close

KRIMINAL

KRIMINAL

Dua Dari Empat Perampok Alfamart Solear Dibekuk Polisi

PRN TANGGERANG – Dua pelaku perampokan sebuah mini market Alfamart di Solear, Kabupaten Tangerang pada September 2018 lalu akhirnya dibekuk Satreskrim Polresta Tangerang.

Pelaku Sempat menggondol uang hasil perampokan senilai 35 juta rupiah, AM (27) dan OA (30) ditangkap hampir bersamaan oleh Polisi saat berada dirumahnya masing-masing di wilayah Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Jumat (21/09/2018) lalu.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, bersama dua rekannya yang masih buron, pelaku berhasil memperdaya karyawan dengan todongan golok. Dari kedua tersangka diamankan barang bukti berupa dua bilah golok, pisau belati bergagang kayu hitam.

“Pelaku yang berjumlah 4 orang dan bersenjatakan golok dan belati mengancam karyawan Alfamart. Dibawah ancaman akan dibunuh karyawan membuka brankas dan pelaku menguras uang Rp35 juta yang terdata yang ada di dalamnya,” ungkap Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Gogo Galesung saat menggelar jumpa press di Mapolres Kota Tangerang, Rabu (27/2/2019).

Dikatakan Kapolres, aksi kawanan perampok bersenjata tajam di Alfamart ini sempat terekam kamera pengintai (CCTV). Berdasar dari rekaman CCTV serta keterangan karyawan, Tim Opsnal Unit IV Ranmor yang dipimpin Ipda Rizqi M Fadhil berhasil mengidentifikasi dan langsung bergerak melakukan pencarian para pelaku. Setelah enam bulan melakukan pencarian, Tim Opsnal akhirnya berhasil membekuk 2 pelaku pada Rabu (20/2/2019).

“Tersangka AM dan OA yang tinggal di kampung yang sama ditangkap di rumahnya masing-masing dalam waktu yang hampir bersamaan setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat. Dari kedua tersangka ini, kami dapatkan barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk beraksi,” terang Kapolres.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan secara terpisah, kedua tersangka mengakui dalam setiap aksi perampokan dibantu dua rekannya Ag alias Joleng dan PF, yang juga warga Desa Cipayung. Berbekal dari pengakuannya, kedua tersangka segera dibawa untuk menunjukan tempat persembunyian Agus dan Piki.

“Saat rumahnya digerebeg, kedua pelaku tidak ada di dalam rumah. Begitupun saat tempat persembunyian di Rangkabitung digerebeg, Ag dan PF juga tidak berhasil ditemui. Tapi kita yakini dalam waktu dekat kedua buronan ini bisa kami tangkap,” kata Sabilul.

Ditempat yang sama, AKP Gogo Galesung menambahkan kedua pelaku merupakan kawanan perampok spesialis mini market lintas provinsi. Tidak hanya di Tangerang, kawanan perampok ini juga mengaku pernah beraksi di daerah Bogor dan Depok, Jawa Barat.

“Jadi tidak hanya di Tangerang, kawanan perampok spesialis mini market ini, juga melakukan aksi serupa di sejumlah tempat di Jakarta dan Jawa Barat. Dalam setiap aksinya selalu membawa senjata tajam dan menggunakan masker,” tambah Gogo.

Sementara itu Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mewaspadi aksi kriminalitas. Menurutnya aksi kriminal seperti pencurian dapat diminimalisir, salah satunya dengan mengaktifkan ronda malam.

“Aksi kriminalitas seperti pencurian, perampokan yang sering terjadi di wilayah perumahan biasanya kurang memadai bahkan tidak ada pos ronda jaga malam. Untuk meminimalisir segala kemungkinan yang ada, masyarakat dapat mengkatifkan kembali,” imbau Edy Sumardi. (ria).

baca selengkapnya
KRIMINAL

Kantor Kelurahan Sukosari Dibobol Maling

PRN MADIUN – Terasa tidak ada jeranya orang berbuat kriminal, kantor kelurahanpun menjadi sasaran jarahan maling yang hendak melibas TV dan perabot electronic lainnya. 7/2/19.

Ini terjadi di kantor kelurahan Sukosari kecamatan Manguharjo Kota Madiun, di sore sekira jam 16.00 wib, H (inisial) mengetahui ada sekelebat orang meloncat dari ruangan melalui cendela saat H hendak menyalakan lampu.

Mengetahui hal itu H mencoba mengejar dan pelaku berhasil meloloskan diri menuju ke selatan jalan Basuki Rahmad.

Tidak mau buruannya lepas saksi berteriak dan dengan dibantu warga pelaku SP (inisial) tertangkap beserta barang bukti berupa 1 unit tekevisi merk LG 32 inch,1 unit monitor 14 inch merk ACER dan 1 unit sound/audio MIXER merk BOB.

Dengan kejadian ini pelaku dapat dijerat dengan Pasal 363 KUHP maksimal 5 tahun. (toni).

baca selengkapnya
KRIMINAL

Polres Sumenep Ungkap Kasus Penjudi Online

PRN Sumenep – Di wilayah hukum Polres Sumenep melalui
Unit Resmob bersama Unit Pidter yang dipimpin langsung oleh KBO Reskrim Iptu Taufik telah berhasil mengungkap kasus tindak Pidana yang diduga perjudian online jenis Roulette didalam bilik nomor 08 tepatnya di warung internet (warnet) SINGA.Net yang berlokasi di jalan DR. Cipto Desa Kolor Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Senin 11/02/2019 Sekitar Pukul 12.00 wib.

Menurut keterangan dari Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Moh. Heri mengatakan, petugas Polres Sumenep telah berhasil mengungkap kasus tindak Pidana yang diduga perjudian online jenis Roulete dengan terlapor Mulyadi (33 thn) warga Dusun Congcongan Rt. 01 Rw. 03 Desa Gunggung Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep,

Molyadi diciduk di saat sedang asyik bermain judi online jenis ROULETTE di dalam bilik No. 08 Warnet ‘SINGA.Net’ di Jalan DR. Cipto Desa Kolor Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep.

“Terlapor dengan Cara membeli chip (Deposit) ke rekening BRI an. Kristin Asih Ameli sebesar Rp 645.000 (Enam Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah), kemudian terlapor membuka login akun judi miliknya yang bernama WINS.23 di situs judi online Dewa Kasino, Kemudian terlapor bertaruh di akun judi miliknya sebanyak 50 putaran yang telah meraup keuntungan sebesar Rp 3.000 (Tiga Ribu Rupiah),” Tutur Moh. Heri.

Masih dalam keterangan AKP Moh. Heri, Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan petugas,
” * 1 lembar kertas bukti transfer tunai sebesar Rp 695.000,
* 1 unit hp warnah putih merk Hummer,
* 1 satu ATM Bank BRI dengan nomor seri 6013010014034269 an. Wiwin Setianingsih,
* 1 lembar kertas bukti transfer dari nomor rekening 0095 01003401533 an. Wiwin Setianingsih ke rekening BRI dengan nomor rekening 314901003554506 an. Kristin Asih Amelia sejumlah Rp 645.000, * * * 1 lembar pecahan uang kertas Rp 50.000 dengan nomor seri UAE909024,
* 1 unit monitor merk DELL warna hitam,
* 1 unit CPU merk LENNOVO warna hitam,
* 1 unit keyboard merk VOTRE warna hitam dan
* 1 unit mouse.”

Atas perbuatannya pelaku di kenakan dengan pasal 27 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (2) UU no.19 tahun 2016. (erfandi)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Kapolda Jatim: Ini Jaringan Bisnis Prostitusi Online Besar

Libatkan enam mucikari dan 45 artis-model sebagai ‘dagangannya’. Vanessa Angel satu diantaranya?

Surabaya, PRN – Lagi, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menetapkan seorang wanita, WI alias Windy, sebagai tersangka kasus prostitusi online yang melibatkan kalangan artis dan model cantik. Windy diduga kuat bertindak sebagai mucikari dalam jaringan ini.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) mucikari WI alias Windy merupakan petunjuk utama membantu penyidikan prostitusi online yang juga melibatkan artis Vanessa Angel sebagai tersangkanya.

“Saat ini kami fokus menangkap mucikari jaringan prostitusi online yang sudah ditangkap empat mucikari kita jadikan tersangka,” ungkap Kapolda Luki, kepada para jurnalis, di Gedung Utama Tri Brata Mapolda Jatim, Jumat (18/1/2019).

Berdasarkan pemeriksaan tersangka Windy kemarin, Luki menambahkan jika pihaknya memperoleh bukti petunjuk terkait keterlibatan tersangka lainnya.

“Masih ada dua lagi (mucikari) DPO yang masih terus kami kembangkan,” ujar Kapolda yang didampingi Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Kapolda Jatim memaparkan masing-masing tersangka muncikari mempunyai ‘anak asuh’ daftar artis dan model yang dijajakan ke dalam jaringan prostitusi online. Luki juga menyebutkan jika jaringan prostitusi ini cukup besar. “Ini merupakan jaringan bisnis prostitusi online yang besar,” tandas Kapolda.

Disebutkan dari 45 artis dan model yang diduga sebagai, setiap minggunya selalu ada yang dipanggil, kalau bisa lima orang tiap minggu  biar cepat selesai.

Seperti dikutip sejumlah media, sebelumnya, jajaran Polda Jawa Timur menangkap seorang perempuan yang diduga turut menjadi mucikari Vanessa Angel dan artis-artis wanita lainnya.

Saat dibawa ke Polda Jawa Timur, Windy didampingi seorang Polwan turun dari mobil berjalan terburu-buru masuk ke ruangan penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Informasinya, polisi menangkap Windy di Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019) sekitar pukul 23.45 wib.

Muncikari Windy diduga kuat merupakan penghubung utama artis Vanessa Angel ke user pengguna prostitusi. Dia diduga terlibat jaringan prostitusi artis karena mengenal tersangka mucikari Fitria.

Dirreskrimsus Polda Jawa Timur, Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan, tersangka mucikari Windy diduga bekerjasama dengan beberapa mucikari sebagai penghubung Vanessa Angel ke user pengguna prostitusi.

Yusep menjelaskan, penyidik akan mensinkronkan data digital forensik dari Windy dengan fakta otentik dari tersangka dan saksi lainnya untuk Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) baru keterlibatan yang bersangkutan dengan kejahatan prostitusi ini.

Windy diduga kuat terlibat saat awal transaksi prostitusi artis Vanessa Angel pada 21 Desember 2018 hingga eksekusi Hotel Vasa, Sabtu (5/1/2019) lalu.

Ditambahkannya, ada empat tersangka muncikari yang berada dalam jaringan prostitusi terselubung yang melibatkan artis dan model cantik. Adapun empat mucikari yang terlibat dalam prostitusi artis di Surabaya yang melibatkan artis VA yaitu, tersangka Endang Suhartini (37) alias mucikari Siska, tersangka Tentri (28), tersangka Fitria dan tersangka Windy. Peranan Windy, adalah memfasilitasi mucikari T alias Tentri, yang diakses ke mucikari F alias Fitria kemudian dipenuhi oleh mucikari S alias Siska. (yos/eb)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Pengacara Vanessa: Polda Jatim Terburu-buru Tetapkan Tersangka

Milano ngeyel kalau Vanessa nggak tawarkan diri lewat kiriman foto dan video pada mucikari.

Surabaya, PRN – Usai penetapan Vanessa Angel menjadi tersangka oleh Polda Jawa Timur, karena diduga kuat menawarkan dirinya sendiri melalui kiriman foto dan video pada muncikari bernama Siska, tim kuasa hukumnya sontak bereaksi.

Pengacara Vannesa Angel, Millano, menegaskan jika pihak Polda Jawa Timur belum memeriksa kliennya dengan pertanyaan terkait foto dan video tersebut.

Milano juga mempertanyakan alasan Polda Jawa Timur yang terkesan buru-buru dalam menetapkan Vanesa menjadi tersangka.

“Sampai saat ini belum ada (pertanyaan mengenai foto dan video, red) makanya kita menganggap Polda Jatim terlalu terburu-buru menetapkan Vanessa sebagai tersangka,” kata dia, saat memberikan pernyataan kepada sejumlah jurnalis, Rabu (16/1/2019).

“Konten itu belum ditanyakan kepada kita. Apakah hanya satu pihak dengan keterangan Siska saja atau keterangan yang disebut muncikari lain yang klien kami tidak kenal,” lanjutnya.

Menurutnya, Vanessa yang tidak pernah merasa diberikan pertanyaan mengenai foto dan video oleh Polda Jawa Timur, tidak bisa langsung ditetapkan menjadi tersangka, terlebih jika hanya satu pihak yang berbicara terkait hal tersebut.

“Bagaimana ada menawarkan jasa dan video, belum ada dari keterangan dan pemeriksaan Vanessa. Kemarin hanya pemberitaan chat dari Siska dan Vanessa, kita juga bingung apa dasarnya,” seru Millano dengan nada tinggi. (her/eb)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Pasal Berlapis Bakal Hadang Vanessa

Surabaya, PRN – Vanessa Angel berpotensi dijerat pasal berlapis atas tindakannya. Dasarnya, Vanessa diduga ikut berperan aktif melakukan penyebaran video dan foto porno miliknya kepada muncikari. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung Mangera.

Namun, Barung enggan menyebut pasal mana nantinya yang menjerat Vanessa. “Itu nanti berkembang, bisa berlapis, banyak itu nanti sabar aja,” kata Barung kepada jurnalis, di Mapolda Jawa Timur, Rabu (16/1/2019).

Vanessa, kata Barung, dalam hal ini diduga sangat aktif mengirim foto dan video vulgarnya kepada muncikari. Tujuannya,  diduga adalah untuk mempromosikan jasa esek-eseknya melalui muncikari ke pria hidung belang.

Polisi dalam kasus ini hanya menjerat Vanessa dalam UU ITE Pasal 27 ayat 1. Isinya, Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Vanessa melalui kuasa hukumnya, Milano, mengaku kaget dengan penetapan itu. Milano mengatakan pada pemeriksaan sebelumnya, kliennya hanya dimintai keterangan chat dengan seorang muncikari yang bernama Endang Suhartini alias Siska.

Pada pemeriksaan itu, tambah Milano, kliennya juga belum ditanyakan soal video dan foto vulgar yang ada di ponsel muncikari.

“Makanya kami menganggap Polda Jatim terlalu terburu-buru menetapkan Vanessa tersangka,” ujar Milano.

Vanessa tak dapat berkata-kata terkait statusnya sebagai seorang tersangka. Dia mengaku pasrah dan menyerahkan perkara ini ke kuasa hukumnya. (yos/eb)

baca selengkapnya
KRIMINAL

WASPADA : Penipuan Dengan Modus “GENDAM” Kembali Merajalela di Ngawi

PRN NGAWI – Waspada memang harus di setiapa waktu. Jangan sampai kejadian gendam membuat raib harta benda kita.

Seperti yang dilansir pada Rabu 19 Desember 2018 pkl 16.00 WIB, adannya laporan inisial “DR” Ibu Rumah tangga 57 tahun, Ke Polsek Kedunggalar tentang adanya tindak penipuan dengan modus gendam, 1 (satu) unit sepeda motor Honda Scoopy Nopol AE 2301 JH, warna coklat hitam th 2018, STNK atas nama DARWATI raip di bawa kabur dengan modus gendam oleh tersangaka yang di perkirakan 2 orang.

Tepatnya Dipinggir jalan raya Ngawi – Solo masuk Dusun Ngubalan Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.

Menurut keterngan korban “Kejadian berawal pada hari Rabu 19 Desember 2018 skr pkl 11.00 WIB saya berangkat dari Rumah menuju kerumah mertua di Dsn. Sonde Kec. Pitu Kab. Ngawi dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy Nopol AE 2301 JH seorang diri melalui Jalan Raya Solo-Ngawi dari Gendingan ketimur, sesampainya di TKP (tempat kejadian perkara) korban dipepet dan diberhentikan 2 (dua) orang pemuda yg berboncengan mengendarai motor Honda Vario warna putih, setelah berhenti 2 pemuda mendekati korban dan menepuk pundak kanan sebanyak 1 (satu) kali kemudian bertanya tentang tujuan perginya korban, setelah menjawab pertanyaan tersebut merasa pusing dan kemudian korban tidak sadarkan diri, setelah sadar Sudah duduk dipinggir jalan dalam keadaan lemas dan pusing melihat sepeda motor Honda Scoopy Nopol AE 2301 JH dan helm yang kupakai sudah tidak ada, baru menyadari. ” ungkap korban.

Kemudian Kurang lebih 2 jam ada pengendara sepeda arah Ngawi berbalik menolong korban, setelah mendapat penjelasan tentang kejadian yang dialami korban kemudian Saksi menolong korban diantar ke Pos Lalu lintas Monumen Suryo selanjutnya diantar ke Polsek Kedunggalar untuk proses lebih lanjut.

Sampai berita ini di turunkan polisi masih selidiki tersangka yang belum tertangkap.

Jurnalis : wixke.

baca selengkapnya
KRIMINAL

Satresnarkoba Polres Sumenep Ungkap Kasus Sabu

Sumenep, PRN –  Menurut lirisan dari Kasubag Humas Polres Sumenep,Jum’at (14/12/2018), Satresnarkoba PolresSumenep telah ungkap kasus Narkotika jenis sabu terhadap IMAM SHOVI KURNIAWAN Bin RISNO, ( 26 ) Dsn. Kasengan Tengah Ds. Kasengan Kec. Manding Kab. Sumenep, Kamis (13/12/2018). Sekitar pukul 21.00wib.

Informasi dari masyarakat bahwa terlapor sering melakukan transaksi Narkotika di wilayah Kec. Batuan,  dilakukan penyelidikan secara intensif, diketahui posisi terakhir terlapor berada di Jalan Ds. Gelugur Kec. Batuan Kab.Sumenep, berdasarkan informasi tersebut maka petugas langsung melakukan penangkapan.

Dari hasil penggeledahan terhadap terlapor ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) poket/katong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu yang dipegang menggunakan tangan kanan dan sempat dijatuhkan oleh terlapor, setelah ditunjukkan terlapor mengakui barang bukti tersebut adalah miliknya, kemudian terlapor berikut barang buktinya dibawa ke Polres Sumenep untuk dilakukan peyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. 

Sehingga pelaku dikenakan pasal 114 ayat (1) subs.Pasal 112 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 ttg Narkotika.

Jurnalis : Erfandi

baca selengkapnya
KRIMINAL

Polsek Pitu Grebek Rumah di Selopuro, Terbukti Simpan Puluhan Botol Miras

Ngawi, PRN –Ratusan botol arak jowo disita oleh kapolres pitu Ngawi.  Kali ini warga Selopuro kedapati menyimpan ratusan botol arak jowo di dalam rumahnya Pada  Jum’at tanggal 14 Desember 2018 sekira pukul 15.30 wib Rumah tersangka digledah Kapolres Pitu  Ngawi dan didapati puluhan botol Arak jowo  tersimpan di dalam rumah.

Keterangan “SJ” selaku informan  saat di konfirmasi menerangkan” Saya bersama-sama saksi pada saat melaksanakan patroli mendapat informasi dari warga bahwa dirumah Sdri   HARTINI, 34 Tahun,pekerjaan Tani, agama Islam, alamat Dsn.Jetak Rt 01/05  Ds Selopuro  Kec.Pitu Kab.Ngawi menyimpan miras jenis arakjowo.

Selanjutnya dilakukan pengecekan dan di dalam rumah pelaku,  terdapat  30 (tigapuluh) botol aqua ukuran 1500 ml dan lima botol Aqua ukuran 600 ml berisi arak jowo , kemudian pelaku dan barangbukti di bawa ke Mapolsek Pitu guna proses lebih lanjut”.

Akibat perbuatannya pelaku terancam Pasal 4 (2)Jo pasal 28 ( 1 ) Perda No.10 Tahun 2012 tanggal 25Oktober 2012, tentang pengawasan, pengendalian, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.Dengan barang Bukti 30 botol aqua ukuran 1500 ml, lima botol Aqua ukuran 600 ml berisi arak jowo, dan KTP Pelaku.

Pelaku membenarkan perbuatannya memiliki minuman keras jenis arak jowo tanpa ijin pejabat. Selanjutnya pelaku diamanakan beserta barang bukti oleh Mapolsek Pitu  untuk ditindaklanjuti. (wx)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Kasat Reskrim Polres Sumenep Berhasil Ungkap Kasus Pencurian

Sumenep, PRN – FARID BIN S. AMBARAK, Sumenep/8 Februari 1991, Swasta, alamat Dsn. Tambak Ds. Laok Janjang Kec. Arjasa Kab. Sumenep dan DANI PUTERA, Sumenep/7 November 2002 (16th) pelajar, alamat Dsn Lambeng Daya Ds Kalikatak Kec Arjasa Kab Sumenep telah diamankan oleh Kasat Reskrim Polres Sumenep, Rabu (12/12/2018).

Barang bukti yang diamankan adalah 1 Unit sepeda motor Honda beat warna putih biru nopol M 6802 WZ. dan 1 Unit hp merk Vivo warna hitam.

Kedua tersangka mengambil hp dengan cara berboncengan mengendarai sepeda motor honda beat warna putih biru nopol M 6802 WZ Sambil berjalan keliling sampai menemukan sasaran, setelah menemukan sasaran tersangka mendekati sasaran dan selanjutnya mengambil hp korban.

FARID BIN S. AMBARAK berperan sebagai pengemudi dan yg mempunyai inisiatif menentukan korban, sedangkan tersangka DANI PUTERA sebagai eksekutor.

Penangkapan ini berawal pada hari Selasa selasa 11 Desember 2018 anggota Resmob Polres Sumenep mendapatkan informasi terkait adanya barang bukti hp hasil pencurian dengan TKP jln raung Ds Pabian Kec Kota Kab Sumenep.

Selanjutnya anggota Resmob melakukan penangkapan terhadap DANI PUTERA dari hasil interogasi mengatakan bahwasanya pelaku pencurian tersebut adalah tersangka FARID BIN S. AMBARAK.

Dari informasi tersebut, anggota reskrim melakukan Lidik keberadaan pelaku, selanjutnya pada hari

Rabu tgl 12 Desember 2018 sekira pukul 18.00 wib setelah mendapatkan informasi bahwa pelaku berada  di kapal Sumekar jurusan Kangean  Kalianget  anggota melakukan penangkapan terhadap pelaku FARID BIN S. AMBARAK pada saat turun dari kapal Sumekar.

Hasil dari interogasi tersangka mengakui telah mencuri bersama dengantersangka DANI PUTERA di 3 lokasi  antara lain :

1. Di Panggung lapangan gotong royong Kel Pajagalan Kec Kota KabSumenep .2. Jalan Raung Ds Pabian Kec Kota Kab Sumenep. 3. Jln Raya Gapura Ds Bangkal Kec Kota Kab Sumenep. Hasil dari pengakuan Tersangka atas nama DANI PUTERA dilimpahkan kePPA.

Jurnalis: Erfandi

baca selengkapnya