close

OPINI

OPINI

SOLUSI TINGKATKAN MINAT BACA SISWA

PENULIS : Fradam Hadi Suseno

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang

Hdyzuzen.023@gmail.com

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan, walaupun terkadang informasi itu didapatkan secara tidak langsung. Banyak orang bilang, buku itu merupakan jendela dunia. Mengapa demikian? Karena buku itu sendiri dapat membuka wawasan yang sangat luas. Tidak hanya informasi yang ada dalam negeri yang didapatkan, melainkan informasi tentang dunia, bahkan alam semesta. Di arti lain, buku merupakan jendela dunia, tanpa kita harus menginjakkan kaki di negera lain, kita sudah bisa mengetahui bagaimana negara itu sendiri dengan membaca.

Membaca memiliki sangat banyak tujuan. Selain mendapatkan informasi, membaca juga dapat membuka wawasan yang sangat luas. Membaca juga merupakan kunci untuk membuka pintu gerbang kesuksesan. Tiada orang di dunia ini yang sukses tanpa membaca. Membaca juga merupakan sarana untuk menuntut ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan di dunia ini sangat banyak dan tak terbilang. Maka membaca perlu dibiasakan sejak dini. Semakin sering kita membaca akan semakin sulit bagi kita untuk tidak membaca. Membaca itu sendiri tidak harus membaca buku ilmiah seperti Fisika, Biologi, Sejarah, Ekonomi dan lain sebagainya. Buku cerita, cerpen, novel, artikel dan majalah pun boleh boleh saja. Buku-buku tersebut juga memiliki manfaat dan informasi seperti halnya buku-buku ilmiah. Namun, sebagian dari mereka memiliki informasi yang tidak tersampaikan secara langsung. Membaca juga dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Di zaman yang sudah canggih kali ini, membaca juga tidak perlu harus membeli buku. Bahkan membaca buku di internet sudah sangat memungkinkan. Beberapa dari buku sekolah juga sudah ada yang dibeli oleh pemerintah untuk dapat dipublikasikan secara gratis melalui media internet.

Namun amat sangat disayangkan, dewasa ini jarang kita temukan pelajar yang gemar membaca. Mengisi ruang waktu yang luang untuk membaca. Malah kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk main game, pergi ke warnet, jalan-jalan bersama teman keluar rumah. Tapi, masih ada juga sebagian dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca. Ada yang memiliki kegemaran membaca buku ilmiah, dan aja juga yang memiliki kegemaran membaca buku fiksi. Namun, itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca atau belajar.

Menuju ke inti pembicaraan. Sekarang bagimanakah cara untuk meningkatkan minat baca itu sendiri di kalangan pelajar yang semakin sedikit memiliki kegemaran membaca. Sebenarnya usaha ini penting untuk dilaksanakan oleh pemerintah, agar semakin banyak pelajar yang berbibit unggul dan berguna untuk bangsa dan negara di masa yang akan datang. Sebenarnya, cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca para pelajar. Diantaranya, tersedianya perpustakaan yang dikelola dengan baik.

Bicara terkait dengan budaya membaca, tidak lepas dengan adanya peran penting sebuah perpustakaan terlebih di lingkungan sekolah. Sebuah perpustakaan harus memberikan pelayanan dan manajemen yang baik dalam memberikan kebutuhan referensi siswa di sekolah. Jika perpustakaan adalah sebuah produk maka ia harus menjamin kualitasnya dengan baik. Pustakawan juga harus cerdas dalam menganalisa koleksi buku apa yang di inginkan dan disuka oleh pelajar jika perlu dilakukan penelitian atau request.

Yang kedua, promosi gerakan gemar membaca di lingkungan sekolah. Cara untuk melakukan promosi ini bisa bekerjasama dengan pihak kepala sekolah bersama jajaranya. Akan lebih baik lagi jika kepala sekolah, guru, dan staff sekolah menjadi orang pertama yang mengawali gerakan gemar membaca di sekolahnya. Cara lain bisa juga dengan cara kebijakan sekolah yang mewajibkan semua siswa pada seminggu sekali atau dua kali diwajibkan untuk membaca sebuah buku di perpustakaan yang kemudian memerintahkan mereka untuk merangkum buku yang dipinjam serta menjelaskan apa poin penting dari buku yang sudah mereka baca.Jangan terlalu sering menyalahkan para siswa malas membaca jika para guru di sekolah sendiri tidak pernah memberikan contoh bahwa para guru juga gemar membaca.

Yang ketiga, memberikan penghargaan untuk mereka yang rajin membaca. Caranya bisa dilakukan dengan kerjasama antara pihak perpustakaan dan kepala sekolah melalui kebijakan. Hadiah tersebut bisa diberikan kepada siswa yang paling sering meminjam buku di perpustakaan. Namun perlu dicatat bahwa pemberian hadiah ini juga harus dilihat bukan hanya pelajar yang hanya suka meminjam buku perpustakaan saja tapi harus dilihat prestasinya. Ini penting supaya pelajar tidak hanya mengejar supaya dapat hadiah kemudian mereka hanya sering pinjam buku tapi tidak pernah membacanya. Jadi ada semacam ketentuan berlaku disini bahwa yang mendapatkan hadiah adalah mereka yang rajin meminjam buku yang kemudian diikuti dengan peningkatan prestasi setelah rajin membaca.

Keempat, menyediakan buku murah. Atau dengan menyelenggarakan pameran buku. Selain menyediakan buku-buku baru, juga sebaiknya menyediakan buku-buku bekas yang berharga murah namun masih dalam kondisi yang bagus. Sehingga pengunjung terutama pelajar, punya keinginan untuk membeli buku yang murah dan membacanya. Kelima, pengemasan buku yang menarik. Tidak hanya kemasan dari luar saja, kemasan dalam segi isi buku juga diperlukan. Kebanyakan para pelajar suka membaca buku fiksi seperti komik dan novel. Dan kebanyakan dari mereka juga tidak suka membaca buku ilmiah karena dianggap membosankan. Seperti buku sejarah. Mereka menganggap buku sejarah itu menyebalkan dan memusingkan, walaupun sebenarnya buku sejarah itu berisi tentang cerita dan kejadian-kejadian penting di masa lalu. Hal itu terjadi karena kata-kata yang ada di dalam buku sejarah kadangkala sulit dimengerti oleh siswa, selain itu nama-nama dan tanggal-tanggal yang ada di dalamnya juga membuat mereka jenuh. Lalu, bagimana jika sejarah itu dikemas dalam bentuk yang menarik dan berbeda. Seperti dijadikan suatu komik yang disertai dengan ilustrasi gambar. Atau dikemas dalam bentuk novel, yang hanya fokus terhadap jalan cerita dan tidak banyak mencantumkan tanggal-tanggalnya.

Terakhir, perpustakaan atau toko buku sebaiknya tidak hanya menyediakan buku-buku ilmiah saja. Melainkan menyediakan buku hobby dan buku fiksi yang banyak digemari para pelajar.  Amat sangat menyenangkan bagi mereka jika membaca buku tentang kegemaran yang mereka miliki. Dan informasi dari buku tersebut lebih mudah mereka dapatkan.

Demikian yang dapat sampaikan. Kesimpulan yang dapat tarik dari uraian yang sampaikan yaitu, sangat banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca. Yang paling utama adalah, motivasi dan niat dari dalam hati untuk membaca. Membaca dapat menambah meningkatkan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan. Ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas dapat mengantarkan kita menuju pintu gerbang kesuksesan.

baca selengkapnya
OPINI

M.Aria Penderita Tumor Butuh Uluran Tangan Dewa

PRN KEDIRI – Sungguh pemandangan yang memilukan tatkala melihat adik Moch. Aria warga Toseran Kediri yang menderita Tumor yang tak kunjung sembuh.

Bersama Dinas Sosial dan Puskesmas, tim pena rakyat news mendatangi rumah Moch Aria untuk amengetahui perkembangan kesehatan karena Aria terkena penyakit tumor.

Di rumah kontrakan berukuran 3 x 3 dikawasan jalan Tirto Udan kelurahan Toseran Moch. Aria bersama kedua orang tuanya yang bapaknya hanya sebagai penjual makanan kecil di sekolah dan ibunya hanya ibu tumah tangga biasa, semakin prihatin bapak/ibu Moch Aria harus pontang panting ke rumah sakit untuk mengantar Aria berobat.

Sementara patut dibanggakan para grup komunitas FB peduli kasih salah satu di Motori dedengkot FB komunitas wong Kediri yang membernya cukup banyak dan ada yang di manca negara maka rekan-rekan membantu menggali dana khusus buat Adik Moch. Aria. Semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jurnalis : Bambang. Dkk.

baca selengkapnya
OPINI

ATAS DIBERITAKAN “JALAN PROTOKOL PERUM KALIMO’OK RUSAK PARAH, “TERKESAN DI ANAK TIRIKAN”, INI HAK JAWAB PJ KALIMO’OK

PRN SUMENEP – Atas keluhan dari salah satu warga Perum Kalimo’ok terkait Jalan Protokol Perum Kalimo’ok yang sudah bertahun tahun rusak dan menurut keterangan warga setempat sudah sering berkali kali di mengajukan perbaikan ke pemerintahan desa tapi tidak ada realisasi sampai berita tersebut naik di media PENA RAKYAT NEWS, pada hari Rabu, 16/10/2019.

“BACA DI SINI BERITANYA, http://penarakyatnews.id/2019/10/16/jalan-protokol-perum-kalimook-rusak-parah-terkesan-di-anak-tirikan/”.

Dari Pemberitaan tersebut Pj Kades Kalimook AGUS Wahyudi, kec. Kalianget kab. Sumenep, mengirimkan Hak jawab melalui WA seluler Kabiro Sumenep media PENA RAKYAT NEWS, pada hari Rabu malam, 16/10/2019, Sekitar Pukul 20.59 wib. Sebagai berikut:

“Enggi kn giliran mas np e perumhn se sobung ttp kule bento kn berthp tk stu kli gus bisa thun depn”, yang di artikan dengan bahasa Indonesia, ” Ya kan giliran mas, apa di Perumahan yang gak ada tetap saya bantu, kan bertahap gak satu kaligus bisa tahun depan”, 16/10/2019.

“[16/10 20.59], Bene dianak tirikn kculi tk pernh dubntu, [16/10 20.59] Tore klo aspirasi geneka seluruh warga klo jln rt /rw enggi dinggel thun depn kn pon sae np setk untuk perunhn kule, (Ayo kalau asperasi itu seluruh warga Kalau jalan RT/RW ya biar tahun depan kan sudah benar apa yang gak untuk Perum saya),”

“[16/10 20.59], Bukn terkesan dianak tirik geneka kn tdk ada perhtian sm sekli untuk Perumhn coba molae deri rt 1-4 selma menjbat bedee geneka tk erespon moso kule, (Bukan terkesan di anak tirikan itu bukan tidak ada perhatian sama sekali untuk Perumahan coba mulai dari RT 1-4 selama menjabat ada itu gak direspon sama saya).

baca selengkapnya
OPINI

Forkompimda Tandatangani Aspirasi Gabungan Organisasi Wartawan Magetan

PRN MAGETAN – Menyikapi kasus kekerasan terhadap insan pers saat melakukan liputan, puluhan wartawan Magetan yang tergabung dalam tiga wadah organisasi yakni Ikatan Wartawan Magetan (IWAMAG), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Magetan (IJM) duduk bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magetan, Kamis (10/10/2019). Berlangsung di Rumah Makan Harmada Joglo ,Selosari Magetan

Adapun 4 poin aspirasi yang disampaikan adalah (1) Menghargai profesi wartawan karena menjalankan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, (2) Melindungi profesi wartawan karena menjalankan UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), (3) Perlindungan wartawan sebagai bagian Hak Asasi Manusia (HAM) serta (4) Mensosialisasikan kesepakatan petisi wartawan Magetan dengan Forkopimda kepada seluruh bawahan Pimpinan daerah di Kabupaten Magetan.

Ketua Iwamag, Supriyanto mengatakan, keberadaan wartawan merupakan bagian dari 4 (empat) Pilar Demokrasi yakni Eksekutif, Legislatif, Yudikatif dan Pers. Untuk itu perlu diciptakan hubungan bilateral yang baik antara Forkopimda dengan wartawan.

“Kami berharap ada komitmen dari Forkopimda atas keamanan profesi jurnalis di Magetan,” ujar Supri.

Sementara itu di tempat yang sama, Bupati Magetan, Dr.Drs,H Suprawoto, S.H.,M.Si menyatakan sepakat dengan 4 (empat) materi yang disampaikan tiga Organisasi Wartawan tersebut.

“Saya sepakat dengan teman-teman Jurnalis, dan mari kita bersama-sama saling sinergi membangun Kabupaten Magetan untuk mewujudkan Kabupaten Magetan menjadi yang terdepan,” pungkas Bupati Magetan.

Sementara itu Ketua DPRD Kab Magetan Sujatno mengatakan “Selama semua elemen melakukan tugasnya sesuai peran masing masing yang muaranya adalah kesejahteraan rakyat serta semua elemen bekerja sesuai fungsi dan tugas masing masing maka hubungan antar elemen (Esekutif, Yudikatif, Legislatif dan Pers ) akan berjalan dengan harmonis.”ujarnya.

Di akhir kegiatan ditandai dengan penandatanganan Form Aspirasi Gabungan organisasi Wartawan Magetan oleh Forkompimda yang hadir. (Jurnalis Beni Setyawan)

baca selengkapnya