close
HUKUM

Perjuangan Istri untuk Bebaskan Suami dari Kesewenangan ‘Penegak Hukum’

PRN BANTEN – Adalah Hayati Nufus seorang ibu rumah tangga dan juga Mahasiswa jurusan Kesehatan tidak peduli harus jungkir balik memperjuangkan Abdul Rokhman yang tak lain adalah suami tercintanya dari dugaan kesewenang-wenangan aparat Kepolisian Reskrim Polda Banten.

Melihat kilas balik perjuangan Hayati Nufus berawal dari adanya dugaan arogansi pihak Reskrim Polda Banten saat melakukan penangkapan terhadap Abdul Rokhman tanggal 17 Maret 2020 atas dugaan pelanggaran UU no. 42 tahun 1999 pasal 36 Fidusia. Merasa dalam proses penangkapan suami Hayati Nufus diduga tidak melalui prosedur maka Hayati Nufus mengajukan gugatan Pra Peradilan terhadap Polda Banten dan sidang pertama dengan risalah panggilan nomor 6/PID.PRA/2020.PN.Srg siding pertama tanggal 30 April 2020.

Baca Juga : https://penarakyatnews.id/2020/03/29/tidak-terima-dengan-mekanisme-hukum-polda-banten-istri-ar-gugat-pra-peradilan/

Menurut Hayati Nufus saat dikomfirmasi Pena Rakyat News, dirinya tidak akan berhenti sampai di Pra Peradilan saja namun dirinya akan segera melaporkan oknum Krimsus Polda Banten ke Propam Mabes Polri dan Paminal Mabes Polri serta membawa perkara ini ke Komisi III DPR RI bidang Hukum guna mencari keadilan dan perlindungan hukum.

“Suami saya digerebek oleh beberapa oknum yang mengaku dari Krimsus Polda Banten tanpa membawa surat penangkapan (17/3/2020), tanggal 18 maret 2020 terbitlah surat penangkapan dan surat penahanan dengan dalil suami saya mengalihkan kredit mobil Brio” Ungkap Hayati Nufus.

Terkait pertanyaan awak media, mengapa sampai menempuh jalur yang lebih tinggi, Hayati Nufus menjelaskan bahwa dirinya merasa kecewa dan pesimis dengan Pra Peradilan di PN Serang-Banten, pasalnya sesuai dengan ketentuan ketentuan pasal 82 (1) huruf c dan pasal 79 pasal 80 dan pasal 81 bahwa Pra Peradilan harus selesai selama 7 hari, sedangkan yang dirinya alami saat ini mulai sidang tanggal 30 Maret 2020 dan tanggal 4 April 2020 sidang ke 2 dan  termohon disuruh buat jawaban tanggal 7 April 2020, selanjutnya tanggal 8 april 2020 pemohon membuat replik, dan tanggal 13 april 2020 pemohon menyerahkan bukti-bukti dan pada selasa 14 april 2020 Termohon menyerahkan bukti-bukti dan saksi, ini artinya mulai awal siding sampai selesai sudah memakan waktu selama 18 hari, permainan apa lagi ini… Ketus Hayati Nufus. (Tim PRN Depok)

Tags : BantenMencari Keadilan

Leave a Response

*