close

Uncategorized

Uncategorized

Bupati dan 6 Pejabat Pemkab Sidoarjo Terseret OTT KPK

PRN SIDOARJO – Pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menyeret Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sudah mulai merambah ke 6 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dari ke 6 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka antara lain Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM dan SDA), Sunarti Setyaningsih (Naning), PPKom PU BM dan SDA, Judi Tetrahastoto, Kepala ULP, Sanadjihitu Sangadji serta dua rekanan. Yakni Ibnu Gofur dan Totok Sumedi, Jum’at (10/1/2020).

Data tim KPK, lamam penggeledahan badan terhadap Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas PU BMSDA, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman, serta di Pendopo Delta Wibawa, dan sejumlah  ruang lain yang berkaitan dengan data perkara yang kini ditangani tim penyidik anti rasuah itu.

Pemeriksaan yang diperkirakan kurang lebih 5 jam tim KPK berhasil mengamankan sejumlah proyek di dinas itu yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Selain itu, para penyidik ini membawa 2 koper besar, 2 kardus bekas air mineral dan 1 boks plastik. Diduga isinya merupaka data-data yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa yang kini ditangani KPK.

Saat penggeledahan di Dinas PU BMSDA misalnya, pintu masuk bagian depan dijaga ketat seorang penyidik beserta sejumlah anggota Polresta Sidoarjo menggunakan senjata berlaras panjang. Bahkan saat sejumlah pegawai Dinas PU BMSDA yang keluar masuk gedung wajib diperiksa lebih dulu oleh tim penyidik KPK.

” Selama proses penggeledahan, semua pegawai dilarang masuk. Kalu ingin masuk digeledah dulu,” ucap Samsul

Saat ditanya ruang apa saja yang digeledah, Samsul tak banyak bicara. Namun, informasinya sejumlah dokumen yang disita itu berasal dari ruang kerja Kepala Dinas PU BMSDA, Sunarti Setyaningsih dan Judi Tetrahastoto, Pejabat Pembuatan Komitmen (PPKom) Dinas PU BMSDA.

Saat ditanya dirinya membawa berkas yang diamankan petugas KPK untuk dimasukkan dalam mobil Toyota Innova itu, Samsul juga mengaku tak tahu menahu isi dari kardus bekas air mineral itu berisi data soal apa saja.

Sementara itu, salah satu penyidik KPK yang ikut penggeledahan, Kompol Ayub Diponegoro Azhar mengaku jika hingga memasuki waktu Sholat Jum’at penggeledahan belum selesai. (Nt/Irf)

baca selengkapnya
Uncategorized

Pemkot Tangerang Gelar Acara “BUGAR RUN” 2019.

PRN Tangerang~Pemerintah Kota Tangerang Banten melalui Dinas Kesehatan Kota Tangerang, menggelar event BUGAR RUN 2019 di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Minggu (17/11/2019).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55 yang jatuh pada tanggal 12 Nopember 2019.

Event Bugar Run 2019 mengangkat Tema “REMAJA SEHAT, KOTA TANGERANG UNGGUL”.
Yang diikuti tak kurang dari 3.000 orang peserta dari berbagai kalangan dan kelompok usia, dengan menempuh jarak sejauh 3 kilometer.

Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah bersama Wakil Walikota H Sachrudin dan didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Dr Liza Puspita Dewi, Membuka acara dengan melepas langsung para peserta Bugar Run 2019.

Dalam kata sambutan nya, Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah mengatakan, Masyarakat harus sadar dan paham betul akan penting nya kesehatan.
Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat, pesan nya.

Selain acara Bugar Run 2019, pada kesempatan yang sama Walikota juga meresmikan 4 unit Bus Pariwisata, yang dinamakan “Jalan-Jalan Wisata Rakyat” (JAWARA) Kota Tangerang.

Silahkan kalau mau jalan-jalan naik “JAWARA” nya Kota Tangerang, pungkas H Arief R Wismansyah.

JURNALIS : (HARTONO/JALIL)

baca selengkapnya
Uncategorized

IKM Kota Tangerang Adakan Rapat Jelang Deklarasi DPD dan DPC

PRN TANGERANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) periode 2019 -2024, Indra Jaya, mengadakan rapat bersama Ketua Panitia, Abdul Jalil serta seluruh panitia pelaksana untuk membahas persiapan deklarasi pengukuhan DPD dan DPC Kota Tangerang dan sekitarnya, di Kantor Sekretariat, Karawaci, Tangerang, Rabu (13/11/19).

“Dalam acara pelantikan nanti mengangkat tema Ekonomi Kerakyatan. Insya Allah dilaksanakan bulan Januari 2020,” ujar Indra.

Indra menuturkan, ekonomi kerakyatan merupakan sistem perekonomian atau kegiatan ekonomi yang dibangun dengan kekuatan dari ekonomi rakyat.

“Ekonomi kerakyatan memberikan kesempatan bagi masyarakat lain untuk dapat berpartisipasi, sehingga perekonomian tersebut dapat terlaksana dan dapat berkembang dengan baik,” tutur Indra.

IKM akan hadir sebagai wadah pemersatu perantau Minang yang berdomisili di Kota Tangerang. Bagi yang ingin mendapatkan kartu anggota cukup memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pasphoto tanpa dipungut biaya dan iuran bulanan.

Selain itu, IKM akan membentuk badan usaha untuk membantu “Urang Minang” dalam mengembangkan usahanya dengan konsep “dari awak untuk awak”.

“Kedepannya, akan membantu penyediaan layanan ambulan gratis dan kesehatan. Membentuk satgas pemuda untuk kenyamanan dan keamanan warga Minang bekerjasama dengan TNI dan Polri,” terang Indra.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia, Abdul Jalil menyampaikan acara pelantikan Insya Allah akan dilaksanakan 18 Januari 2020, dengan mengundang anggota DPR RI, Gubernur Sumbar, Walikota Tangerang, Kapolres, Kodim.

“Acara akan dihibur oleh artis top dari Minang dan mengadakan bazar di lokasi acara,” ujarnya. (jalil/Jk)

baca selengkapnya
Uncategorized

Nyadar Tidak Sepatutnnya Terima PKH, Wanita Tiga Anak Bersedia di Graduasi

PRN KOTA TANGERANG – Selama tiga tahun menjadi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat, Siti Jubaidah warga RW 07, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari memutuskan untuk berhenti mendapatkan bantuan.

Saat diverifikasi lapangan oleh petugas Dinsos bersama pegawai kecamatan, yang bersangkutan langsung menyatakan tidak mau dipasang label dan memilih mengundurkan diri. Karena dia juga menyadari secara sadar seharusnya dia tidak menerima.

Tanpa paksaan, dengan kemauannya sendiri, wanita tiga anak ini bersedia digraduasi dan menandatangani pemberhentian penerimaan bantuan “Keluarga Miskin” setelah kini dirinya sudah memiliki rumah yang layak, kendaraan roda empat serta lima kontrakan yang terisi setiap bulannya.

“Saya sudah terima sejak 2016, beras telur dan uang setiap bulannya. Saya terima dari Kementrian Sosial. Kalau sekarang harus dilabelisasi “Keluarga Miskin” saya tidak mau.”

“Malu lah saya dengan tetangga, apalagi kalau keluarga saya datang kerumah, apa kata mereka,” ungkap Siti Jubaidah, saat dilakukan verifikasi ke rumah keluarga penerima manfaat oleh Dinsos, Camat dan Lurah, Selasa (3/9/19).

Ia pun menyatakan, secara sadar ia mengetahui dan menyadari bantuan yang diterima dari Pemerintah sudah tidak pantas dia dapatkan lagi.

“Tidak ada pasaan atau apapun, saya mengundurkan diri dari peserta penerima bantuan. Saya justru merasa malu, wong setiap hari saya olah jenis makanan layak, mosok iya saya masih mendapat bantuan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Sosial akan melakukan labelisasi “Keluarga Miskin” kepada penerima bantuan secara berkala di 13 kecamatan. Sebagai tahap pertama, Kecamatan Neglasari menjadi lokasi verifikasi pertama.

Plt Kepala Dinsos Suli Rosadi menuturkan program ini bertujuan memverifikasi secara lebih jelas target penerima bantuan yang lebih tepat sasaran. Mengurangi pihak-pihak yang tidak layak menerima namun pura-pura miskin. Sehingga selanjutnya, semua bantuan yang dikucurkan bisa tepat sasaran.

“Saya pun berharap, masyarakat Kota Tangerang yang tidak layak menerima bantuan untuk proaktif terhadap program ini. Sehingga jumlah kemiskinan serta bantuan yang dikucurkan baik dari Pemerintah Kota Tangerang maupun pusat bisa lebih tepat sasaran,” harapnya.

Untuk diketahui, sejak dilakukan verikasi lapangan data oleh petugas gabungan dari Dinsos, Camat dan Lurah dalam beberapa hari terakhir, tak kurang dari 50 keluarga telah mengundurkan diri dari daftar penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). (JALIL/M.HUD)

baca selengkapnya
Uncategorized

L U C U…. Pemerintahan Kelurahan Pare Umumkan Tidak Melayani Pengurusan Tanah

PRN KEDIRI – Nek masyarakat ora iso ngurus administrasi tanah nang balai desa trus piye jal, ungkapan warga Pare Kediri yang merasa kecewa dengan pemerintahan desa Pare Kediri.

Secara SOP pemerintahan desa memiliki tugas dan wewenang untuk melayani segala.sesuatu terkait hal ikwal kepentingan warganya,  walaupun terdapat kekosongan kepemimpinan atau kepala desa.

Namun berbeda dengan pemerintah desa Pare,  di depan pintu balai desa tertulisa besar “mohon maaf kepada bpk/ibu warga kelurahan Pare, bahwa kami belum bisa melayani pengajuan administrasi sertifikat tanah, dimohon menunggu kepala kelurahan yang baru atau devinitif”

Sampai berita diturunkan tim pena rakyat news belum dapat menemui pihak penanggung jawab kelurahan Pare.  (sawong).

baca selengkapnya
Uncategorized

Doa Bersama Di Makam Tradisi Desa Dinden Saat Peringati Bersih Desa

PRN Ngawi – Beragam corak dan cara dari setiap desa di wilayah Ngawi dalam memperingati hari berdirinya sebuah desa atau yang di kenal dengan bersih desa. Salah satu yang dilakukan warga desa Dinden, Kecamatan Kwadungan Ngawi mempunyai cara yang unik saat melakukan nyadran (bersih desa).

Beberapa waktu lalu warga desa Dinden mulai pagi berbondong-bondong menuju makam desa setempat. Kehadiran seluruh warga desa tersebut dalam rangka berdoa bersama di makam para leluhur maupun sanak saudara yang telah meninggal.

Acara yang unik tersebut dipimpin langsung oleh sesepuh desa.
“Ini adalah salah satu wujud cara bersyukur pada ALLAH yang telah memberikan nikmat didunia ini,” jelas sesepuh desa Darto saat ditemui Jurnalis Pena Rakyat News

Dan agenda tahunan tersebut merupakan salah satu cara melestarikan kebudayaan Jawa yang selalu dilakukan oleh warga desa setempat semenjak puluhan tahun silam.

Selain berdoa para warga desa tersebut juga membawa nasi untuk selamatan sebagai wujud dari keikhlasan dalam bersedekah. Sebab setelah dipimpin doa oleh sesepuh para warga tersebut melanjutkan dengan berdoa disetiap makam para leluhurnya maupun saudaranya.

“Selain untuk melestarikan budaya Jawa juga simbol dari cara warga dalam bersedekah,” urainya.

Namun semenjak adanya dana desa yang digelontorkan dari pemerintah pusat juga menambah dari pakem atau tata urutan dari pelaksanaan bersih desa tersebut. Sebab kalau dahulu hanya berdoa bersama di makam desa yang dilanjutkan dengan hiburan tarian gambyong atau cokekan. Dan setelah adanya anggaran dari pemerintah pusat dilakukan penambahan hiburan dalam bentuk pagelaran wayang semalam suntuk.

Sedangkan dengan adanya hiburan tambahan tersebut tetap tidak mengurangi nilai kesakralan dari acara bersih desa yang digelar.
“Setelah adanya dana desa untuk hiburan ditambah pertunjukan wayang setiap kali diadakan nyadran (bersih desa),” terang perangkat desa Dinden Suroso pada jurnalis PRN

baca selengkapnya
Uncategorized

LAPORAN DINSOS SUMENEP DALAM KEGIATAN SYUKURAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 74 TAHUN 2019.

PRN SUMENEP – Sebagai ucapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, atas nilai dari kemerdekaan RI melalui perjuangan para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya pada bangsa Indonesia, maka dari itu Pemerintah kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Syukuran HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 di halaman depan Masjid Agung Jamik Sumenep, Jum’at malam 16/08/2019 sekitar pukul 19.00 wib.

Dalam sambutan kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep R. Akh. Aminullah menyampaikan bahwa kegiatan Syukuran HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019, guna Untuk kita semua mendo’aka para pahlawan pejuang bangsa Negara Indonesia ini supaya amal ibadah diterima oleh Allah SWT dan di ampuni atas segala dosa dosanya untuk mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah SWT.

“Untuk menggiatkan kepada kita sebagai generasi penerus bangsa yang telah menikmati kemerdekaan RI, agar kita semua mampu mengisi kemerdekaan ini dengan amal bakti nyata dalam kehidupan sehari-hari,” Tutur R. Akh. Aminullah.

Menurut pantau awak media PRN Sumenep, kegiatan Syukuran HUT RI ke 74 tersebut di selenggarakan di depan halaman Masjid Agung Jamik Sumenep, masyarakat Sumenep antusias sekali berdatangan memadati areal lokasi kegiatan Syukuran HUT kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 yang digelar oleh Pemkab Sumenep. Dengan jumlah undangan yang hadir dalam acara tersebut Kurang lebih 1500 orang.

Hadir dalam kegiatan Syukuran tersebut terdiri dari; A. Busyro Karim Bupati Sumenep beserta Istri, Ahmad Fauzi wakil Bupati Sumenep beserta Istri, Segenap Forkopimda beserta Istri, Sekdes beserta Istri, Para asisten beserta Istri, Staf ahli beserta Istri, wakil ketua DPRD Sumenep beserta Istri, Segenap Kepala dinas dan bagian beserta Istri, Camat sekabupaten Sumenep beserta Istri, Pimpinan Instasi, Anggota DPMD, para alim ulama dan Pimpinan pondok pesantren sekecamatan kota Sumenep, Segenap organisasi yang ada di sumenep, Peserta paskibraka bersama ortu, panti anak yatim-piatu, takmir masjid, Segenap pasukan kuning, Petugas cipta karya, klaning servis,

“Biaya pelaksanaan Syukuran HUT kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019, di bebankan kepada Anggaran APBD 2019, Pada pos anggaran panitia pelaksana HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 dan partisipasi sadari semua pihak.” Kata R. Akh. Aminullah

Kegiatan tersebut merupakan sebuah rangkaian dari pelaksanaan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 di kawasan Sumenep antara lain, Penganugrahan dan penyematan Satya kencana karya Satya, Rapat paripurna DPRD (Pidato kenegaraan), Syukuran, Apel kehormatan dan renungan suci, Upacara detik detik proklamasi, Upacara penurunan bendera, Ramah Tama dengan pejuang 45 dan janda pahlawan, kegiatan lomba oleh raga dan seni budaya. (Erfandi)

baca selengkapnya
Uncategorized

Polsek Ploso Tangkap Remaja Pengedar Pil Koplo

PRN Jombang – Seorang remaja pria di tangkap Unit Reserse Kriminal Polsek Ploso Mapolres Jombang.
Senin, 28/7 sekitar jam 15’00 wib pelaku di tangkap dan di amankan petugas lantaran kedapatan membawa dan mengedarkan pil koplo sebagaimana yang di maksud dalam Pasal 196 UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Hamsyah bin Suyadi remaja berumur 21 tahun yang beralamat di dusun Kejambon Rt 07 Rw 02 desa Dapurkejambon kecamatan Jombang kabupaten Jombang di sergap Satuan Unit Reskrim Polsek Ploso di halaman parkir BRI Unit Ploso yang terletak di desa Rejoagung kecamatan Ploso kabupaten Jombang.

Kapolsek Ploso AKP H. Sutikno SH.M.Si mengatakan, barang bukti yang berhasil di amankan dari tangan tersangka berupa 10 butir pil koplo yang di masukkan ke dalam plastik pelet merah dan di masukkan di dalam bungkus rokok Surya.

“Barang bukti lainnya berupa sebuah Hp merk Vivo Y93 warna biru dan sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan NoPol S 3360 WM beserta STNKBnya” tegasnya.

Kapolsek Ploso menjelaskan bahwa penangkapan tersangka bermula ketika anggota kami sedang patroli dan mendapat informasi dari warga kalau di halaman parkir BRI yang sering di gunakan untuk transaksi jual beli pil koplo ada seorang remaja mencurigakan, dari gelagatnya di duga mengedarkan pil koplo.

Kemudian petugas Reskrim melakukan lidik dengan berpura-pura sebagai pembeli, dan setelah di dapat kemudian di lakukan penangkapan dan penggeledahan dan di dapatkan barang bukti 10 pil koplo yang siap di edarkan.

“Tersangka kami tangkap dan kami jebloskan ke penjara guna penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan dan bandar nya”tandas Kapolsek. (gianto)

baca selengkapnya
Uncategorized

KURANG DARI 10 JAM , RESKRIM POLSEK NGORO BERHASIL UNGKAP CURAS TERHADAP NENEK 74 TAHUN

KURANG DARI 10 JAM , RESKRIM POLSEK NGORO BERHASIL UNGKAP CURAS TERHADAP NENEK 74 TAHUN.

PRN Mojokerto – Satuan Unit reskrim polsek Ngoro kembali menuai prestasi yang gemilang. Kurang dari 10 jam berhasil mengungkap tindak kejahatan yang disertai kekerasan yang terjadi di dusun glatik desa watesnegoro kecamatan Ngoro.

Atas dasar laporan perangkat desa Watesnegoro tentang adanya tindak pencurian yang disertai dengan kekerasan yang menimpa nenek GIni (74 th) yang beralamat disusun Glatik desa Watesnegoro minggu (26/5/2019)

Begitu mendapatkan laporan dari warga atas kejadian curas, Reskrim polsek Ngoro yang dipimpin oleh IPDA Selimat langsung bergerak cepat dengan olah TKP serta mencari keterangan dari para saksi sehingga dapat dilakukan penangkapan terhadap pelaku curas terhadap nenek 74 tahun.

Pelaku yang berinisial ZH (24th) alias Cinul yang beralamatkan di dusun kecapangan Ngoro selaku eksekutor serta YN yang beralamatkan di dusun Glatik desa Watesnegoro kecamatan Ngoro yang menjadi inisiator, dan menyuruh suaminya untuk mengambil barang milik korban. Kedua pelaku merupakan pasangan suami istri ini serta masih berstatus saudara dengan korban (bibi).

Dari perbuatan kedua pelaku , korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai 10 juta

Peran YN yg mempunyai inisiatif dan yang menyuruh suaminya untuk mengambil barang milik korban dan ikut membuang pakaian pelaku di sungai porong yang digunakan saat melakukan pencurian.

Dari tangan pelaku didapatkan sebagai Barang Bukti:
– 1 (satu) potong kalung emas dg berat 15,400 gram
– 1 (satu) buaj lionting emas dg berat 4,300 gram
– 2 (dua) lembar surat pembelian perhiasan emas dari toko emas Kidang Mas porong.
– Uang tunai Rp. 239.000,- (dua ratus tiga puluh sembilan ribu rupiah)
– 1 (satu) unit spd motot Honda GL MAX warna hitam, no polisi : W 2804 ZS

Dari keterangan kanit reskrim ngoro IPDA Selimat, Pelaku merupakan suami istri yang sudah lama tidak bertegur sapa dengan korban yang masih merupakan Bibinya sendiri dan ketika mendengar korban baru mengambil uang dari keponakannya.

Selanjutnya kedua pelaku merencanakan pencurian dan pelaku atas nama ZH, ketika situasi aman langsung menyelinap masuk ke kamar korban kemudian memukuli korban dan membekap mulut korban, selanjutnya menarik kalung emas yang dikenakan korban serta mengambil uang milik korban yang disimpan di dalam almari, setelah berhasil mengambil barang barang milik korban selanjutnya pelaku mengunci kamar korban dan melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban.

Dengan kronologi , Bahwa korban ibu GINI (74) tinggal sendirian di rumahnya, dan sekira pukul 22.00 WIB, korban terbangun dan buang air kecil di kamar mandi belakang, selesainya kemudian korban masuk ke kamarnya dan begitu korban berbaring untuk tidur di tempat tidur, tiba tiba korban di tarik dari dalam kolong tempat tidurnya oleh pelaku selanjutnya pelaku yang memakai cadar di mukanya serta menggunakan kaos tangan tersebut menanyakan uang milik korban sambil memukuli kepala korban dan dada korban serta saat itu pelaku menyumpal mulut korban dengan sepotong kain agar korban tidak berteriak.

Sementara pelaku mengambil uang korban kurang lebih Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) didalam almari serta menarik kalung emas berikut liontin emas dg berat kurang lebih 20 gram yang dipakai korban, setelah mengambil barang barang milik korban, selanjutnya pelaku mengunci kamar tidur korban selanjutnya melarikan diri melalui pintu belakang dan sekira pukul 22.30 WIB korban berteriak dan terdengar oleh tetangganya, selanjuthya pintu dibuka secara paksa oleh tetangga, atas kejadian tsb korban mengalami luka memar pada dahi dan dada sebelah kiri serta kerugian material berupa 1 kalung seberat 15,400 gram dan 1 buah liontin as seberat 4,300 gram, berikut uang kurang lebih Rp. 600.000,- jadi total kerugian kurang lebih sebesar Rp. 10.000.000,-

Kini pelaku dan Barang bukti dibawa ke Polsek Ngoro guna proses penyidikan lebih lanjut. (timbul).

baca selengkapnya
Uncategorized

Camat Saronggi “Tabrak” UU No. 40 Tahun 1999 Tentang PERS

Dikomfirmasi terkait Laporan pekerjaan yang tidak selesai namun LPJ diterima, ‘wartawan dilarang merekam’

PRN SUMENEP – Kinerja Ali Dafir, S.E, M.Si, Camat Saronggi Perlu Dipertanyakan dan di duga bermain mata dengan Kepala Desa terkait, karena Sangat di sayangkan sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) seorang Camat Saronggi bersifat tidak bijaksana dan marah-marah kepada 3 orang wartawan yang sedang melakukan konfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 23/05/2019.

Yang seharusnya Ali Dafir, S.E, M.Si  Pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) seorang Camat memberikan contoh yang baik kepada bawahannya sebagai pelayan Publik yang harus melayani dan memberikan informasi penting kepada masyarakat apalagi kepada wartawan yang sedang melakukan tugas dalam konfermasi temuan di salah satu Desa kec. Saronggi , karena wartawan itu di lindungi oleh UU Pers, bukan malah di marah marahin.

Karena wartawan itu adalah mitra pemerintah sebagai kontrol sosial yang tidak mendapatkan gaji atau uang transportasi dan Ali Dafir, S.E, M.Si  sebagai Camat yang sudah difasilitasi gaji dari uang rakyat harus berterima kasih kepada wartawan dan masyarakat yang sudah memberikan informasi terkait temuan pekerjaan di salah satu desa kecamatan Saronggi yang menggunakan anggaran desa tahun 2018, sampai berita ini tanyang pekerjaannya belum rampung.

Peristiwa tersebut terjadi di saat Team wartawan menemui Camat Saronggi di ruangan kerjanya, tau tau Ali Dafir, meminta untuk meletakkan Hp di meja kepada 3 wartawan agar tidak melakukan perekaman di saat konfirmasi, dan Camat tersebut marah marah kepada wartawan karena menurut Ali Dafir, S.E, yang sebelumnya wartawan sudah melakukan perekaman yang menurutnya tidak se ijin dirinya.

” Tolong semua HP anda di taruk di meja, saya tidak ingin anda melakukan perekaman seperti Tempo lalu, karena kamu nanti mancing mancing pertanyaan kepada saya”, ucap Ali Dafir, S.E, M.Si  dengan sikap kurang menyenangkan.

Tidak hanya itu saja, tapi Camat Saronggi marah marah kepada 3 wartawan karena dirinya pernah dilaporkan kepada Wakil Bupati Sumenep terkait rekaman video dikantor kecamatan Saronggi di saat jam kerja menunjukkan kurang lebih pukul 13.25 wib, Camat dan Sekcam serta beberapa stafnya tidak ada di ruang kerjanya dan mengancam wartawan akan dilaporkan terkait rekaman tersebut karena tidak seijin dirinya. dan menantang wartawan untuk melaporkan segala temuan kepala desa.

” Kalian bisa saya laporkan karena kalian merekam tidak seijin saya, kalau kalian punya nyali untuk melaporkan segala temuan Kepala Desa di kecamatan Saronggi Silahkan, saya tunggu, saya yang akan bertanggung jawab “, Tutur Camat dengan bahasa marah. (erfandi).

baca selengkapnya