close

Uncategorized

Uncategorized

Cabang Rutan Lhoknga Kedatangan Tamu dari Pejabat Penjara Malaysia

PRN Lhoknga – Jabatan Penjara Malaysia berkunjung ke Cabang Rutan Lhoknga, dalam rangka study banding Penjara di sekitar wilayah Banda Aceh. Rabu/24-04.

Kedatangan tamu dari Pejabat Penjara Malaysia yang terdiri dari Kepala Penjara yang berada di Malaysia yang merupakan kegiatan study banding dalam rangka penyelesaian kuliah Magister di Malaysia. Rombongan Pejabat Penjara Malaysia didampingi oleh Dosen BKI UIN AR Raniry Banda Aceh.

Disambut langsung oleh Kepala Cabang Rutan Lhoknga, kasubsi dan petugas staf, Rombongan Pejabat Penjara Malaysia diajak berkeliling melihat lingkungan di Cabang Rutan Lhoknga.

Salah satu Pejabat Penjara Malaysia Mohathir menyampaikan bahwasanya di Malaysia ada kurang lebih 30 penjara dan memang rata rata isinya penuh dan padat, untuk pengamanannya sangat ketat karena setiap penjara di malaysia dilengkapi alat pengamanan seperti alat X ray dan body scan. Sehingga siapapun masuk ke dalam benar benar steril.

“di Malaysia penghuninya penuh semua, dan rata rata ada juga para TKI dari Indonesia, sampai untuk tidur aja mereka miring dan berhimpitan bahkan ada yang bergantian agar bisa tidur” terangnya.

Mohathir juga menambahkan bahwasanya “mereka yang di dalam apabila melanggar mendapatkan hukuman cambuk yang pelaksanaannya di dalam penjara” jelasnya.

Kacabrutan Lhoknga, Priyo Tri Laksono menjelaskan bahwasanya Cabang Rutan Lhoknga ini merupakan bangunan baru setelah kejadian tsunami, bangunan yang lama di dekat pantai Lhoknga hancur terkena tsunami. Cabang Rutan Lhoknga sendiri kapasitasnya 150 orang, dengan penghuni sekarang ini berjumlah 104 orang berarti belum over kapasitas sehingga mereka masih longgar untuk tiduran di kamar hunian.

” disini penghuni masih dibawah kapasitasnya sehingga masih longgar dan mereka warga binaan bisa tidur tanpa berdesak desakan, sehingga masih ada space atau ruangan di kamar tersebut” jelas Kacabrutan.

Selain berkeliling lingkungan Cabang Rutan Lhoknga, rombongan juga melihat SDP Layanan Self Service untuk warga binaan, rombongan juga menyampaikan disana ada juga layanan seperti itu namun terdapat di ruangan dan hanya narapidana aja yang bisa melihatnya.

Dalam kesempatan itu juga Kacabrutan Lhoknga juga menerangkan bahwasanya di Indonesia menggunakan Sistem Pemasyarakatan, yang mana pada hakikatnya Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai insan dan sumber daya manusia harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi dalam satu sistem pembinaan yang terpadu, yang bertujuan agar menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

Di akhir kunjungan, Kacabrutan mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan Pejabat Penjara Malaysia, sehingga kita bisa bertukar pengalaman dan mendapatkan wawasan tentang situasi penjara di Malaysia. Sebelum rombongan beranjak keluar dilakukan foto bersama sekaligus memberikan cindera mata dari Rombongan Pejabat Penjara Malaysia.  (red)

baca selengkapnya
Uncategorized

Dinas PUPR dan TP-4D Kejari Kab Magetan adakan sosialisasi  Rehabilitasi Dam dan Prasarana Irigasi Dana Alokasi Umum (DAU

PRN Magetan – 22/3/2019 Bertempat didesa Krowe kecamatan Lembeyan Kab Magetan digelar kegiatan sosialisasi kegiatan Rehabilitasi Dam dan Prasarana Irigasi Dana Alokasi Umum (DAU) yang di lakukan oleh dinas PUPR bidang Sumber Daya Alam bekerjasama dengan TP4D Kejaksaan Negeri Kab Magetan.

Dalam sosialisasi ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari berbagai lapisan warga Krowe. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Yuli K. Iswahyudi, ST kepada Penarakyatnews.id menuturkan ” Pihak dinas mengapresiasi warga yang ingin agar ada pagar di sekitar kantong lumpur,agar kedepan tidak menelan jiwa lagi.

Selain itu Dinas PUPR mengharapkan agar kedepan masyarakat ikut serta membantu pemerintah dalam upaya pemeliharaan saluran air yang sudah dibangun. ” tuturnya.

Kegiatan rehabilitasi ini akan yang didanai dari dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 330.000.000.00. dengan Konsultan CV Global Mandiri konsultan.

Sugiyanto Kasie (Datun) Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Kab Magetan kepada Pena Rakyat News mengatakan “kami dari Kejaksaan akan menampung aspirasi dari warga sekaligus pendampingan dari sisi hukumnya mulai dari, perencanaan hingga pembangunan sehingga program pemerintah bisa sinkron dengan kebutuhan warga Krowe, dengan harapan agar kedepan bisa lebih produktif lagi agar anggaran dari pemerintah bisa lebih berdaya guna dan tepat guna” imbuhnya.

Kepala desa Krowe Sujak mengatakan “Normalisasi dam Krowe (Krebet) ini didasarkan atas aspirasi warga yang mengeluhkan sedimen bendungan sehingga berpotensi banjir yang bisa merusak lahan pertanian warga.

Atas aspirasi dari masyarakat itulah maka pemdes Krowe mengajukan proposal ke dinas PUPR agar dilakukan normalisasi, dengan harapan agar kedepan jumlah tampungan air akan maksimal sehingga pertanian di desa Krowe akan lebih maksimal.”imbuhnya.

Video kegiatan ini bisa di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan ( jurnalis :Beni Setyawan)

baca selengkapnya
Uncategorized

Bhayangkari Polsek Metro Tamansari Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Krukut

PRN JAKARTA – Kapolsek dan Ketua serta Wakil Ketua Bhayangkari Polsek Taman Sari Polres Metro Jakarta Barat memberikan sumbangan kepada korban bencana kebakaran di Posko Bantuan Bencana Kebakaran Pos RW 05 Jalan Talib II Kelurahan Krukut Taman Sari Jakarta Barat. Dilanjutkan meninjau lokasi pasca kebakaran serta dialog dengan korban kebakaran, Kamis (21/03/19).

Ibu Bhayangkari melihat lokasi yang banyak korban kebakaran membutuhkan bantuan berupa sembako. Bayangkari mendatangi lokasi dan membagikan sembako secara simbolisnkepada warga yang terkena musibah kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut Ibu Bayangkari Polsek Metro Taman Sari merasakan prihatinnya atas musibah kebakaran ini.

“Apa yang dirasakan warga musibah kebakaran sama dengan apa yang saya rasakan. Semoga pemberian ini (sembako) dapat mengurangi bebannya,”Katanya.

Sementara, masyarakat korban kebakaran mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Polsek Metro Tamansari.

Untuk diketahui, kebakaran terjadi di Jalan Talib II Kelurahan Krukut Taman Sari Jakarta Barat, Krukut Taman Sari Jakarta Barat beberapa hari lalu , yang mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal

Penulis : Ria

baca selengkapnya
Uncategorized

UNTUK PERJUANGKAN RAKYAT, DPRD SUMENEP MERANCANG UPAH BURUH TANI

PRN SUMENEP – Untuk mensejahterakan Upah minimum untuk para buruh tani agar sama di kabupaten Sumenep, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep telah membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Rabu 20/02/2019.

Upaya ini yang dilakukan oleh DPRD Sumenep untuk memperjuangkan hak bagi para buruh tani supaya mendapatkan upah yang layak dari pemilik tanah, agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam kebutuhan keluarganya.

Dalam keterangan Suroyo dari Komisi IV DPRD Sumenep di upayakan dibuatnya RAPERDA ini, agar bagi para buruh tani yang bekerja mendapatkan standar pengupahan dari yang memperkerjakan /juragan pemilik tanah, dan regulasinya di peruntukan bagi buruh tani yang bekerja agar dilindungi dari segi pengupahannya yang berpayung hukum.

“Sampai sekarang ini bagi para buruh tani tidak mempunyai standarisasi honor ongkos kerja (HOK), hal itu Dengan adanya regulasi semacam ini, kedepannya upah bagi para buruh tani sekabupaten Sumenep bisa sama,” Ucap Suroyo.

Masih dalam keterangan Suroyo, Raperda ini masih dalam proses, yang rencananya akan dibuat Bersama dengan Perda penanaman modal yang nantinya akan di usulkan Melalui komisi II, regulasi ini adalah inisiatif legislatif untuk memberikan payung hukum kepada Juragan /pemilik tanah dengan buruh tani yang nantinya agar sama sama tidak dirugikan. (erfandi).

baca selengkapnya
Uncategorized

Kades Joss…Bukan Penyesalan Katakan Wartawan Gendeng Malah Sebarkan ‘Ancaman’

PRN MOJOKERTO – Terkait etika bicara sang kepala desa Mlaten Dwi Siswarini saat di wawancarai Aireza Erfansyah seorang wartawan dan redaktur 2 media Pena Rakyat News perihal hilangnya bantuan tractor yang diduga dijual oleh Ketua Poktan desa Mlaten, saat ini Aireza Erfansyah merasa terancam karena ditakut-takuti oleh sang kepala desa Mlaten.

Hal ini disampaikan oleh Aireza Erfansyah saat melaporkan perihal ancaman Dwi Siswarini kepada redaksi Pena Rakyat News di Ruko Terminal Kertajaya Blok B-09 Mojokerto pada sabtu 24/11/18, menurutnya (Aireza Erfansyah, red) telah diancam oleh Dwi Siswarini baik secara langsung dan juga melalui Whatsapp (WA) kalau tidak mau minta maaf dan memperbaiki nama baiknya di desa akan melaporkan ke Polisi karena Aireza Erfansyah atau lebih dikenal dengan sebutan Assa (Wartawan Pena Rakyat News, red) teleh merekam pembicaraan atau wawancara dirinya dengan Dwi Siswarini dan Setu (Ketua Poktan SIDO MAKMUR, red) dikediaman Dwi Siswarini 9/11/18 dan dianggap menyadap, dan mengakat hasil wawancaranya menjadi berita. Bukti rekaman tersimpan.

Dalam rekaman exlusif Wartawan Assa, terdengar jelas bahwa Setu menceritakan semua kronologi dijualnya tracktor bantuan kelompok tani dan Setu juga mengakui bahwa dirinya yang memegang uang hasil penjualan tersebut dan diakhir wawancaranya Dwi Siswarini selaku Kepala Desa Mlaten mengatakan bahwa menuduh wartawan yang hendak kupas tuntas kasus dugaan Menghilangkan dan atau menjual Tractor bantuan dari pemerintah yang dijual oleh Ketua Poktan Sido Makmur adalah Wartawan cari apa-apa dan wartawan gendeng-wartawan gendeng padahal tim Pena Rakyat News saat itu masih mendalami melalui klarifikasi ke berbagai pihak dan saat itu juga berita belum dinaikkan.

Atas laporan Assa kepada redaksi PRN, Samsul selaku pimpinan redaksi sangat menyayangkan sikap dan etika Dwi Siswarini selaku Kepala Desa Mlaten, pasalnya sebagai seorang kepala desa yang baru dilantik semestinya dirinya memberikan apresiasi kepada wartawan yang hendak membantu dirinya mengungkap penyimpangan yang sudah terpendam sekian lama di desanya dan andai persoalan hilangnya trakctor ini dapat diselesaikan olehnya jelas masyarakat desa Mlaten memberi acungan jempol karena prestasinya, bukan malah melecehkan profesi wartawan dan menuduh wartawan cari apa-apa dan wartawan gendeng, dan parahnya lagi wartawan yang meliput diancam dilaporkan dengan pasal UU ITE dan pencemaran nama baik.

Masih dalam keterangan Samsul, dirinya tidak akan gentar dengan ancaman Dwi Siswarini Kepala Desa Mlaten yang dapat dibilang arogan ini, karena Wartawan PRN sudah sesuai menjalankan prosedur dan kode etik jurnalistik dan pada kamis 15/11/18 redaksi melayangkan pengaduan Kepada Reskrim Polres Mojokerto terkait raipnya tracktor kelopok tani desa Mlaten dan mengadukan terkait dugaan pelecehan profesi wartawan.

“Saudara Ariono Aji selaku tim dan redaktur media Pena Rakyat News beberapa hari yang lalu sudah mengadukan hal ini ke Polres Mojokerto, dan saudara Kasat Reskrim berjanji akan segera menindak lanjuti dan memproses pengaduan ini” tegas Samsul

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan ayat keempat bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak bahkan dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. (dikutip dari UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers)

Jurnalis : Indik Pujiono
Redaktur : Ariono Aji.

baca selengkapnya
Uncategorized

GELARAN DIALOG TERBUKA WALI KOTA MOJOKERTO DENGAN INSAN PERS

PRN MOJOKERTO – Gelaran Dialog Walikota Mojokerto Bersama Insan Pers yang diselenggarakan oleh Humas Pemkot Mojokerto pada 11-12 April 2018 di Hotel Ayana Trawas Mojokerto.

Dialog mengambil tema Beraama Insan Pers Yang Independen Kita Wujudkan Pilkada Serentak TH. 2018 Yang Aman dan Kondusif, dengan dua orang nara sumber Mas Andung dari Radar Mojokerto dan Pak Arif dari Humas Pemprov Jawa Timur.

Hadir dalam dialog tersebut insan pers dari media cetak, elektronik, online , medsos, Walikota Mojokerto, Sekdako semua sekitar100 orang.

Yang menarik dalam dialog kali ini adalah apa yang telah disampaikan oleh Drs.KH.Mas’ud Yunus Walikota secara vulgar.

Beliau menyampaikan bahwa pertama Pilkada atau Pilwali Kota Mojokerto ini harus berjalan dengan sukses, aman dan kondusif. Diperlukan partisipasi aktif dari semua pihak khususnya insan pers.

Kedua Pilwali harus bersih dan bermartabat. Ketiga Masyarakat harus diberikan pembelajaran tentang pentingnya memilih pemimpin. Pilih pemimpin yang baik dan yang keempat Bebas dari money politik. Politik uang atau money politik inilah yang menyebabkan rusaknya atau rendahnya kwalitas pilkada.

Yang terpilih menjadi Walikota orang yang salah atau tidak kapabel, terpilih hanya karena bagi-bagi uang saja. Disamping itu money politik menyebabkan pilwali biaya tinggi.

Akibatnya kalau sdh jadi Walikota suka ngentit atau nyolong alias korupsi untuk mengembalikan uang biaya pilwali yang dikeluarkannya.

Banyak sekali Kepala Daerah yang doyan ngentit hanya caranya saja yang berbeda-berbeda.

Dalam dialog juga banyak dibicarakan kenetralan PNS atau ASN, yang semua sepakat menolak dan melawannya.

Termasuk pak Wali menjelaskan bahwa tidak pernah memihak alias netral dalam pilwali. (rodji).

baca selengkapnya
Uncategorized

KPU KAB.MOJOKERTO LANTIK PPK PILPRES 2019

KPU Kabupaten Mojokerto melatik PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019. Sebanyak 54 orang PPK dilatik, sehingga dapat diketahui bahwa tiap-tiap kecamatan se-Kabupaten Mojokerto terdapat 3 (tiga) orang PPK.
Pelantikan secara ceremonial dilakukan sendiri oleh Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Ayuhanafi, dengan mengambil sumpah ke 54 orang PPK dari berbagai kecamatan di Kabupaten Mojokerto.
KPU Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Pelantikan PPK Pilpres 2019 itu bertempat di Hotel Garden Vanda Gardenia Trawas Mojokerto. Pada hari Kamis, 8 Maret 2018 pukul 10.00 Wib dan berakhir pukul 14.00 Wib.
Wakil Bupati Mojokerto H. Pungkasiadi, SH yang hadir mewakili Bupati Mojokerto dalam sambutannya menyampaikan kepada PPK yang telah dilatik selamat telah dilantik menjadi PPK Pilpres 2019. Beliau juga berpesan agar seluruh PPK yang ada bekerja sungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Dan hendaknya dalam bekerja senantiasa menjaga netralitas, kejujuran dan kmeadilan.
Berbeda dengan PPK Pilgub Jatim 2018 yang setiap kecamatan ada 5 (lima) orang. Tapi dalam Pilpres 2019 nanti PPK setiap kecamatan 3 (tiga) orang. Salah seorang anggota PPK yang hadir dilatik, ketika ditanya berapa besar honor yang diterimanya sebagai anggota PPK ? Dijawab henornya sebesar Rp. 1.400.000,00 ( Satui juta empat ratus ribu rupiah ) perbulan dan diterimakan setiap buklan.
Tampak hadir dalam acara pelantikan PPK tersebut para anggota Forkopimda Kab. Mojokerto yang diwakili oleh stafnya dan juga Kapolresta Mojokerto serta Camat Trawas. (rodji).

baca selengkapnya
Uncategorized

Penampakan ‘Rumah Sekap’ KPK di Depok

DEPOK, PRN.id – Sebuah rumah yang berada tak jauh dari gerbang masuk jalan TPA Kampung Benda di Cipayung, Depok, Jawa Barat terlihat biasa saja. Cat rumah dengan terali besi hitam itu juga sudah terlihat kusam.

Namun, itulah rumah yang disebut-sebut pernah disewa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Niko Panji Tirtayasa yang menjasi saksi kasus suap Akil Mochtar mengaku pernah ditempatkan di rumah itu.

Niko pula yang menyebut tempat tinggal yang disewa KPK itu sebagai rumah sekap. Konon, pemilik rumah dengan tiga buah pohon palem itu adalah Yusman, warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Nanang (50), pemilik warung di dekat rumah sekap itu menuturkan, bangunan itu dikontrakkan dengan tarif Rp 2,5 juta per bulan. Nanan pula yang diserahi memegang kunci rumah itu.

“Saya disuruh pegang kunci rumah sama Pak Yusman sejak 2015. Nah katanya ada namanya Bu Dian yang terakhir ngontrak rumah ini. Bu Dian orang asli sini, tapi gak betah. Katanya sih suaminya orang Belanda,” kata Nanang kepada JawaPos.com, Jumat (11/8).

Nanang juga mengungkapkan, rumah dengan tiga kamar, satu garasi dan 3 kamar mandi itu sudah kosong sejak 4 tahun lalu. Meski demikian, kata Nanang, sudah ada beberapa orang yang datang untuk menanyakan rumah itu dengan tujuan mengontraknya. (red)

baca selengkapnya