close

Uncategorized

Uncategorized

Polsek Ploso Tangkap Remaja Pengedar Pil Koplo

PRN Jombang – Seorang remaja pria di tangkap Unit Reserse Kriminal Polsek Ploso Mapolres Jombang.
Senin, 28/7 sekitar jam 15’00 wib pelaku di tangkap dan di amankan petugas lantaran kedapatan membawa dan mengedarkan pil koplo sebagaimana yang di maksud dalam Pasal 196 UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Hamsyah bin Suyadi remaja berumur 21 tahun yang beralamat di dusun Kejambon Rt 07 Rw 02 desa Dapurkejambon kecamatan Jombang kabupaten Jombang di sergap Satuan Unit Reskrim Polsek Ploso di halaman parkir BRI Unit Ploso yang terletak di desa Rejoagung kecamatan Ploso kabupaten Jombang.

Kapolsek Ploso AKP H. Sutikno SH.M.Si mengatakan, barang bukti yang berhasil di amankan dari tangan tersangka berupa 10 butir pil koplo yang di masukkan ke dalam plastik pelet merah dan di masukkan di dalam bungkus rokok Surya.

“Barang bukti lainnya berupa sebuah Hp merk Vivo Y93 warna biru dan sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan NoPol S 3360 WM beserta STNKBnya” tegasnya.

Kapolsek Ploso menjelaskan bahwa penangkapan tersangka bermula ketika anggota kami sedang patroli dan mendapat informasi dari warga kalau di halaman parkir BRI yang sering di gunakan untuk transaksi jual beli pil koplo ada seorang remaja mencurigakan, dari gelagatnya di duga mengedarkan pil koplo.

Kemudian petugas Reskrim melakukan lidik dengan berpura-pura sebagai pembeli, dan setelah di dapat kemudian di lakukan penangkapan dan penggeledahan dan di dapatkan barang bukti 10 pil koplo yang siap di edarkan.

“Tersangka kami tangkap dan kami jebloskan ke penjara guna penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan dan bandar nya”tandas Kapolsek. (gianto)

baca selengkapnya
Uncategorized

KURANG DARI 10 JAM , RESKRIM POLSEK NGORO BERHASIL UNGKAP CURAS TERHADAP NENEK 74 TAHUN

KURANG DARI 10 JAM , RESKRIM POLSEK NGORO BERHASIL UNGKAP CURAS TERHADAP NENEK 74 TAHUN.

PRN Mojokerto – Satuan Unit reskrim polsek Ngoro kembali menuai prestasi yang gemilang. Kurang dari 10 jam berhasil mengungkap tindak kejahatan yang disertai kekerasan yang terjadi di dusun glatik desa watesnegoro kecamatan Ngoro.

Atas dasar laporan perangkat desa Watesnegoro tentang adanya tindak pencurian yang disertai dengan kekerasan yang menimpa nenek GIni (74 th) yang beralamat disusun Glatik desa Watesnegoro minggu (26/5/2019)

Begitu mendapatkan laporan dari warga atas kejadian curas, Reskrim polsek Ngoro yang dipimpin oleh IPDA Selimat langsung bergerak cepat dengan olah TKP serta mencari keterangan dari para saksi sehingga dapat dilakukan penangkapan terhadap pelaku curas terhadap nenek 74 tahun.

Pelaku yang berinisial ZH (24th) alias Cinul yang beralamatkan di dusun kecapangan Ngoro selaku eksekutor serta YN yang beralamatkan di dusun Glatik desa Watesnegoro kecamatan Ngoro yang menjadi inisiator, dan menyuruh suaminya untuk mengambil barang milik korban. Kedua pelaku merupakan pasangan suami istri ini serta masih berstatus saudara dengan korban (bibi).

Dari perbuatan kedua pelaku , korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai 10 juta

Peran YN yg mempunyai inisiatif dan yang menyuruh suaminya untuk mengambil barang milik korban dan ikut membuang pakaian pelaku di sungai porong yang digunakan saat melakukan pencurian.

Dari tangan pelaku didapatkan sebagai Barang Bukti:
– 1 (satu) potong kalung emas dg berat 15,400 gram
– 1 (satu) buaj lionting emas dg berat 4,300 gram
– 2 (dua) lembar surat pembelian perhiasan emas dari toko emas Kidang Mas porong.
– Uang tunai Rp. 239.000,- (dua ratus tiga puluh sembilan ribu rupiah)
– 1 (satu) unit spd motot Honda GL MAX warna hitam, no polisi : W 2804 ZS

Dari keterangan kanit reskrim ngoro IPDA Selimat, Pelaku merupakan suami istri yang sudah lama tidak bertegur sapa dengan korban yang masih merupakan Bibinya sendiri dan ketika mendengar korban baru mengambil uang dari keponakannya.

Selanjutnya kedua pelaku merencanakan pencurian dan pelaku atas nama ZH, ketika situasi aman langsung menyelinap masuk ke kamar korban kemudian memukuli korban dan membekap mulut korban, selanjutnya menarik kalung emas yang dikenakan korban serta mengambil uang milik korban yang disimpan di dalam almari, setelah berhasil mengambil barang barang milik korban selanjutnya pelaku mengunci kamar korban dan melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban.

Dengan kronologi , Bahwa korban ibu GINI (74) tinggal sendirian di rumahnya, dan sekira pukul 22.00 WIB, korban terbangun dan buang air kecil di kamar mandi belakang, selesainya kemudian korban masuk ke kamarnya dan begitu korban berbaring untuk tidur di tempat tidur, tiba tiba korban di tarik dari dalam kolong tempat tidurnya oleh pelaku selanjutnya pelaku yang memakai cadar di mukanya serta menggunakan kaos tangan tersebut menanyakan uang milik korban sambil memukuli kepala korban dan dada korban serta saat itu pelaku menyumpal mulut korban dengan sepotong kain agar korban tidak berteriak.

Sementara pelaku mengambil uang korban kurang lebih Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) didalam almari serta menarik kalung emas berikut liontin emas dg berat kurang lebih 20 gram yang dipakai korban, setelah mengambil barang barang milik korban, selanjutnya pelaku mengunci kamar tidur korban selanjutnya melarikan diri melalui pintu belakang dan sekira pukul 22.30 WIB korban berteriak dan terdengar oleh tetangganya, selanjuthya pintu dibuka secara paksa oleh tetangga, atas kejadian tsb korban mengalami luka memar pada dahi dan dada sebelah kiri serta kerugian material berupa 1 kalung seberat 15,400 gram dan 1 buah liontin as seberat 4,300 gram, berikut uang kurang lebih Rp. 600.000,- jadi total kerugian kurang lebih sebesar Rp. 10.000.000,-

Kini pelaku dan Barang bukti dibawa ke Polsek Ngoro guna proses penyidikan lebih lanjut. (timbul).

baca selengkapnya
Uncategorized

Camat Saronggi “Tabrak” UU No. 40 Tahun 1999 Tentang PERS

Dikomfirmasi terkait Laporan pekerjaan yang tidak selesai namun LPJ diterima, ‘wartawan dilarang merekam’

PRN SUMENEP – Kinerja Ali Dafir, S.E, M.Si, Camat Saronggi Perlu Dipertanyakan dan di duga bermain mata dengan Kepala Desa terkait, karena Sangat di sayangkan sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) seorang Camat Saronggi bersifat tidak bijaksana dan marah-marah kepada 3 orang wartawan yang sedang melakukan konfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 23/05/2019.

Yang seharusnya Ali Dafir, S.E, M.Si  Pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) seorang Camat memberikan contoh yang baik kepada bawahannya sebagai pelayan Publik yang harus melayani dan memberikan informasi penting kepada masyarakat apalagi kepada wartawan yang sedang melakukan tugas dalam konfermasi temuan di salah satu Desa kec. Saronggi , karena wartawan itu di lindungi oleh UU Pers, bukan malah di marah marahin.

Karena wartawan itu adalah mitra pemerintah sebagai kontrol sosial yang tidak mendapatkan gaji atau uang transportasi dan Ali Dafir, S.E, M.Si  sebagai Camat yang sudah difasilitasi gaji dari uang rakyat harus berterima kasih kepada wartawan dan masyarakat yang sudah memberikan informasi terkait temuan pekerjaan di salah satu desa kecamatan Saronggi yang menggunakan anggaran desa tahun 2018, sampai berita ini tanyang pekerjaannya belum rampung.

Peristiwa tersebut terjadi di saat Team wartawan menemui Camat Saronggi di ruangan kerjanya, tau tau Ali Dafir, meminta untuk meletakkan Hp di meja kepada 3 wartawan agar tidak melakukan perekaman di saat konfirmasi, dan Camat tersebut marah marah kepada wartawan karena menurut Ali Dafir, S.E, yang sebelumnya wartawan sudah melakukan perekaman yang menurutnya tidak se ijin dirinya.

” Tolong semua HP anda di taruk di meja, saya tidak ingin anda melakukan perekaman seperti Tempo lalu, karena kamu nanti mancing mancing pertanyaan kepada saya”, ucap Ali Dafir, S.E, M.Si  dengan sikap kurang menyenangkan.

Tidak hanya itu saja, tapi Camat Saronggi marah marah kepada 3 wartawan karena dirinya pernah dilaporkan kepada Wakil Bupati Sumenep terkait rekaman video dikantor kecamatan Saronggi di saat jam kerja menunjukkan kurang lebih pukul 13.25 wib, Camat dan Sekcam serta beberapa stafnya tidak ada di ruang kerjanya dan mengancam wartawan akan dilaporkan terkait rekaman tersebut karena tidak seijin dirinya. dan menantang wartawan untuk melaporkan segala temuan kepala desa.

” Kalian bisa saya laporkan karena kalian merekam tidak seijin saya, kalau kalian punya nyali untuk melaporkan segala temuan Kepala Desa di kecamatan Saronggi Silahkan, saya tunggu, saya yang akan bertanggung jawab “, Tutur Camat dengan bahasa marah. (erfandi).

baca selengkapnya
Uncategorized

Cabang Rutan Lhoknga Kedatangan Tamu dari Pejabat Penjara Malaysia

PRN Lhoknga – Jabatan Penjara Malaysia berkunjung ke Cabang Rutan Lhoknga, dalam rangka study banding Penjara di sekitar wilayah Banda Aceh. Rabu/24-04.

Kedatangan tamu dari Pejabat Penjara Malaysia yang terdiri dari Kepala Penjara yang berada di Malaysia yang merupakan kegiatan study banding dalam rangka penyelesaian kuliah Magister di Malaysia. Rombongan Pejabat Penjara Malaysia didampingi oleh Dosen BKI UIN AR Raniry Banda Aceh.

Disambut langsung oleh Kepala Cabang Rutan Lhoknga, kasubsi dan petugas staf, Rombongan Pejabat Penjara Malaysia diajak berkeliling melihat lingkungan di Cabang Rutan Lhoknga.

Salah satu Pejabat Penjara Malaysia Mohathir menyampaikan bahwasanya di Malaysia ada kurang lebih 30 penjara dan memang rata rata isinya penuh dan padat, untuk pengamanannya sangat ketat karena setiap penjara di malaysia dilengkapi alat pengamanan seperti alat X ray dan body scan. Sehingga siapapun masuk ke dalam benar benar steril.

“di Malaysia penghuninya penuh semua, dan rata rata ada juga para TKI dari Indonesia, sampai untuk tidur aja mereka miring dan berhimpitan bahkan ada yang bergantian agar bisa tidur” terangnya.

Mohathir juga menambahkan bahwasanya “mereka yang di dalam apabila melanggar mendapatkan hukuman cambuk yang pelaksanaannya di dalam penjara” jelasnya.

Kacabrutan Lhoknga, Priyo Tri Laksono menjelaskan bahwasanya Cabang Rutan Lhoknga ini merupakan bangunan baru setelah kejadian tsunami, bangunan yang lama di dekat pantai Lhoknga hancur terkena tsunami. Cabang Rutan Lhoknga sendiri kapasitasnya 150 orang, dengan penghuni sekarang ini berjumlah 104 orang berarti belum over kapasitas sehingga mereka masih longgar untuk tiduran di kamar hunian.

” disini penghuni masih dibawah kapasitasnya sehingga masih longgar dan mereka warga binaan bisa tidur tanpa berdesak desakan, sehingga masih ada space atau ruangan di kamar tersebut” jelas Kacabrutan.

Selain berkeliling lingkungan Cabang Rutan Lhoknga, rombongan juga melihat SDP Layanan Self Service untuk warga binaan, rombongan juga menyampaikan disana ada juga layanan seperti itu namun terdapat di ruangan dan hanya narapidana aja yang bisa melihatnya.

Dalam kesempatan itu juga Kacabrutan Lhoknga juga menerangkan bahwasanya di Indonesia menggunakan Sistem Pemasyarakatan, yang mana pada hakikatnya Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai insan dan sumber daya manusia harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi dalam satu sistem pembinaan yang terpadu, yang bertujuan agar menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

Di akhir kunjungan, Kacabrutan mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan Pejabat Penjara Malaysia, sehingga kita bisa bertukar pengalaman dan mendapatkan wawasan tentang situasi penjara di Malaysia. Sebelum rombongan beranjak keluar dilakukan foto bersama sekaligus memberikan cindera mata dari Rombongan Pejabat Penjara Malaysia.  (red)

baca selengkapnya
Uncategorized

Dinas PUPR dan TP-4D Kejari Kab Magetan adakan sosialisasi  Rehabilitasi Dam dan Prasarana Irigasi Dana Alokasi Umum (DAU

PRN Magetan – 22/3/2019 Bertempat didesa Krowe kecamatan Lembeyan Kab Magetan digelar kegiatan sosialisasi kegiatan Rehabilitasi Dam dan Prasarana Irigasi Dana Alokasi Umum (DAU) yang di lakukan oleh dinas PUPR bidang Sumber Daya Alam bekerjasama dengan TP4D Kejaksaan Negeri Kab Magetan.

Dalam sosialisasi ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari berbagai lapisan warga Krowe. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Yuli K. Iswahyudi, ST kepada Penarakyatnews.id menuturkan ” Pihak dinas mengapresiasi warga yang ingin agar ada pagar di sekitar kantong lumpur,agar kedepan tidak menelan jiwa lagi.

Selain itu Dinas PUPR mengharapkan agar kedepan masyarakat ikut serta membantu pemerintah dalam upaya pemeliharaan saluran air yang sudah dibangun. ” tuturnya.

Kegiatan rehabilitasi ini akan yang didanai dari dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 330.000.000.00. dengan Konsultan CV Global Mandiri konsultan.

Sugiyanto Kasie (Datun) Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Kab Magetan kepada Pena Rakyat News mengatakan “kami dari Kejaksaan akan menampung aspirasi dari warga sekaligus pendampingan dari sisi hukumnya mulai dari, perencanaan hingga pembangunan sehingga program pemerintah bisa sinkron dengan kebutuhan warga Krowe, dengan harapan agar kedepan bisa lebih produktif lagi agar anggaran dari pemerintah bisa lebih berdaya guna dan tepat guna” imbuhnya.

Kepala desa Krowe Sujak mengatakan “Normalisasi dam Krowe (Krebet) ini didasarkan atas aspirasi warga yang mengeluhkan sedimen bendungan sehingga berpotensi banjir yang bisa merusak lahan pertanian warga.

Atas aspirasi dari masyarakat itulah maka pemdes Krowe mengajukan proposal ke dinas PUPR agar dilakukan normalisasi, dengan harapan agar kedepan jumlah tampungan air akan maksimal sehingga pertanian di desa Krowe akan lebih maksimal.”imbuhnya.

Video kegiatan ini bisa di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan ( jurnalis :Beni Setyawan)

baca selengkapnya
Uncategorized

Bhayangkari Polsek Metro Tamansari Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Krukut

PRN JAKARTA – Kapolsek dan Ketua serta Wakil Ketua Bhayangkari Polsek Taman Sari Polres Metro Jakarta Barat memberikan sumbangan kepada korban bencana kebakaran di Posko Bantuan Bencana Kebakaran Pos RW 05 Jalan Talib II Kelurahan Krukut Taman Sari Jakarta Barat. Dilanjutkan meninjau lokasi pasca kebakaran serta dialog dengan korban kebakaran, Kamis (21/03/19).

Ibu Bhayangkari melihat lokasi yang banyak korban kebakaran membutuhkan bantuan berupa sembako. Bayangkari mendatangi lokasi dan membagikan sembako secara simbolisnkepada warga yang terkena musibah kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut Ibu Bayangkari Polsek Metro Taman Sari merasakan prihatinnya atas musibah kebakaran ini.

“Apa yang dirasakan warga musibah kebakaran sama dengan apa yang saya rasakan. Semoga pemberian ini (sembako) dapat mengurangi bebannya,”Katanya.

Sementara, masyarakat korban kebakaran mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Polsek Metro Tamansari.

Untuk diketahui, kebakaran terjadi di Jalan Talib II Kelurahan Krukut Taman Sari Jakarta Barat, Krukut Taman Sari Jakarta Barat beberapa hari lalu , yang mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal

Penulis : Ria

baca selengkapnya
Uncategorized

UNTUK PERJUANGKAN RAKYAT, DPRD SUMENEP MERANCANG UPAH BURUH TANI

PRN SUMENEP – Untuk mensejahterakan Upah minimum untuk para buruh tani agar sama di kabupaten Sumenep, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep telah membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Rabu 20/02/2019.

Upaya ini yang dilakukan oleh DPRD Sumenep untuk memperjuangkan hak bagi para buruh tani supaya mendapatkan upah yang layak dari pemilik tanah, agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam kebutuhan keluarganya.

Dalam keterangan Suroyo dari Komisi IV DPRD Sumenep di upayakan dibuatnya RAPERDA ini, agar bagi para buruh tani yang bekerja mendapatkan standar pengupahan dari yang memperkerjakan /juragan pemilik tanah, dan regulasinya di peruntukan bagi buruh tani yang bekerja agar dilindungi dari segi pengupahannya yang berpayung hukum.

“Sampai sekarang ini bagi para buruh tani tidak mempunyai standarisasi honor ongkos kerja (HOK), hal itu Dengan adanya regulasi semacam ini, kedepannya upah bagi para buruh tani sekabupaten Sumenep bisa sama,” Ucap Suroyo.

Masih dalam keterangan Suroyo, Raperda ini masih dalam proses, yang rencananya akan dibuat Bersama dengan Perda penanaman modal yang nantinya akan di usulkan Melalui komisi II, regulasi ini adalah inisiatif legislatif untuk memberikan payung hukum kepada Juragan /pemilik tanah dengan buruh tani yang nantinya agar sama sama tidak dirugikan. (erfandi).

baca selengkapnya
Uncategorized

Kades Joss…Bukan Penyesalan Katakan Wartawan Gendeng Malah Sebarkan ‘Ancaman’

PRN MOJOKERTO – Terkait etika bicara sang kepala desa Mlaten Dwi Siswarini saat di wawancarai Aireza Erfansyah seorang wartawan dan redaktur 2 media Pena Rakyat News perihal hilangnya bantuan tractor yang diduga dijual oleh Ketua Poktan desa Mlaten, saat ini Aireza Erfansyah merasa terancam karena ditakut-takuti oleh sang kepala desa Mlaten.

Hal ini disampaikan oleh Aireza Erfansyah saat melaporkan perihal ancaman Dwi Siswarini kepada redaksi Pena Rakyat News di Ruko Terminal Kertajaya Blok B-09 Mojokerto pada sabtu 24/11/18, menurutnya (Aireza Erfansyah, red) telah diancam oleh Dwi Siswarini baik secara langsung dan juga melalui Whatsapp (WA) kalau tidak mau minta maaf dan memperbaiki nama baiknya di desa akan melaporkan ke Polisi karena Aireza Erfansyah atau lebih dikenal dengan sebutan Assa (Wartawan Pena Rakyat News, red) teleh merekam pembicaraan atau wawancara dirinya dengan Dwi Siswarini dan Setu (Ketua Poktan SIDO MAKMUR, red) dikediaman Dwi Siswarini 9/11/18 dan dianggap menyadap, dan mengakat hasil wawancaranya menjadi berita. Bukti rekaman tersimpan.

Dalam rekaman exlusif Wartawan Assa, terdengar jelas bahwa Setu menceritakan semua kronologi dijualnya tracktor bantuan kelompok tani dan Setu juga mengakui bahwa dirinya yang memegang uang hasil penjualan tersebut dan diakhir wawancaranya Dwi Siswarini selaku Kepala Desa Mlaten mengatakan bahwa menuduh wartawan yang hendak kupas tuntas kasus dugaan Menghilangkan dan atau menjual Tractor bantuan dari pemerintah yang dijual oleh Ketua Poktan Sido Makmur adalah Wartawan cari apa-apa dan wartawan gendeng-wartawan gendeng padahal tim Pena Rakyat News saat itu masih mendalami melalui klarifikasi ke berbagai pihak dan saat itu juga berita belum dinaikkan.

Atas laporan Assa kepada redaksi PRN, Samsul selaku pimpinan redaksi sangat menyayangkan sikap dan etika Dwi Siswarini selaku Kepala Desa Mlaten, pasalnya sebagai seorang kepala desa yang baru dilantik semestinya dirinya memberikan apresiasi kepada wartawan yang hendak membantu dirinya mengungkap penyimpangan yang sudah terpendam sekian lama di desanya dan andai persoalan hilangnya trakctor ini dapat diselesaikan olehnya jelas masyarakat desa Mlaten memberi acungan jempol karena prestasinya, bukan malah melecehkan profesi wartawan dan menuduh wartawan cari apa-apa dan wartawan gendeng, dan parahnya lagi wartawan yang meliput diancam dilaporkan dengan pasal UU ITE dan pencemaran nama baik.

Masih dalam keterangan Samsul, dirinya tidak akan gentar dengan ancaman Dwi Siswarini Kepala Desa Mlaten yang dapat dibilang arogan ini, karena Wartawan PRN sudah sesuai menjalankan prosedur dan kode etik jurnalistik dan pada kamis 15/11/18 redaksi melayangkan pengaduan Kepada Reskrim Polres Mojokerto terkait raipnya tracktor kelopok tani desa Mlaten dan mengadukan terkait dugaan pelecehan profesi wartawan.

“Saudara Ariono Aji selaku tim dan redaktur media Pena Rakyat News beberapa hari yang lalu sudah mengadukan hal ini ke Polres Mojokerto, dan saudara Kasat Reskrim berjanji akan segera menindak lanjuti dan memproses pengaduan ini” tegas Samsul

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan ayat keempat bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak bahkan dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. (dikutip dari UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers)

Jurnalis : Indik Pujiono
Redaktur : Ariono Aji.

baca selengkapnya
Uncategorized

GELARAN DIALOG TERBUKA WALI KOTA MOJOKERTO DENGAN INSAN PERS

PRN MOJOKERTO – Gelaran Dialog Walikota Mojokerto Bersama Insan Pers yang diselenggarakan oleh Humas Pemkot Mojokerto pada 11-12 April 2018 di Hotel Ayana Trawas Mojokerto.

Dialog mengambil tema Beraama Insan Pers Yang Independen Kita Wujudkan Pilkada Serentak TH. 2018 Yang Aman dan Kondusif, dengan dua orang nara sumber Mas Andung dari Radar Mojokerto dan Pak Arif dari Humas Pemprov Jawa Timur.

Hadir dalam dialog tersebut insan pers dari media cetak, elektronik, online , medsos, Walikota Mojokerto, Sekdako semua sekitar100 orang.

Yang menarik dalam dialog kali ini adalah apa yang telah disampaikan oleh Drs.KH.Mas’ud Yunus Walikota secara vulgar.

Beliau menyampaikan bahwa pertama Pilkada atau Pilwali Kota Mojokerto ini harus berjalan dengan sukses, aman dan kondusif. Diperlukan partisipasi aktif dari semua pihak khususnya insan pers.

Kedua Pilwali harus bersih dan bermartabat. Ketiga Masyarakat harus diberikan pembelajaran tentang pentingnya memilih pemimpin. Pilih pemimpin yang baik dan yang keempat Bebas dari money politik. Politik uang atau money politik inilah yang menyebabkan rusaknya atau rendahnya kwalitas pilkada.

Yang terpilih menjadi Walikota orang yang salah atau tidak kapabel, terpilih hanya karena bagi-bagi uang saja. Disamping itu money politik menyebabkan pilwali biaya tinggi.

Akibatnya kalau sdh jadi Walikota suka ngentit atau nyolong alias korupsi untuk mengembalikan uang biaya pilwali yang dikeluarkannya.

Banyak sekali Kepala Daerah yang doyan ngentit hanya caranya saja yang berbeda-berbeda.

Dalam dialog juga banyak dibicarakan kenetralan PNS atau ASN, yang semua sepakat menolak dan melawannya.

Termasuk pak Wali menjelaskan bahwa tidak pernah memihak alias netral dalam pilwali. (rodji).

baca selengkapnya
Uncategorized

KPU KAB.MOJOKERTO LANTIK PPK PILPRES 2019

KPU Kabupaten Mojokerto melatik PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019. Sebanyak 54 orang PPK dilatik, sehingga dapat diketahui bahwa tiap-tiap kecamatan se-Kabupaten Mojokerto terdapat 3 (tiga) orang PPK.
Pelantikan secara ceremonial dilakukan sendiri oleh Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Ayuhanafi, dengan mengambil sumpah ke 54 orang PPK dari berbagai kecamatan di Kabupaten Mojokerto.
KPU Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Pelantikan PPK Pilpres 2019 itu bertempat di Hotel Garden Vanda Gardenia Trawas Mojokerto. Pada hari Kamis, 8 Maret 2018 pukul 10.00 Wib dan berakhir pukul 14.00 Wib.
Wakil Bupati Mojokerto H. Pungkasiadi, SH yang hadir mewakili Bupati Mojokerto dalam sambutannya menyampaikan kepada PPK yang telah dilatik selamat telah dilantik menjadi PPK Pilpres 2019. Beliau juga berpesan agar seluruh PPK yang ada bekerja sungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Dan hendaknya dalam bekerja senantiasa menjaga netralitas, kejujuran dan kmeadilan.
Berbeda dengan PPK Pilgub Jatim 2018 yang setiap kecamatan ada 5 (lima) orang. Tapi dalam Pilpres 2019 nanti PPK setiap kecamatan 3 (tiga) orang. Salah seorang anggota PPK yang hadir dilatik, ketika ditanya berapa besar honor yang diterimanya sebagai anggota PPK ? Dijawab henornya sebesar Rp. 1.400.000,00 ( Satui juta empat ratus ribu rupiah ) perbulan dan diterimakan setiap buklan.
Tampak hadir dalam acara pelantikan PPK tersebut para anggota Forkopimda Kab. Mojokerto yang diwakili oleh stafnya dan juga Kapolresta Mojokerto serta Camat Trawas. (rodji).

baca selengkapnya