close

KABAR POLISI

KABAR POLISI

Kecelakaan Maut Motor vs Truk di Kediri, Korban Tewas Seorang Guru

PRN KEDIRI – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Sumberjo Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, senin 27/01/2020 sekitar jam 13.30 WIB siang tadi. Senin, 27 Januari 2020

Saat dikonfirmasi, Bripka Yunus Irawan Petugas Polsek Kandat Polres Kediri menjelaskan, Kecelakaan tersebut antara truk gandeng nopol N 9835 UI dikemudikan MATHARI warga Desa Sumberejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang dengan sepeda motor Honda Revo nopol AG 2974 BS dikendarai Bintari Surasri Kelurahan Kaliombo Kota Kediri.

Kejadian berawal, saat truk gandeng dan sepeda motor sama-sama melaju dari Arah Blitar ke Kediri. Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor berusaha mendahului truk gandeng.

Dari Arah berlawanan, melaju kendaraan Tossa yang tidak dikenali identitasnya. Sepeda motor tidak bisa mengatur kendaraan dan menyenggol ban truk gandeng bagian tengah sebelah kanan.

Akibat kecelakaan ini, pengendara motor Bintari Surasri, mengalami luka parah dan meninggal dunia di lokasi.

Penanganan selanjutnya dilimpahkan ke Unit Laka lantas Polres Kediri. *” B soesilo

baca selengkapnya
KABAR POLISI

Polsek Johar Baru Bekuk 6 Pelaku Penyekapan Dan Pemerasan

PRN Jakarta – Unit Reskrim Polsek Johar Baru Jakarta Pusat berhasil mengamankan 6 (enam) pelaku yakni, R, DS, ABK AP, A dan N dengan kasus penganiayaan, pemerasan dan kejahatan UU ITE yang dilakukan terhadap korban bernama Aldi.

Dalam keterangan pers nya Kapolres Metro jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto S.I.K yang di dampingi oleh Kompol Supriyadi S.H serta Wakapolsek Akp M.Soleh Ahmad P. SH dan Kanit Reskrim Iptu M.Rasid SH, Kasubag Humas Polres Jakpus Kompol Suwatno, memaparkan kronologis awal dimana korban pada jam 05.00Wib pagi didatangi dikosannya dan dituduh mencuri sebuah motor oleh para pelaku.

Kemudian pelaku dibawa ke jalan rawa tengah dan di intervensi ada pun penganiayaan dan pemukulan agar korban mengakui telah mencuri motor dan akhirnya korban pun dengan terpaksa mengakuinya. Selanjutnya korban dimintai uang Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) oleh pelaku. Namun karena orang tuanya tidak mampu, maka hanya diberikan uang sebesar Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah). Senin, (27/01/2020).

Kemudian keesokan harinya keluarga dan korban melaporkan ke polisi tentang penyekapan, penganiayaan dan pemerasan tersebut ke polisi. Kanit Reskrim polsek johar baru Iptu M. Rasyid SH dengan cepat langsung menuju kolaki tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku berhasil di amankan petugas di TKP, pelaku juga menyebar film, pasal 27 UU ITE, 333,351 dan 368. Diketahui salah satu pelaku ABK memeras korban dengan mengaku – ngaku sebagai anggota polisi.

Penyekapannya selama 7 jam dan dalam penyekapan tersebut,korban dipukul dan di aniaya. bahkan sempat pelaku menyebarkan video penganiayaan tersebut ke medsos.” Terang Kapolres Kombe Pol Heru.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat bila menemukan tindakan kriminal jangan pernah mengambil tindakan sendiri, akan tetapi silahkan laporkan ke polisi setempat.

Salah seorang pelaku wanita mengaku sempat menyebarkan video tersebut lewat Instagram dan menyebar luaskan video tersebut.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat bila menemukan tindakan kriminal jangan pernah mengambil tindakan sendiri, akan tetapi silahkan laporkan ke polisi setempat.

Bilamana menemukan sesuatu hal kriminal, jangan di adili sendiri, laporkan kepolisi biar kami yang menindak.” Himbaunya.

Pada kesempatan yang sama sesuai press rilis kasus tersebut, korban, Aldi bersama kedua orang tuanya datang ke polsek setempat, perihal untuk menerima permohonan maaf dari para pelaku yang merasa menyesal tengah menganiaya dan menyekap korban.

Para pelaku mengutarakan penyesalan dan permintaan maaf di hadapan awak media dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang tidak terpuji tersebut, dan korban memaafkan para pelaku dan mencabut laporan.

Penulis : Ria

baca selengkapnya
KABAR POLISI

Ribuan Butir Pil Setan Diamankan Satreskoba Polresta Kediri

PRN KEDIRI – Pemuda asal Desa/Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, Redhy Ahmad Haq Pamingkas (19), ditangkap Satreskoba Polresta Kediri. Diduga, pemuda ini menjadi pengedar obat keras jenis pil dobel L.

Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi menjelaskan, pada Kamis (23/1) sekitar pukul 22.00 WIB, personel Satreskoba Polresta Kediri melakukan upaya penyelidikan terhadap kasus peredaran pil dobel L di wilayah Desa/Kecamatan Semen.

“Setelah melakukan penyelidikan, personel melakukan penangkapan di salah satu rumah di Jalan Tembus Gang I Desa/Kecamatan Semen,” jelasnya, Jumat (24/1).

Dari hasil penangkapan tersebut, pelaku tidal berkutik saat personel menemukan barang bukti berupa pil jenis dobel L sebanyak 4.000 butir. Pil tersebut disimpan di dalam tas kresek warna hitam.

Mendapatkan barang bukti pil dobel L, personel segera membawa pelaku ke Mapolresta Kediri untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku dijerat Pasal 196 yo Pasal 98 Ayat 2 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Karena dinilai melakukan tindak pidana, yaitu barang siapa dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan,” pungkasnya. (Bambang).

baca selengkapnya
KABAR POLISI

Jual Pil Dobel L, Warga Pesantren Ditangkap

PRN KEDIRI – Unit Reskrim Polsek Pesantren menangkap pemuda asal Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Aprilio Eko Prasetyo (27). Dia menjadi pelaku peredaran onet keras jenis pil dobel L di wilayah Pasar Pahing.

Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi menjelaskan, sebelum melakukan penangkapan, personel Opsnal Unit Reskrim Polsek Pesantren mendapatkan informasi mengenai peredaran pil dobel L di wilayah tersebut. Dari hasil serangkaian penyelidikan, akhirnya personel melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Anggota Opsnal segera menuju lokasi yang sering digunakan untuk bertransaksi barang haram tersebut. Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan, ditemukan beberapa plastik klip yang berisi pil warna putih yang diduga pil dobel L,” jelasnya, Minggu (19/1).

Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Kantor Polsek Pesantren untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Di kantor, barang bukti ada 6 klip plastik dan tiap plastik berisi 100 butir pil dobel L. Jadi, totalnya ada 600 butir pil dobel L,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, barang bukti lain yang diamankan adalah satu unit telepon genggam yang diduga digunakan pelaku untuk transaksi kepada calon pelanggannya. Dari keterangan pelaku kepada personel Opsnal Unit Reskrim Polsek Pesantren, dia sudah beberapa kali melakukan transaksi di kawasan tersebut.

Sementara ini, sambungnya, pelaku masih berada di ruang tahanan Polsek Pesantren untuk proses hukum lebih lanjut. “Dari hasil pemeriksaan, pelaku ini diduga sebagai pengedar pil dobel L dan pasal yang disangkakan yaitu Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkasnya. (Bambang)

baca selengkapnya
KABAR POLISI

Simpan Sabu dan Pil, Muda-Mudi Ditangkap

PRN KEDIRI – Satreskoba Polresta Kediri kembali melakukan penangkapan, kali ini muda-mudi menjadi pelaku kasus narkotika dan obat keras. Muda-mudi ini yaitu Selvi Kartika Rofiatul Fatimah (27) asal Kelurahan Tamanan Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dan Afan Nur Efendi (26) asal Desa Blabak Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri.

Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi mengatakan, sebelum melakukan penangkapan di salah satu warung kopi yang berada di Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri, personel kembali menerima informasi jika ada pengunjung warung yang menyimpan narkotika golongan I jenis sabu.

“Selanjutnya, anggota melakukan upaya penyelidikan dan berhasil mengamankan terlapor di warung kopi tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, ditemukan 2 klip paket. Selain itu, mereka juga menyimpan ratusan pil yang diduga pil dobel L,” katanya, Minggu (19/1).

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kata AKP Kamsudi, kedua pelaku dibawa ke Mapolresta Kediri. Di sana, personel mencoba menghitung barang bukti yang disita. Untuk dua paket sabu, satu paket seberat 0,36 gram dan paket lainnya seberat 0,31 gram.

Sedangkan pil dobel L, dikemas dalam 6 plastik ukuran besar yang masing-masing berisi 1.000 butir dan empat plastik klip kecil sehingga total pil dobel L mencapai 6.080 butir. Tak hanya paket sabu dan pil dobel L, dari kedua pelaku juga disita 1 pak plastik klip, 1 buah pipet kaca kosong, seperangkat alat isa sabu, dan satu unit telepon genggam.

Karena keduanya diduga melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I jenis sabu dan tanpa keahlian mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar berupa pil dobel L, mereka dijerat Pasal 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 196 jo Pasal 98 Ayat 2 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (Bambang)

baca selengkapnya
KABAR POLISI

ASN Ditangkap Saat Bawa Pil Etizolam

PRN KEDIRI – Warga Desa Werungotok Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Budhi Wardani (33) yang berprofesi sebagai aparatur sipil negera (ASN) ini harus berurusan dengan Satreskoba Polresta Kediri. Dia diketahui membawa puluhan strip yang diduga pil psikotropika yaitu pil Etizolam.

Pelaku ditangkap anggota Satreskoba Polresta Kediri di sekitar kantor Pos tepatnya di Jalan Mayjend Sungkono. “Dia (pelaku), saat anggota melakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan, diketahui membawa 28 strip pil yang Etizolam,” ujar Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi, Minggu (19/1).

Sebelumnya, saat personel melakukan serangkaian patroli rutin, mengetahui laki-laki yang mencurigakan di lokasi tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata laki-laki ini yang tidak lain adalah pelaku, membawa pil yang termasuk golongan psikotropika.

Baik pelaku dan barang bukti, lanjutnya, dibawa ke Mapolresta Kediri untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. “Atas tindakannya ini, melanggar Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika yo Permenkes Nomor 49 Tahun 2018 tentang penetapan dan perubahan penggolongan Psikotropika,” jelasnya.

Jadi, lanjutnya, yang diduga melakukan tindak pidana pada pasal tersebut ialah barang siapa secara tanpa hak memiliki, menyimpan atau membawa Paikotropika, dinilai melanggar hukum. “Sementara ini, pelaku masih berada di Satu Tahti Mapolresta Kediri,” imbuhnya.

Sementara itu, barang bukti 28 strip tersebut, tiap strip berisi 10 butir pil Etizolam dan total yang disita ada 280 butir pil Etizolam. “Kami masih melakukan pemeriksaan, apakah dikonsumsi sendiri atau diperjualbelikan. Ini masih coba kami dalami,” tuturnya. (Bambang)

baca selengkapnya
KABAR POLISI

Pembinaan Rohani dan Mental Personil Jajaran Polres Bantaeng

PRN BANTAENG – Pada hari Kamis tanggal 16 Januari 2020 sekitar pukul 08.15 Wita, bertempat di Mesjid Kurnia Ilahi Polres Bantaeng telah berlangsung giat pembinaan rohani dan mental (Tauziyah, Yasinan, Dzikir dan Do’a) Personil Jajaran Polres Bantaeng.

Polres Bantaeng melaksanakan pembinaan rohani dan mental (Tauziyah, Yasinan, Dzikir dan Do’a) Personil Jajaran Polres Bantaeng, bertempat di Masjid Kurnia Ilahi Mapolres Bantaeng, Jalan Sungai Bialo, Kecamatan Bantaeng.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (16/1/2020), dihadiri Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri ST,SH,MH.,Wakapolres, Para Kabag, para Kasat, Pengurus Bhayangkari, dan personil Polres Bantaeng.

Dalam sambutannya, Kapolres mengatakan bahwa binrohtal ini merupakan kegiatan rutin Polres Bantaeng guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan dilajutkan dengan pembacaan surat yasin, doa, dan diisi dengan ceramah agama / tauziah

Adapun yang membawakan tauziah yaitu Ustazah Harmiah (Ketua Majelis Taklim Kab. Bantaeng) dengan judul tauziah “Kewajiban dan hak Istri terhadap Suami serta kewajiban dan hak Suami terhadap Istri

Kegiatan Binrohtal personil Polres Bantaeng dirangkaikan dengan pemberian bingkisan kepada para Warakawuri oleh Bapak Kapolres Bantaeng dan Ibu ketua Bhayangkari Cabang Bantaeng Ny. Nina Wawan(syam)

baca selengkapnya
KABAR POLISI

Satreskoba Polresta Kediri Berhasil Menangkap Narkoba Disimpan dalam Dosbook

PRN KEDIRI – Satreskoba Polresta Kediri menangkap Adjis Tritanto (20) asal Kelurahan Banaran Kecamatan/Kota Kediri, Selasa (14/1) pagi. Pemuda ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Kediri karena menyimpan narkotika golongan I jenis sabu di kotak telepon genggam (HP).

Sebelumnya, personel Satreskoba Polresta Kediri menerima informasi bahwa ada transaksi narkoba di wilayah Kelurahan Banaran. “Saat dilakukan penyidikan, ternyata pelaku yang tidak lain adalah Adjis diduga kembali ke rumah,” jelas Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi.

Personil pun segera melakukan pemeriksaan serta penggeledahan kepada pelaku yang saat itu berada di rumah. Dari hasil penggeledahan, personel menemukan tiga klip berisi serbuk putih yang diduga narkotika golongan I jenis sabu yang disimpan dalam kotak HP (dosbook). Pelaku dan barang bukti tersebut di bawa ke Mapolresta Kediri untuk penyelidikan lebih lanjut.

Saat menjalani pemeriksaan dan penyelidikan di Mapolresta Kediri, ternyata serbuk dalam klip plastik tersebut adalah sabu. Total berat dari tiga klip sabu tersebut 1,20 gram. Diduga, pelaku akan menjual kembali barang haram ini, karena personel juga menemukan beberapa bukti lain.

Barang bukti yang ditemukan adalah seperangkat alat isap, satu unit telepon genggam, satu bandel klip plastik berukuran kecil, 4 lembar bukti transfer antar rekening, serta 2 unit timbangan elektrik. “Sementara ini masih berstatus sebagai pelaku karena diketahui menyimpan narkotika golongan I,” ucapnya.

AKP Kamsudi mengatakan, personel masih mendalami status pelaku, apakah sebagai pengguna atau sekaligus pengedar. “Untuk saat ini, pelaku dikenakan Pasal 114 Ayat 1 sub Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (BAMBANG)

baca selengkapnya
KABAR POLISI

Pengamen Ditangkap Polisi, Ini Penyebabnya…

PRN KEDIRI – Warga Kelurahan Kampung Dalem Kecamatan/Kota Kediri, Dimas Andy Surya (25) yang sehari-hari sebagi pengamen, ditangkap Satreskoba Polresta Kediri, Senin (13/1) siang. Karena, Dimas diketahui membawa pil dobel L saat berada di halte Jalan Brigjend Katamso Kota Kediri.

Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi menjelaskan, pada Senin (13/1) sekitar pukul 13.00 WIB, mendapat informasi mengenai peredaran pil dobel L di wilayah tersebut. Personel Satreskoba yang melakukan penyelidikan, mencurigai laki-laki yang sedang berada di halte.

“Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan, anggota menemukan bungkus rokok. Ternyata di dalam bungkus rokok terdapat 14 kit pil dobel L. Jadi, total ada 56 butir pil, satu kit berisi 4 butir pil dobel L,” jelasnya, Selasa (14/1).

Personel selanjutnya meminta pelaku untuk menuju ke rumahnya. Di sana, personel kembali melakukan penggeledahan dan kembali menemukan dua kit pil dobel L sehingga total barang bukti pil tersebut ada 64 butir. Selanjutnya, pelaku di bawa ke Mapolresta Kediri untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Menurut AKP Kamsudi, barang siapa dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 yo Pasal 98 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

AKP Kamsudi mengatakan, dari hasil pemeriksaan personel terhadap pelaku, diamankan barang bukti yaitu pil jenis dobel L sebanyak 16 kit dan setiap kita berisi 4 butir, uang tunai Rp 40.000, satu unit telepon genggam warna putih, serta dua lembar kertas grenjeng yang diduga digunakan untuk membungkus pil. Koplo tersebut ** B Soesilo

baca selengkapnya
KABAR POLISI

Berlangsung Mewah Pisah Sambut Kapolres Kediri Bertempat di SLG Hadirkan Virza

PRN KEDIRI – Undangan wajib memakai dress code pakaian putih dan bawah biru, acara pisah sambu pejabat pejabat Kapolres Kediri berlangsung sangat meriah, apalagi dengan hadirnya penyanyi ibu kota, Virza. Turut menikmati acara ini, Dandim 0809 Letkol .Kav Dwi Agung Sutrisno, Kajari Mohammad Rohmadi .SH, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana dan Ketua TP3 Ir. H. Sutrisno yang hadir tanpa istrinya Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti. 9 Januari 2020

Kesempatan pertama, AKBP Roni Faisal Saiful Faton akan menduduki jabatan Wadir Reskrimum Polda Kalimantan Timur menyampaikan banyak suka dan duka selama bertugas di Polres Kediri. Namun dengan bersinergi dan selalu menyambung silahturahmi menjadikan dirinya tidak terasa telah menjabat selama 1 tahun 3 bulan dan 13 hari.

KAPOLRES : AKBP Roni dan AKBP Lukman foto bersama keluarganya dengan Virza

“ini bukan waktu yg singkat, kami mendapatkan promosi mantab di Polda Kalimantan timur. Selama kami bergabung, banyak suka dan duka yang kami jalani, namun kita selalu bersinergi dan menyambung silaturahmi. Pelaksanaan Pilpres dan Pilkades lancar semuanya, kemarin sebenarnya sudah persiapan dengan Pak Dandim untuk menjelang Pilkada bila masih bersama – sama,” ucap AKBP Roni.

Kesempatan berikutnya pejabat baru, AKBP Lukman Cahyono dimana Kediri bukanlah tempat yang asing karena pernah menjabat Kasat Lantas Polres Kediri Kota sekira tahun 2011.

“Sebagai pejabat baru ijinkan kami memperkenalkan diri, saya Lukman Cahyono dan istri saya Weni Purwokerto dikaruniai dua anak. Cukup berat juga untuk mengajak putra saya, mungkin karena telah banyak teman di sana, akhirnya setelah mampu merayu akhirnya mau dibawa ke Kediri,” jelas mantan Kapolsek Tanah Abang Polres Metro Jakarta Pusat.

Dihadapan undangan, AKBP Lukman, mohon doa restu dan bimbingan agar segera beradaptasi dalam memegang amanah yang akan diberikan. “Dalam pelaksanaan Pilkada nanti, kita perlu kerjasama untuk melaksanakan tugas pengamanan, Kami sangat terbuka untuk kemajuan Polres Kediri,” ungkapnya.

Puncak acara dihibur penampilan Virza kepada undangan yang hadir, usai foto bersama Kapolres baru didaulat untuk menyanyi bersama istri. Dua lagu lagi hits, Kartonyono Medot Janji dan Pamer Bojo Anyar dilantunkan dengan apik oleh AKPOL angkatan tahun 2001 ini. ** B.soesilo

baca selengkapnya