close

Uncategorized

Uncategorized

Nyadar Tidak Sepatutnnya Terima PKH, Wanita Tiga Anak Bersedia di Graduasi

PRN KOTA TANGERANG – Selama tiga tahun menjadi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat, Siti Jubaidah warga RW 07, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari memutuskan untuk berhenti mendapatkan bantuan.

Saat diverifikasi lapangan oleh petugas Dinsos bersama pegawai kecamatan, yang bersangkutan langsung menyatakan tidak mau dipasang label dan memilih mengundurkan diri. Karena dia juga menyadari secara sadar seharusnya dia tidak menerima.

Tanpa paksaan, dengan kemauannya sendiri, wanita tiga anak ini bersedia digraduasi dan menandatangani pemberhentian penerimaan bantuan “Keluarga Miskin” setelah kini dirinya sudah memiliki rumah yang layak, kendaraan roda empat serta lima kontrakan yang terisi setiap bulannya.

“Saya sudah terima sejak 2016, beras telur dan uang setiap bulannya. Saya terima dari Kementrian Sosial. Kalau sekarang harus dilabelisasi “Keluarga Miskin” saya tidak mau.”

“Malu lah saya dengan tetangga, apalagi kalau keluarga saya datang kerumah, apa kata mereka,” ungkap Siti Jubaidah, saat dilakukan verifikasi ke rumah keluarga penerima manfaat oleh Dinsos, Camat dan Lurah, Selasa (3/9/19).

Ia pun menyatakan, secara sadar ia mengetahui dan menyadari bantuan yang diterima dari Pemerintah sudah tidak pantas dia dapatkan lagi.

“Tidak ada pasaan atau apapun, saya mengundurkan diri dari peserta penerima bantuan. Saya justru merasa malu, wong setiap hari saya olah jenis makanan layak, mosok iya saya masih mendapat bantuan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Sosial akan melakukan labelisasi “Keluarga Miskin” kepada penerima bantuan secara berkala di 13 kecamatan. Sebagai tahap pertama, Kecamatan Neglasari menjadi lokasi verifikasi pertama.

Plt Kepala Dinsos Suli Rosadi menuturkan program ini bertujuan memverifikasi secara lebih jelas target penerima bantuan yang lebih tepat sasaran. Mengurangi pihak-pihak yang tidak layak menerima namun pura-pura miskin. Sehingga selanjutnya, semua bantuan yang dikucurkan bisa tepat sasaran.

“Saya pun berharap, masyarakat Kota Tangerang yang tidak layak menerima bantuan untuk proaktif terhadap program ini. Sehingga jumlah kemiskinan serta bantuan yang dikucurkan baik dari Pemerintah Kota Tangerang maupun pusat bisa lebih tepat sasaran,” harapnya.

Untuk diketahui, sejak dilakukan verikasi lapangan data oleh petugas gabungan dari Dinsos, Camat dan Lurah dalam beberapa hari terakhir, tak kurang dari 50 keluarga telah mengundurkan diri dari daftar penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). (JALIL/M.HUD)

baca selengkapnya
Uncategorized

L U C U…. Pemerintahan Kelurahan Pare Umumkan Tidak Melayani Pengurusan Tanah

PRN KEDIRI – Nek masyarakat ora iso ngurus administrasi tanah nang balai desa trus piye jal, ungkapan warga Pare Kediri yang merasa kecewa dengan pemerintahan desa Pare Kediri.

Secara SOP pemerintahan desa memiliki tugas dan wewenang untuk melayani segala.sesuatu terkait hal ikwal kepentingan warganya,  walaupun terdapat kekosongan kepemimpinan atau kepala desa.

Namun berbeda dengan pemerintah desa Pare,  di depan pintu balai desa tertulisa besar “mohon maaf kepada bpk/ibu warga kelurahan Pare, bahwa kami belum bisa melayani pengajuan administrasi sertifikat tanah, dimohon menunggu kepala kelurahan yang baru atau devinitif”

Sampai berita diturunkan tim pena rakyat news belum dapat menemui pihak penanggung jawab kelurahan Pare.  (sawong).

baca selengkapnya
Uncategorized

Doa Bersama Di Makam Tradisi Desa Dinden Saat Peringati Bersih Desa

PRN Ngawi – Beragam corak dan cara dari setiap desa di wilayah Ngawi dalam memperingati hari berdirinya sebuah desa atau yang di kenal dengan bersih desa. Salah satu yang dilakukan warga desa Dinden, Kecamatan Kwadungan Ngawi mempunyai cara yang unik saat melakukan nyadran (bersih desa).

Beberapa waktu lalu warga desa Dinden mulai pagi berbondong-bondong menuju makam desa setempat. Kehadiran seluruh warga desa tersebut dalam rangka berdoa bersama di makam para leluhur maupun sanak saudara yang telah meninggal.

Acara yang unik tersebut dipimpin langsung oleh sesepuh desa.
“Ini adalah salah satu wujud cara bersyukur pada ALLAH yang telah memberikan nikmat didunia ini,” jelas sesepuh desa Darto saat ditemui Jurnalis Pena Rakyat News

Dan agenda tahunan tersebut merupakan salah satu cara melestarikan kebudayaan Jawa yang selalu dilakukan oleh warga desa setempat semenjak puluhan tahun silam.

Selain berdoa para warga desa tersebut juga membawa nasi untuk selamatan sebagai wujud dari keikhlasan dalam bersedekah. Sebab setelah dipimpin doa oleh sesepuh para warga tersebut melanjutkan dengan berdoa disetiap makam para leluhurnya maupun saudaranya.

“Selain untuk melestarikan budaya Jawa juga simbol dari cara warga dalam bersedekah,” urainya.

Namun semenjak adanya dana desa yang digelontorkan dari pemerintah pusat juga menambah dari pakem atau tata urutan dari pelaksanaan bersih desa tersebut. Sebab kalau dahulu hanya berdoa bersama di makam desa yang dilanjutkan dengan hiburan tarian gambyong atau cokekan. Dan setelah adanya anggaran dari pemerintah pusat dilakukan penambahan hiburan dalam bentuk pagelaran wayang semalam suntuk.

Sedangkan dengan adanya hiburan tambahan tersebut tetap tidak mengurangi nilai kesakralan dari acara bersih desa yang digelar.
“Setelah adanya dana desa untuk hiburan ditambah pertunjukan wayang setiap kali diadakan nyadran (bersih desa),” terang perangkat desa Dinden Suroso pada jurnalis PRN

baca selengkapnya
Uncategorized

LAPORAN DINSOS SUMENEP DALAM KEGIATAN SYUKURAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 74 TAHUN 2019.

PRN SUMENEP – Sebagai ucapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, atas nilai dari kemerdekaan RI melalui perjuangan para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya pada bangsa Indonesia, maka dari itu Pemerintah kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Syukuran HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 di halaman depan Masjid Agung Jamik Sumenep, Jum’at malam 16/08/2019 sekitar pukul 19.00 wib.

Dalam sambutan kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep R. Akh. Aminullah menyampaikan bahwa kegiatan Syukuran HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019, guna Untuk kita semua mendo’aka para pahlawan pejuang bangsa Negara Indonesia ini supaya amal ibadah diterima oleh Allah SWT dan di ampuni atas segala dosa dosanya untuk mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah SWT.

“Untuk menggiatkan kepada kita sebagai generasi penerus bangsa yang telah menikmati kemerdekaan RI, agar kita semua mampu mengisi kemerdekaan ini dengan amal bakti nyata dalam kehidupan sehari-hari,” Tutur R. Akh. Aminullah.

Menurut pantau awak media PRN Sumenep, kegiatan Syukuran HUT RI ke 74 tersebut di selenggarakan di depan halaman Masjid Agung Jamik Sumenep, masyarakat Sumenep antusias sekali berdatangan memadati areal lokasi kegiatan Syukuran HUT kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 yang digelar oleh Pemkab Sumenep. Dengan jumlah undangan yang hadir dalam acara tersebut Kurang lebih 1500 orang.

Hadir dalam kegiatan Syukuran tersebut terdiri dari; A. Busyro Karim Bupati Sumenep beserta Istri, Ahmad Fauzi wakil Bupati Sumenep beserta Istri, Segenap Forkopimda beserta Istri, Sekdes beserta Istri, Para asisten beserta Istri, Staf ahli beserta Istri, wakil ketua DPRD Sumenep beserta Istri, Segenap Kepala dinas dan bagian beserta Istri, Camat sekabupaten Sumenep beserta Istri, Pimpinan Instasi, Anggota DPMD, para alim ulama dan Pimpinan pondok pesantren sekecamatan kota Sumenep, Segenap organisasi yang ada di sumenep, Peserta paskibraka bersama ortu, panti anak yatim-piatu, takmir masjid, Segenap pasukan kuning, Petugas cipta karya, klaning servis,

“Biaya pelaksanaan Syukuran HUT kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019, di bebankan kepada Anggaran APBD 2019, Pada pos anggaran panitia pelaksana HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 dan partisipasi sadari semua pihak.” Kata R. Akh. Aminullah

Kegiatan tersebut merupakan sebuah rangkaian dari pelaksanaan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 di kawasan Sumenep antara lain, Penganugrahan dan penyematan Satya kencana karya Satya, Rapat paripurna DPRD (Pidato kenegaraan), Syukuran, Apel kehormatan dan renungan suci, Upacara detik detik proklamasi, Upacara penurunan bendera, Ramah Tama dengan pejuang 45 dan janda pahlawan, kegiatan lomba oleh raga dan seni budaya. (Erfandi)

baca selengkapnya
Uncategorized

Polsek Ploso Tangkap Remaja Pengedar Pil Koplo

PRN Jombang – Seorang remaja pria di tangkap Unit Reserse Kriminal Polsek Ploso Mapolres Jombang.
Senin, 28/7 sekitar jam 15’00 wib pelaku di tangkap dan di amankan petugas lantaran kedapatan membawa dan mengedarkan pil koplo sebagaimana yang di maksud dalam Pasal 196 UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Hamsyah bin Suyadi remaja berumur 21 tahun yang beralamat di dusun Kejambon Rt 07 Rw 02 desa Dapurkejambon kecamatan Jombang kabupaten Jombang di sergap Satuan Unit Reskrim Polsek Ploso di halaman parkir BRI Unit Ploso yang terletak di desa Rejoagung kecamatan Ploso kabupaten Jombang.

Kapolsek Ploso AKP H. Sutikno SH.M.Si mengatakan, barang bukti yang berhasil di amankan dari tangan tersangka berupa 10 butir pil koplo yang di masukkan ke dalam plastik pelet merah dan di masukkan di dalam bungkus rokok Surya.

“Barang bukti lainnya berupa sebuah Hp merk Vivo Y93 warna biru dan sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan NoPol S 3360 WM beserta STNKBnya” tegasnya.

Kapolsek Ploso menjelaskan bahwa penangkapan tersangka bermula ketika anggota kami sedang patroli dan mendapat informasi dari warga kalau di halaman parkir BRI yang sering di gunakan untuk transaksi jual beli pil koplo ada seorang remaja mencurigakan, dari gelagatnya di duga mengedarkan pil koplo.

Kemudian petugas Reskrim melakukan lidik dengan berpura-pura sebagai pembeli, dan setelah di dapat kemudian di lakukan penangkapan dan penggeledahan dan di dapatkan barang bukti 10 pil koplo yang siap di edarkan.

“Tersangka kami tangkap dan kami jebloskan ke penjara guna penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan dan bandar nya”tandas Kapolsek. (gianto)

baca selengkapnya
Uncategorized

KURANG DARI 10 JAM , RESKRIM POLSEK NGORO BERHASIL UNGKAP CURAS TERHADAP NENEK 74 TAHUN

KURANG DARI 10 JAM , RESKRIM POLSEK NGORO BERHASIL UNGKAP CURAS TERHADAP NENEK 74 TAHUN.

PRN Mojokerto – Satuan Unit reskrim polsek Ngoro kembali menuai prestasi yang gemilang. Kurang dari 10 jam berhasil mengungkap tindak kejahatan yang disertai kekerasan yang terjadi di dusun glatik desa watesnegoro kecamatan Ngoro.

Atas dasar laporan perangkat desa Watesnegoro tentang adanya tindak pencurian yang disertai dengan kekerasan yang menimpa nenek GIni (74 th) yang beralamat disusun Glatik desa Watesnegoro minggu (26/5/2019)

Begitu mendapatkan laporan dari warga atas kejadian curas, Reskrim polsek Ngoro yang dipimpin oleh IPDA Selimat langsung bergerak cepat dengan olah TKP serta mencari keterangan dari para saksi sehingga dapat dilakukan penangkapan terhadap pelaku curas terhadap nenek 74 tahun.

Pelaku yang berinisial ZH (24th) alias Cinul yang beralamatkan di dusun kecapangan Ngoro selaku eksekutor serta YN yang beralamatkan di dusun Glatik desa Watesnegoro kecamatan Ngoro yang menjadi inisiator, dan menyuruh suaminya untuk mengambil barang milik korban. Kedua pelaku merupakan pasangan suami istri ini serta masih berstatus saudara dengan korban (bibi).

Dari perbuatan kedua pelaku , korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai 10 juta

Peran YN yg mempunyai inisiatif dan yang menyuruh suaminya untuk mengambil barang milik korban dan ikut membuang pakaian pelaku di sungai porong yang digunakan saat melakukan pencurian.

Dari tangan pelaku didapatkan sebagai Barang Bukti:
– 1 (satu) potong kalung emas dg berat 15,400 gram
– 1 (satu) buaj lionting emas dg berat 4,300 gram
– 2 (dua) lembar surat pembelian perhiasan emas dari toko emas Kidang Mas porong.
– Uang tunai Rp. 239.000,- (dua ratus tiga puluh sembilan ribu rupiah)
– 1 (satu) unit spd motot Honda GL MAX warna hitam, no polisi : W 2804 ZS

Dari keterangan kanit reskrim ngoro IPDA Selimat, Pelaku merupakan suami istri yang sudah lama tidak bertegur sapa dengan korban yang masih merupakan Bibinya sendiri dan ketika mendengar korban baru mengambil uang dari keponakannya.

Selanjutnya kedua pelaku merencanakan pencurian dan pelaku atas nama ZH, ketika situasi aman langsung menyelinap masuk ke kamar korban kemudian memukuli korban dan membekap mulut korban, selanjutnya menarik kalung emas yang dikenakan korban serta mengambil uang milik korban yang disimpan di dalam almari, setelah berhasil mengambil barang barang milik korban selanjutnya pelaku mengunci kamar korban dan melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban.

Dengan kronologi , Bahwa korban ibu GINI (74) tinggal sendirian di rumahnya, dan sekira pukul 22.00 WIB, korban terbangun dan buang air kecil di kamar mandi belakang, selesainya kemudian korban masuk ke kamarnya dan begitu korban berbaring untuk tidur di tempat tidur, tiba tiba korban di tarik dari dalam kolong tempat tidurnya oleh pelaku selanjutnya pelaku yang memakai cadar di mukanya serta menggunakan kaos tangan tersebut menanyakan uang milik korban sambil memukuli kepala korban dan dada korban serta saat itu pelaku menyumpal mulut korban dengan sepotong kain agar korban tidak berteriak.

Sementara pelaku mengambil uang korban kurang lebih Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) didalam almari serta menarik kalung emas berikut liontin emas dg berat kurang lebih 20 gram yang dipakai korban, setelah mengambil barang barang milik korban, selanjutnya pelaku mengunci kamar tidur korban selanjutnya melarikan diri melalui pintu belakang dan sekira pukul 22.30 WIB korban berteriak dan terdengar oleh tetangganya, selanjuthya pintu dibuka secara paksa oleh tetangga, atas kejadian tsb korban mengalami luka memar pada dahi dan dada sebelah kiri serta kerugian material berupa 1 kalung seberat 15,400 gram dan 1 buah liontin as seberat 4,300 gram, berikut uang kurang lebih Rp. 600.000,- jadi total kerugian kurang lebih sebesar Rp. 10.000.000,-

Kini pelaku dan Barang bukti dibawa ke Polsek Ngoro guna proses penyidikan lebih lanjut. (timbul).

baca selengkapnya
Uncategorized

Camat Saronggi “Tabrak” UU No. 40 Tahun 1999 Tentang PERS

Dikomfirmasi terkait Laporan pekerjaan yang tidak selesai namun LPJ diterima, ‘wartawan dilarang merekam’

PRN SUMENEP – Kinerja Ali Dafir, S.E, M.Si, Camat Saronggi Perlu Dipertanyakan dan di duga bermain mata dengan Kepala Desa terkait, karena Sangat di sayangkan sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) seorang Camat Saronggi bersifat tidak bijaksana dan marah-marah kepada 3 orang wartawan yang sedang melakukan konfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 23/05/2019.

Yang seharusnya Ali Dafir, S.E, M.Si  Pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) seorang Camat memberikan contoh yang baik kepada bawahannya sebagai pelayan Publik yang harus melayani dan memberikan informasi penting kepada masyarakat apalagi kepada wartawan yang sedang melakukan tugas dalam konfermasi temuan di salah satu Desa kec. Saronggi , karena wartawan itu di lindungi oleh UU Pers, bukan malah di marah marahin.

Karena wartawan itu adalah mitra pemerintah sebagai kontrol sosial yang tidak mendapatkan gaji atau uang transportasi dan Ali Dafir, S.E, M.Si  sebagai Camat yang sudah difasilitasi gaji dari uang rakyat harus berterima kasih kepada wartawan dan masyarakat yang sudah memberikan informasi terkait temuan pekerjaan di salah satu desa kecamatan Saronggi yang menggunakan anggaran desa tahun 2018, sampai berita ini tanyang pekerjaannya belum rampung.

Peristiwa tersebut terjadi di saat Team wartawan menemui Camat Saronggi di ruangan kerjanya, tau tau Ali Dafir, meminta untuk meletakkan Hp di meja kepada 3 wartawan agar tidak melakukan perekaman di saat konfirmasi, dan Camat tersebut marah marah kepada wartawan karena menurut Ali Dafir, S.E, yang sebelumnya wartawan sudah melakukan perekaman yang menurutnya tidak se ijin dirinya.

” Tolong semua HP anda di taruk di meja, saya tidak ingin anda melakukan perekaman seperti Tempo lalu, karena kamu nanti mancing mancing pertanyaan kepada saya”, ucap Ali Dafir, S.E, M.Si  dengan sikap kurang menyenangkan.

Tidak hanya itu saja, tapi Camat Saronggi marah marah kepada 3 wartawan karena dirinya pernah dilaporkan kepada Wakil Bupati Sumenep terkait rekaman video dikantor kecamatan Saronggi di saat jam kerja menunjukkan kurang lebih pukul 13.25 wib, Camat dan Sekcam serta beberapa stafnya tidak ada di ruang kerjanya dan mengancam wartawan akan dilaporkan terkait rekaman tersebut karena tidak seijin dirinya. dan menantang wartawan untuk melaporkan segala temuan kepala desa.

” Kalian bisa saya laporkan karena kalian merekam tidak seijin saya, kalau kalian punya nyali untuk melaporkan segala temuan Kepala Desa di kecamatan Saronggi Silahkan, saya tunggu, saya yang akan bertanggung jawab “, Tutur Camat dengan bahasa marah. (erfandi).

baca selengkapnya
Uncategorized

Cabang Rutan Lhoknga Kedatangan Tamu dari Pejabat Penjara Malaysia

PRN Lhoknga – Jabatan Penjara Malaysia berkunjung ke Cabang Rutan Lhoknga, dalam rangka study banding Penjara di sekitar wilayah Banda Aceh. Rabu/24-04.

Kedatangan tamu dari Pejabat Penjara Malaysia yang terdiri dari Kepala Penjara yang berada di Malaysia yang merupakan kegiatan study banding dalam rangka penyelesaian kuliah Magister di Malaysia. Rombongan Pejabat Penjara Malaysia didampingi oleh Dosen BKI UIN AR Raniry Banda Aceh.

Disambut langsung oleh Kepala Cabang Rutan Lhoknga, kasubsi dan petugas staf, Rombongan Pejabat Penjara Malaysia diajak berkeliling melihat lingkungan di Cabang Rutan Lhoknga.

Salah satu Pejabat Penjara Malaysia Mohathir menyampaikan bahwasanya di Malaysia ada kurang lebih 30 penjara dan memang rata rata isinya penuh dan padat, untuk pengamanannya sangat ketat karena setiap penjara di malaysia dilengkapi alat pengamanan seperti alat X ray dan body scan. Sehingga siapapun masuk ke dalam benar benar steril.

“di Malaysia penghuninya penuh semua, dan rata rata ada juga para TKI dari Indonesia, sampai untuk tidur aja mereka miring dan berhimpitan bahkan ada yang bergantian agar bisa tidur” terangnya.

Mohathir juga menambahkan bahwasanya “mereka yang di dalam apabila melanggar mendapatkan hukuman cambuk yang pelaksanaannya di dalam penjara” jelasnya.

Kacabrutan Lhoknga, Priyo Tri Laksono menjelaskan bahwasanya Cabang Rutan Lhoknga ini merupakan bangunan baru setelah kejadian tsunami, bangunan yang lama di dekat pantai Lhoknga hancur terkena tsunami. Cabang Rutan Lhoknga sendiri kapasitasnya 150 orang, dengan penghuni sekarang ini berjumlah 104 orang berarti belum over kapasitas sehingga mereka masih longgar untuk tiduran di kamar hunian.

” disini penghuni masih dibawah kapasitasnya sehingga masih longgar dan mereka warga binaan bisa tidur tanpa berdesak desakan, sehingga masih ada space atau ruangan di kamar tersebut” jelas Kacabrutan.

Selain berkeliling lingkungan Cabang Rutan Lhoknga, rombongan juga melihat SDP Layanan Self Service untuk warga binaan, rombongan juga menyampaikan disana ada juga layanan seperti itu namun terdapat di ruangan dan hanya narapidana aja yang bisa melihatnya.

Dalam kesempatan itu juga Kacabrutan Lhoknga juga menerangkan bahwasanya di Indonesia menggunakan Sistem Pemasyarakatan, yang mana pada hakikatnya Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai insan dan sumber daya manusia harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi dalam satu sistem pembinaan yang terpadu, yang bertujuan agar menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

Di akhir kunjungan, Kacabrutan mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan Pejabat Penjara Malaysia, sehingga kita bisa bertukar pengalaman dan mendapatkan wawasan tentang situasi penjara di Malaysia. Sebelum rombongan beranjak keluar dilakukan foto bersama sekaligus memberikan cindera mata dari Rombongan Pejabat Penjara Malaysia.  (red)

baca selengkapnya
Uncategorized

Dinas PUPR dan TP-4D Kejari Kab Magetan adakan sosialisasi  Rehabilitasi Dam dan Prasarana Irigasi Dana Alokasi Umum (DAU

PRN Magetan – 22/3/2019 Bertempat didesa Krowe kecamatan Lembeyan Kab Magetan digelar kegiatan sosialisasi kegiatan Rehabilitasi Dam dan Prasarana Irigasi Dana Alokasi Umum (DAU) yang di lakukan oleh dinas PUPR bidang Sumber Daya Alam bekerjasama dengan TP4D Kejaksaan Negeri Kab Magetan.

Dalam sosialisasi ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari berbagai lapisan warga Krowe. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Yuli K. Iswahyudi, ST kepada Penarakyatnews.id menuturkan ” Pihak dinas mengapresiasi warga yang ingin agar ada pagar di sekitar kantong lumpur,agar kedepan tidak menelan jiwa lagi.

Selain itu Dinas PUPR mengharapkan agar kedepan masyarakat ikut serta membantu pemerintah dalam upaya pemeliharaan saluran air yang sudah dibangun. ” tuturnya.

Kegiatan rehabilitasi ini akan yang didanai dari dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 330.000.000.00. dengan Konsultan CV Global Mandiri konsultan.

Sugiyanto Kasie (Datun) Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Kab Magetan kepada Pena Rakyat News mengatakan “kami dari Kejaksaan akan menampung aspirasi dari warga sekaligus pendampingan dari sisi hukumnya mulai dari, perencanaan hingga pembangunan sehingga program pemerintah bisa sinkron dengan kebutuhan warga Krowe, dengan harapan agar kedepan bisa lebih produktif lagi agar anggaran dari pemerintah bisa lebih berdaya guna dan tepat guna” imbuhnya.

Kepala desa Krowe Sujak mengatakan “Normalisasi dam Krowe (Krebet) ini didasarkan atas aspirasi warga yang mengeluhkan sedimen bendungan sehingga berpotensi banjir yang bisa merusak lahan pertanian warga.

Atas aspirasi dari masyarakat itulah maka pemdes Krowe mengajukan proposal ke dinas PUPR agar dilakukan normalisasi, dengan harapan agar kedepan jumlah tampungan air akan maksimal sehingga pertanian di desa Krowe akan lebih maksimal.”imbuhnya.

Video kegiatan ini bisa di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan ( jurnalis :Beni Setyawan)

baca selengkapnya
Uncategorized

Bhayangkari Polsek Metro Tamansari Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Krukut

PRN JAKARTA – Kapolsek dan Ketua serta Wakil Ketua Bhayangkari Polsek Taman Sari Polres Metro Jakarta Barat memberikan sumbangan kepada korban bencana kebakaran di Posko Bantuan Bencana Kebakaran Pos RW 05 Jalan Talib II Kelurahan Krukut Taman Sari Jakarta Barat. Dilanjutkan meninjau lokasi pasca kebakaran serta dialog dengan korban kebakaran, Kamis (21/03/19).

Ibu Bhayangkari melihat lokasi yang banyak korban kebakaran membutuhkan bantuan berupa sembako. Bayangkari mendatangi lokasi dan membagikan sembako secara simbolisnkepada warga yang terkena musibah kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut Ibu Bayangkari Polsek Metro Taman Sari merasakan prihatinnya atas musibah kebakaran ini.

“Apa yang dirasakan warga musibah kebakaran sama dengan apa yang saya rasakan. Semoga pemberian ini (sembako) dapat mengurangi bebannya,”Katanya.

Sementara, masyarakat korban kebakaran mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Polsek Metro Tamansari.

Untuk diketahui, kebakaran terjadi di Jalan Talib II Kelurahan Krukut Taman Sari Jakarta Barat, Krukut Taman Sari Jakarta Barat beberapa hari lalu , yang mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal

Penulis : Ria

baca selengkapnya