close
HUKUM

KOCAR KACIR….Galian Jatidukuh Mendapat Isu Operasi Polda

PRN MOJOKERTO | Galian yang terletak di desa Jatidukuh Kecamatan Gondang yang diketahui milik Widy Sulton tiba-tiba tepat jam 13.00 wib terhenti dan semua alat berat serta truk pengangkut batu bergeser keluar lokasi. Hal ini menuai tanda tanya, Galian resmi kok takut dengan isu operasi.  13/10/20.

Fakta ini disaksikan oleh tim media Pena Rakyat News saat melakukan liputan aktifitas galian di wilayah desa Jatidukuh, terjadi kejanggalan melihat fakta ini, pasalnya Galian Milik Widy Sulton diketahui memiliki ijin dan di area tersebut juga di jaga oleh petugas dari Dinas Pendapatan daerah, namun anehnya mengapa seperti ketakutan raut wajah para pekerja dan sopir pengangkut batu yang keluar dari galian.

Dari keterangan ADI pria berpakaian seragam dinas pendapatan daerah kabupaten Mojokerto saat dikomfirmasi terkesan menutupi persoalan yang sebenarnya, dirinya mengatakan bahwa aktifitas berhenti karena Beco atau alat beratnya rusak, namun fakta yang ada terekam kamera awak media bahwa 4 alat berat bekerja semua di lokasi, sedangkan Beco yang digalian atas sebanyak 4 Beco juga bekerja semua jadi keseluruhan terdapat 8 beco.

BACA JUGA : https://penarakyatnews.id/2020/08/25/bumi-mojokerto-bagian-selatan-siap-siap-ulah-penggali-semakin-ngawur/

Masih seputar keterangan ADI, setiap hari dari dirinya bekerja jam 08.00 sampai jam 16.00 wib terhitung keluar dari lokasi material batu diperkirakan mencapai kurang lebih 200 truk, namun terkait pertanyaan wartawan Ijin yang dimiliki Widy Sulton di desa Jatidukuh adalah material pasir tapi faktanya yang dikeluarkan adalah bebatuan, Adi tidak dapat menjawab.

“maaf mas saya hanya diberi tugas menarik restribusi setiap truk yang keluar dari lokasi, masalah yang lain-lain sebaiknya mas menanyakan ke pimpinan kami” tegas ADI.

Lebih dalam menurut salah satu pekerja sebut saja Bogel (bukan nama sebenarnya, red), dari keterangan Bogel didapat alasan mengapa sampai terjadi penghentian aktifitas penambangan, dijelaskan oleh Bogel bahwa pihak pengelola yaitu Gede dan Tohari mendapat informasi dari S (inisial) oknum Reskrim Polres Mojokerto bahwa akan ada operasi dari Polda Jatim. Terang Bogel.

Sementara dari beberapa keterangan yang didapat dari lokasi Galian Jatidukuh bahwa Ijin galian tertera nama Widy Sulton namun dalam pelaksanaannya yang mengelola adalah orang lain yaitu Gede dan pendana yang sudah merogoh koceknya mencapai milyaran adalah Tohari, dan luas lokasi dalam ijin diperkirakan 28 hektar dikabarkan spesifikasinya di material pasir, namun faktanya yang dikeluarkan dan diduga dikirim kepada Calvary adalah jenis material Bebatuan.

Diharapkan untuk pemberitaan kali kedua ini kepada pihak penegak hukum baik pemerintah daerah, atau pihak Kepolisian Wilayah Jawa Timur dapat mengambil tindakan apabila dalam praktik usaha penambangan milik Widy Sulton ini terjadi penyimpangan dengan tujuan menyelamatkan bumi Mojopahit. (Tim PRN).

Tags : Lari Kocar KacirMojokerto

Leave a Response