SUMENEP – Sungguh sangat luar biasa dan SPEKTAKULER, Festival kesenian budaya Madura Parade musik Tong tong yang di gelar di areal depan Masjid Jamik Sumenep olleh Pemerintah Kabupaten Sumenep di HARI JADI KE-750 TAHUN 2019, Telah berhasil merubah Bumi Sumekar menjadi lautan manusia, Sabtu malam 26/10/2019.

Kegiatan Festival Parade musik Tong tong tersebut adalah salah satu Event Visit Sumenep 2019 dalam rangka menyemarakkan Hari jadi kabupaten Sumenep ke-750, yang di ikuti oleh sejumlah 30 peserta se-Madura dengan Start dari Taman Bunga sebelah barat – Jl. Halim Perdanakusuma – Jl. Kartini – Jl. KH. Agus Salim – Finis Jl. KH. Mansyur.

Menurut pantauan awak media PRN Sumenep, tersebut berhasil menyedot Puluhan Ribu pengunjung masyarakat Sumenep maupun luar Sumenep yang datang berbondong-bondong bersama sanak-saudara telah memadati tanah Bumi Sumekar di ujung Pulau Garam Madura, guna untuk menyaksikan antraksi permainan aluna musiknya yang begitu unik dan bervariasi, Sabtu malam 26/10/2019.

Festival tersebut dihadiri oleh, Bupati Sumenep A. Busyro Karim beserta Istri, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi beserta Istri, Anggota Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumenep, Ketua DPRD Sumenep, Dandim Sumenep, Kapolres Sumenep, Sekda, Pimpinan UPT, Asisten Sekda, Camat se-kabupaten Sumenep.

Tidak lepas juga hadir Para Raja-raja dan Datuk kesultanan se-nusantara yang di antaranya; Pangeran dari Terate, Palembang, Kupang, Solo, Makassar, Bajoe, Palu, Aceh, Serta Masyarakat Sumenep dan Sekitarnya.

Dalam sambutan A. Busyro Karim Bupati Sumenep tidak lepas Selalu panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, karena atas karunia nya yang diberikan sehingga semua bisa hadir pada kegiatan Festival Parade musik Tong tong ini,

“kegiatan ini dilakukan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat di luar Madura, bahwa Festival Parade Musik Tong tong Ini adalah bagian dari budaya yang ada di kabupaten Sumenep. Dengan Filosofi masyarakat Madura bersatu bersama sama, walaupun nanti berbeda dengan cara memainkan musik Tong tong, tetapi tetap bersatu. Inilah kami kaum Madura.” Tutur A. Busryo Karim.

Masih sambutan Bupati, Boleh berbeda pendapat dalam politik, boleh berbeda pandangan dari sisi tetapi kami Madura warga sumenep selalu bersaudara dengan yang digambarkan subtansi musik Tong tong ini.

“Di musik tong tong ini ada keragaman tetapi selalu ada kebersamaan, dengan lagu religi, lagu Rock, dan lagu Nasionalis yang akan menyatu semua di musik Tong tong, sehingga para hadirin yang hadir bisa menikmati, kita terus melakukan yang terbaik untuk peningkatan dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan.” Tutup Sambutan Bupati Sumenep. (Erfandi)

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

HARI JADI SUMENEP KE-750 : Disparbudpora Menggelar “Malam Grand Final Duta Wisata Kacong Cebbing 2019”

PRN SUMENEP – Untuk mensukseskan kegiatan peringati Hari Jadi kota Sumenep yang ke-750 tahun 2019, dan dalam memperkenalkan Potensi yang sangat luar biasa yang ada di kabupaten Sumenep seperti Budaya, Pariwisata dan Seni, Yang mana malam kali ini Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Parawisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep menggelar malam Grand Final Duta Wisata kacong cebbing tahun 2019, yang di gelar di Lapangan Kesenian Sumenep (LKS) Gotong Royong Sumenep, Rabu malam 23/10/2019.

Pada malam itu Kegiatan tersebut menampilkan 62 Finalis pilihan terbaik yang sudah melewati berbagai audisi di karantina kacong cebbing kenik dan kacong cebbing Remaja yang mana mereka telah mendapatkan pembekalan dan pengetahuan tentang Budaya, Parawisata dan pentas Seni Yang mana di peragakan oleh para peserta di malam Grand Final Duta Wisata Kacong Cebbing tahun 2019.

Pantauan awak media PRN Sumenep kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, sekretaris daerah dan para asisten sekda, Forum Pimpinan Daerah, kepala Badan Bagian Dinas di lingkungan kabupaten Sumenep, Segenap Dewan Juri, Para peserta kacong cebbing 2019 dan Ribuan hadirin masyarakat Sumenep.

Drs. Carto, MM. kepala Disparbudpora dalam sambutannya selalu tidak lepas dengan panjatan puji syukur kepada Allah SWT,
“yang telah memberikan hidayah kepada kami semua sehingga bisa berkumpul pada malam kegiatan grand finalis duta wisata kacong cebbing 2019 yang di selenggarakan oleh Dinas Parawisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Sumenep.” Ucapnya.

Maksud dan tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah untuk mengingat, mengembangkan dan melestarikan pemilihan duta wisata kacong cebbing sebagai warisan budaya, Sebagai ajang seleksi untuk mengirim perwakilan duta wisata Raka dan Raki di Jawa timur.

“Tingkatkan anak anak sebanyak 122 orang dan untuk Remaja ada 87 orang, dari jumlah pendaftar diambil cuma 30 finalis Remaja, 32 finalis anak anak yang lulus seleksi untuk mengikuti grand final kacong cebbing 2019”, Imbuh Drs. Carto, MM.

Selain itu Akhmad Fauzi wakil Bupati Sumenep juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa Sumenep memiliki potensi wisata kultur yang luar biasa dan tradisi yang luar biasa semua itu akan menjadi sia sia dan hilang jika tidak di manfaatkan dan di wariskan kepada generasi penerus

“Tentunya para pemuda di kabupaten Sumenep saya berharap pemilihan ini memberikan gairah dan motifasi bagi pemuda di kabupaten Sumenep untuk menjadi duta wisata sekaligus ikut serta melestarikan kebudayaan warisan masa lalu sebagai duta wisata kabupaten Sumenep”, Harapan Wabup Sumenep.

Lanjut Wabup Sumenep, kalian harus aktif mengenalkan ragam potensi wisata yang ada di kabupaten Sumenep ke depan akan banyak wisata yang akan dilakukan maka penguasaan terhadap aspek aspek wisata harus perlu terus ditingkatkan, dan Pesan dari Achmad Fauzi, “semoga sukses kepada para finalis tentunya jangan merasa sombong dan besar hati atas apa yang telah diraih siapkan diri dengan baik jaga perilaku”

Akhirnya Akhmad Fauzi Wakil Bupati Sumenep dengan ucapan ‘Bismilla hirrahma nirrahim’, Malam Green Final Pemilihan Duta Wisata Kacong Cebbing Sumenep tahun 2019, telah resmi dibuka dan dimulai. (Erfandi)

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Pilkades Serentak Desa Ketemasdungus Aman dan Kondusip

PRN MOJOKERTO – hari rabu 23 oktober 2019 desa Ketemasdungus melaksanakan Pilkades yang calonnya semua srikandi karena yg mencalonkan adalah wanita, Nomor 1.Hj Sunarsih, dan nomor 2 Dwi Siti Koliyah. Rabu, 23/10.

Ketemasdungus dapat dibilang memiliki jumlah terkecil yang memiliki hak pilih, sekitar 1.836 orang.

Sementara tehnik pencoblosan pada tahun ini sangat mudah dipahami dan tidak ribet, sekali dibuka sudah terlihat bakal calon Kades dan langsung dicoblos.

Lebih lanjut menurut Nur Wahab selaku ketua BPD desa Ketemasdungus perolehan suara urut 1 Hj Sunarsih 545 nomor urut 2 .Dwi Siti Koliyah 775. Suara tidak syah 414

SELAMAT Kepada Dwi Siti Koliyah, telah mendapatkan perolehan suara terbanyak dan dapat dipastikan menjadi Kepala desa Randuagung. (Nono)

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

“PESANTREN ATTAHDZIB” Rejoagung Ngoro Raih Juara Penampilan Terbaik Kirap Hari Santri Nasional 2019

PRN JOMBANG – Kurang lebih 6 armada truk mengangkut para santri dari pondok pesantren ATTAHDZIB Rejoagung Ngoro Jombang mengikuti Kirap hari santri nasional (HSN) 2019 di Jombang. 22/10/2019.

Acara yang dipusatkan di Alun-alun Jombang tersebut juga diikuti para santriwan santriwati seluruh wilayah Jombang dan masyarakat lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ).

Untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober, ribuan santri dari sejumlah Pesantren di Jombang mengikuti apel santri.

Apel dua puluh ribuan santri di Alun-alun Jombang tersebut dipimpin oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

Di antara kelompok barisan santri peserta apel, tampak satu barisan yang berbeda dari lainnya, barisan yang luar biasa ini dari Pesantren ATTAHDZIB (PA) Rejoagung, dan tak khayal lagi PA mendapat anugerah sebagai Penampilan Terbaik Kirap HSN Jombang 2019 dari 20 ribu peserta kirap.

Sebelumnya, kata Jauharuddin, pihaknya menggelar kegiatan antara lain santri ekspo, kemah pramuka di lingkungan Ma’arif, serta bedah buku “Jejak Laskah Hizbullah”.

Selain belasan kegiatan, pada rangkaian peringatan hari santri juga dilaksanakan Halaqah tentang UU Pesantren dengan tema “Membangun Dukungan Strategis bagi Pesantren dalam Mencetak SDM Unggul”. (sh07).

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

PEMKAB SUMENEP MELALUI DISPARBUDPORA MENGGELAR GERAK JALAN TRADISIONAL 2019.

PRN SUMENEP, Dalam rangka menumbuhkan semangat untuk meraih prestasi terbaik, semangat berkompetisi secara sehat dan membentuk kepribadian yang sehat, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Parawisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga menggelar kegiatan gerak jalan tradisional 2019.

Gerak jalan tradisional itu di gelar dalam rangka menyemarakkan hari jadi kabupaten Sumenep ke-750 tahun 2019, dan menyukseskan program “Jatim Segar” (Program Jawa Timur Senang Bergerak) dalam rangka pembudayaan olahraga masyarakat Jawa timur, serta sebagai sarana memberi hiburan bagi masyarakat Sumenep dan sekitarnya, yang di gelar start di depan Rumah Dinas Bupati Sumenep dan Finis di Lapangan Kesenian Gotong Royong Sumenep, Sabtu malam 19/10/2019, Pukul 19.00 wib.

Bentuk kegiatan tersebut adalah merupakan kegiatan olahraga massal rekreasi yang terbagi dua kategori yaitu Regu Putra dan Regu Putri serta perorangan, dengan jarak tempuh yang sudah di tetapkan oleh panitia kurang lebih 10KM.

Dalam Pantauan awak media PRN Sumenep, Kegiatan tersebut dihadiri oleh A. Busyro Karim Bupati Sumenep, segenap kepal Dinas daerah Kabupaten Sumenep, anggota forum kordinasi kabupaten sumenep (Forkopimda) atau yang mewakili, pimpinan OPD, para Camat, para undangan, BUMD.

Dalam Sambutan Drs. Carto, MM. kadis Disparbudpora Sumenep, menyampaikan banyak terimakasih atas terlaksananya kegiatan gerak jalan tradisional di Sumenep kepada para pihak yang telah mendukung.

“Kami sampaikan banyak terimakasih kepada para pihak yang telah ikut mendukung terlaksananya kegiatan ini, khususnya kepada Bank BPRS Sumenep”, Ucap Drs. Carto, MM.

Sebelum gerak jalan tradisional di lepas olleh Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, memberikan motivasi dalam sambutannya Kepada masyarakat yang hadir bahwa, untuk mencapai suatu tujuan kita harus menciptakan kebersamaan, Pemerintah dan masyarakat harus lebih diupayakan lebih maksimal untuk menjaga kebersamaan, kesatuan dan persatuan.

“Boleh kita punya SDM dan SDA yang melimpah, tetapi untuk membangun Sumenep itu tidak cukup. Justru hasil yang paling utama adalah kekompakan dan kebersamaan satu pandang dalam rangka membangun Kabupaten Sumenep ini,” ungkapnya.

Maka dari itu kebersamaan itu jangan hanya dibaca karena hari jadi kabupaten Sumenep, ini tidak hanya persoalan tentang tradisi dan budaya tetapi yang utama adalah kebersaan kita semua khususnya masyarakat Sumenep.

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gapura Kampung Siliwa

PRN TANGERANG – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto ST mengatakan, terbentuknya Kampung Budaya dilatar belakangi oleh beberapa tokoh masyarakat yang tergerak untuk melestarikan budaya dan menata lingkungan agar menjadi bersih, sehat dan hijau. Kehadiran Kampung Budaya disambut antusias warga saat peletakan batu pertama.

Kampung Budaya ini menjadi cikal bakal dari Kampung Tematik di RW 03 Kelurahan Poris Pelawad Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, ungkap Turidi, pada saat melaksanakan peletakan batu pertama, Minggu 20 Oktober 2019.
Nanti juga ada Beladiri Seni Siliwa khas dari Poris Pelawad yang akan dikembangkan dan harus dilestarikan.

Sementara itu Camat Cipondoh Rizal Ridholloh mengatakan, dengan lahirnya Kampung Budaya ini semoga dapat menjadikan kampung tersebut lebih tertata dan tematik.

Hari ini masyarakat RW 03 Kelurahan Poris Pelawad melakukan peletakan batu pertama pembangunan gapura kampung budaya, ujar nya.

Konsep awalnya lanjut Rizal, untuk mendorong kampung di RW 03 menjadi Kampung Tematik dan kedepannya akan menjadi sebuah kampung yang berkembang.

Alhamdulillah tadi kita sudah meletekkan batu pertama Pembangunan Gapura Kampung Budaya yang diinisiatifi oleh para Tokoh Masyarakat dan Budayawan Betawi di Piris Pelawad, kata Turidi usai kegiatan.

Politisi Partai Gerindra ini melanjutkan bahwa, dalam menata lingkungan seyogyanya diawali dari yang paling bawah.
Membentuk karakter dan kesadaran masyarakat merupakan salah satu faktor utama.
Agar masyarakat mudah dan terbiasa untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari~hari.

Kampung ini akan ditata menjadi Kampung yang berbudaya bersih dan sehat, dari sisi penghijauan nantinya warga akan menanam pohon disetiap halaman rumah nya yang bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar, jelasnya.

Untuk diketehui juga, Kampung Budaya di RW 03 Kelurahan Poris Pelawad ini merupakan hasil swadaya masyarakat yang diinisiasi oleh Ketua RW 03 Bapak Nurdin yang juga merupakan Budayawan Betawi, pungkas Turidi.~

JALIL/HARTONO.

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

“Majestic Panji Sekartaji” Tema Pagelaran Seni di Goa Selo Mangkleng

PRN KEDIRI -Dinas pariwisata kota Kediri dan warga sekitar tempat goa Selo Mangkleng menggelar pagelaran seni dan budaya bertajuk ” majestic Panji Sekartaji.

Pagelaran yg juga di ikuti oleh kalangan pecinta seni budaya dan beberapa komunitas pemerhati budaya di Kediri serta segenap elemen masyarakat sekitar goa Selo mangkleng ini kuat cerita sejarah Panji yg terpahat pada relief goa Selo mangkleng.

Ini yg di angkat untuk di jadikan tema dalam pagelaran seni dan budaya kali ini sejarah cerita masyarakat dan gambaran pada relief goa ini patut di teladani karna dengan filosofi persatuan yaitu sesuai cerita kuno perluasan kekuasan biasanya dan untuk menyatukan wilayah harus dengan peperangan dan banyak jatuh korban berbeda dengan filosofi cerita Panji Sekartaji menyatukan wilayah dengan pernikahan.

Menurut tuturkata dan penjelasan salah satu sesepuh komunitas pecinta budaya yg enggan di sebutkan namanya.

Dengannya mengangkat tema yg pas yaitu pentang persatuan dengan tanpa kekerasan. Sesuai dengan cerita” kuno yang beredar di masyarakat. (Bambang)

baca selengkapnya