close

HIBURAN, SENI & BUDAYA

HIBURAN, SENI & BUDAYA

SAFARI RAMADHAN PT GARAM PERSERO YANG KE-2.

PRN SUMENEP – Safari Ramadhan PT Garam Persero hampir dilakukan setiap tahun, karena kantor PT Garam Persero sudah ada di kalianget, tahun 2019 ini safari Ramadan di lakukan di kabupaten sumenep yang pertama di desa Gersik Putih, dan kali ini safari Ramadan yang Ke 2 dilakukan di masjid Baitul Rahman desa Nambekor kecamatan Saronggi kabupaten Sumenep, ujung timur Pulau Garam Madura, Kamis, 16/05/2019.

Safari Ramadhan PT Garam Persero ini dihadiri oleh Forpimka setempat, warga setempat, pengurus Masjid Baitul Rahman, pengurus Masjid Al -Amin, Masjid Al-ikhlas dan segenap karyawan PT Garam Persero. dan Kegiatan Safari Ramadhan ini dilakukan 2× dalam seminggu, yaitu Senin dan Kamis.

Dalam sambutan Direksi Edward Hariandja dengan panggilan akrabnya Edo mengatakan bahwa dalam kegiatan Safari Ramadhan PT Garam Persero tersebut untuk menjalin silaturahmi dan saling membagi ke masyarakat sekitar.

” Safari Ramadan merupakan kegiatan rutin PT Garam persero untuk meningkatkan silaturrahmi dengan mitra kerja di area Pegaraman serta memberikan bantuan ke 3 masjid masing masing 10 jt dan santunan kepada anak yatim sebanyak 50 anak, semoga bantuannya ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan menjadi wujud nyata bahwa BUMN hadir untuk Negeri.” Tutur Edo di depan para undangan yang hadir.

Pada kesempatan kegiatan ini kami mengajak kepada para Ulama dan masyarakat untuk ikut medo’akan agar musim produksi tahun 2019 mencapai target produksi minimal 450.000 ton. Bersama ini juga kami sampaikan banyak terima kasih kepada mitra kerja kami yang telah membantu dan mendukung setiap langkah mencapai target perusahaan.

Kegiatan ini mungkin baru awal karena PT Garam masih baru hadir dikalianget karena supaya PT Garam bisa mendekatkan langsung dengan masyarakat, Ini PT Garam ingin saling berbagi dengan masyarakat hususnya yang ada dilingkungan Kantor PT Garam dan Pegaraman.

Dan juga nanti PT Garam akan melakukan buka bersama seluruh karyawan dengan lingkungan kantor pada tanggal 22/05/2019, mendatang di kantor PT Garam Persero.

Masih dalam keterangan Edo sebagai Dereksi PT Garam Persero berharap ingin lebih menyatu dengan Lingkungan dan bersama membangun dan menjaga lingkungan ini, pada umumnya untuk membangun kota kalianget dan Kota Sumenep yang pada umumnya untuk menjadi kota yang lebih maju lagi.

” Untuk masyarakat sekitar kita sama menjaga dan membangun PT Garam supaya tetap berproduksi dan berkembang biar bisa mengangkat pegawai baru dari masyarakat sekitar di kabupaten Sumenep.” Harapannya. (erfandi) .

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

PEMKAB SUMENEP MENGGELAR HARDIKNAS 2019

PRN SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Sumenep Menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional 2019, yang bertema ‘ MENGUATKAN PENDIDIKAN MEMAJUKAN KEBUDAYAAN’, yang di laksanakan di halaman depan kantor Pemkab Sumenep, Ujung Timur Pulau Garam Madura Jawa Timur, Kamis 02/05/2019.

Upacara HARDIKNAS 2019 ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei yang diambil dari kelahiran Kihajar Dewantara tokoh pahlawan Nasional sekaligus Bapak Pendidikan Nasional, yang dipimpin langsung oleh wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan dihadiri oleh seluruh Petinggi Pejabat Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Semoga Allah SWT memberikan kedudukan yang mulia kepada Kihajar Dewantara juga kepada para pejuang Pendidikan seperti Guru guru kita yang telah menjadikan kita sebagai insan yang berguna bagi Bangsa dan Negara

Dalam sambutan Wabup Sumenep menyampaikan bahwa, didalam UU no.2 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 13 menyebutkan tujuan Pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa yang berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara demokratis serta bertanggung jawab

Perhatian Pemerintah saat ini mulai bergeser dari Pembangunan infastuktur ke Pembangunan Sumberdaya manusia, dari sisi Lembaga sektor Pendidikan dan Kebudayaan, dengan itu lah tema hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah ‘MENGUATKAN PENDIDIKAN MEMAJUKAN KEBUDAYAAN’.

Teman ini mencerminkan pesan penting kehajar Dewantara terkait hubungan erat Pendidikan dan Kebudayaan dalam menciptakan ekosistem Pendidikan yang syarat nilai pengalaman dan kebudayaan guna membingkai hadirnya sumber daya manusia yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia maju kedepan

Dalam Prospek Pendidikan suberdaya manusia menekankan jiwa penguat yaitu Pendidikan karakter karakter dan penyiapan generasi pendidik dan terampil dan cakap untuk masuk dalam dunia kerja, untuk membantu insan berakhlak mulia shopan santun bertanggung jawab serta budipengerti yang luhur, berikhtiar serta disertai keterampilan jiwa kewirausahaan.agar anak didik kita nanti bisa bersaing di era digital saat ini.

Karena Peradaban Dunia berkembang sangat cepat dan sementara Dunia Pendidikan bergerak seperti deretan hitung, hadirnya revolusi industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, cara kita bekerja dan cara kita balajar

Perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat mempengaruhi cara berpikir berprilaku dan karakter peserta didik, peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak dengan cepat sekali

Saat ini peserta didik kita generasi generasi yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi, mereka lebih mudah dan cepat menyerap Teknologi terbaru hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para Guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui Tri Pusat Pendidikan yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat, yang ketiganya harus saling mendukung dan menguatkan,

kita juga tidak akan tutup mata terhadap berbagai keterbatasan yang masih ada dalam proses pembangunan pendidikan serta konflik masalah guru dan tenaga pendidikan, kita masih sering menjumpai kasus kasus yang tidak mencerminkan kemajuan Pendidikan, Pemerintah senantiasa harus kongkrit memecahkan masalah masalah tersebut selaras dengan para hikmah Pendidikan

“Atas nama Pemerintah, saya ingin menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi tingginya kepada para insan Pendidikan dimanapun berada, terutama kepada Ibu dan Bapak Pendidikan dan tenaga kependidikan semua jenjang, para pegiat PAUD, Pegiat administrasi, para guru agama, insan pers dan kontributor Pendidikan lainnya yang tak lelah menyalakan mimpi, memberikan inspirasi membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas yang berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi sekitarnya.” Tutupnya. (erfandi).

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

“MENGUATKAN PENDIDIKAN MEMAJUKAN KEBUDAYAAN” Tema Hardiknas 2019 di Acara Ramadhan Indah

PRN SUMENEP, Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 yang bertema, ‘MENGUATKAN PENDIDIKAN MEMAJUKAN KEBUDAYAAN’, Guna untuk mencetak anak didik cerdas, terampil dan berakhlak baik Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan Sumenep akan menggelar Ramadhan Indah pada bulan Ramadhan yang nantinya bekerja sama dengan Kementerian Agama.

Keterangan dalam wawancara dengan Bambang Irianto Kadis baru Pendidikan Sumenep seusai upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) di halaman depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjelaskan kepada beberapa awak media bawah, karena HARDIKNAS yang bertepatan pada bulan Suci Ramadhan akan menggelar Ramadhan Indah.

” Karena HARDIKNAS yang bertepatan pada bulan Suci Ramadhan dan untuk mencetak anak didik yang berbasis IT yang memiliki akhlak mulia kami akan menggelar Ramadhan Indah yang akan melibatkan PAUD, SD, SMP “, Tutur Bambang Irianto, Kamis 02/05/2019.

Masih dalam keterangan Bambang bahwa, ” Ramadhan Indah tersebut akan diselenggarakan pada masa setelah liburan selama 7 Hari, guna untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan ini dengan Gema Sholawat, Ngaji bareng, Kultum “, Imbuhnya.

Kegiatan Ramadhan Indah tersebut juga akan melibatkan para dewan Guru dan Kementrian Agama dalam rangka terwujudnya Akhlakul Karimah.

Sebelum mengakhiri wawancara Bambang Irianto menjelaskan bahwa didalam era Industri 4.0 adalah sebuah tantangan baginya untuk mencetak anak didiknya sebagai generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlak baik.

” Di Era Industri 4.0 adalah Era tantangan jaman bagi Dinas Pendidikan untuk bisa mencetak anak didik kita sebagai generasi Bangsa yang cerdas dan berakhlak baik, dan di Era IT ini anak didik kita bisa menjaga dan menggunakan dalam mencari Ilmu yang baik juga bisa Berahlak baik dan Berbudi pengerti “. Tutupnya. (erfandi).

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Sosialisasi Sadar Wisata, Disparpora Ngawi Bina Pk5

PRN NGAWI – Terkait potensi wisata yang terus di kembangkan, Dinas Pariwista, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi gelar acara sosialisasi bagi pedagang kaki lima (pk5 ), agar tahu tata tertib aturan dan menjaga kebersihan serta keindahan area wisata. Guna meningkatkan mutu wisata Ngawi yang ramah dan patut dikunjungi wisatawan dari luar maupun dalam daerah kabupaten Ngawi. Selasa(23/04/2019)

Keininginan utuk “Go wisata” selalu diimbangi dengan terus bergerak salah satunya memberikan pengetahuan tentang bagaimana Berniaga di Area wisata.Pemkab Ngawi serius Kelola tempat pariwisata, melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.Sampai saat ini ada tiga obyek wisata Pemkab Ngawi yang sedang dikelola serius, yaitu Alun-Alun kota Ngawi, Musium Trinil dan Pemandian Tawun.

“Kita lakukan sosialisasi terhadab semua yang terlibat langsung maupun tak langsung terkait wisata Kabupaten Ngawi. Diadakannya pembinaan terhadap Pk5 agar paham terkait Sapta Pesona Wisata, harapannya adalah para pengelola wisata termasuk Pk5 terlibat langsung dalam penataan lokasi wisata agar bisa tertib , bersih , indah dan nyaman dalam ikut mengembangkan potensi wisata Kabupaten Ngawi.” Terang Rahmad Didik Purwanto, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga saat membuka acara sosialisasi , Selasa (23/4)

Sosialisasi di ikuti juga oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), Pk5 tujuannya agar bersama –sama berperan dalam menerapkan sapta pesona wisata di masing-masing lokasi wisata. Dengan terjaganya sarana dan prasarana lokasi wisata maka diharapkan dapat meningkatkan minat pengunjung serta Secara langsung meningkatkan pendapatan penghasilan warga sekitar area wisata.

“Kita berkeinginan menumbuhkan semangat dalam mengelolaan daya tarik tempat wisata, para Pedagang Kaki Lima dan Pokdarwis yang ada diharapkan dapat menerapkan Sapta Pesona Wisata agar pengunjung dapat meningkat, dengan begitu inkam masyarakat setempat juga dapat mengikuti.” Jelas Ninuk Kurniawati Kasie Pembinaan Usaha Sarana Wisata Disparpora Ngawi. (wx)

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Bupati Sumenep Pimpin Upacara 5 Hari Bersejarah Sekaligus

PRN SUMENEP, – Didalam Satu Kegiatan Upacara ini yang digelar oleh Pemkab Sumenep guna untuk memperingati 5 Hari hari yang bersejarah, sepert: Hari otonomi Daerah ke 23, Hari Kartini, Hari Kesatuan Perlindungan Masyarakat ke-57, Hari Pemadam kebakaran ke-100 dan Hari kesiap Siagaan Bencana Nasional ke-3 Tahun 2019 di Kabupaten Sumenep, Kamis 25/04/2019.

Dalam kegiatan upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sumenep A. Busryo Karim sebagai Inspektur upacara dan dihadiri juga oleh Wakil Bupati Achmad Fauzi, SH, Sekda Ir. Edy Rasiyadi, M.Si, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, jajaran TNI dan Polri, serta ASN Pemkab setempat yang digelar di halaman depan kantor Pemkab Sumenep.

Dalam sambutannya Bupati Sumenep menyampaikan Atas nama Pemerintah kabupaten Sumenep mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas segala ikhtiarnya dalam memajukan kabupaten Sumenep.

” Di Hari Otonomi Daerah Tahun ini dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik dari penyelenggaraan otonomi daerah yang kreatif dan inovatif, tema bermuatan ini merupakan refleksi dari sestansi dan espestasi Masyarakat kepada Pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk memperdayakan otonomi daerah dan menghidupkan kemajuan dan kesejahteraan Daerah”, Ucap A. Busryo Karim.

Masih dalam sambutan Bupati Sumenep menjelaskan bahwa, Perjalanan Otonomi Daerah sampai sekarang telah banyak kemajuan yang telah dicapai, Otonomi Daerah telah memberikan solusi dalam kemajuan Pembangunan Daerah dimana Daerah mendorong dan diberi kesempatan luas untuk mengembangkan kreativitas dan inovasinya

” Moara suksesnya Otonomi Daerah adalah terwujud kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan serta partisipasi aktif masyarakat, untuk itu aparatur sipil negara di Daerah harus memberikan kualitas pelayanan publik yang lebih baik, Pemeritah Daerah harus beradaptasi dengan kepentingan masyarakat, dimana masyarakat semakin menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam mendapatkan pelayanan.” Imbuhnya.

Tidak hanya itu A. Busryo Karim juga menyampaikan sejarah kebesaran jiwa Raden Ajeng Kartini dalam Upaya cara yang bersama dalam rangka memperingati juga Hari Kartini.

“Hari ini juga kita memperingati Hari Kartini pada hakekatnya untuk mengenang semangat kebesaran jiwa dan ketulusan hati Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesamaan dan kesejajaran kaum Perempuan dengan kaum Laki-laki”, Tutur A. Busyro Karim.

” Dan Reden Ajeng Kartini didalam memperjuangkan kesetaraannya tidak lupa dengan kodratnya sebagai Perempuan yang mana harus membina keluarga dan mendidik putra-putrinya.” Imbuhnya.

Dan selanjutnya dalam sambutan Bupati Sumenep juga menyampaikan, Dalam memperingati hari Pemadam kebakaran yang ke-100, peristiwa kebakaran di kabupaten Sumenep Frekuensi kebakaran telah terjadi mencapai 20 kasus pertahun.

Sebelum Bupati Sumenep mengakhiri sambutannya, A. Busryo Karim menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat kabupaten Sumenep yang ikut serta mensukseskan tahapan pemilu tahun 2019, dan saatnya untuk merajut kembali silaturahim dengan rasa kekeluargaan semua anggota masyarakat agar tercipta Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dengan bingkai bhinneka tunggal Ika. (erfandi)

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

MI Darul Arqom : Perayaan Hari Kartini Diharap Bisa Melahirkan Kartini Milenial 

PRN Mojokerto – Peringatan tanggal 21 April telah menjadi momentum penting bagi kaum perempuan Indonesia untuk berani bangkit mencapai kedudukan yang setara dengan kaum laki-laki. jum’at 25 April 2019

Perjuangan ini dilakukan oleh pejuang perempuan Indonesia, Raden Ajeng Kartini, wanita kelahiran Jepara 21 April 1879. Kartini dikenal sebagai pelopor lahirnya kebangkitan kaum hawa dengan prinsipnya untuk memperjuangkan emansipasi wanita.

Di era modern saat ini, perempuan Indonesia semakin bangkit. Sesuai dengan buku Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Kartini era modern sudah bisa menjadi pemimpin dan menempati posisi strategis.

Lebih muda lagi, generasi millenial saat ini membuat sosok Kartini bangga. Kemudahan akses internet dan teknologi, membuat perempuan di era generasi millenial semakin bebas berkarya.

Adalah Sri rejeki S.Pd selaku kepala MI Darul Arqom Kembangsri kecamatan Ngoro mengharap generasi mjda sekarang tidak mudah terkecoh dalam menerapkan kemajuan teknologi sekarang.

Perkembangan dalam dunia internet sekarang dalam ambang yang memprihatinkan dikalangan generasi muda sekarang, banyak yang mudah terkecoh pada pergaulan yang bebas.

Penanaman serta pemahaman nilai agama sangat perlu dikedepankan guna mencipta generasi yang tangguh dan selalu berpegang norma norma.

Hal ini tampak dari kegiatan yang dilakukan oleh MI Darul Arqom dalam memperingati hari Kartini tahun 2019 yang diikuti oleh seluruh siswa dan dilaksanakan dilingkungan sekolahnya. Beragam kegiatan dilakukan yang pada intinya menanamkan nilai nilai luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (iwan sutikno).

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Haul Akbar Raja Nusantara

MOJOKERTO  – Bertempat di Yayasan Tlasih 87 yang terdapat Candi Waji (nyawiji) ormas kebangsaan Patriot Garuda Nusantara kabupaten Mojokerto Jawa timur sukses mengadakan acara haul raja raja Nusantara dan kirab budaya.

Sebagaimana dituturkan oleh KH Abdurrahman/Ki Wiro kadeg, acara tahunan haul raja raja Nusantara dan kirab budaya ini digelar setiap tahun memperingati malam nisyfu sya’ban dan menyambut bulan suci romadhon. Acara ini dimaksudkan untuk refleksi setiap manusia terutama bagi umat Islam agar introspeksi dirinya sendiri selama setahun ini.

Acara yang dimulai sejak Sabtu (19/4/2019) sehabis sholat subuh dengan khataman Al Qur’an 30 juz dengan juga berwasilah/tawasulan kepada semua raja raja Nusantara, para wali wali Alloh di tanah Nusantara, wali 9 dan para Masyayikh kemudian dilanjutkan dengan kirab budaya sebagai pelestari kesenian dan kearifan lokal yang merupakan tradisi leluhur yang wajib kita lestarikan.

Acara haul raja raja Nusantara dan kirab budaya tahun ini semua doa dikhususkan untuk kedamaian, keselamatan dan persatuan negeri yang beberapa hari terakhir hangat pasca pilpres, hal ini sangat kita prihatinkan sekali, saya KH Abdurrahman/ Ki Wiro kadeg selaku panglima PGN Mojokerto dan KH Agus Amrozi Munasir Ali selaku ketua PGN Mojokerto bersama panglima PGN Jatim Gus M Alaik S Hadi dan Gus Waluyo Wasis Nugroho selaku ketua PGN Jatim selaras dengan muasis/pendiri PGN DR KH Nuril Arifin Husein mengajak kepada semua pihak, kepada semua masyarakat Indonesia untuk senantiasa berpegang teguh kepada Pancasila dan mengutamakan perdamaian, kebhinekaan, persatuan Indonesia dalam menyikapi hasil pemilu ini. Percayakan semua kepada KPU sebagai otoritas penyelenggara pemilu. Kami mengapresiasi kinerja TNI/POLRI dalam pengamanan sebelum dan sesudah pilpres dan pileg berlangsung. Dan kami mengikuti arahan komando PGN pusat, akan bersama TNI dan POLRI jika ada pihak pihak yang memanfaatkan situasi untuk bertindak inkonstitusi yang berujung membahayakan kedaulatan bangsa/makar, kami siap hibahkan nyawa kami untuk perdamaian dan kesatuan NKRI harga mati.

Acara ini diakhiri Sabtu malam dengan pengajian kebangsaan, manaqib qubro dan doa bersama lintas agama untuk negeri. (**)
Sumber : swaranews.co.id by wiro kadeg

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Ruwah Dusun Wates, Tradisi Lokal yang Masih Terjaga.

PRN Mojokerto – Ruwah dusun atau juga dikenal dengan sebutan tasyakuran dusun adalah tradisi masyarakat lokal yang masih terjaga kelestariannya.

Hal ini bisa kita lihat hampir seluruh dusun atau desa yang ada diwilayah kecamatan Ngoro selalu menyelenggarakan kegiatan tersebut, hal juga dikandung maksud sebagai Ajang penyampaian rasa syukur atas segala nikmat tapi kepada Tuhan yang maha esa.

Seperti halnya yang dilakukan masyarakat dusun Wates Desa Watesnegoro kecamatan ngoro, yang melaksanakan acara ruwah dusun (20/4/2019).

Sumardi selaku ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat dusun wates, atas segala upaya yang sudah diberikan sehingga dapat terselenggaranya kegiatan ruwah dusun.

Sementara itu dalam pantauan media pena rakyat news bahwa acara tersebut berlangsung meriah sepanjang hari. Yang mana acara dimulai dari pagi dengan mengadakan doa bersama yang dihadiri seluruh tokoh agama serta masyarakat yang ditujukan kepada para pemimpin dusun yang sudah almarhum serta berdoa demi terciptanya masyarakat yang makmur.

Sementara itu Gatot Purwadi S. Pd selaku kepala dusun wates dalam sambutannya menyampaikan beberapa progam dusun yang akan direalisasikan pada tahun 2019 ini yang diantaranya mengembangkan wisata sumbergadung yang ada didusun tersebut, konon merupakan peninggalan jaman kerajaan.

Masih dalam sambutannya Gatot Purwadi S. Pd mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam menghidupkan kembali sumber air yang ada di area waduk, dengan harapan pengarian sawah bisa terkondisikan. ”

Insyaallah bila sumber air tersebut hidup kembali, akan membawa sumber rejeki bagi mayarakat dusun wates” ucapnya.

Dalam acara ruwah dusun tersebut dihibur dengan Tontonan yang dijadikan Tuntunan dengan menghadirkan pagelaran wayang kulit semalem suntuk dengan dalang lokal dari wilayah Ngoro Kidalang PARTO HADI WIJOYO. (timbul)

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Tradisi “NYADRAN” Simbul Kerukunan Masyarakat Banjarsari

PRN Nganjuk-Demi melestarikan budaya jawa warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngronggot hingga kini masih gelar tradisi Nyadran atau bersih desa yang di laksanakan jumat(12/04/2019) Tradisi tahunan tersebut berlangsung khidmat dan
Sederhana.

“Menurut Kepala Desa,Purnomo Mengungkapkan tradisi Nyadran sebagai simbol Kerukunan di Masyarakat Desa setempat.tradisi nyadran di Desa Bajarsari ini sebagai simbol kerukunan, selain itu juga wujud syukur atas hasil Bumi yang melimpah.”katanya.

Meski terlihat serderhana namun tradisi nyadran yang cukup khidmat.ratusan warga tumpah ruah dalam kegiatan yang di pusatkan di Makam Lelulur,”(tobing/dwi).

baca selengkapnya
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Disparpora Ngawi Menampilkan Budaya Lokal Eksotis dalam Ivent Pesona Budaya Jatim 2019 di TMII

Ngawi, PRN : Gelar Pesona Budaya Jatim 2019 di Anjungan, TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Disparpora ( Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga ) Kabupaten Ngawi tampil dan ikut memeriahkan dengan mengusung budaya lokal Ngawi yang mempunyai nilai eksotis, dan memiliki daya pikat menarik untuk dipamerkan.

Kegiatan tersebut menyedot ribuan anemo masyarakat jakarta dan sekitarnya yang di selengarakan tiga hari berturut-turut yaitu 29 -31 April 2019
Disparpora Ngawi yang ditampilkan dalam Gelar Pesona Budaya Jatim 2019 adalah kesenian jaranan, Cokek’an dan tari Bedhoyo Puji Pangesthu, tari Sigrak Kenya, dan tari Sang Wirotani yang semua itu dari sanggar Ngujiwat Paron Ngawi dengan pelatih yang sudah cukup ternama yaitu Anik dan Bagus binaan dari Rudiyanto bersama Disparpora Ngawi.

Mahmud Rosyadi selaku Sekdin Disparpora Ngawi mengatakan dalam sambutanya “Setiap Daerah di Kabupaten Ngawi mempunyai nilai kearifan budaya lokal dan daya pikat tersendiri, maka dari itu dikesempatan ini Ngawi tampil di Anjungan TMII dengan memperkenalkan budayanya, kulinernya Serta pamer wisata yang patut dikunjungi sebagai sarana liburan seperti Jamus, Tawun, Srambang Park, Museum Trinil, Benteng Pendem Van Den Bosch, Waduk Pondok, Monumen suryo , Air Terjun Pengantin, Seloondo dan masih banyak lagi.Maka dari itu juga Kami membawa duta seni sejumlah 137 orang demi tampil di acara ini.”

Dalam acara Gelar Pesona Budaya Jatim 2019 hadir pula 30 Duta Besar dari Mancanegara dan mengundang para investor asli dari Kabupaten Ngawi yang akan diajak Kerjasama demi kemajuan Ngawi, baik hotel bintng tiga, kerjasama pengolahan limbah baik limbah padi, jagung, Tak lepas juga kerjasama bidang peternakan Seperti kambing, sapi, atau kerbau.(wx)

baca selengkapnya