close

POLITIK

POLITIK

PENDEMO : “SELAMAT… Selama 5 tahun Anda Kami Usik” Pesan untuk Sang Dewan

PRN SUMENEP – Atas baru terlantiknya 50 Anggota baru DPRD Sumenep di Pendopo agung Keraton Sumenep, yang seharusnya mendapatkan Ucapan selamat malah dari beberapa mahasiswa yang tergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi Demo sebagai hadiah untuk pejabat wakil rakyat yang baru terlantik, di sebelah timur Taman Bunga (TB) Sumenep ujung timur Pulau Garam Madura, Rabu 21/08/2019.

Dalam seksi demo GMNI Sumenep memperagakan drama Seorang pejabat DPRD Sumenep yang sok berkuasa dan tidak memperhatikan nasib kondisi masyarakat kecil yang berprofesi sebagai petani tembakau.

Dalam orasinya aksi pendemo GMNI meneriakkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah cuma sebatas wakil dan pesuruh rakyat yang harus mau dan bisa mendengar keluhan/aspirasi rakyat kecil.

Para pendemo memegang karton yang bertuliskan aspirasinya seperti; SELAMAT… Selama 5th Anda kami usik, Lakukan fungsi pengawasan dengan baik, DPRD…! Jangan sia-siakan amanat rakyat dan jangan ingkar janji, Kalau tidak sanggup segera mundur karena rakyat telah mempercayai anda.

Di sela aksi Demo Ridwan menyampaikan kepada awak media PRN Sumenep, bahwa berharap banyak kepada anggota DPRD Sumenep yang baru terlantik harus bisa menjadi kontrol program pemerintah untuk masyarakat, utamanya untuk parkir berlangganan yang tidak memberikan keadilan, penikmatnya hanya masyarakat kota saja, untuk masyarakat desa tidak bisa merasakan hasil parkir berlangganan yang dibayar Rp.20.000/th,

“kepada Pemerintah daerah harus bisa memperhatikan masyarakat bukan hanya bisa membuat peraturan saja, paling tidak segala peraturan yang dibuat pemerintah bisa menyesuaikan dengan keberadaan masyarakat di desa.” Ucap Ridwan pendemo GMNI Sumenep. (erfandi)

baca selengkapnya
POLITIK

Pilkada 2020 Kabupaten Ngawi, “Semakin Hangat”

PRN Ngawi – PILKADA yang akan berlangsung di tahun 2020 tentu menjadi agenda politik yang menarik. Pasalnya, pergantian pemimpin merupakan momentum paling sakral dan ditunggu oleh semua lapisan masyarakat kabupaten Ngawi. Minggu (11/08/2019)

Dilansir dari siagaindonesia.com Terkait pernyataan yang dihembuskan Khoirul Anam Mukmin Ketua DPC PKB sekaligus anggota legislatif DPRD Ngawi. Bahwa prediksi pecah kongsi kubu Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi – Dwi Rianto Jatmiko (Antok) Ketua DPRD Ngawi sekaligus Ketua DPC PDIP Ngawi, rupayanya itu masih menjadi bayang-banyang kebenarannya.

Pernyataan itu terbantah oleh Statement anggota DPRD Ngawi dari PAN Supeno pada wartawan Pena Rakyat News saat dikonfirmasi “Berani bertaruh, untuk kerjasama bahkan bisa jadi sampai 2020 yang akan datang sampai sepuluh tahun kedepan pecah kongsi merupakan suatu yang tidak dipilih dan tidak mungkin dipilih oleh kubu Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi dan Dwi Rianto Jatmiko (Antok) Ketua DPRD Ngawi sekaligus Ketua DPC PDIP Ngawi

“foto yang sempat beredar beberapa hari lalu dan menjadi perhatian publik yaitu almamater PDI yang dikenakan oleh wabub Ony Anwar dan berdampingan dengan Dwi Rianto Sujatmiko (Antok) ketua DPRD kabupaten Ngawi menjadi simbol bahwa menyatunya mereka dikancah politik 2020. Pasti terjawab”. Tambah Supeno anggota DPRD Ngawi dari PAN.

Mamun agenda pilkada 2020 tinggal menunggu waktu, semua strategi politik tentu tidak bisa ditebak. Hasil terbaik adalah menanti saat pilkada itu berlangsung dan semua keresahan akan terjawab serta harapan masyarakat tentu siapa pun yang maju tetap membawa Ngawi dalam kemajuan, yang bijak dan selalu bisa dipertanggungjawabkan. (wx)

baca selengkapnya
POLITIK

Kinerja Bawaslu Sumenep “PRE ORDER” Bukti Semua Temuan Penyimpangan Mandek

PRN SUMENEP –  Sangat disayangkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Sumenep yang dipercaya oleh rakyat, yang sudah di gaji besar oleh pemerintah dari uang rakyat tapi kinerjanya mandul yang hasilnya nihil dalam menangani semua temuan dan laporan penyimpangan dalam pemilu tahun 2019.

Kinerja Bawaslu Sumenep Terkait laporan dan Temuan penyimpangan Pemilu 2019 di Bawaslu Sumenep yang sudah di berhentikan banyak mendapat kritikan Keras dari berbagai aktivis masyarakat dan Advokat dari kepulauan kabupaten Sumenep.

Salah satu Aktivis Masyarakat HERNANTO (EENG) Warga Talango, menyampaikan kekecewaannya atas kinerja Banwaslu Sumenep kepada Team 16 yang terdiri dari gabungan berbagai awak media Nasional yang ada di kabupaten Sumenep. Kamis malam 09/05/2019.

” Jadi saya tadi sekitar pukul 14.00 wib ke Bawaslu Sumenep, itu sebenarnya saya mengharap, karena saya tidak tahu aturan nya yang sebenarnya seperti apa pihak pelapor harus di beritau Bawaslu atau tidak, tapi saya konfirmasi ke kantor Bawaslu, Ternyata di sana ada pengumuman bahwa kasus laporan saya di hentikan, ” Tutur HERNANTO dengan panggilan akrabnya EENG.

Masih dalam keterangan EENG, “saya ingin bertanya tentang transparansi diberhentikannya kasus itu, saya tidak tahu dan tidak dikasih tau oleh Bawaslu bahwa kasus tersebut sudah diberhentikan, makanya saya mengklarifikasi ke Bawaslu, ternyata saya kecewa karena di kantor tidak ada seorang pun yang menemui saya hanya Staf SDM saja. Setelah melihat papan pengumuman ternyata kasus tersebut sudah di hentikan.” Ucapnya.

Di hari yang sama Supriyadi yang sebagian kuasa hukum kasus OTT kecurangan Pemilu yang di Masalembu juga menyatakan rasa kekecewaan kinerja Bawaslu Sumenep Kepada team 16. Kamis 09/05/2019.

” Saya mengikuti Pemilu dari beberapa tahun yang lalu, baru tahun sekarang mendapati Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Sumenep ini sangat hebat sekali, karena dari beberapa adanya pelanggaran yang sudah semuanya dilaporkan ini malah gak ada satupun laporan hasilnya hampir rata rata dari semua laporan dan temuan tersebut dihentikan,” kritik tegas dari Supriyadi.

” yang menjadi pertanyaan saya BAWASLU Sumenep ini sebagai lembaga pengawasan kenapa fungsinya tidak dijalankan, Artinya masih menunggu laporan dari masyarakat sebenarnya BAWASLU Sumenep ini sudah memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan penyelidikan tersendiri terhadap temuan untuk melakukan pengembangan, tapi itu semua hasilnya Nihil dan tidak pernah saya melihat melakukan penyelidikan sendiri melakukan pengembangan terhadap temuan temuan yang ada.” Imbuhnya.

Rugi dong negara kita memberikan gaji mereka yang begitu besar kepada Bawaslu tapi fungsi nya Nol kepada masyarakat, Bawaslu itu jangan enak sudah di gaji dari uang rakyat tapi kerjanya seperti itu kepada rakyat.

Sebelum Berita ini naik, awak media PRN Sumenep sudah melakukan komunikasi melalui WA selulernya kepada Anwar Nuris Ketua BAWASLU Sumenep sampai berita ini naik konfirmasi tersebut belum mendapatkan jawaban. (erfandi)

baca selengkapnya
POLITIK

Penanganan Kasus Money Politik Lamban,  Ratusan AMPD Mendemo Bawaslu Sumenep

PRN SUMENEP – Atas lambatnya kinerja BAWASLU Sumenep dalam menangani kasus penangkapan 5 orang team sukses dari caleg no.07 dapil II partai Gerindra yang belum tuntas, Kantor BAWASLU Sumenep di demo oleh Ratusan lebih massa dari elemen masyarakat Sumenep yang tergabung Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD), Rabu 08/05/2019.

Gabungan Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) meliputi Kecamatan Bluto, Lenteng, Gili Genting, Saronggi, mengepung kantor BAWASLU Sumenep guna untuk mendesak kinerja harus lebih serius dan netral dalam menangani kasus maney politik tersebut dan jangan bersifat preman.

” Ketua Bawaslu harus secepatnya memberikan keputusan atau tindakan ke pada 5 Team Sukses (Timses) yang sudah terbukti melakukan maney Politik dan untuk caleg 07 dapil II dari partai Gerindra harus di diskulifikasi dari peserta Pemilu Caleg DPRD Kabupaten Sumenep. “, Teriakan dari pendemo yang sudah tidak bisa membendung amarahnya.

Menurutnya kasus Money Politic itu sudah jelas yang dilakukan oleh 5 Timses yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polisi Sektor (Polsek) Saronggi beserta Forpimka Kecamatan Seronggi pada malam hari H Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 kemarin.

“Saya minta terbitkan rekom, manakala rekom hari ini tidak terbitkan oleh Bawaslu, maka kami akan duduki kantor Bawaslu, dan kami tidak akan beranjak dari sisi,” Pinta salah satu korlap dari pendemo.

Setelah ketua Bawaslu bisa menyakinkan para pendemo bahwa nanti sore akan memberikan hasil keputusannya, sehingga para pendemo membuyarkan diri.

Dalam investigasi Team 16 Seusai pendemo buyar, bahwa Ketua Komisioner Bawaslu Sumenep, Anwar Noris mengatakan pihaknya sudah memproses kasus tersebut sesuai dengan regulasi Pemilu.

“Mereka kan menanyakan hasil, hasilnya kan belum selesai, hari ini kita akan mengadakan rapat pleno dengan Gakkumdu, nantinya barulah akan diputuskan apakah itu masuk unsur pidana apa tidak,” Tutur Nuris ketua Bawaslu Sumenep. (erfandi).

baca selengkapnya
POLITIK

TERKAIT RASTRA KALIANGET BARAT, KINERJA KECAMATAN DAN DINSOS PATUT DIPERTANYAKAN

PRN SUMENEP – Bantuan Sosial yang terdiri dari Pogram Keluarga Harapan (Bansos PKH) dan Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) Tahun 2019 untuk masyarakat kurang mampu, hususnya di Kabupaten Sumenep Desa Kalianget Barat Kecamatan Kalianget, belum seutuhnya menyentuh masyarakat kurang mampu.

Yang Sebelumnya sudah diberitakan di Media Pena Rakyat News, http://penarakyatnews.id/2019/05/06/bansos-raskin-2019-di-desa-kalianget-barat-tidak-seutuhnya-untuk-orang-miskin/

Karena masih banyak Bansos PKH dan Rastra Tahun 2019 yang masih belum menyentuh kepada masyarakat miskin hususnya di Desa Kalianget barat kec. Kalianget Kabupaten Sumenep, awak media PRN Sumenep bersama Aktivis Masyarakat terus melakukan Investigasi ke di DINSOS Sumenep untuk menanyakan data perubahan DPM, dan Zaini Kabid Dinsos mengatakan ternyata untuk desa kalianget barat tidak ada perubahan dan pengajuan. 02/05/2019.

” Belum ada pengajuan dari kecamatan untuk Desa Kalianget Barat Tidak ada pengajuan perubahan DPM Baru mas, sampai saya sudah mengirim surat ke kecamatan untuk segera mengadakan Musdes”, Ucap Zaini Kabid Dinsos Sumenep.

Masalah revisi DPM dari desa kalianget barat tidak ada perubahan, hal tersebut juga dibenarkan oleh Aminullah Kadis Dinsos Sumenep melalui WA selulernya. 06/05/2019.

” untk revisi DPM yg Kalianget barat tdk ada lembar frp ( formulir rekapitulasi pengganti )dll nya, Dik Erfan coba temui pak Zaini atau lewat telp biar jelas kekurangannya apa saja ” WA dari Kadis Dinsos.

Sedangkan sebelumnya Suharto Kades kalianget barat mengirimkan data DPM baru yang sudah di ajukan ke kecamatan Melalui WA selulernya kepada awak media PRN Sumenep. 03/05/2019.

Disaat Suharto Kades kalianget barat mau dikonfirmasi kerumahnya tidak ada, kata bukades Suharto keluar dan dihubungi melalui telepon selulernya tidak diangkat sedang nada panggil tersambung sampai 2×, Minggu 05/05/2019.

Untuk menyajikan berita yang berimbang sebelum awak media PRN Sumenep mengklarifikasi ke kecamatan kalianget untuk mengetahui DPM yang di ajukan dari desa kalianget barat dan ketemu langsung dengan ACHMAD RASIDI Sekcam Kalianget, Suharto di telfon melalui seluler nya juga gak diangkat, Senin 06/05/2019.

” Sudah di ajukan kedinsos mas, dan sudah ada beberapa yang sudah dirubah DPM nya, dan gak mungkin kalau kami tidak melakukan pengajuan DPM kedinsos dak mungkin rastra 2019 sudah di distribusikan ke desa Kalianget barat oleh Bulog.” Ucapan sekcam.

Tapi disaat awak media PRN Sumenep ingin mengetahui DPM yang sudah di ajukan oleh Kecamatan ke Dinsos, Achmad Rasidi tidak bersedia untuk menunjukkan DPM tersebut, seolah olah DPM yang di ajukan oleh Kecamatan disembunyikan untuk publik.
Ada apa dengan dengan Achmad Rasidi ini ….??, Sampai sampai DPM untuk desa kalianget barat ini tidak boleh di publikasikan. (erfandi).

baca selengkapnya
POLITIK

PEMILU 2019 KABUPATEN MOJOKERTO

10 HAL MENARIK YANG PERLU ANDA KETAHUI PKB RAIH SUARA TERBANYAK, WINAJAD RAIH SUARA TERTINGGI 10.557 SUARA

PRN Mojokerto – Hasil Pemilu 2010 tingkat Kabupaten sudah bisa diketahui, begitu KPU Kabupaten selesai melakukan Rapat Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Hasil Pemilu 2019 pada Senin malam (29/4) di Gedung Pertemuan milik KPU Kabupaten Mojokerto.
Dari berita acara perhitunga rekapitulasi terbitan KPU Kabupaten Mojokerto model DB-KPU dan DB1 lamprian-lampiran perolehan suara peserta pemilu 2019 dapan diolah dan dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Ada 10 hal menarik yang perlu anda kehahui, yaitu :

Pertama
Pilpres 2019 tingkat Kabupaten Mojokerto pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf pemenangnya.
Paslon 01 Pasangan Jpkowi-Ma’ruf mendapat 440.848 suara atau 76,2 %
Paslon 02 Pasangan Prabowo-Sandi mendapat 137.316 suara atau 23,8 %
Surat Suara tidak sah sebanyak 25.823 lembar atau 4,3 %.

Kedua
Tingkat partisipasi pemilih kabupaten Mojokerto 71,9 %
Dari jumlah yang terdapat dalam DPT sejumlah 839.734 pemilih, kenyataannya yang datang ke TPS-TPS menggunakan hak pilihnya mencoblos surat suara dibilik suara sejumlah 603.979 pemilih (71,9 %) sedang yang tidak menggunakan hak pilihnya atau tidak hadir di TPS sejumlah 235.755 pemilih (28,1 %).

Ketiga
Terdapat 17 orang Anggota Baru ( Wajah Baru atau New Camer ) dari 50 orang anggota DPRD Kabupaten Mojokerto masa bakti 2019-2024.

Keempat
Lima besar parpol peraih suara terbanyak PKB dengan 128.758 suara, disusul PDIP dirangking kedua dengan 126.041 suara, rangking ketiga Partai Demokrat dengan 69.867 suara, rangking keempat Partai Golkar mendapat 62.558 suara dan rangking kelima PPP dengan 48.911 suara.
Adapun lima besar parpol peraih kursi DPRD terbanyak adalah PKB dengan 10 kursi, disusul rangking kedua PDIP dengan 9 kursi, rangking ketiga Partai Golkar meraih 6 kursi, selanjutnya rangking kempat Partai Demokrat mendapat 5 kursi dan rangking kelima PPP dengan 5 kursi. Ada yang menarik dari perhitungan diatas, bahwa walau Partai Demokrat pada posisi rangking keiiga perolahan suaranya, akan tetapi perolehan kursi DPRDnya berada diposisi ke empat dibawah Partai Golkar.

Kelima
Peraih suara terbanyak perorangan Caleg DPRD Kabupaten Mojokerto 2019. Adalah terbanyak pertama H.Winajad, SH mendapatkan suara sebanyak 10.577 suara (Dari dapil 1 Partai Golkar); diurutan kedua Edi Ikhwanto dengan perolehan suara sebanyak 10.020 suara (Dari dapil 4 PKB) dan diurutan ketiga Hadi Fatkhur Rahman dengan mendapatkan suara sebanyak 9.689 suara ( Dari dapil 4 PKB ).

Keenam
Kesetaraan gender sudah maksimal. Dari 50 anggota DPRD yang terpilih, hanya ada 15 anggota DPRD perempuan, prosentasenya sebesar 30 %.

Ketujuh
Ada beberapa caleg yang bernasib baik. Walau suara minim tetap saja dapat lolos ke Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto duduk dikursi empuk dan yang terhormat. Diantaranya Hj.Rupiatin dari Partai Golkar Dapil 1 dengan suara 3.288 suara; selanjutnya Rindahwati dengan 3.451 suara dari Partai Nasdem Dapil1 dan Buddi Mulro dari Dapil 2 Partai Gerindera dengan perolehan 3.781 suara.

Kedelapan
Beberapa caleg DPRD Kabupaten Mojokerto Pemilu 2019 yang bernasib kurang mujur atau sial, walau sudah dapat meraih suara cukup tinggi namun kenyataannya gagal menuju ke Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto. Mereka antara lain adalah Yuni dengan perolehan suara sebanyak 6.614 suara dari PDIP Dapil 4; Shobirin dengan 5.325 suara dari PKB dapil 3 dan Mamik dengan 4.675 dar P.Demokrat dapil 3.

Kesembilan
PKB kursi naik dai 6 kursi menjadi 10 kursi; PDIP naik dari 7 kursi menjadi 9 kursi PPP dan PKS serta Hanura stagnan di 5 kursi dan 4 kursi serta 2 kursi; Partai Demokrat turun dari 6 kursi menjadi 5 kursi; PAN turun dari 4 kursi menjadi 2 kursi; PBB turun dari 2 kursi menjadi 1 kursi.

Kesepuluh
Tujuh belas orang anggota DPRD Kabupaten incumbent atau petahana yang gagal melaju ke Gedung DPRD Kab Mojokerto, atntara Lain Yuni Tri Widodo(PDIP), Fasichatus Sa’diyiyah dan Hamim Ghazali (PPP), M.Fauzi (PBB), Supardi (Gerindera) dan Darman, Diaz (PAN). (Drs. BB).

baca selengkapnya
POLITIK

Pelihara Pemilu Damai, Polres Serang Ajak Masyarakat Jaga Persaudaraan

PRN Serang – Banten – Pasca Pemilu 2019, Provinsi Banten senantiasa dalam keadaan aman dan kondusif. Keadaan ini patut di syukuri oleh semua masyarakat, karena pesta demokrasi adalah penyaluran hak warga untuk memilih calon pemimpin Bangsa, sehingga akan menjadi pemimpin semua warga negara indonesia.

Polda Banten beserta Korem 064/MY, membantu secara maksimal mewujudkan suasana yang aman dan damai, bersama para tokoh tokoh agama dan semua elemen masyarakat. Polres Serang, Melalui jajaran Polsek di wilayahnya, terus melakukan sambang dialogis yang bertujuan untuk menyatukan kembali masyarakat pasca pemilu 2019, untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, Minggu, 29/4/ 2019.

Bhabin Kamtibmas jajaran Polres Serang bersama dengan Babinsa Kodim 0602 serang melaksanakan kegiatan Sambang dan Tatap Muka kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, DKM dalam rangka menciptakan Situasi dan kondidisi yg aman damai dan sejuk menjelang keputusan KPU tanggal 22 Mei 2019.

Bhabin Kamtibmas jajaran Polres Serang dan Bhabinsa melaksakan kegiatan Sambang dialogisnya di Masjid BAITTINUR Kp Kedingding Darat Rt 08/02 Desa Tambak Kec Kibin. Juga menyambangi tokoh masyarakat bpk H ROMLI, di Kp. Nyompok Tengah Desa Nyompok, Kec kopo . Sambangi H. Lukman.

Di Kp. Panunggulan Desa mekarbaru, kec Kopo, Sambangi ke rumah Haji sonaji (ketua FPI kec. Kopo). Sambang juga dilakukan di Kp. Lebe Desa Babakan Jaya, Kec Kopo. Saambang ke Kh. Mursali ( Toga dan Ketua YPI Al Amin).

Kapolres Serang, Akbp Indra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran negara di tengah tengah masyarakat, untuk memberikan bimbingan dan Penyuluhan kepada warga untuk selalu menjaga rasa persaudaraan dan bisa saling menghormati.

Selain itu, indra juga menyampaikan bahwa masyarakat di himbau untuk tetap bersabar menunggu hasil keputusan Resmi hitungan Manual dari KPU dan tidak melakukan hal hal yang dapat merusak kedamaian negeri.

H. Romli, tokoh agama di Kecamatan Kibin, menyampaikan apresiasi kepada kapolres serang dan jajarannya, atas upaya menginginkan suasana pasca pemilu ini, kita berterima kasih dan akan siap membantu polri untuk terus mewujudkan pemilu yang aman dan damai.

Penulis : Ria

baca selengkapnya
POLITIK

Kurang Adil, 2 Kubu Bentrok Soal Pemilu Satu Tak Tersentuh Satu Masuk Penjara

PRN SAMPANG – Pemilu 2019 di Sampang, Madura, ricuh. Berdasarkan informasi yang diterima oleh dari Polda Jatim, telah terjadi aksi pembacokan terhadap saksi pada Rabu (17/4/2019).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, mengatakan peristiwa itu terjadi di TPS 7 Dusun Tapaan Tengah, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Sampang, sekitar pukul 09.45 WIB.

“Terjadi perampasan mandat saksi Pileg Sampang dari Caleg Hanura Dapil IV, Farfar, dilakukan oleh kelompok Muara Cs yang berencana akan mengambil mandat saksi dari Caleg Hanura Dapil IV,” katanya seperti dilansir dari liputan6.com.

Barung mengatakan, hal ini memicu aksi protes dan perlawanan dari pihak Farfar. Protes ini dilancarkan Kades Ketapang Daya Kecamatan Ketapang, Widja.

Bentrok ini mengakibatkan jatuh korban dari pihak Kades Ketapang Daya, Mansur. Dia menderita luka tembak bagian tangan sebelah kiri. Ungkap Barung.

Dari cuplikan beberapa media yang sudah terbit di online tampak jelas terkesan sepihak berdasarkan keterangan dari humas Polda Jatim, menanggapi hal ini, Muhamad Muklis seorang yang terlibat langsung dalam bentrokan di TPS 7 Dusun Tapaan Tengah, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Sampang membeberkan peristiwa yang sebenarnya.

Mohamad Muklis sangat menyayangkan atas adanya penangkapan terhadap Muara dengan dalil melakukan penganiayaan dan penembakan menggunakan senjata api,  pasalnya kelompok Muara hanya 25 orang sedangkan pihal lawan 300 orang kok kami yang dituduh melakukan pengeroyokan yang ada kelompok Muara lah yang dibantai oleh kelompok Kades Ketapang Daya, Mansur dkk.

Lanjut Moh. Muklis,  terdengar bunyi tembakan beberapa kali namun itu bukan dari kelompok Muara sebab Muara diketahui tidak memiliki senjata api, namun anehnya malah Muara yang ditangkap dan dituduh melakukan penembakan, sedangkan pihak lawan yang dari awal melakukan penghadangan dengan mengerahkan banyak massa yang bersenjata beraneka ragam,  dan senjata api malah tidak ada yang ditangkap.

“kami berharap kepada bapak Kapolres Sampang dan Kapolda Jatim agar tegakkan hukum seadil-adilnya,  seharusnya kedua belah pihak dipanggil dan diperiksa tidak hanya dari kubu Muara saja yang ditahan sebab bukti baik foto dan vidio sudah jelas dan tidak ada rekayasa semestinya pihak Kepolisian bisa bertindak profesional” pungkas Moh. Muklis. (ujang).

baca selengkapnya
POLITIK

BERGAYA,  Bawaslu Sumenep Saat Diwawancarai Kaki Diangkat Tinggi

PRN SUMENEP, Sikap IMAM SYAFI’I, MH, komisioner Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Sumenep bagian divisi hukum dan informasi Bersikap kurang beritika duduk di kursi dengan kaki diangkat disaat wawancara dengan beberapa awak media yang tergabung di Team 16 di tempat kerjanya, Senin 22/04/2019.

Sikap tersebut mencerminkan sikap kurang menghargai Terhadap beberapa awak media yang lagi menjalankan tugas melakukan wawancara cara terkait penangkapan 5 orang team sukses caleg no.07 dapil II dari partai Gerindra, yang terjadi di dusun Baratan DS.Talang Kec. Saronggi Kab. Sumenep, Selasa malam 16/04/2019 sekitar pukul 22.00 wib.

Baca berita sebelumnya, http://penarakyatnews.id/2019/04/22/gempar-5-orang-team-sukses-caleg-no-07-gerinda-digelandang-polsek-saronggi/

IMAM SYAFI’I. MH, dari BAWASLU Sumenep menjelaskan atas penangkapan 5 orang team sukses caleg no.07 dapil II dari partai Gerindra yang diduga melakukan maney Politik tersebut.

” Kita mengkajinya dalam sudut pandang pasal 573 ayat 2 terkait dengan pelaksanaan peserta atau team kampanye pemilu yang melakukan, memberikan dan menjanjikan uang atau barang, dipidana dengan penjara 9 tahun,” Tutur IMAM SYAFI’I. Dengan sikap nyantai kaki di angkat.

Masih dalam keterangan IMAM SYAFI’I. MH,
“Jadi kita muskipun uang itu ada tapi kita bisa memastikan apakah Ada kampanye atau tidak pada saat itu, karena tuntutan untuk masuk ke pasal tersebut harus berdasarkan pasal 523, Bukti stiker dan uang itu sudah ada, tetapi apakah ada bagi bagi uang yang telah diberikan kepada masyarakat kita tidak menemukan barang bukti itu dan kita masih dalam proses pengumpulan barang bukti itu,” katanya.

Sedangkan disaat team 16 menanyakan barang bukti dominal uang dan Nomer urut caleg tersebut, IMAM SYAFI’I. Mengatakan lupa.

“Saya lupa kayaknya Rp. 575.000 dan 13 stiker dan nomer urut caleg nya lupa saya dan kertas rekapan ada sejumlah nama tapi kami masih ingin mengundang mereka apakah benar mereka menerima uang atau tidak, Karena fokus kami itu apakah ada kegiatan kampanye atau tidak pada waktu itu, Dan itu sudah masuk dalam kawasan GAKUMDU dan sudah diproses dan sudah dilakukan klarifikasi kepada 5 orang tersebut,” Imbuhnya.

Wewenang kami hanya memproses pelanggaran pemilunya saja,

Demi untuk menegakkan kebenaran dan keadilan team 16 akan terus mengawal proses hukum kasus ini sampai tuntas. (Erf/team).

baca selengkapnya
POLITIK

Satu Lagi!!  Pejuang Demokrasi Asal Magetan  Gugur

PRN Magetan – Senin 22 April 2019 pukul 17:30 WIB Keluarga besar KPU Magetan berduka, telah kembali ke rahmatullah Drs. Isran (61 th), Pejuang Demokrasi berasal dari Desa Sumberejo Kecamatan Maospati. Isran adalah sosok pejuang tangguh yang dikenal semangatnya memperjuangkan demokrasi.

Alm Isran adalah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 4 Desa Sumberejo. Bukan hanya sekali ini Isran menjadi KPPS, di pemilu 2014 yang lalu beliau juga aktif sebagai pejuang pemilu, di tingkat desa.

“Kami sangat merasa kehilangan, beiau orangnya ikhlas dan tawadhu’, sabar dan cermat dalam proses penghitungan suara,” Ujar Imam Yudhianto, Ketua PPK Maospati.

Imam menuturkan bahwa Isran sibuk mengurusi pemilu, mulai dari persiapan TPS, pelaksanaan pemungutan suara dilanjutkan penghitungan suara di tingkat TPS mulai hari Selasa (16/04/2019) sampai dengan rekapitulasi penghitungan suara di PPK Maospati pada hari sabtu (20/042019).

“Sangat melelahkan saya kira, bahkan pada hari sabtu itu proses rekap sampai dini hari,” tutur Imam.

Isran dikenal warga sekitar sebagai pensiunan Penilik Sekolah di Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, yang baru saja pensiun setahun yang lalu. Setelah pensiun Isran mengisi waktunya dengan menjadi petani. Bahkan pagi hari sebelum meninggalnya Isran sempat tilik ke sawah (22/04/2019).

“Bisa jadi beliau kelelahan, karena info dari keluarga, pada hari rabu Kegiatan di TPS sampai Kamis jam 3 dini hari, Jum’at malam Sabtu badminton di gedung balai desa Ngujung, Sabtu malam ikut rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan, sampai ke tengah malam, Minggu pagi ke Tawangmangu dan Plaosan, Senin pagi ke sawah, Senin jam 2 siang dibel Taspen, Sampai kantor Taspen merasakan sakit masuk UGD Magetan. Kurang lebih jam 15.00 sore. Meninggal di UGD Magetan jam 17.30,” ujar imam.

Isran yang lahir di Magetan tanggal 21 November 1958, meninggalkan seorang Istri bernama Dra. Darwati, MPd Kepala Sekolah SD Pandeyan, dua orang anak yang bernama Kristanto (25 th) dan Fatimah (21 th) dan seorang cucu.

Menurut informasi dari Edi Martoyo , salah satu perangkat Desa Sumberejo, rencananya jenazah Isran akan dikebumikan besok hari Selasa (23/04/2019) Jam 09.00 WIB di Pemakaman Umum Desa Sumberejo Kecamatan Maospati.

“Semoga Alloh memberikan ampunan dan rahmatnya kepada beliau, Mewakili penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan kami menghaturkan bela sungkawa yang sedalam dalamnya,” tutup Imam. ( Beni Setyawan)

baca selengkapnya