close

KRIMINAL

KRIMINAL

Karena Dibawah Tekanan, Terpaksa Korban Pasrah ‘Ditindih’ Madruna

PRN Sumenep – Diduga Karena perbuatannya yang tak terpuji yang di lakukan oleh MADRUNA (40 th) tani, dsn Bennu Desa Bullaan kec. Batuputih kab. Sumenep, terhadap seorang perempuan inisial ‘S W’ (24 th) istri dari inisial ‘M H’ (30 th), dsn Manjingan desa Bullaan kec batuputih Kab Sumenep, dengan cara mengancam (dibunuh), agar melayani nafsu birahinya di amuk massa oleh warga setempat di Rumah Muhtar (kadus) Manjingan ds. Bulaan kc. Batuputih kab. Sumenep. Sabtu malam 07/09/2019. Sekitar pukul 20.00 wib.

Sehingga MADRUNA (40 th) atas perbuatannya yang dimassa warga mengalami luka robek 5 cm di bagian kepala yang di larikan dan dirawat di RSUD Moh Anwar Sumenep.

Dari keterangan AKP Widiarti SH MH Kasubag Humas Polres Sumenep, kejadian bermula hari Sabtu 07 September 2019 sekira pukul 18.30 wib, korban ‘S W’ di telp oleh MADRUNA untuk diajak ketemuan di tegalan milik H. DULLAH dsn Bennu, Desa Bullaan kec. Batuputih kab Sumenep dan mengancam akan dibunuh bila tidak ditemui.

“Apabila tidak dituruti permintaan MADRUNA maka ‘S W’ dan suaminya yang bernama ‘M H’ diancam akan dibunuh oleh MADRUNA, karena ketakutan ‘S W’ menuruti permintaan MADRUNA untuk ketemuan,” Ucap Widiarti

selanjutnya “S W” keluar rumah seorang diri untuk menemui MADRUNA dan didepan teras ditegur oleh suaminya, “mau kemana….?” Tanya suami,
Dan ‘S W’ menjawab, “saya diancam mau dibunuh oleh MADRUNA kalau tidak menemuinya di tegal milik H. DULLA”, kemudian ‘S W’ keluar rumah ke arah barat untuk menemui MADRUNA dengan berjalan kaki.

Diam diam suaminya ‘M H’ membuntuti dari belakang, tapi ditengah perjalanan kehilangan jejak sehingga ‘M H’ menelpon MOHTAR Kadus manjingan dan saudara iparnya yang bernama SUBAIDI untuk mencarikan istrinya, namun tidak membuahkan hasil dan kemudian pulang ke rumah.

Masih dalam keterangan Widiarti, Setelah ‘S W’ tiba ditegal milik H. DULLAH dengan jalan kaki, MADRUNA yang membawa clurit ditangan kanan tanpa sarung clurit telah menunggu dan akhirnya mengajak ‘S W’ untuk berjalan ke arah barat menuju tegal milik H. JUHARI dsn Bennu ds Bullaan, kec.Batuputih, kab.Sumenep yang berjarak 500 m dari tempat bertemu dengan mengancam ‘S W’ akan dibunuh bila menolak.

“Setelah sampai di tegal H. JUHARI, pelaku MADRUNA melakukan aksinya untuk memuaskan nafsu birahinya dengan memaksa/memperkosa ‘S W’ dengan menjatuhkan ke tanah lalu ditindih badannya dan mulut di sekap dengan menggunakan tangan hingga di perkosa selama 5 menit,” tutur Widiarti kepada awak media PRN Sumenep.

Selanjutnya Habis di perkosa korban ‘S W’ lari dan sesampai rumahnya S W menceritakan kejadian tersebut kepada Suaminya ‘M H’, Sekira pukul 20.00 wib, setelah mendengar cerita dari istri, keluarga besar ‘M H’ mencari keberadaan MADRUNA untuk dibawak ke rumah kadus Manjingan untuk dilakukan klarifikasi kejadian tersebut namun MADRUNA berusaha melarikan diri sehingga para warga banyak berdatangan.

“Sesampainya dirumah Kadus Manjingan langsung diinterogasi namun MADRUNA mengelak perbuatannya membuat warga marah sehingga MADRUNA di massa oleh warga yang sedang berkumpul di rumah Kadus sampai berdarah di bagian kepala dan tak lama kemudian team resmob dan polsek Batuputih yang dipimpin kapolsek IPTU SUNARTO mengamankan MADRUNA dan dibawa ke RSUD MOH ANWAR SUMENEP untuk dilakukan perawatan”, tutup Widiarti. SH. (erfandi).

baca selengkapnya
KRIMINAL

Karena Ditegur, Firman Bacok Tetangga

PRN SUMENEP – Telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang berakibat luka di bagian dagu dengan menggunakan senjata tajam jenis Parang di wilayah hukum Polsek Kangean kabupaten Sumenep, Dusun Telagalalang Desa Bilis -Bilis kec. Arjasa kab. Sumenep Jum’at 06/09/2019.

Kejadian pembacokan tersebut disebabkan karena korban ATON (40 th) seorang Ibu Rumah Tangga, Dusun Telagalalang Desa Bilis-Bilis Kec. Arjasa Kab. Sumenep, tidak terima dan tidak senang karena tersangka FIRMAN AIDI (26 tahun), sering membawa perempuan ke rumahnya di Dusun Telagalalang Desa Bilis-Bilis Kec. Arjasa Kab. Sumenep,

Menurut keterangan yang dihimpun dari AKP Widiarti SH MH, kasubag Humas Polres Sumenep menjelaskan bahwa, Pada hari Jumat tanggal 06 September 2019, sekira pukul 12.15 wib, sikorban ATON (40 th), mendatangi rumah tersangka FIRMAN AIDI (26 tahun), Dusun Telagalalang Desa Bilis-Bilis Kec. Arjasa Kab. Sumenep.

“Korban Aton mendatangi rumah tersangka Firman untuk menegor dan melarang Firman menerima tamu perempuan ke dalam rumahnya hingga antara korban dan tersangka terlibat cekcok mulut,” Tutur Widiarti.

Masih dalam keterangan Widiarti bahwa dari cekcok mulut tersebut tersangka Firman emosi dan mengambil sebilah parang, tapi Aton (korban) tetap tidak berhenti memaki-maki hingga emosi Firman tidak bisa dibendung lagi dan langsung membacok ke arah tubuh korban yang mengenai Dagu korban hingga terluka.

Atas perbuatannya dari tindak kekerasan yang mengakibatkan seseorang terluka, sekarang tersangka Firman terkurung dalam jeruji besi yang akan dikenakan sangsi dalam pasal 351 ayat (1) KUHP. ()

baca selengkapnya
KRIMINAL

DITEMUKAN MAYAT BAYI TIDAK BERDOSA DI PINGGIR SUNGAI KEC. BELUTO

PRN SUMENEP, Telah diketemuakan mayat bayi tak berdosa dengan jenis kelamin perempuan dengan posisi tengkurap berada di genangan air, di samping lahan tanah milik HALILAH tepatnya di aliran sungai di Dusun kebunan RT/RW 02/02 Desa Sera Timur Kecamatan Beluto Kabupaten Sumenep, Senin 12/08/2019, sekitar pukul 13.30 wib.

Menurut keterangan dari AKP Widiarti SH Kasubag Humas Polres Sumenep menerangkan bahwa, Berawal dari saksi (JONDRO) 43 thn, dsn. Kebunan, ds. Sera timur, kec. Bluto, yang berangkat dari rumahnya pukul 13.00 WIB hendak memindahkan mesin pompa untuk mengairi tanah tegal untuk menyiram benih tembakau, setelah tiba dilokasi kemudian mematikan mesin pompa dan berjalan di sekitar TKP dengan lalu lalang ke arah selatan dan seketika kembali ke arah utara kemudian melihat sosok bayi dalam keadaan telungkup berada di dalam genangan air sungai kecil,

“Mengetahui hal tersebut kemudian saksi pulang kerumah memberi tahu keluarganya yang bernama MUJIB (saudara), IZZATIN (istri jondro) dan RUMAIYE (saudaranya).” Tutur Widiarti.

Masih dalam keterangan AKP Widiarti SH, bahwa Dari pemberitahuan saksi (Jondro) kepada keluarganya selanjutnya saksi Jondro bersama P. Mujib (saudaranya), Izzatin (istrinya) dan B. Rumiye (saudaranya) mendatangi TKP dan mengangkat bayi perempuan tersebut utuk dibawa kerumahnya dan dari penemuan bayi tersebut saksi melaporkan kepada mantan kepala Desa sera timur Hendri firdaus.

“Pada pukul 16.30 WIB mayat bayi jenis kelamin perempuan yang didampingi oleh Saksi JONDRO dibawa ke RSUD ANWAR dengan menggunakan Mobil Patroli Polsek Bluto.” Tutup Widiarti.

baca selengkapnya
KRIMINAL

Sedan Forsa Berisi BBM ‘Bensin’ 250 Liter Berhasil Diamankan

PRN NGANJUK – Satuan Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Nganjuk berhasil mengamankan mobil sedan Forsa warna biru No PoL AG 1228 AA yang memuat Bensin sebanyak 250 liter.  25/7/19.

Diketahui mobil jenis sedan ini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat menampung BBM jenia bensin sebanyak 250 liter.

Menurut Ipda Indra dari Unit Pidsus Polres Nganjuk,  pelaku berhasil meloloskan diri saat dilakukan penangkapan jalan Panglima Sudirman nomor 1 Klinter Palem Kertosono.

Diketahui pelaku bernama Anam (43) warga Tawangrejo Gondang Nganjuk, melarikan diri saat ditangkap di pom bensin Klinter Kertosono dan mobilnya di tinggal di belakang SMK Kusuma Negara dan saat di sidak di kediamannya, Anam sudah tidak ada dan rumahnya juga tertutup.

Sampai berita ini diturunkan,  Polres Nganjuk telah mengamankan barang bukti berupa Mobil Forsa dan BBM seberat 250 liter. Pungkas Ipda Indra. (tobing/farida).

baca selengkapnya
KRIMINAL

Bentrok Antar Pemuda NTT di Denpasar Berujung Maut

PRN Denpasar – Bentrok antar pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jalan Gelogor Carik, Kota Denpasar menyebabkan seorang meninggal dunia. Kini jenazah sudah dibawah ke RSUP Sanglah untuk dilakukan autopsi.

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya membenarkan adanya perkelahian tersebut yang menyebabkan satu meninggal dunia

Informasi yang dihimpun, perkelahian terjadi pada Minggu (30/6) pukul 01.00 Wita di Jalan Glogor arik No 53, Pemogan, Denpasar Selatan. Korban diduga bernama Dominggus Dapa (27).

Korban dibunuh dengan cara ditusuk. Untuk penyebab perkelahian hingga kini masih belum diketahui.

Para pelaku sendiri kini sudah diamankan di Polsek Denpasar Selatan. (oky)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Dua Dari Empat Perampok Alfamart Solear Dibekuk Polisi

PRN TANGGERANG – Dua pelaku perampokan sebuah mini market Alfamart di Solear, Kabupaten Tangerang pada September 2018 lalu akhirnya dibekuk Satreskrim Polresta Tangerang.

Pelaku Sempat menggondol uang hasil perampokan senilai 35 juta rupiah, AM (27) dan OA (30) ditangkap hampir bersamaan oleh Polisi saat berada dirumahnya masing-masing di wilayah Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Jumat (21/09/2018) lalu.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, bersama dua rekannya yang masih buron, pelaku berhasil memperdaya karyawan dengan todongan golok. Dari kedua tersangka diamankan barang bukti berupa dua bilah golok, pisau belati bergagang kayu hitam.

“Pelaku yang berjumlah 4 orang dan bersenjatakan golok dan belati mengancam karyawan Alfamart. Dibawah ancaman akan dibunuh karyawan membuka brankas dan pelaku menguras uang Rp35 juta yang terdata yang ada di dalamnya,” ungkap Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Gogo Galesung saat menggelar jumpa press di Mapolres Kota Tangerang, Rabu (27/2/2019).

Dikatakan Kapolres, aksi kawanan perampok bersenjata tajam di Alfamart ini sempat terekam kamera pengintai (CCTV). Berdasar dari rekaman CCTV serta keterangan karyawan, Tim Opsnal Unit IV Ranmor yang dipimpin Ipda Rizqi M Fadhil berhasil mengidentifikasi dan langsung bergerak melakukan pencarian para pelaku. Setelah enam bulan melakukan pencarian, Tim Opsnal akhirnya berhasil membekuk 2 pelaku pada Rabu (20/2/2019).

“Tersangka AM dan OA yang tinggal di kampung yang sama ditangkap di rumahnya masing-masing dalam waktu yang hampir bersamaan setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat. Dari kedua tersangka ini, kami dapatkan barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk beraksi,” terang Kapolres.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan secara terpisah, kedua tersangka mengakui dalam setiap aksi perampokan dibantu dua rekannya Ag alias Joleng dan PF, yang juga warga Desa Cipayung. Berbekal dari pengakuannya, kedua tersangka segera dibawa untuk menunjukan tempat persembunyian Agus dan Piki.

“Saat rumahnya digerebeg, kedua pelaku tidak ada di dalam rumah. Begitupun saat tempat persembunyian di Rangkabitung digerebeg, Ag dan PF juga tidak berhasil ditemui. Tapi kita yakini dalam waktu dekat kedua buronan ini bisa kami tangkap,” kata Sabilul.

Ditempat yang sama, AKP Gogo Galesung menambahkan kedua pelaku merupakan kawanan perampok spesialis mini market lintas provinsi. Tidak hanya di Tangerang, kawanan perampok ini juga mengaku pernah beraksi di daerah Bogor dan Depok, Jawa Barat.

“Jadi tidak hanya di Tangerang, kawanan perampok spesialis mini market ini, juga melakukan aksi serupa di sejumlah tempat di Jakarta dan Jawa Barat. Dalam setiap aksinya selalu membawa senjata tajam dan menggunakan masker,” tambah Gogo.

Sementara itu Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mewaspadi aksi kriminalitas. Menurutnya aksi kriminal seperti pencurian dapat diminimalisir, salah satunya dengan mengaktifkan ronda malam.

“Aksi kriminalitas seperti pencurian, perampokan yang sering terjadi di wilayah perumahan biasanya kurang memadai bahkan tidak ada pos ronda jaga malam. Untuk meminimalisir segala kemungkinan yang ada, masyarakat dapat mengkatifkan kembali,” imbau Edy Sumardi. (ria).

baca selengkapnya
KRIMINAL

Kantor Kelurahan Sukosari Dibobol Maling

PRN MADIUN – Terasa tidak ada jeranya orang berbuat kriminal, kantor kelurahanpun menjadi sasaran jarahan maling yang hendak melibas TV dan perabot electronic lainnya. 7/2/19.

Ini terjadi di kantor kelurahan Sukosari kecamatan Manguharjo Kota Madiun, di sore sekira jam 16.00 wib, H (inisial) mengetahui ada sekelebat orang meloncat dari ruangan melalui cendela saat H hendak menyalakan lampu.

Mengetahui hal itu H mencoba mengejar dan pelaku berhasil meloloskan diri menuju ke selatan jalan Basuki Rahmad.

Tidak mau buruannya lepas saksi berteriak dan dengan dibantu warga pelaku SP (inisial) tertangkap beserta barang bukti berupa 1 unit tekevisi merk LG 32 inch,1 unit monitor 14 inch merk ACER dan 1 unit sound/audio MIXER merk BOB.

Dengan kejadian ini pelaku dapat dijerat dengan Pasal 363 KUHP maksimal 5 tahun. (toni).

baca selengkapnya
KRIMINAL

Polres Sumenep Ungkap Kasus Penjudi Online

PRN Sumenep – Di wilayah hukum Polres Sumenep melalui
Unit Resmob bersama Unit Pidter yang dipimpin langsung oleh KBO Reskrim Iptu Taufik telah berhasil mengungkap kasus tindak Pidana yang diduga perjudian online jenis Roulette didalam bilik nomor 08 tepatnya di warung internet (warnet) SINGA.Net yang berlokasi di jalan DR. Cipto Desa Kolor Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Senin 11/02/2019 Sekitar Pukul 12.00 wib.

Menurut keterangan dari Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Moh. Heri mengatakan, petugas Polres Sumenep telah berhasil mengungkap kasus tindak Pidana yang diduga perjudian online jenis Roulete dengan terlapor Mulyadi (33 thn) warga Dusun Congcongan Rt. 01 Rw. 03 Desa Gunggung Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep,

Molyadi diciduk di saat sedang asyik bermain judi online jenis ROULETTE di dalam bilik No. 08 Warnet ‘SINGA.Net’ di Jalan DR. Cipto Desa Kolor Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep.

“Terlapor dengan Cara membeli chip (Deposit) ke rekening BRI an. Kristin Asih Ameli sebesar Rp 645.000 (Enam Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah), kemudian terlapor membuka login akun judi miliknya yang bernama WINS.23 di situs judi online Dewa Kasino, Kemudian terlapor bertaruh di akun judi miliknya sebanyak 50 putaran yang telah meraup keuntungan sebesar Rp 3.000 (Tiga Ribu Rupiah),” Tutur Moh. Heri.

Masih dalam keterangan AKP Moh. Heri, Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan petugas,
” * 1 lembar kertas bukti transfer tunai sebesar Rp 695.000,
* 1 unit hp warnah putih merk Hummer,
* 1 satu ATM Bank BRI dengan nomor seri 6013010014034269 an. Wiwin Setianingsih,
* 1 lembar kertas bukti transfer dari nomor rekening 0095 01003401533 an. Wiwin Setianingsih ke rekening BRI dengan nomor rekening 314901003554506 an. Kristin Asih Amelia sejumlah Rp 645.000, * * * 1 lembar pecahan uang kertas Rp 50.000 dengan nomor seri UAE909024,
* 1 unit monitor merk DELL warna hitam,
* 1 unit CPU merk LENNOVO warna hitam,
* 1 unit keyboard merk VOTRE warna hitam dan
* 1 unit mouse.”

Atas perbuatannya pelaku di kenakan dengan pasal 27 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (2) UU no.19 tahun 2016. (erfandi)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Kapolda Jatim: Ini Jaringan Bisnis Prostitusi Online Besar

Libatkan enam mucikari dan 45 artis-model sebagai ‘dagangannya’. Vanessa Angel satu diantaranya?

Surabaya, PRN – Lagi, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menetapkan seorang wanita, WI alias Windy, sebagai tersangka kasus prostitusi online yang melibatkan kalangan artis dan model cantik. Windy diduga kuat bertindak sebagai mucikari dalam jaringan ini.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) mucikari WI alias Windy merupakan petunjuk utama membantu penyidikan prostitusi online yang juga melibatkan artis Vanessa Angel sebagai tersangkanya.

“Saat ini kami fokus menangkap mucikari jaringan prostitusi online yang sudah ditangkap empat mucikari kita jadikan tersangka,” ungkap Kapolda Luki, kepada para jurnalis, di Gedung Utama Tri Brata Mapolda Jatim, Jumat (18/1/2019).

Berdasarkan pemeriksaan tersangka Windy kemarin, Luki menambahkan jika pihaknya memperoleh bukti petunjuk terkait keterlibatan tersangka lainnya.

“Masih ada dua lagi (mucikari) DPO yang masih terus kami kembangkan,” ujar Kapolda yang didampingi Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Kapolda Jatim memaparkan masing-masing tersangka muncikari mempunyai ‘anak asuh’ daftar artis dan model yang dijajakan ke dalam jaringan prostitusi online. Luki juga menyebutkan jika jaringan prostitusi ini cukup besar. “Ini merupakan jaringan bisnis prostitusi online yang besar,” tandas Kapolda.

Disebutkan dari 45 artis dan model yang diduga sebagai, setiap minggunya selalu ada yang dipanggil, kalau bisa lima orang tiap minggu  biar cepat selesai.

Seperti dikutip sejumlah media, sebelumnya, jajaran Polda Jawa Timur menangkap seorang perempuan yang diduga turut menjadi mucikari Vanessa Angel dan artis-artis wanita lainnya.

Saat dibawa ke Polda Jawa Timur, Windy didampingi seorang Polwan turun dari mobil berjalan terburu-buru masuk ke ruangan penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Informasinya, polisi menangkap Windy di Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019) sekitar pukul 23.45 wib.

Muncikari Windy diduga kuat merupakan penghubung utama artis Vanessa Angel ke user pengguna prostitusi. Dia diduga terlibat jaringan prostitusi artis karena mengenal tersangka mucikari Fitria.

Dirreskrimsus Polda Jawa Timur, Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan, tersangka mucikari Windy diduga bekerjasama dengan beberapa mucikari sebagai penghubung Vanessa Angel ke user pengguna prostitusi.

Yusep menjelaskan, penyidik akan mensinkronkan data digital forensik dari Windy dengan fakta otentik dari tersangka dan saksi lainnya untuk Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) baru keterlibatan yang bersangkutan dengan kejahatan prostitusi ini.

Windy diduga kuat terlibat saat awal transaksi prostitusi artis Vanessa Angel pada 21 Desember 2018 hingga eksekusi Hotel Vasa, Sabtu (5/1/2019) lalu.

Ditambahkannya, ada empat tersangka muncikari yang berada dalam jaringan prostitusi terselubung yang melibatkan artis dan model cantik. Adapun empat mucikari yang terlibat dalam prostitusi artis di Surabaya yang melibatkan artis VA yaitu, tersangka Endang Suhartini (37) alias mucikari Siska, tersangka Tentri (28), tersangka Fitria dan tersangka Windy. Peranan Windy, adalah memfasilitasi mucikari T alias Tentri, yang diakses ke mucikari F alias Fitria kemudian dipenuhi oleh mucikari S alias Siska. (yos/eb)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Pengacara Vanessa: Polda Jatim Terburu-buru Tetapkan Tersangka

Milano ngeyel kalau Vanessa nggak tawarkan diri lewat kiriman foto dan video pada mucikari.

Surabaya, PRN – Usai penetapan Vanessa Angel menjadi tersangka oleh Polda Jawa Timur, karena diduga kuat menawarkan dirinya sendiri melalui kiriman foto dan video pada muncikari bernama Siska, tim kuasa hukumnya sontak bereaksi.

Pengacara Vannesa Angel, Millano, menegaskan jika pihak Polda Jawa Timur belum memeriksa kliennya dengan pertanyaan terkait foto dan video tersebut.

Milano juga mempertanyakan alasan Polda Jawa Timur yang terkesan buru-buru dalam menetapkan Vanesa menjadi tersangka.

“Sampai saat ini belum ada (pertanyaan mengenai foto dan video, red) makanya kita menganggap Polda Jatim terlalu terburu-buru menetapkan Vanessa sebagai tersangka,” kata dia, saat memberikan pernyataan kepada sejumlah jurnalis, Rabu (16/1/2019).

“Konten itu belum ditanyakan kepada kita. Apakah hanya satu pihak dengan keterangan Siska saja atau keterangan yang disebut muncikari lain yang klien kami tidak kenal,” lanjutnya.

Menurutnya, Vanessa yang tidak pernah merasa diberikan pertanyaan mengenai foto dan video oleh Polda Jawa Timur, tidak bisa langsung ditetapkan menjadi tersangka, terlebih jika hanya satu pihak yang berbicara terkait hal tersebut.

“Bagaimana ada menawarkan jasa dan video, belum ada dari keterangan dan pemeriksaan Vanessa. Kemarin hanya pemberitaan chat dari Siska dan Vanessa, kita juga bingung apa dasarnya,” seru Millano dengan nada tinggi. (her/eb)

baca selengkapnya