close
NUSANTARA

Puskesmas Sambas Berikan Penyuluhan HIV-AIDS Bagi Warga Binaan Rutan Sambas

PRN SAMBAS |  Rumah Tahanan Negara Kelas IIb Sambas bekerjasama dengan Puskesmas Sambas memberikan penyuluhan dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman bagi warga binaan Rutan Sambas mengenai HIV-AIDS. Kamis/22-10.

Dalam sambutannya Karutan Sambas, Priyo Tri Laksono mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Sambas yang telah memberikan kesempatan untuk penyuluhan HIV-AIDS bagi warga binaan Rutan Sambas. Pengetahuan ini sangatlah penting untuk diketahui warga binaan karena pentingnya menjaga diri dan lingkungan dari HIV-AIDS sehingga warga binaan bisa menjaga kesehatan dan pola hidup yang baik agar terjaga dari penyakit tersebut.

“sebagian kecil warga binaan sudah memahami tentang penyakit tersebut, namun dengan diberikan kegiatan penyuluhan ini diharapkan akan lebih memahami tentang bahaya dan cara penanggulangan serta pengobatan HIV/AIDS tersebut, sehingga mereka akan bisa menjaga pola hidup sehat, ” terang Karutan Sambas.

Hadir dalam kegiatan penyuluh tersebut Dr. Ratih dengan 1 staf dari Puskesmas Sambas. Adapun penyuluhan itu diikuti warga binaan sebanyak 30 orang, mengingat masih situasi pandemi covid, pelaksanaannya tetap menggunakan protokol kesehatan.

Dalam Kesempatan itu Dr. Ratih menjelaskan bahwasanya penyakit HIV-AIDS dalam penyebarannya pada umumnya terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik saat memakai narkoba. Umumnya, penyebaran virus HIV yang terjadi di negara Indonesia adalah melalui hubungan seksual yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik saat memakai narkoba. Seseorang yang terinfeksi HIV bisa menularkannya kepada orang lain, bahkan sejak beberapa minggu sejak tertular.

“Hubungan seks tanpa kondom, baik sesama jenis kelamin maupun heteroseksual, Sering membuat tato atau melakukan tindik, dengan alat yang tidak steril dan berhubungan seksual dengan pasangan yang memiliki penyakit kelamin serta berhubungan seksual dengan pengguna narkotika, ” terang Dr. Ratih.

Ia juga menjelaskan Satu-satunya cara untuk mengetahui seseorang mengidap HIV atau tidak adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling dengan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat (klinik VCT) untuk tes HIV jika memiliki risiko terkena virus tersebut.

Selesai dilakukan penyuluhan, warga binaan diberikan kesempatan untuk tanya jawab dan Setelah itu dilakukan tes HIV, yakni tes darah kepada warga binaan. (RED)

Tags : Penyuluhan HIVSambas

Leave a Response