close
KABAR JATIM

Tersiar Kabar Pemotongan Tabungan Siswa ‘Tak Jelas’, Pihak SMPN 1 Kutorejo Beberkan Faktanya

PRN MOJOKERTO | Pada edisi online www.penarakyatnews.id terdahulu menyajikan uangkapan aduan dari 2 orang wali murid yang menyatakan mewakili dari kurang lebih 240 wali murid kelas IX SMPN 1 Kutorejo Mojokerto yang terkesan memojokkan pihak sekolah kurang transparan dalam proses pemotongan uang tabungan siswa. 4/8/20.

Keseruan yang terjadi antara beberapa oknum wali murid dan pihak sekolah tidak hanya diseputar SMPN 1 Kutorejo saja, namun diketahui Agus dan Sumarlik, 2 orang yang gencar melontarkan protes ini menembus kepada kantor dinas pendidikan kabupaten Mojokerto.

“ Kami hanya menginginkan rincian pemotongan tabungan anak kami” suara yang selalu dikumandangkan oleh Agus dan Sumarlik.

Menanggapi hal ini Sumardi selaku Kepala SMPN 1 Kutorejo Mojokerto memberikan keterangan kepada Pena Rakyat News seraya menunjukkan beberapa bukti bahwa apa yang dituduhkan oleh wali murid kepada pihak SMPN 1 Kutorejo ini tidak benar.

Menurut Sumardi, dirinya beserta staf dan guru selalu menjunjung tinggi upaya kekeluargaan dalam menyikapi berbagai persoalan dan selalu berkordinasi terbuka dalam setiap penentuan kebijakan, untuk itu semua terbukti bahwa dalam kurun waktu dirinya menjabat sebagai kepala sekolah selama 7 tahun di SMPN 1 Kutorejo, grafik peningkatan baik mutu pendidikan dan fasilitas semakin lebih baik, dan alhasil SMPN 1 Kutorejo memperoleh predikat ADIWIYATA tingkat Propinsi Jawa Timur. Ini bukti riil prestasi yang dicapai dan semua itu berkat kerja sama dari berbagai pihak, termasuk para Guru, staf dan dukungan dari wali murid tentunya. Tegas Sumardi.

“Terkait tabungan, kami membuka peluang selebar-lebarnya bagi wali murid yang masih kurang paham, kami akan jelaskan dan tunjukkan kembali satu persatu yang diminta, ‘Monggo datang kesekolah’ meskipun pihak sekolah sudah ada bukti penjelasan dan tanda tangan sebagai bukti penerimaan tabungan” Pungkas Sumardi.

Sementara menurut Achmad Anwar Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang diusung dari partai PDIP Dapil 5 meliputi wilayah Kutorejo berpesan agar sedapat mungkin persoalan atau rumor sekecil apapun dilingkup dunia pendidikan khususnya diwilayah Dapilnya agar dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan harus ada solusinya, sebab menurutnya mis komunikasi antara wali murid dengan pihak sekolah ini sangat berpengaruh kepada proses belajar mengajar anak didik kita kedepan.

Achmad Anwar juga menambahkan bahwa memang dunia pendidikan   ‘jer basuki mowo beyo’  namun  dimasa pandemic corona atau covid-19 ini perekonomian masyarakat sangatlah sulit, karenanya berdampak kepada sensitifnya prilaku masyarakat apabila berbicara masalah vinansial. (red).

Tags : Hak JawabMojokerto

Leave a Response

*